Articles

Found 18 Documents
Search

EDUCATIONAL VALUES IN CHILDREN LITETARY WORKS BY MURTI BUNANTA Meliala, Roy Raja Sukmanta; Widodo, Sahid Teguh; Subiyantoro, Slamet
IJOLTL: Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics Vol. 2 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.519 KB) | DOI: 10.30957/ijoltl.v2i3.389

Abstract

 This study aims to see the value of any character education found in children's literature entitled ?The Youngest Frog?, ?Si Molek?, ?Masarasenani and Sun?, and ?Tiny Boy? by Murti Bunanta. Children's literature is a literary work written by adults and intended for children. This study used descriptive qualitative intends to understand the phenomenon of what is experienced by the subject of research. This study revealed that the use of dominant character education values can be seen in the value of love peace, hard work, communicative, creative, and curiosity with the amount of data 4 or 13 percentage. Values of character education are manifested in the democratic and religious values.  
KONSTRUKSI NAMA ORANG JAWA STUDI KASUS NAMA-NAMA MODERN DI SURAKARTA Widodo, Sahid Teguh
Jurnal Humaniora Vol 25, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.403 KB) | DOI: 10.22146/jh.1815

Abstract

Nama Jawa adalah bentuk ucapan yang memiliki bentuk, struktur, dan makna yang menarik. Nama Jawa modern memiliki beragam bentuk dan makna. Berdasarkan data yang dianalisis, tampak jelas bahwa kecenderungan nama modern disusun dari lebih dari satu unsur dari nama tersebut. Namun, masih dapat ditemukan juga nama-nama tunggal, nama yang hanya terdiri dari satu elemen tunggal. Kasus ini sangat menarik untuk dilihat dan dipelajari lebih dalam, terutama yang berkaitan dengan konstruksi (komposisi) penamaan Jawa. Pemahaman proses konstruksi dari nama Jawa sangat penting untuk mengetahui selera budaya, keinginan, harapan, dan cita-cita masyarakat yang terus berubah dari waktu ke waktu.
OPTIMALISASI TINDAK TUTUR EKSPRESI GURU SEBAGAI WUJUD KESANTUNAN PESERTA DIDIK SMK YANG UNGGUL DI ERA MEA Luckiyanti, Reska; Widodo, Sahid Teguh; Sulistyo, Edy Tri
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.624 KB)

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan, sudah menjadi kewajiban guru memberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya. Salah satunya melalui tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif merupakan tuturan yang mengungkapkan sikap psikologis terhadap suatu keadaan yang tersirat. Tindak tutur eksprsif misalnya dengan memberikan contoh kecil, namun dapat memberikan dampak  yang positif bagi mereka. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, memberi maaf, mengucapkan belasungkawa dan lainnya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mendisain dan mentransfer sesuatu pada peserta didik, yang kelak dapat mempermudah mereka ketika berkecimpung di dunia kerja. SMK merupakan suatu lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya untuk siap kerja, dan siap bersaing  menghadapai zaman yang semakin berkembang. MEA merupakan proyek yang telah lama disiapkan oleh anggota ASEAN, yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian ASEAN. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban Indonesia untuk mempersiapan kualitas dan meningkatkan kualitas agar dapat bersaing dengan negara lainnya, hal tersebut dibuktikan oleh pemerintah dengan membuka sekolah kejuruan di berbagai wilayah. Berdasarkan  hal tersebut dipilih judul dalam artikel ilmiah ini, Optimalisasi tindak tutur ekspresif guru sebagai wujud kesantunan peserta didik SMk yang unggul di Era MEA. Kata Kunci:  Tindak Tutur Guru, Kesantunan Peserta Didik SMK,MEA
MEMBANGUN MORALITAS GENERASI MUDA DENGAN PENDIDIKAN KEARIFAN BUDAYA MADURA DALAM PAREBASAN Hani’ah, Hani’ah; Widodo, Sahid Teguh; Suwandi, Sarwiji; Shaddhono, Kundharu
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.135 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan kearifan budaya Madura sebagai dasar pembangunan moralitas generasi muda. Penelitian ini berusaha menggali informasi tentang nilai-nilai kearifan budaya Madura yang terdapat dalam Parebasan. Nilai-nlai kearifan budaya masyarakat Madura yang terdapat dalam Parebasan menarik untuk digali, mengingat masyarakat Madura dikenal memiliki ikatan budaya yang cukup kuat. Masyarakat Madura dalam praktik-praktik kehidupan bermasyarakat dipandang masih memegang teguh nilai-nilai kearifan budaya yang diwariskan nenek moyang mereka. Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik, yaitu studi bahasa kaitannya dengan budaya tempat bahasa tersebut hidup dan berkembang. Etnolinguistik digunakan sebagai pendekatan  untuk mengidentifikasi hubungan antara kelompok masyarakat dan praktik-praktik komunikasi. Parebasan (proverb) merupakan salah satu bentuk praktik komunikasi masyarakat Madura yang digunakan secara turun temurun dengan maksud dan tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Parebasan (proverb) merupakan salah satu kearifan budaya masyarakat Madura yang dapat dijadikan konsep baru, yaitu pendidikan kearifan budaya. Dengan konsep tersebut maka akan sangat membantu masyarakat dalam membangun moralitas generasi muda seperti yang diharapkan. Kata-kata Kunci: moralitas, generasi muda, parebasan, kearifan budaya, masyarakat
REVITALISASI PERAN BUDAYA LOKAL DALAM MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Arwansyah, Yanuar Bagas; Suwandi, Sarwiji; Widodo, Sahid Teguh
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.43 KB)

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) saat ini menjadi fokus dalam pengembangan dan internasionalisasi bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini merevitalisasi peran budaya lokal sebagai identitas nasional dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan pentingnya revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih kurangnya bahan ajar BIPA yang menyertakan budaya lokal Indonesia di dalamnya. Oleh karena itu, revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA perlu dilakukan. Revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA selain dapat digunakan sebagai materi ajar, juga dapat digunakan oleh pengajar BIPA sebagai sarana memperkenalkan budaya dan tradisi-tradisi lokal-nasional di mata internasional -khususnya pembelajar BIPA-, menjadikan budaya lokal lebih diperhatikan dan dapat kembali eksis di tengah masuknya budaya asing di era globalisasi, memperkuat identitas bangsa Indonesia dengan budaya lokal-nasional yang beragam. Selain itu, memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada pembelajar BIPA juga menjadikan mereka mudah menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.Kata Kunci: revitalisasi, budaya, identitas nasional, pembelajaran, BIPA
Ungkapan Kearifan Kultural tentang Aturan Adat Bujang Gadis dan Kawin dalam Undang-Undang Simbur Cahaya Kesultanan Palembang 1824 Wijaya, Satria; Widodo, Sahid Teguh; Subiyantoro, Slamet
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 2, No 1 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 2 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.88 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v2i1.2553

Abstract

Kajian Semiotika Teks Undang-Undang SImbur Cahaya Hukum Adat Kesultanan Palembang
DICTION AND MORAL VALUES IN THE LAW OF THE SIMBUR CAHAYA OF CUSTOMARY CULTURAL LAW IN THE SOCIETY PERIOD OF PALEMBANG SULTANATE (PRAGMATIC SOCIOLINGUISTIC STUDIES) Wijaya, Satria; Widodo, Sahid Teguh; Subiyantoro, Slamet
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to describe the diction and moral values in the Law of Simbur Cahaya of customary cultural law at the society period of the Sultanate of Palembang in Pragmatic Sociolinguistic study. The type of this research is literature study with qualitative descriptive method. Techniques of data collection using reading and writing techniques through content analysis approach. The results of this study are the category of moral values and characteristics of the use of diction in the Law of the Simbur Cahaya. The category of moral values, the moral values of human relationships with oneself, the moral value of human relationships with other human beings in the social sphere and the natural environment, and the moral value of human relationships with his Lord. While the characteristics of diction found, namely the diction of cultural society at the time of the Sultanate of Palembang which has a contextual meaning of local culture.
AGAINST THE POLICY THROUGH GEGURITAN (JAVANESE POEM) Zakub, Riky; Widodo, Sahid Teguh; Setiawan, Budhi
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the development of literature, geguritan is not just as the entertainment. It has a development change in the function and role. Means, to concern more on the form of aspiration than just as an aesthetics, ethics, meaning, and expression. These aspiration, thus, is able to lead to a resistance form. Nowadays, geguritan has an active role in emerging public’s power criticism on their awareness of current social, politic, and economic situations. This study was to analyze and investigate the resistance form of Turiyo Ragilputra through his geguritan literature work about the phenomena of populace’s affliction as the effect of government’s policy. Bledheg Segara Kidul anthology by Turiyo Ragilputra was used as the object of this study. The discourse analysis approach of Fairclough was applied, it consists three steps: description, interpretation, and explanation. The result showed that many geguritan on Turio Ragilputra’s anthology named Bledheg Segara Kidul have the obvious reaction contents about his resistance on many government’s policies which have bad effects to the populace.                     
THE RELEVANCE BETWEEN JAVANESE PITUTUR LUHUR AND ISLAM RELIGIOSITY Zakub, Riky; Widodo, Sahid Teguh; Setiawan, Budhi
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 16 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.31 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v16i1.1659

Abstract

Javanese pitutur luhur is an honorable thought as the inheritance from Javanese ancestors in which it is bequeathed from generation to generation. Pitutur luhur is led as guidance for Javanese societies throughout their life. It contains the ancestors? thoughts about some aspects of life since every human being (including Javanese people) has guidance for life. As religious people, for Muslim societies, it is a must to bring Qur?an and hadith into their guidance of life. This study discusses the relevance between Javanese Pitutur luhur and Islamic religiosity based on Qur?an and hadith. The result of this study shows that there is harmony and relevance between Javanese Pitutur luhur and Islam religiosity as explained in Qur?an and Hadith. To sum up, both of them can be equal to the guidance of life, and to provide directions in the middle of deculturation, dereligiosity, paganism, and secularism towards religious and cultural values.
ANALISIS DIKSI, GAYA BAHASA, DAN CITRAAN DALAM EMPAT CERITA ANAK INDONESIA KARYA MURTI BUNANTA Meliala, Roy Raja Sukmanta; Widodo, Sahid Teguh; Subiyantoro, Slamet
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v18i1.12149

Abstract

This research examines four stories of Indonesian children "The Youngest Frog, Si Molek, Masarasenani and The Sun, and also Tiny Boy" by Murti Bunanta. These childrens stories come from different region in Indonesia but have similarities and differences in each story. This descriptive analysis uses a stylistic approach that emphasizes the unity of story construction with the theme presented. Elements that are considered and checked are diction, style, and imagery. The result showed is the dominant diction can be seen in denotation with 49 data or 53.85 percentage. The dominant language style can be seen in asidenton language with 16 data or 25.8 percentage. The dominant or multiple images can be seen in visual images with 27 data or 36.99 percentage.