Articles

KARAKTERISTIK USUS HALUS AYAM PEDAGING YANG DIBERIKAN ASAM JERUK NIPIS DALAM PAKAN (SMALL INTESTINE PROFILES OF BROILERS FED WITH LIME TOTAL ACIDS) Menggi Emma, Wahidin Mardiono Swantho; Sjofjan, Osfar; Widodo, Eko; ., Achmanu
Jurnal Veteriner Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study  was to find out the effect of lime total acids  on the characteristics ofintestine broiler base on its pH, digestive  viscosity, and the number and hight of small intestineof villi. Atotal of120 male Lohmann broiler chicks with the average body weight of 45.29 ± 1.76g, were used in thisstudy which were then allotted into six groups. The six treatment groups consist of : animals feed with noadditional acid (PO) as negative control, animals feed with addition of  0.4% (w/w) commercial citric acid(P1) as positive control, and animals feed with additional of 0.2% (P2), 0.4% (P3), 0.6% (P4), and 0.8% (P5)total acids extracted from lime, respectively.   This study was carried out using Completely RandomizedDesign with four replications.  The results showed that lime total acids had a very significant effect(P<0.01) on the  pH and digestive viscosity.  However, no significant effect (P>0.05) was found on thenumber and height of the villi. The addition of 0.8% total acid on the animals fed give the best result on theintestinal characteristics compared to other treatments.
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN MINT (MENTHA PIPERITA L.) BENTUK TEPUNG SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM PEDAGING Djunaidi, Irfan H.; Widodo, Eko; Apriana, Diyanti Ayu
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2018): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2018
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitobiotik daun mint (Mentha piperita L.) bentuk tepung sebagai pakan tambahan terhadap karkas ayam pedaging. Materi yang digunakan adalah 200 ekor DOC jantan dengan koefisien keragaman 9,69%. Metode yang digunakan adalah percobaan lapang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan menggunakan 8 ekor ayam pedaging. Adapun perlakuan yang digunakan P0+ (pakan basal + 0,01% antibiotik Zn Bacitracin), P0- (pakan basal + 0 % tepung daun mint), P1 (pakan basal + 0,5% tepung daun mint), P2 (pakan basal + 1% tepung daun mint) dan P3 (pakan basal + 1,5% tepung daun mint). Variabel yang diamati meliputi persentase karkas, persentase lemak abdominal dan warna daging. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan uji Jarak Berganda Duncan?s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, persentase lemak abdominal dan warna daging. Disimpulkan bahwa penambahan tepung daun mint sampai level 1,5% sebagai pakan tambahan belum dapat memperbaiki kualitas karkas ayam pedaging.
IDENTIFIKASI PENGARUH MAKSIMAL LEVEL BEKATUL TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PETELUR Farid, Mohammad; Widodo, Eko; Natsir, Muhammad Halim
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2019): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2019
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2019.002.02.5

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi tentang bagaimana pakan yang mengandung bekatul dapat mempengaruhi penampilan produksi ayam petelur. Kandungan serat kasar bekatul sangat tinggi dan bekatul mengandung asam fitat yang merupakan anti nutrisi, sehingga bekatul memiliki batas penggunaan pada level tertentu dalam pakan. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam petelur betina umur 30 minggu dan bahan pakan perlakuan. Metode yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan empat perlakuan pakan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, berat telur, hen day production, egg mass, konversi pakan, dan Income Over Feed Cost (IOFC). Metode analisis statistik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan analisis ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bekatul berbagai level dalam pakan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, berat telur, hen day production, egg mass, konversi pakan dan IOFC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bekatul dapat digunakan dengan level tertinggi 30% dalam pakan dan tidak mempengaruhi perubahan performa produksi ayam petelur.
EVALUASI TEPUNG DAUN KATUK SEBAGAI FEED ADDITIF PADA PRODUKTIFITAS AYAM PETELUR Indriani, Yuli; Widodo, Eko; Natsir, Muhammad Halim
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2019): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2019
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2019.002.02.7

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam petelur Talang Farm KUD Sari Bumi Desa Talang Suko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada tanggal 23 Januari sampai 26 Februari 2009. Tujuan dari penelitian ini unutk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) atau TDK dalam pakan ayam penyelur terhadap penampilan produksi ayam petelur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam petelur Strain Isa Brown umur 66-69 minggu produksi PT. Anwar Sierad sebanyak 100 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan antara lain pakan basal tanpa penambahan TDK (P0), Pakan basal+ 1,5 % TDK (P1), pakan basal + 3,0% TDK (P2), pakan basal + 4,5 % TDK (P3). Masing-masing perlakuan diulang 5 kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan dan setiap 1 unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam petelur. Variabel yang diamati antara lain konsumsi pakan (g/ekor/hari) Hen Day Production (%), Egg mass (g/ekor/hari), konversi pakan dan Income Over Feed Cost (Rp). Data hasil penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Apabila ada perbedaan pengaruh diantara perlakuan,maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan?s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TDK dalam pakan dengan persentase 0 - 4,5% memberikan perbedaan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (g/ekor/hari), Hen Day Production (%), Egg mass (%) dan konversi pakan sedangkan pada penambahan TDK sebesar 1,5% dalam pakan ayam petelur dapat memberikan pengaruh yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan lainnya.  
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BIJI KEMIRI DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA REPRODUKSI BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Rahman, Koen M Afni; Wahyuningsih, Sri; Widodo, Eko
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2018): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2018
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji kemiri dalam pakan terhadap kinerja reproduksi burung puyuh yang meliputi umur pertama bertelur, jarak antar bertelur, konsumsi pakan, HDP (Hen Day Production) dan jumlah folikel sel telur. Penelitian ini menggunakan 120 ekor  burung puyuh umur 30 hari). Pakan basal yang digunakan adalah pakan lengkap yang diproduksi oleh PT. Charoen Phokpand Indonesia (BP104).  Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode percobaan dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan.Bahan. Perlakuan yang diberikan antara lain: P0 (pakan basal), P1 (pakan basal+1% tepung biji kemiri), P2 (pakan basal+2% tepung biji kemiri), dan P3 (pakan basal+3% tepung biji kemiri). Data dianalisis menggunakan ANOVA dari RAL dan jika perlakuan memberikan pengaruh berbeda dilanjutkan dengan Duncan?s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap umur pertama bertelur dan jarak antar bertelur, dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan HDP (Hen Day Production) dan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah folikel sel telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung biji kemiri sebanyak 3% memberikan hasil yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK RHIZOPUS OLIGOSPORUS SEBAGAI ADITIF PAKAN TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Husada, Danial Mukhtar; Sjofjan, Osfar; Widodo, Eko
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2018): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2018
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan pada penampilan produksi burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini menggunakan burung puyuh petelur sebanyak 250 ekor yang berumur 90 hari yang setiap petak terdiri dari 10 ekor burung puyuh. Materi yang digunakan yaitu pakan komersial dan probiotik Rhizopus oligosporus. Pakan perlakuan yang digunakan yaitu P0= pakan basal tanpa probiotik, P1= pakan basal tanpa probiotik Rhizopus oligosporus, P2= Pakan basal + 0,5% probiotik Rhizopus oligosporus, P3= Pakan basal + 0,6% probiotik Rhizopus oligosporus, P4= Pakan basal + 0,7% probiotik Rhizopus oligosporus. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 5 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, HDP (Hen Day Production), egg mass, konversi pakan, dan IOFC (Income Over Feed Cost). Data ditabulasikan ke dalam Microsoft Excel dan menggunakan analisis ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap. Apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan?s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan tetapi memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap HDP, egg mass, konversi pakan, dan IOFC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan burung puyuh tidak dapat memperbaiki penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, HDP, egg mass, konversi pakan dan IOFC. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penambahan probiotik Rhizopus oligosporus dengan menggunakan pakan basal self mixing.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BONGGOL PISANG PADA PAKAN TERHADAP BERAT KARKAS, PERSENTASE KARKAS, DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING Puspitasari, Dwi Kiat; Sjofjan, Osfar; Widodo, Eko
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2019): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret 2019
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung bonggol pisang terhadap berat karkas, persentase karkas, dan lemak abdominal ayam pedaging. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi sebagai pakan alternatif untuk mengurangi biaya produksi pakan. Bahan yang digunakan adalah 100 DOC strain New Lohmann MB-202 yang diproduksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia dengan koefisien keragaman 8,41%. Metode yang digunakan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Terdapat 20 kelompok di mana setiap kelompok terdiri dari 5 ayam. Perlakuan yang digunakan sebagai berikut, P0: pakan basal, P1: pakan basal + 2,5% tepung bonggol pisang, P2: pakan basal + 5% tepung bonggol pisang, P3: pakan basal + 7,5% tepung bonggol pisang, P4: pakan basal + 10% tepung bonggol pisang. Variabel yang diukur adalah berat karkas, persentase karkas, dan lemak abdominal ayam pedaging. Data dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terdapat perbedaan pengaruh maka dilanjutkan dengan Uji jarak berganda Duncan?s (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) terhadap berat karkas, tetapi berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap persentase karkas dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak abdominal ayam pedaging. Kesimpulannya adalah penambahan tepung bonggol pisang di dalam pakan dapat diberikan maksimum sebanyak 10%.
Pengaruh penggunaan tepung ulat kandang (Alphitobius diaperinus) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging Allama, Hudan; Sjofjan, Osfar; Widodo, Eko; Prayogi, Heni Setyo
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 22, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.457 KB)

Abstract

Abstract: The objective of this research was to evaluate the effect of lesser mealworm meal in feed on the performance of broiler. The materials used for this experiment were 100 Lohmann strain broiler chicks with average body weigth 257.55 + 26.36 g. The treatments were P0 = basal feed, P1 = 0,5% lesser mealworm meal, P2 = 1% lesser mealworm meal, and P3 = 1,5 % lesser mealworm meal and P4 = 2% lesser mealworm meal. The measured variables were feed consumption, body weight gain, feed conversion, mortality and Income Over Feed Cost (IOFC). Data obtained in this study were analysed by ANOVA Completely Randomized Design consisting of 5 treatments and 4 replications. Duncan’s Multiple Range Test were used to analize the difference between the treatments.The results of this research showed that the use of lesser mealworm meal as feed ingredient did not significantly influenced (P > 0.05) feed consumption, weight gain, feed conversion, mortality and very significantly influenced (P > 0.01) Income Over Feed Cost (IOFC). It can be concluded that the use of lesser mealworm meal until level of 2 % as feed addition doesn’t improve broiler production performances.Keywords : Lesser mealworm, and broiler
Pengaruh penambahan limbah teh dalam pakan terhadap penampilan produksi telur burung puyuh Setyawan, Agus Erta; Sudjarwo, Edhy; Widodo, Eko; Prayogi, Heni Setyo
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 23, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.592 KB)

Abstract

The study aims at examining the effect of adding tea waste into the quail feed on the aspects of the quail production performances including feed consumption, daily egg production (Hen Day Production/HDP) and feed conversion. Materials on this study were 100 quails aged 7 months old with experimental period of 35 days. Tea waste used in this research was obtained from the tea industry of Wonosari (Lawang). The method was experiment, and the design was one-way completely randomized design. The treatments used in this study were level of adding tea waste of 0; 1.25; 2.5; 3.75; and 5.0% in feed. Every treatment was repeated 4 times and every replication used 5 quails. The study shows that tea waste addition in feed did not significantly influence (P>0.05) feed consumption, daily egg production (Hen Day Production/HDP, and feed conversion of quail. The study concludes that tea waste addition into the feed until level 5% did not influence feed consumption, HDP (Hen Day Production), and feed conversion of quail. It could be suggested to do further research involving the increasing level or by taking the topic of how to minimize the anti-nutrient effect (tannin) of tea waste. Keywords: quails, tea waste, production performance
Pengaruh penambahan kombinasi tepung jahe merah, kunyit dan meniran dalam pakan terhadap kecernaan zat makanan dan energi metabolis ayam pedaging Mario, Wreda Lithus Matiin Sah; Widodo, Eko; Sjofjan, Osfar
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.464 KB)

Abstract

The objective of this research was to observe the effect of combination of red ginger meal, turmeric meal and seed-under-leaf plant (RTSM) meal to basal on nutrient digestibilities and metabolizable energy in broiler. Twenty four male broilers of 45 day old, were maintained in metabolizable cages. Variables measured were protein digestibility, fat digestibility, apparent metabolizable energy (AME) and apparent metabolizable energy corrected by nitrogen (AMEn). The method used in this research were experiment using a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications in each treatment. The treatment were P0: basal diet without addition of RTSM and tetra chlor, P1: basal diet + tetra chlor 4 g/kg, P2: basal diet + RTSM 4 g/kg, P3: basal diet + RTSM 8 g/kg, P4: basal diet + RTSM 12 g/kg, P5: basal diet + RTSM 16 g/kg and 4 replications in each treatment. Data were collected and subjected to analysis of variance of the completely randomized design. The differences among treatments were tested by Duncans Multiple Range Test. The result of stastistical analysis showed that the addition of antibiotic or meals (red ginger, turmeric and seed-under-leaf plant) 16 g significantly influenced (P < 0.05) on protein digestibility, but did not significantly influenced (P > 0.05) fat digestibility, AME and AMEn. It can be concluded that the addition of combination of 16 g/kg meals (red ginger, turmeric and seed-under-leaf plant) showed the best effect on protein digestibility.   Keywords: Feed additive, protein digestibility, fat digestibility, metabolizable energy and broiler