Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 42 Documents
Articles

REMOVAL OF METHYLENE BLUE USING USED PAPER POWDER Labiebah, Ghina; Gunawan, Gunawan; Djunaidi, Muhammad Cholid; Haris, Abdul; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 1 (2019): volume 22 Issue 1 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2277.677 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.1.23-28

Abstract

Methylene blue removal by adsorption method had been done in batch method using adsorbent of used paper powder. Adsorption parameters covering adsorbent doses, contact times, pH, adsorbate concentrations and adsorption isotherm as well as desorption study of the absorbed methylene blue were evaluated. The results showed the highest adsorption of methylene blue was obtained at an optimum adsorbent dose, for 30 min at pH > 9. The maximum adsorption capacity of 30.77 mg/g was obtained with Langmuir isotherm model. While the effective methylene blue desorption on the used paper powder adsorbent was obtained c.a. 0.27 mg/g at pH 1.
PENGARUH BUFFER KALIUM FOSFAT DAN NATRIUM FOSFAT TERHADAP PRODUKSI LISTRIK DALAM SISTEM MICROBIAL FUEL CELL (MFC) DENGAN LACTOBACILLUS BULGARICUS PADA WHEY TAHU Sari, Desvita; Suyati, Linda; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.107-110

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) adalah sistem bioelektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi dengan memanfaatkan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah menentukan beda potensial yang dihasilkan sistem MFC pada substrat whey tahu menggunakan mikroba Lactobacillus bulgaricus dengan variasi bahan buffer fosfat dan pH. Penelitian ini menggunakan sistem MFC dual chamber dengan jembatan garam sebagai penghantar proton dari kompartemen anoda ke kompartemen katoda. Kompartemen anoda berisi campuran mikroba yang sudah dikultivasi dan buffer kalium fosfat atau buffer natrium fosfat dengan variasi pH, yaitu 5,5; 6; 6,5; 7. Pada katoda berisi elektrolit KMnO4 0,2 M, buffer fosfat, dan pH dengan variasi yang sama. Pengukuran beda potensial dilakukan pada suhu ruang selama 30 jam. Pengukuran kelistrikan pada sistem MFC menggunakan buffer kalium fosfat pada empat pH berbeda yaitu 7 ; 6,5 ; 6 ; 5,5 dalam 100 mL volume sistem masing-masing menghasilkan beda potensial yaitu sebesar 42,2 mV; 32 mV; 30 mV; 29,3 mV. Sedangkan dalam sistem buffer natrium fosfat dan 100 mL dengan variasi pH yang sama berturut-turut adalah 20 mV ; 18,6 mV ; 17 mV ; 4 mV. Buffer kalium fosfat menghasilkan beda potensial yang lebih besar dibandingkan dengan buffer natrium fosfat.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK TITANIUM DIOKSIDA (TIO2) DALAM FOTOELEKTROKATALISIS FENOL DENGAN ELEKTRODA PBO2/PB Ariawan, Ardi; Djunaidi, Muhammad Cholid; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.795 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.64-68

Abstract

Fenol merupakan salah satu pencemar perairan yang beracun, dapat terakumulasi dan stabil. Salah satu metode yang efektif untuk mendegradasi fenol adalah fotoelektrokatalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendegradasi fenol dengan metode fotoelektrokatalisis menggunakan elektroda PbO2/Pb, mengetahui pengaruh penambahan TiO2dan membandingkan metode fotoelektrokatalisis dengan fotokatalisis dalam degradasi fenol. Larutan fenol 100 mL dielektrolisis dengan potensial 5 V selama 8 jam dan ditambah 0,8 g TiO2 dan dipapar sinar UV. Kemudian larutan sampel dianalisis dengan spektrometer UV-Vis. Untuk memperoleh potensial kerja dilakukan elektrolisis terhadap blanko (akuades ditambahkan Na2SO4 berlebih). Setelah itu dilakukan variasi potensial, variasi waktu fotoelektrokatalisis hingga 10 jam serta variasi penambahan TiO2 hingga 1,0 g. Penambahan TiO2 sebanyak 0,8 g pada fotoelektrokatalisis fenol menaikkan persentase degradasi fenol dari 79,31% menjadi 94,05%. Degradasi fenol ditunjukkan dengan terjadinya penurunan absorbansi pada panjang gelombang 270 nm. Metode fotoelektrokatalisis lebih efektif dalam mendegradasi fenol dalam larutan daripada fotokatalisis.
ELECTROSYNTHESIS OF α-FE2O3 IN A FE(S)|KCL(AQ)||H2O(AQ)|C(S) SYSTEM Siskawati, Nia; Widodo, Didik Setiyo; Rahmanto, Wasino Hadi; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.895 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.4.182-186

Abstract

Research on ?-Fe2O3 electrosynthesis has been performed in the system Fe(s)|KCl(aq)||H2O(aq)|C(s). Electrolysis produces a reduction and oxidation reaction so that it requires a proper electrolyte concentration in the process. The purpose of this study was to obtain ?-Fe2O3 compounds, determine the products produced by FTIR and XRD, and determine the size of the grains of products with PSA. Electrolysis method of two compartment was used in this research. The cathode and anode compartments was connected with the salt bridge. In anode chamber containing electrolyte solution KCl was varied (0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M and 0,6 M) whereas at cathode space there was aquades. Electrolysis was run at 12 V for 8 hours. The electrolysis result was then calcined for two hours at a temperature of 500°C. The resulting product was then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The resulting product is then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The results showed that brown ferrihydrite was obtained in a concentration of 0.2 M; 0.3 M; 0.4 M; 0.5 M and 0.6 M were 21.6 mg; 24.1 mg; 34.5 mg; 39.4 mg and 62.4 mg respectively. Ferrihydrite produced from electrolysis of KCl 0.4 M concentration was dark red The XRD results show the presence of ?-Fe2O3 and PSA results show that the ?-Fe2O3 particle size is 151.57-171.25 nm.
PENGAMBILAN TEMBAGA DARI BATUAN BORNIT (CU5FES4) VARIASI RAPAT ARUS DAN PENGOMPLEKS EDTA SECARA ELEKTROKIMIA Haris, Abdul; Widodo, Didik Setiyo; Yuanita, Lina
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.099 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.31-36

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan tembaga dari mineral bornit terhadap pengaruh rapat arus dan pengompleks EDTA secara elektrolisis. Serbuk bornit dilarutkan dalam besi(III) sulfat dan diendapkan dengan variasi rapat arus menggunakan elektrode karbon selama 1 jam.Dari hasil penelitian diperoleh kadar tembaga maksimal yang terlarut sebesar 14,88 % pada konsentrasi besi(III) sulfat 0,6 M. Semakin besar rapat arus yang digunakan pada elektrolisis, kuantitas endapan semakin meningkat dan endapan tembaga maksimal 1,69 mg terbentuk pada penambahan pengompleks EDTA 0,20 M dan rapat arus 0,05 A/cm2. Keberadaan pengompleks EDTA mampu menurunkan potensial yang diperlukan sehingga meningkatkan kemurnian dan kekuatan pelapisan tembaga. Kemurnian endapan tembaga tertinggi didapatkan pada elektrolisis dengan penambahan pengompleks EDTA 0,20 M sebesar 93,88%Kata kunci:bornit, tembaga, rapat arus, pengompleks EDTA
ELEKTROPOLIMERISASI ANILIN SECARA POTENSIOSTATIK DENGAN PENAMBAHAN DOPAN Richard, Yudhi; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.371 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.1.12-16

Abstract

Penelitian tentang elektropolimerisasi anilin dengan metode potensiostatik telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa polimer polianilin dengan konduktivitas yang tinggi melalui pendekatan elektropolimerisasi. Anilin dielektrolisis menggunakan elektroda besi dan karbon dan ditambahkan H2SO4 hingga terbentuk endapan. Konsentrasi anilin yang digunakan adalah 0,7 M dengan metanol sebagai pelarut. Metode yang digunakan adalah potensiostatik dalam larutan 100 mL pada potensial 5 V selama 20 menit. Karakter produk dari hasil elektropolimerisasi yang terbentuk dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa elektropolimerisasi anilin dengan melibatkan proses doping dengan menggunakan H2SO4 menghasilkan senyawa polianilin yang konduktif.
EKSTRAKSI DAN UJI KESTABILAN PIGMEN BETASIANIN DALAM KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SERTA APLIKASINYA SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL Yulianti, Hera; Hastuti, Rum; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.433 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.84-89

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah makanan yang belum dimanfaatkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pigmen merah alami karena mengandung pigmen betasianin. Pigmen betasianin dapat diaplikasikan sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak pigmen betasianin dalam kulit buah naga dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80% lalu ekstrak pigmen betasianin yang diperoleh diaplikasikan sebagai pewarna tekstil dengan proses pencelupan. Ekstrak pigmen betasianin dianalisis menggunakan spektrometri visible dan dilakukan uji kestabilan pigmen betasianin terhadap temperatur dan pH. Uji kestabilan terhadap temperatur dilakukan dengan variasi temperatur 25°C, 40°C, 60°C, 80°C and 100°C, sedangkan uji kestabilan terhadap pH dilakukan dengan variasi pH 2.5; 3.5; 4.5; 5.5; 6.5; 7.5; 8.5 and 9.5. Ekstrak yang diperoleh diuji kestabilannya dengan perlakuan pemanasan dan dipaparkan sinar matahari kemudian dilakukan penguapan pelarut dan ekstrak dapat diaplikasikan pada kain dengan metode mordanting dan pencelupan langsung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ekstrak pigmen betasianin dengan rendemen 3,735%. Ekstrak pigmen betasianin paling stabil pada temperatur 25°C dan pada pH 4,5. Ekstrak yang diperoleh stabil terhadap pemanasan dan paparan sinar matahari serta dapat diaplikasikan terhadap kain. Pigmen betasianin menimbulkan warna yang dapat menempel pada kain dengan baik.
PERAN ADSORBEN SELULOSA TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN POLIVINIL ALKOHOL (PVA) UNTUK PENYERAPAN ION LOGAM TIMBAL (PB2+) Martina, Dewi; Hastuti, Rum; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.29 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.77-82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peran adsorben selulosa tongkol jagung (Zea mays) dengan polivinil alkohol (PVA) untuk penyerapan ion logam timbal (Pb2+). Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi adsorben tongkol jagung (TJ) dan tongkol jagung-PVA (TJ-PVA) serta menentukan kemampuan adsorben terhadap penyerapan logam Pb2+. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan, karakterisasi adsorben TJ dan TJ-PVA serta penentuan kemampuan menyerapan ion Pb2+ pada variasi waktu kontak 10-150 menit, konsentrasi 5-20 ppm, dan pH 1-6. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya gugus utama selulosa yaitu OH. Hasil GSA menunjukkan adanya kenaikkan luas permukaan sebesar 21,57%, penurunan diameter pori rata-rata sebesar 68% dan penurunan volume pori total sebesar 60,30%. Adsorpsi Pb2+ terbaik oleh adsorben TJ diperoleh pada waktu kontak 90 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi sebesar 83,37%, dan pH 5. Sedangkan untuk adsorben TJ-PVA, adsorpsi terbaik terjadi pada waktu kontak 60 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi 66,88%, dan pH 5. Dapat disimpulkan bahwa adsorben TJ-PVA dapat digunakan sebagai adsorben ion logam.
PENGARUH BAHAN ELEKTRODE PADA PENGAMBILAN CU DAN CD SECARA ELEKTROKIMIA Haris, Abdul; Suberta, Melani; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.321 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.65-68

Abstract

Pengolahan biji tembaga menjadi tembaga banyak dilakukan menggunakan proses pemekatan melelui pencucian dan pemisahan secara fisik dengan hasil yang tidak maksimal karena sebagian logam ikut terbuang bersama pengotor logam yang lain, diantaranya kadmium ke dalam ekosistem darat dan perairan.Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh bahan elektroda pada pengambilan tembaga dan kadmium dari campuran dengan komposisi elektrolit CuSO4 dan CdSO4 secara elektrolisis. Sel elektrolisis menggunakan variasi bahan elektroda tembaga- karbon (Cu-C), seng - karbon (Zn-C) dan karbon-karbon (C-C). Elektrolisis dijalankan dengan potensial terpasang tetap pada temperatur kamar selama 2 jam.Hasil penelitian diperoleh bahwa kuantitas pengendapan tembaga terbaik pada elektrode (Zn-C) dapat menurunkan kadar Cu2+ dari 63,5 ppm menjadi 41,5 ppm dengan efisiensi arus 32,0 %, dan elektrode (Cu-C) dapat menurunkan kadar Cd dari 112,4 ppm menjadi 94,4 ppm dengan efisiensi arus 3,8 %Kata kunci : tembaga, kadmium, elektrolisis, bahan elektroda
SYNTHESIS, CHARACTERIZATION OF CU, S DOPED TIO2 AND ITS PHOTOCATALYTIC ACTIVITY FOR DEGRADATION OF REMAZOL BLACK B Haris, Abdul; Gunawan, Gunawan; Widodo, Didik Setiyo; Nuryanto, Rahmad; Lusiana, Retno Ariadi; Viantikasari, Mei
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2592.974 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.2.47-51

Abstract

Copper and sulfur modified TiO2(Cu-S-TiO2) photocatalyst was successfully synthesized using TiCl4, Cu(NO3)2.3H2O and H2SO4 as precursors by the sol-gel method andcalcination at 450°C for 4 hours. The synthesized photocatalyst was characterized by X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS), Brunauer Emmett Teller (BET) method. The XRD results showed that the Cu-S-TiO2 photocatalyst had an anatase phase with a crystal grain size of 17.54 nm. However, the SEM image of the modified TiO2 showed inhomogeneous phase due to the crystal clustering of imperfect homogenization during the synthesis and sintering processes. The patterns of EDSof Cu-S-TiO2depicted the elements of Ti, O, Cu and S with doping of Cu and S c.a. 7 and 1%, respectively. Analysis using DRS UV-Vis showed Cu-S-TiO2 was able to shift the absorption of the TiO2 photocatalyst wavelength to the visible region with a band energy gap of 1.9 eV. The BET analysis results showed that the specific surface area (SBET), pore volume (Vp) and average pore volume radius (Dp) were measured from large Cu-S-TiO2, therefore Cu-S-TiO2 had good physicochemical and photocatalytic properties. The photocatalytic activity of 0.1 g Cu-S-TiO2 with 15 Watt tungsten light irradiation for 4 h was able to degrade 50 mL remazol black B 10 mg/L c.a. 92.60 %.