Wisnu Widyantoro
Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PEMUASAAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PROFIL DARAH IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) PADA SISTEM RESIRKULASI Widyantoro, Wisnu; Sarjito, -; Harwanto, Dicky
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 3. No 2 (2014): Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemuasaan pakan terhadap pertumbuhan dan profil darah ikan lele dumbo pada sistem resirkulasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Ikan uji yang digunakan adalah ikan lele dumbo dengan panjang 7,87±0,09 cm dan berat 4,01±0,20 g sebanyak 120 ekor atau 10 ekor per perlakuan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Variabel yang dikaji meliputi nilai laju pertumbuhan spesifik/spesifik growth rate (SGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan profil darah. Perlakuan A (pemberian pakan setiap hari), perlakuan B (pemberian pakan selama 6 hari diikuti pemuasaan pakan 1 hari); perlakuan C (pemberian pakan selama 5 hari diikuti pemuasaan pakan 2 hari); dan perlakuan D (pemberian pakan selama 4 hari diikuti pemuasaan pakan 3 hari). Pengukuran profil darah dilakukan untuk mengukur kadar darah dalam tubuh ikan lele yang diberi perlakuan. Nilai SGR dari perlakuan A, B, C dan D berturut-turut adalah 2,57±0,06 %/hari, 2,17±0,11 %/hari, 1,65±0,10 %/hari, dan 1,80±0,08 %/hari. Nilai EPP dari perlakuan A, B, C dan D berturut-turut adalah 58,14±1,02 %, 54,64±2,94 %, 43,76±2,30 %, dan 47,56±2,25 %. Profil darah pada ikan lele yang diberi perlakuan menunjukkan hasil rata-rata masih berada dibawah kadar normalnya, hasil ini disebabkan karena kurangannya nutrisi pakan. Dengan demikian, pemuasaan pakan ikan lele pada sistem resirkulasi memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan pemanfaatan pakannya.              The effect of fasting time on the growth and bloods profile of catfish (Clarias gariepinus) in recirculating system were investigated. This research was used experimental method. One hundred and twenty catfishes with length 7.87±0.09 cm and weight 4.01±0.20 g or 10 fish per treatment were tested under 4 treatments and 3 replicates. The variables including specific growth rate (SGR), efficiency of feed utilization (EPP), and profile of blood were examined. Four treatments were devided into A (feeding every day), B (feeding for 6 days followed by 1 day starvation), C (feeding for 5 days followed by 2 days starvation); and D (feeding for 4 days followed by 3 days starvation). Measurement of blood profiles was carried out to measure the levels of blood in catfish?s body that given preferential treatment. The SGR values of treatment A, B, C and D are 2.57±0.06 %/d, 2.17±0.11 %/d, 1.65±0.10 %/d, and 1,80±0,08 %/d, respectively. The EPP values of treatment  A, B, C and D are 58,14±1.02 %, 54.64±2.94 %, 43.76±2.30 %, and 47.56±2.25 %, respectively. Value of blood profile on catfish under treatment showed lower than normal levels, this result due to lack of feed nutrients. Thus, starvation on catfish in reciculating system has a significant effect on growth and  efficiency of feed utilization.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJERIAL PENGAWASAN (CONTROLLING) KEPALA RUANG DENGAN PEMBUATAN RENCANA HARIAN PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Tino Saputro, Oky Windarto; Widyantoro, Wisnu; Irawan, Deni
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat pertama yang bertugas memimpin dan mengawasi staf yang terlibat dalam organisasi. Kepala ruang di rumah sakit sangat berperan penting dalam pengawasan pembuatan rencana harian perawat pelaksana agar patuh dalam pembuatan rencana harian dan melakukan pendokumentasian pembuatan rencana harian tersebut. Rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian dibuat sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan. Kegiatan tersebut meliputi operan, pre conference dan post conference, mendokumentasikan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang melakukan pembuatan rencana harian sebanyak 32 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juni 2015 sampai 22 Juni 2015. Hasil dari data tersebut setelah dilakukan uji chi square dengan menggunakan program komputer pada tingkat kesalahan 5% (ρ – 0,05) di peroleh ρ value = 0.018 sehingga ρ value < ρ yaitu (0.018< 0.05) yang berarti Ha diterima dan artinya ada hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI UNIT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Anjarsari, Ela Tri; Widyantoro, Wisnu; Irawan, Deni
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebanyakan lansia mengalami penurunan pada tahap III dan IV non REM, dimana lansia lebih banyak terbangun di malam hari daripada tidur dimalam hari dan lebih banyak tidur di siang hari. Begitu juga lansia yang ada di unit pelayanan sosial lanjut usia Purbo Yuwono lebih dari 50 lansia mengalami penurunan kualitas tidur. Kecemasan menyebabkan kesulitan memulai tidur, masuk tidur memerlukan waktu 60 menit, timbulnya mimpi yang menakutkan dan mengalami kesukaran bangun pagi hari, dan bangun dipagi hari merasa kurang segar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah lansia yang dirawat di Unit Pelayanan Lanjut Usia Purbo Yuwono Brebes berjumlah 80 lansia. Teknik sampel adalah purposive sampling berjumlah 40 lansia. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada lansia di Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia Purbo Yuwono Brebes sebagian besar adalah sedang dan ringan masing-masing 40%, kualitas tidur pada lansia buruk (67,5%). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia Purbo Yuwono Brebes (x2 hitung 16,353 dan p value 0,0001 < α 0,05).
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. SOESELO SLAWI Shaemi, Ati; Widyantoro, Wisnu; Oktiawati, Anisa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi nosokomial yang paling sering terjadi adalah phlebitis. Phlebitis merupakan inflamasi pada vena yang ditandai dengan adanya daerah yang merah, nyeri dan pembengkakan di daerah penusukan atau sepanjang jalur vena. Upaya penanggulangan infeksi nosokomial ditentukan oleh perubahan perilaku semua orang di rumah sakit yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. Perilaku petugas kesehatan tentang penerapan pencegahan infeksi nosokomial dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi aspek pengetahuan, sikap petugas serta praktek itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan kejadian phlebitis di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal. Jenis dan Desain penelitian adalah asosiatif kausal dengan desain berbentuk observasional pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 66 responden, teknik sampling menggunakan nonprobability sampling secara aksidental. Analisis bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial sebagian besar  baik yaitu 39 responden (59,1%), responden tidak mengalami phlebitis yaitu 60 responden (90,9%), hasil uji statisti menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan kejadian phlebitis di RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal pada tahun 2013 (p value =0,027).Disarankan RSUD dr. Soeselo untuk meningkatkan kedisiplinan perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien, menerapkan standar operasional prosedur keperawatan dan meningkatkan pendidikan kepada segenap karyawan khususnya perawat.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJERIAL PENGAWASAN (CONTROLLING) KEPALA RUANG DENGAN PEMBUATAN RENCANA HARIAN PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Saputro, Oky Windarto Tino; Widyantoro, Wisnu; Irawan, Deni
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat pertama yang bertugas memimpin dan mengawasi staf yang terlibat dalam organisasi. Kepala ruang di rumah sakit sangat berperan penting dalam pengawasan pembuatan rencana harian perawat pelaksana agar patuh dalam pembuatan rencana harian dan melakukan pendokumentasian pembuatan rencana harian tersebut. Rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian dibuat sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan. Kegiatan tersebut meliputi operan, pre conference dan post conference, mendokumentasikan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang melakukan pembuatan rencana harian sebanyak 32 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juni 2015 sampai 22 Juni 2015. Hasil dari data tersebut setelah dilakukan uji chi square dengan menggunakan program komputer pada tingkat kesalahan 5% (ρ – 0,05) di peroleh ρ value = 0.018 sehingga ρ value < ρ yaitu (0.018< 0.05) yang berarti Ha diterima dan artinya ada hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi.
HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN BURNOUT PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL Anggraeny, Siska Utami; Widyantoro, Wisnu; Oktiawati, Anisa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode tim salah satu metode asuhan keperawatan professional yang terdiri dari beberapa tim yang terdapat kepala ruang, ketua tim dan anggota tim. Konsep metode tim dapat berjalan lancar apabila tugas dan perannya dijalankan sesuai dengan konsep. Metode tim jika tidak diterapkan secara maksimal maka menimbulkan kerugian. Kerugian metode tim yaitu membutuhkan biaya yang banyak,Metode tim tergantung dengan pengaturan pelaksanaannya, jika pengaturannya tidak baik maka tidak efektif untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerapan metode tim dengan burnout perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo kabupaten Tegal tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional dengan teknik sampel yang digunakan yaitu random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menggunakan Chi Square menunjukan hasil adanya hubungan penerapan metode tim dengan burnout perawat pelaksana (p.value = 0,000, a = 0,02). Bagi perawat pelaksana sebaiknya, melakukan tugas dan perannya sesuai dengan konsep metode asuhan keperawatan professional metode tim sehingga dapat meminimalisir terjadinya burnout. Kata kunci :, , 
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI DESA KALISAPU KABUPATEN TEGAL TAHUN 2012 Widyantoro, Wisnu
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling umum terjadi pada individu dewasa, yaitu ketidakmampuan mendapatkan keadekuatan tidur berdasarkan kualitas maupun kuantitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tekhnik relaksasi progresif terhadap penurunan tingkat insomnia pada lanjut usia di Desa Kalisapu Kabupaten Tegal. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian yaitu perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa serta menggali pengaruh apa saja yang menyebabkan lanjut usia mengalami insomnia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam (in depht interview) yang dilakukan oleh peneliti sendiri kepada 4 (empat) informan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih bebas dan leluasa, tanpa terikat oleh suatu susunan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Sedangkan untuk menggali data penyebab sulit tidur melalui Diskusi Kelompok Terfokus (DKT) atau Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang pengertian lanjut usia, informan juga tidak mengerti dengan tingkatan insomnia, informan juga tidak bisa mendeskripsikan pengertian dari teknik relaksasi progresif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat insomnia sesudah tehnik relaksasi progresif secara signifikan. Hal ini terbukti dengan adanya penurunan skala / tingkat insomnia pada lanjut usia. Kesimpulan setelah diberikan intervensi tehnik relaksasi progresif terjadi penurunan jumlah lanjut usia pada tingkat insomnia sedang menjadi ringan, tingkat insomnia ringan menjadi tidak ada keluhan insomnia.
PERMAINAN PUZZLE MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS 1-3 SDLB NEGERI SLAWI Melliana, Putri Selli; Widyantoro, Wisnu; Oktiawati, Anisa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i2.162

Abstract

Kemampuan motorik halus anak tunagrahita sedang merupakan suatu hal yang penting yang harus dimiliki. Hal ini dilakukan hampir semua aktivitas yang dilakukan anak melibatkan gerak motorik halus seperti menggosok gigi, menggunting, dan menulis. Permasalahan motorik halus anak tunagrahita sedang diakibatkan ketidakseimbangan koordinasi antara alat gerak dengan mata serta kurang mempunyai pengendalian alat gerak anak tunagrahita sedang. Sehingga perlu dilakukan peningkatan motorik halus anak tunagrahita melalui permainan puzzle. Permainan puzzle dapat menarik anak untuk bermain sambil belajar, serta dapat meningktkan kemampuan motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan puzzle terhadap motorik halus anak tunagrahita sedang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode pre experimental design. Uji statistik dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling dengan berjumlah 34 responden. Responden pada penelitian ini adalah anak kelas 1-3 SDLB Negeri Slawi. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh pemberian permainan puzzle terhadap motorik halus anak tunagrahita sedang, dibuktikan dengan p value 0,000<0,05. Maka dari itu permainan puzzle dapat meningkatkan motorik halus anak tunagrahita sedang baik di sekolah maupun di rumah.