Articles

PHENOTYPIC AND GENOTYPIC IDENTIFICATION OF LACTIC ACID BACTERIA ISOLATED FROM SPONTANEOUS FERMENTATION OF UNRIPE VAR. AGUNG SEMERU BANANA (MUSA PARADISIACA FORMATYPICA) Nurhayati, N; Jenie, Betty Sri Laksmi; Kusumaningrum, Harsi D; widowati, sri
Jurnal ILMU DASAR Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.303 KB)

Abstract

Lactic acid bacteria (LAB) can be found on food products such as milk and meat products, cerealia, cassava, fruits or vegetable products. The objectives of this research were to identify phenotypic and genotypic of lactic acid bacteria isolated from spontaneous fermentation of unripe var agung semeru banana (Musa paradisiaca formatypica). Phenotypic identification was based on general morphology, physiological test, API and Biolog system. Genotypic identification used polymerase chain reaction (PCR) method and analyses of 16S rRNA sequence. The result showed that two groups of LAB (FSnh 1 and FSnh A isolate) can use glicerol, D-ribose, D- xylose, D-glucose, D-fructose, D-mannose, methyl ? D-gluco pyranoside, N-acetyl glucosamine, esculin ferric citrate, salicin, D-celiobiose, D-saccharose, gentibiose and potassium gluconate as carbon source. Beside that FSnh 1 isolate used D-galactose, L-sorbose, L-rhamnose, and amygdalin, while FSnh A isolate used metil ?D- glukopiranosa, arbutin, D-maltose, D-lactose, D-trehalose, D-turanose, and potassium 5-ketogluconate as carbon source. The genotypic identification showed that Lactobacillus sp associated with the spontaneous fermentation of var agung semeru banana were identified as Lactobacillus salivarus and Lactobacillus fructivorans.
HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Azwar, Rwanda Zwazdianza; Sunarto, Dr; Rakhmad, Wiwid Noor; Widowati, Sri
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.025 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
KAJIAN PENANGANAN BAHAN DAN METODE PENGERINGAN TERHADAP MUTU BIJI DAN MINYAK JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) Mellyana, Verra; Ahmad, Usman; Widowati, Sri
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.208 KB)

Abstract

ABSTRACT Energy is consumed in many sectors such as industry, transportation, and household. Most of the source of energy nowadays are obtained from fosil, which is predicted available for less than 10-15 upcoming years, and should be replaced by renewable energy. One of potential renewable energy to considered is Jatropha, a plant with seeds containing oil that can be processed into biodiesel. As a part of plant, fruit of Jatropha should be treated properly after harvest to maintain its oil in the seeds, so that good physical and chemical properties of  the oil extracted from the seed can be obtained. This research is aim to develop method of handling of the harvested Jatropha fruits, including its drying, to maintain quality of the seeds and oil resulted from extraction. Different combinations of preparation (fresh, seed and steamed seed) and drying (temperature of 50, 60, 70 oC and natural sun drying), have been investigated. The results showed that the best treatment was seed drying at 70 oC with the drying time of 4.83 hour, oil rate of 40.06%, and oil yield of 28.59%. Quality of the seeds which fulfilled Standard National Indonesia (SNI) 01-1677-1989 were broken seed (0.57%), cracked seed (0.20 %), foreign object (0%), moisture content (6.08%). However, the highest oil extraction (40.06%) was not satisfy SNI 01-1677-1989. This case, quality of castor oil which qualified SNI 01-1904-1990 were oil moisture content (0.23%) and acid value (0.33 mg KOH/g), but refractive index (1.6209), iod number (54.31) and saponification number (67.30) were unqualified. Keywords : Jatropha, drying, seed, castor oil  ABSTRAK Energi digunakan pada berbagai sektor seperti industri, transportasi dan rumah tangga. Sebagian besar sumber energi saat ini diperoleh darifosil, yang diperkirakan tersedia untuk kurang dari 10-15 tahun mendatang, dan harus digantikan oleh energi terbarukan. Salah satu energi terbarukan yang potensial untuk dipertimbangkan adalah jarak pagar, tanaman dengan biji yang mengandung minyak yang dapat diolah menjadi biodiesel. Sebagai bagian dari tanaman, buah Jatropha harus diperlakukan dengan baik setelah panen untuk mempertahankan minyakdalam biji, sehingga diperoleh hasil ekstraksi minyak dengan mutu fisik dan kimia yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penanganan panen dari buah Jatropha, termasuk pengeringan, untuk mempertahankan kualitas biji dan minyak hasil ekstraksi. Kombinasi yang berbeda mulai dari penanganan bahan (buah segar, biji dan biji hasil pengukusan) dan proses pengeringan (suhu 50, 60, 70oC dan pengeringan matahari alami), telah diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah biji yang dikeringkan pada suhu 70oC dengan waktu pengeringan tercepat (4.83jam), kadar minyak 40.06%, serta rendemen minyak tertinggi (28.59%). Mutu biji telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-1677-1989 diantaranya biji rusak (0.57%), bijipecah(0.20%), benda asing(0%), kadar air(6.08%). Akan tetapi kadar minyak (40.06%) yang merupakan kadar minyak tertinggi dari semua perlakuan ini masih belum memenuhi SNI01-1677-1989. Sedangkan mutu minyak yang memenuhi SNI01-1904-1990adalah kadar air minyak(0.23%) dan bilangan asam(0.33 mgKOH/g) dan yang tidak memenuhi adalah rata-rata indeks bias(1.6209), bilangan iod(54.31) dan bilangan penyabunan(67.30). Kata kunci: Jatropha, pengeringan, biji, minyak jarak
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON TAYANGAN YUK KEEP SMILE DAN BENTUK PARENTAL MEDIATION DENGAN PERILAKU KEKERASAN YANG DILAKUKAN ANAK Mahari, Annisa Aulia; Pradekso, Tandiyo; Setyabudi, Djoko; Widowati, Sri; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.15 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah didasarkan pada tingginya kekerasan yang dilakukan anak, salah satu faktor anak melakukan kekerasan itu adalah karena dampak dari televisi. Anak menonton tayangan dan mengadopsi perilaku yang mereka lihat dalam adegan tayangan tersebut. disini, tayangan Yuk Keep Smile merupakan tayangan yang memberikan dampak negatif. Yuk Keep Smile merupakan acara hiburan, namun di dalam adegannya sering ditemukan kekerasan verbal dan kekerasan fisik. Orang tua haruslah memberikan mediasi antara anak dengan televisi, sehingga anak tidak serta merta menirukan apa yang mereka lihat. Bentuk parental mediation manakah yang berhubungan dengan adopsi perilaku anak dari tayangan yang mereka tonton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan bentuk parental mediation dengan perilaku kekerasan yang dilakukan anak. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori belajar sosial dari Bandura dan diperkuat dengan teori Powerfull Berdasarkan data dari lapangan didapatkan hasil bahwa intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile cukup tinggi dan 61persen responden mendapatkan coviewing mediation. Anak yang mendapatkan coviewing mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup tinggi, anak yang mendapatkan active mediation kecenderungan melakukan kekerasan rendah dan anak yang mendapatkan restrictive mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berdomisili di Semarang yang berusia 6 - 12 tahun dan pernah menonton tayangan Yuk Keep Smile. Sampel yang digunakan non random dengan tekhnik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Untuk menguji hubungan variabel X1 dengan Y dan variabel X2 dengan Y maka digunakan uji analisis Korelasi Pearson, dan uji formula dengan Chi Square, sedangkan untuk menguji variabel X1 dan X2 dengan Y, digunakan uji analisis Korelasi Konkordansi Rank Kendall (Kendall?s W Test). Berdasarkan hasil penelitian maka semakin tingginya intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan mendapatkan coviewing mediation semakin tinggi kecenderungan perilaku kekerasan yang dilakukan anak.Kata kunci: dampak televisi dengan anak, parental mediation,kekerasan oleh anak.
DETEKSI POLA AMBIGUITAS STRUKTURAL PADA SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN PEMROSESAN BAHASA ALAMI Lelywiary, Chlaudiah Julinar Soplero; Widowati, Sri; Lhaksamana, Kemas Muslim
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol 4, No 3 (2019): December, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21108/INDOJC.2019.4.3.355

Abstract

Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) merupakan dokumen yang dihasilkan dari proses rekayasa kebutuhan dan memegang peranan penting dalam pengembangan perangkat lunak. Sekitar 87.7% dokumen SKPL ditulis menggunakan bahasa alami. Masalah terbesar dalam penulisan dengan bahasa alami adalah kesalahan interpretasi yang disebabkan karena terdapat kata-kata yang ambigu. Jika terjadi ambigu dan tidak dideteksi secepat mungkin, maka kesalahan interpretasi dapat mengarah pada hasil perangkat lunak tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini membuat masalah ambigu dalam SKPL sangat penting untuk ditangani. Sudah terdapat berbagai penelitian mengenai solusi penanganan ambigu dalam SKPL, dan hampir sebagian besar menggunakan SKPL dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ambigu yang terjadi akibat struktur pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang salah pada SKPL dalam Bahasa Indonesia. Adapun metode yang diusulkan adalah pola bahasa alami berdasarkan Part-of-Speech Tag Hidden Markov Model-Viterbi, dan pola tersebut dideteksi dengan Regular Expression Parsing. Pola bahasa alami yang diusulkan dievaluasi dengan nilai indeks Kappa. Hasil dari analisis pola bahasa alami memiliki nilai indeks Kappa tertinggi sebesar 0.9139, yang berarti ahli sangat sepakat terhadap hasil deteksi ambigu struktural dengan pola bahasa alami.
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENINGKATAN HARGA DIRI TERHADAP HARGA DIRI KLIEN MENARIK DIRI DI RUANG SERUNI RS JIWA DR RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Widowati, Sri; Lailatul M, Nur; ., Widayanti
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 1 (2010): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.96 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i1.398

Abstract

PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENINGKATAN HARGA DIRI TERHADAP HARGA DIRI KLIEN MENARIK DIRI DI RUANG SERUNI RS JIWA DR RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANGEffect of Therapy Group Activities Increase In Price of Self Interest Clients In The Soul Dr Seruni Rs Radjiman Wediodiningrat LawangSri Widowati1, Nur Lailatul M2, Widayanti31, 2)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang3)Alumni Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145*)e-mail: irs_widowati27@yahoo.co.idABSTRAKKSalah satu terapi modalitas adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) yang ditujukan untuk klien dengan masalah yang sama. TAK merupakan salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan harga diri pasien agar dapat kembali ke masyarakat sehingga dapat berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Untuk pasien menarik diri kita dapat melakukan dengan TAK peningkatan harga diri yang bertujuan untuk menerima dirinya sendiri dengan penuh kepercayaan, menghargai dirinya, dan menilai positif diri sendiri. TAK peningkatan harga diri merupakan upaya untuk meningkatkan harga dirinya bagi pasien menarik diri yang harga dirinya rendah. Tujuannya mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh TAK peningkatan harga diri terhadap harga diri pasien menarik diri. Desain penelitian menggunakan preexperiment design dengan pendekatan pre test-post test design. Menggunakan purposive sampling sebanyak 5 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dengan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test. Penelitian dilaksanakan selama sebulan pada bulan Juli 2009 di Ruang Seruni. Dari hasil analisa data dan interpretasi data dapat disimpulkan, harga diri pada pasien menarik diri sebelum diberikan TAK peningkatan harga diri mean untuk pre test = 11,8000 dan setelah dilakukan TAK peningkatan harga diri mengalami penurunan tanda gejala harga diri rendah mean untuk post test = 4,2000. Dan didapatkan perhitungan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test adalah z = -5a dan p = 0,00 (p < 0,05). Sehingga Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok peningkatan harga pada pasien menarik diri di RS Jiwa DR Radjiman Wediodiningrat Lawang.Kata kunci: TAK peningkatan harga diri, peningkatan harga diri, menarik diriABSTRACTOne of modality therapy is group activity therapy addressed for client with the same problem. Group activity therapy be one of way applied to increase patient self-regard to regain to public causing interaction can with others and vicinity area. For patient withdraws we can do with group activity therapy of increase of self-regard with aim to receive their/his self fully trust, esteems self, and assess positive of own self. Group activity therapy of increase of self-regard is striving to increase the price of self for patient withdraws which the price of low self. As for purpose of generally is identify there are not of increase group activity therapy influence of self-regard to increase of self-regard at patient withdraws. Research design applied is research design of pre method pre-experiment design with approach of pre test-post test design. Sample taken is purposive sampling counted five responders. Data collecting method applied is observation sheet by using wilcoxon signed ranks test. Research executed during one month in July 2009 in chamber Seruni. From result analysis data interpretation and data can be concluded, self regard at patient withdraw before given do not the make-up of self regard of mean for the pre of test = 11,8000 and after conducted do not the make-up of natural self regard of degradation of low self regard symptom sign of mean for the post of test = 4,2000. And got by calculation use test of wilcoxon ranks signed test is z = - 5a and p = 0,00 ( p < 0,05). So that Ho refused, mean there is influence which isn?t it between before and after conducted by group activity therapy is make-up of price at patient withdraw in DR Radjiman Wediodiningrat Lawang Mental Hospital.
EVALUATION OF NUTRITION AND GLYCEMIC INDEX OF SWEET POTATOES AND ITS APPROPRIATE PROCESSING TO HYPOGLYCEMIC FOODS Astawana, Made; Widowati, Sri
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 12, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia placed the fourth biggest diabetics in the world after India, China, and the USA with prevalence amounting to 8.6% of the population. Diabetes is an abnormal carbohydrate metabolism. Therefore, nutrition plays a key role in the management of the disease. This study aimed to find hypoglycemic sweet potatoes and appropriate processing to create low glycemic foods. Eight Indonesian sweet potato varieties/clones were used in this experiment, i.e. Kidal, Sukuh, Sari, Ungu, Jago, BB00105.10, B0464, and BB00106.18. Samples were firstly analyzed for their physicochemical and nutritional properties, which then followed by evaluation of their hypoglycemic responses. The selected variety was processed into three different basic processing methods, i.e. boiling, baking, and frying, and then their glycemic indexes (GI) were evaluated. Result showed that among eight sweet potato varieties/clones studied, BB00105.10 clone indicated the best hypoglycemic response. The highest hypoglycemic activity was supported with the highest resistant starch content (3.8%), protein content (5.47%), and low starch digestibility (51.4%). The sweet potato tubers contained medium to high amylose (24.94%). Processing methods influenced the GI value of foods. Fried sweet potatoes had the lowest GI (47), followed by the boiled one (GI = 62) and the baked one (GI = 80).
HYPOGLYCEMIC ACTIVITY OF SOME INDONESIAN RICE VARIETIES AND THEIR PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES Widowati, Sri; Astawan, Made; Muchtadi, Deddy; Wresdiyati, Tutik
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 7, No 2 (2006): October 2006
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a spectrum of inherited and acquired disorderscharacterized by elevating blood glucose levels. Diabetesis an abnormal carbohydrate metabolism, therefore, diet therapyfor diabetics plays a key role in the management of thedisease. Most Indonesian people consume rice as source ofenergy and protein. Generally, diabetics consume very limitedrice because they believe that rice is the one of hyperglycemicfood, even though different rice varieties have large range ofglycemic index. The study aimed to evaluate hypoglycemicproperties by using rat assay and chemical characteristics of 10Indonesian rice varieties, i.e. Pandan Wangi, Rojolele, BengawanSolo, Cenana Bali, Memberamo, Celebes, Ciherang, BatangPiaman, Cisokan, and Lusi. Taj Mahal, an herbal ponni importedrice, was used as a comparison. Male Sprague Dawley rats (150-200 g body weight) were used for hypoglycemic assay. The ratswere fasted overnight before the blood glucose was measured inthe morning. The rats were then feed with 4.5 g rice per kgbody weight by oral administration, followed by 1 ml of 10%glucose solution in the next 30 minutes. The blood glucose wasmeasured for the next 30, 60, 90, and 120 minutes. Changes inblood glucose concentrations (mg dl-1) before and after the oraladministrations were calculated for each rice variety tested.Results showed that Cisokan and Batang Piaman were categorizedas low glycemic responses and Ciherang as high glycemic response,while the other varieties (Memberamo, Cenana Bali,Lusi, Bengawan Solo, Pandan Wangi, Celebes, and Rojo Lele)showed moderate glycemic responses. As the best hypoglycemicactivity, Cisokan contained high amylose (27.6%), fat (0.87%),total dietary fiber (6.24%), resistant starch (2.02%), and loweststarch digestibility (52.2%), which are ideal for diabetic’s consumption.Ciherang as the worst hypoglycemic activity had lowresistant starch (1.78%), low total dietary fiber (4.52%), and mediumamylose (23.0%). This study implies that Cisokan varietyis suitable for diabetic’s consumption.
SEKUMPUL WATERFALL IN BULELENG AS AN ECOTOURISM TAKES PART TO SUPPORT SUSTAINABLE TOURISM Widowati, Sri
MEDIA BINA ILMIAH Vol 13, No 2: September 2018
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.739 KB) | DOI: 10.33758/mbi.v13i2.159

Abstract

Bali still as a primadona for travelling place. It was said by The Entrepreneur who cares of Bali tourism. The incoming visitors to Bali in 2017 is increasing 44.30 percent (Bali Post. Jan 17). As  the sequence is that, all sectors which take part in the tourism development should develop an ecotourism takes part to support sustainable tourism. This research was aimed to know the activities of Sekumpul Waterfall in Sekumpul Village, Sawan District which has supported sustainable tourism. Data of this research was collected by using direct observation, depth interview, and documentation. The data was obtained from informants who know the object of research such as Mr. I Made Suarta as the Perbekel of Sekumpul Village, The Bendesa Pekraman of Sekumpul, Mr. Ketut Kariawan, Sekeha Teruna Teruni (STT) of Sekumpul Village. After that the data was analyzed descriptively. The result of the research showed that the activities of ecotourism Sekumpul Waterfall in Buleleng gives prosperous to the inhabitants there by getting new job. In other words that the existence of Sekumpul Waterfall could give a positive contribution to economy, social, and environment of Sekumpul Village, Sawan District, as local guide, tukang ojek (motorcycle transport service), ticket counter staff, and parking attendant.
PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA PELAUT Centauria, Saundra; Widowati, Sri; Suprihartini, Taufik; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.438 KB)

Abstract

Keharmonisan dalam keluarga adalah suatu hal yang didambakan setiap orang. Namun banyak kesulitan untuk mencapai hal tersebut. Salah satunya yang dialami oleh keluarga pelaut dimana terjadi keterpisahan jarak dalam jangka waktu yang lama. Kondisi hubungan jarak jauh itu memicu banyaknya konflik yang terjadi, hingga terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan komunikasi dan konflik secara baik, agar dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi dan pengelolaan konflik yang terjadi dalam keluarga pelaut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendasari diri pada pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Teori yang digunakan adalah teori core triad of balance, yang menyatakan hubungan pernikahan dipahami dari tiga hal dalam pengalaman manusia, yaitu perilaku, persepsi , dan fisiologi.Hasil penelitian dari ketiga informan yaitu tiga orang istri yang masing-masing memiliki suami yang berprofesi sebagai pelaut menunjukan bahwa pengelolaan komunikasi pasangan suami istri jarak jauh dapat dijaga dengan cara mengoptimalkan media komunikasi yang ada. Sikap pengungkapan diri / self disclosure , saling jujur, empati, dan supportiveness perlu ditanamkan untuk menjaga hubungan jarak jauh tersebut, karena hal ini dapat mengontrol tingkat kecurigaan dan mengurangi prasangka dari kedua belah pihak. Jenis konflik yang dialami pasangan suami istri jarak jauh ini beragam sesuai dengan lama pernikahan dan kepribadian masing-masing, mulai dari konflik kecil hingga besar. Namun konflik yang sering terjadi yang dikarenakan intensitas pertemuan tatap muka yang sangat terbatas harus dikelola tidak dengan cara mengakhiri hubungan . Dalam hubungan pernikahan, konflik harus diselesaikan dengan baik, mencari solusi bersama yang tidak merugikan kedua belah pihak, dan membuat konflik menjadi suatu hal yang positif agar bisa dimanfaatkan demi mencapai keharmonisan keluarga.Keywords: Komunikasi Antar Pribadi, Keharmonisan Keluarga, Keluarga Pelaut
Co-Authors aditya bayu prianto, aditya bayu Agus Naryoso Akhyar, nFN Andini, Sumi Fitri Annisa Aulia Mahari Arifa Rachma Febriyani B.A. Susila Santosa Betty Sri Laksmi Jenie DEDDY MUCHTADI Dedi Fardiaz Djoko Setyabudi DR Sunarto Dwi Amiarsi Ema S. Mulyani, Ema S. Fachrie, Muhammad Fahma Yuliwardi, Fahma Febriandi, Erico Febriyezi, nFN Feri Kusnandar Fitrilia, Tiana Gani, Prati Hutari Gede Ginaya Hanuranto, Ahmad Tri Harsi D Kusumaningrum Harsi Dewantari Kusumaningrum Hendra Adi Prasetia Hernani, Nfn Heti Herawat, Heti Heti Herawati Ichsani, Nadya Inneke Kusumawaty, Inneke Ira Mulyawanti Joyo NS Gono Khairunnisya Sholikhah Kusumawaty, Ineke Lelywiary, Chlaudiah Julinar Soplero Lhaksamana, Kemas Muslim MADE ASTAWAN Made Astawana Mahmud Imrona, Mahmud Mardiah Mardiah Mastiani Nadra, Nyoman Much Yulianto N Nurhayati Nugraha Edhi Suyatma Nugroho Edi Kartijono Nur Lailatul M, Nur Nurhayati Nurhayati Nurheni Sri Palupi Nuri Andarwulan Nurrifqhi, Arian Oke Anandika Lestari, Oke Anandika Prasetia, H.A. Prescilla Roesalya Prima Luna, Prima Purwiyatno Hariyadi Ridwan Rachmat Rizal Syarief Rwanda Zwazdianza Azwar Sam Herodian Santosa, B.A.S. Saputra, Indira Sarwo E. Wibowo Saundra Centauria Siti Harnina Bintari Slamet Budijanto Soewarno T. Soekarto Sri Ngabekti Sudaryono, nFN Sugiyono . Suismono, nFN Suyanti, nFN Suyatma, N.E. Syamsira, Elvira Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Tjahja Muhandri Triyuni, Ni Nyoman TUTIK WRESDIYATI Usman Ahmad Verra Mellyana Violita, Rinda Firma Widaningrum, nFN Widayanti . Wiwid Noor Rakhmad Wiwit Amrinola