Articles

PEMBUATAN SABUN CAIR BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK TEH PUTIH Widyasanti, Asri; Winaya, Adryani Tresna; Rosalinda, S
AGROINTEK Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v13i2.5102

Abstract

Minyak kelapa merupakan salah satu bahan baku sabun yang dapat digunakan, karena memiliki kandungan asam laurat yang tinggi. Penambahan ekstrak teh putih berfungsi sebagai zat aktif untuk menambah fungsi khusus sabun cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ektrak teh putih pada sabun cair terhadap karakteristik sabun. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental laboratorium dengan analisis korelasi-regresi dan analisis deskriptif. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan konsentrasi ekstrak teh putih (1,0% v/v) sebesar A = 0% (b/v), B = 0,5% (b/v), C = 1,0% (b/v), D = 1,5% (b/v), dan E = 2,0 % (b/v), dari 300 gram basis sabun. Parameter penelitian yaitu bobot jenis, pH, Angka Lempeng Total (ALT), Antibakteri dan uji organoleptik. Hasil analisis menunjukan semua formula sabun cair memenuhi persyaratan SNI 06-4085-1996. Formula sabun cair perlakuan D merupakan produk terbaik menurut hasil uji organoleptik dengan presentase 40%. Uji antibakteri menunjukkan sabun cair perlakuan E memiliki aktifitas daya hambat bakteri yang kuat yaitu 12,93 mm ± 0,33 dengan nilai bobot jenis 1,0253 g/g ± 0,002 , pH 9,23 ± 0,059, dan Angka Lempeng Total 5,5 x 104 koloni/g ± 0.
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI UNIT PENGGILING PADI (COMPACT RICE MILLING CRM-10) (STUDI KASUS DI PT. BUMR (BADAN USAHA MILIK RAKYAT) PANGAN TERHUBUNG PASIRHALANG, SUKARAJA, KABUPATEN SUKABUMI) Widyasanti, Asri; Utami, Isthafa Harits; Kramadibrata, Ade Moetangad; Herwanto, Totok
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.56

Abstract

Unit Penggiling Padi (Compact Rice Milling–CRM 10) belum memiliki spesifikasi teknis dan nilai ekonomis, karena itu uji kinerja dan analisis ekonomi mesin ini perlu dilakukan agar mesin siap dipasarkan kepada masyarakat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja dan analisis ekonomi pada mesin CRM–10. Analisis Deskriptif digunakan untuk pengukuran, pengamatan, perhitungan, analisis, pengujian, dan mengevaluasi kinerja mesin dan tingkat kelayakan ekonominya. Hasil uji kinerja pada varietas Inpago 5 dan Inpari 4 berturut-turut menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas penggilingan 897,63 kg/jam dan 1003,2 kg/jam, efisiensi penggilingan 78,33% dan 65%, kebutuhan daya 28,2 kW dan 28,9 kW, energi spesifik 112,7 kJ/kg dan 107,7 kJ/kg, dengan tingkat kebisingan mesin di bawah ambang batas yaitu 87,23 dan 87,3 dB, serta rendemen penggilingan 68,5% dan 62,9%. Sedang dari hasil analisis ekonomi mesin CRM berturut-turut, telah memenuhi kriteria dengan NPV > 0 yaitu Rp 413.768.068 dan Rp 466.299.086, dengan nilai IRR 16,32% dan 18,0% , BC ratio > 1 dengan nilai 1,17 dan 1,19, serta periode pengembalian modal tercapai pada tahun ke-3.
KARAKTERISTIK MUTU EKSTRAK TEH PUTIH (CAMELLIA SINENSIS) HASIL METODE MASERASI BERTINGKAT DENGAN PELARUT N-HEKSANA, ASETON 70% DAN ETANOL 96% Widyasanti, Asri; Maulfida, Dinda Nuraini; Rohdiana, Dadan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.293-299

Abstract

Teh putih merupakan salah satu jenis teh yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan karena mengandung polifenol paling tinggi diantara jenis teh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu ekstrak teh putih serta mengetahui nilai kandungan polifenolnya dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi bertingkat. Pada proses ekstraksi, bubuk teh putih dicampurkan dengan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang berbeda secara berturut-turut yaitu, n-heksana (non polar), aseton 70% (semi polar) dan etanol 96% (polar). Parameter yang diuji meliputi identifikasi bahan baku (kadar air, kadar abu serta kadar serat) dan mutu ekstrak (rendemen parsial, rendemen total, kadar sisa pelarut, warna, bobot jenis dan kadar polifenol). Hasil penelitian menyatakan pada pengujian identifikasi bahan baku sudah memenuhi RSNI 2014. Perbedaan jenis pelarut yang digunakan mempengaruhi nilai mutu ekstrak teh putih yang dihasilkan. Nilai polifenol tertinggi dihasilkan dari pelarut etanol 96% sebesar 17,551% sudah memenuhi RSNI 2014, sedangkan untuk pelarut n-heksana sebesar 5,704% dan pelarut aseton 70% sebesar 8,516% belum memenuhi RSNI 2014. Warna dari ketiga ekstrak berada pada kromatisitas kuning, merah dan kuning kemerahan.
KAJIAN PROSES PENGERINGAN PEMBUSAAN TOMAT APEL (LYCOPERSICUM PYRIFORME) DENGAN FOAM-MAT DRYING BERBANTU OVEN GELOMBANG MIKRO Muchtarina, Nedia Cahyati; Widyasanti, Asri; Nurjanah, Sarifah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/agroinfo galuh.v7i1.2690

Abstract

Pada saat panen raya kebutuhan tomat tidak sebanding dengan hasil produksi yang melimpah sehingga terjadi kelebihan penawaran dan harga tomat di tingkat petani rendah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual tomat adalah mengolah tomat menjadi bubuk tomat. Bubuk dapat dibuat dengan metode pengeringan pembusaan berbantu oven gelombang mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daya yang digunakan pada pengeringan pembusaan menggunakan oven gelombang mikro terhadap rendemen bubuk tomat, laju pengeringan serta efisiensi oven gelombang mikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 3 perlakuan berdasarkan penggunaan daya pengeringan (30%, 50% dan 70%). Parameter yang dianalis adalah rendemen, laju pengeringan dan efisiensi pengeringan oven gelombang mikro. Hasil terbaik dari penelitian ini terdapat pada bubuk tomat dengan perlakuan penggunaan daya 70% tanpa penambahan putih telur untuk menghasilkan rendemen 0,58%; laju pengeringan 4,19 g/menit dan efisiensi pengeringan sebesar 48,27%.
PENGARUH SUHU DALAM PROSES TRANSESTERIFIKASI PADA PEMBUATAN BIODESEL KEMIRI SUNAN (Reautealis trisperma) Widyasanti, Asri
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.489 KB)

Abstract

Biodiesel dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan bahan bakar fosil. Biodiesel bersifat ramah lingkungan karena dibuat dengan bahan baku alami. Bahan baku pembuatan biodiesel pada penelitian ini adalah kemiri sunan (Reautealis trisperma). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu terbaik dan pengaruh suhu yang digunakan dalam proses transesterifikasi biodiesel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan lima variasi suhu yang digunakan, yaitu 45°C, 50°C, 55°C, 60°C dan 65°C. Karakteristik biodiesel kemiri sunan tersebut lalu dibandingkan dengan standar SNI 04-7182-2006. Karakteristik yang diamati adalah rendemen parsial, rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biodiesel kemiri sunan terbaik memiliki karakteristik rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod secara berturut-turut adalah 6,55%; 1,036 g/ml; 0%; 0,862 mgKOH/g; 6,241 cSt dan 32,11 gI2/100g. Biodiesel kemiri sunan tersebut dihasilkan dari proses transesterifikasi dengan suhu tertinggi 65°C. Kata kunci: Biodiesel, Kemiri Sunan, Suhu dan Transesterifikasi
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI MESIN ROASTING KOPI (STUDI KASUS DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN CIKAJANG - GARUT) Batubara, Angelina; Widyasanti, Asri; Yusuf, Asep
TEKNOTAN Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol13n1.1

Abstract

Proses roasting kopi dibedakan menjadi 3 bagian yaitu light roast, medium roast, dan dark roast. Proses roasting yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pada tingkatan medium roast dengan suhu 200-205oC, dengan menggunakan mesin roasting kopi tipe SGR-5 seri 003 yang terdapat di Taman Teknologi Pertanian Cikajang. Analisis deskriptif dalam penelitian ini mencakup data kinerja mesin roasting kopi (suhu penyangraian, kadar air, laju penyangraian, efisiensi penyangraian, kebutuhan daya penggerak, kualitas hasil penyangraian, rendemen, dan konsumsi bahan bakar) dan data kinerja ekonomi (NPV, BCR, IRR dan Pay Back Period). Hasil pengamatan kinerja mesin diperoleh suhu penyangraian 192,4-202,4oC dan kadar air 3,09%, sudah sesuai dengan SNI 7465:2008. Sedangkan efisiensi mesin 13,30%, kebutuhan daya penggerak 126,28 W, rendemen penyangraian 84,2%, konsumsi bahan bakar 0,096 kg/jam, kadar abu 4,17%, kapasitas teoritis 5 kg/proses, kapasitas aktual 0,752 kg/jam, dan energi spesifik 600,319 kJ/kg. Sementara itu, hasil analisis ekonomi diperoleh NPV Rp 23.574.251,66, BCR 1,17, IRR 80,69% dan Pay Back Period dicapai pada tahun ke 1,18.
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PENGUPAS BAWANG MERAH (MPB TEP-0315) [Test Performance and Economical Analysis of Shallot Skin Sheller Machine (MBP TEP-0315)] Sugandi, Wahyu Kristian; Kramadibrata, M. Ade Moetangad; Widyasanti, Asri; Putri, Andhini Rosyana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v5i2.59

Abstract

The vacuum-pneumatic type of the modified shallot skin sheller (MPB TEP-0315) has to be specified its technical and economical feasibility. An explanatory descriptive analysis has been employed to observe, measure, and re-account the details. Results from performance test showed that its theoretical and actual capacities were 52.48 kg/h and 31.24 kg/h, respectively at a machine efficiency of 59.60 percent at a required power (for compressor and decompressor) of 2092.6 W and at a shelling yield of 70.20 percent. The average level of noissiness was 69.25 dBA. Whilst the average machine vibration with or without load were 0.67 mm/s and 1.67 mm/s, respectively. Based on economic analysis this shelling business would be reasonable at a net present value (NPV) of Rp 30.618.320,- at an internal rate of return (IRR) of 68.83%, where the benefit cost ratio (BCR) would be 1.20. While the pay back period (PBP) would be reached in the 2nd year of investation.   Keywords: economic analysis, shelling machine, performance test   ABSTRAK   Mesin pengupas kulit bawang Tipe Vakum-Pneumatik (MPB TEP-0315) hasil modifikasi perlu dideskripsikan spesifikasi dan kelayakan ekonominya. Metode analisis deskriptif eksplanatori digunakan untuk mengamati mengukur, dan menghitung kinerja mesin serta kinerja ekonomi. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kapasitas teoritis dan aktual mesin berturut-turut adalah 14,57 g/detik, dan 8,67 g/detik dengan efisiensi mesin 59,60%, dan pada kebutuhan daya (untuk kompresor dan dekompresor) 2092,6 W rendemen pengupasan 70,20%. Tingkat kebisingan mesin rata-rata 69,25 dBA. Sementara getaran mesin rata-rata dengan dan tanpa beban beruturut-turut adalah 0,67 mm/s dan 1,67 mm/s. Berdasarkan analisis ekonomi usaha pengupasan bawang merah memenuhi syarat pada nilai bersih sekarang (net present value, NPV) Rp 30.618.320,- , laju pengembalian modal (internal rate of return, IRR)  68,83%, rasio laba-biaya (benefit cost ratio, BCR) 1,20. Sedangkan periode pengembalian modal (pay back period, PBP) investasi tercapai pada tahun ke-2.   Kata kunci: analisis ekonomi, mesin pengupas, uji kinerja
PENGARUH LAMA PEREBUSAN JAGUNG (ZEA MAYS. L) DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI CACO3 PADA EMPING JAGUNG Widyasanti, Asri; Nurjanah, Safira
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9931

Abstract

Emping jagung merupakan salah satu produk olahan biji jagung yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dalam proses pembuatan emping jagung terdapat beberapa kendala yaitu menghilangkan perikap dan tipcap dari biji jagung. Perikap dan tipcap emping jagung dapat dihilangkan dengan cara perebusan dengan penambahan CaCO3. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 terhadap mutu produk emping jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 yang tepat sehingga menghasilkan produk emping jagung yang baik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu lama perebusan dengan suhu 950C selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit dan penambahan CaCO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dari berat kering jagung dan 0% sebagai kontrol dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan emping jagung dengan lama perebusan 120 menit dengan penambahan CaCO3 sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan paremeter yang diamati antara lain kadar air 7,53%, kadar abu 2,26%, protein 8,72%, kadar lemak 3,20%, kadar karbohidrat 84,11%, Nilai Hue 74,615, rendemen total 69,9%, Kandungan Ca 0,2321%.  
PENGARUH LAMA EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK BUNGA MELATI PUTIH MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT MENGUAP (SOLVENT EXTRACTION) Kristian, Jeremia; Zain, Sudaryanto; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Putri, Selly Harnesa
TEKNOTAN Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melati merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Namun, permasalahannya adalah bunga melati tidak terjual ke pasar pada saat melimpah ketika panen tiba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan proses pengolahan terhadap bunga melati yaitu menjadi minyak bunga melati. Salah satu metode pengambilan minyak bunga melati adalah ekstraksi dengan pelarut menguap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari lama ekstraksi terhadap rendemen dan mutu minyak bunga melati putih dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut menguap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Lama ekstraksi yang digunakan yaitu 8 jam, 12 jam, dan 16 jam dengan perbandingan massa  bunga dan pelarut yaitu 1:2. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pada perlakuan lama ekstraksi 16 jam yang paling tinggi yaitu 0,18% dengan aroma agak wangi dan warna minyak bunga melati kuning. Untuk nilai hasil uji parameter mutu yaitu rata-rata bobot jenis sebesar 0,8675, indeks bias 1,3677, bilangan asam 6,6611 mg KOH/g, kelarutan dalam alkohol 1:1, dan kadar sisa pelarut 28%. Dengan komponen minyaknya adalah eicosanol (39,10%) dan linalool (10,94%), pentacosanol (7,20%), farnasense (4,01%), tetracontane (3,58%), ethyl linoleolate (2,76%), dan acetic acid/benzyl acetate (2,02%).Kata Kunci: bunga melati, minyak bunga melati, pelarut menguap.
PEMBUATAN SABUN CAIR BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK MELATI (JASMINUM SAMBAC) SEBAGAI ESSENTIAL OIL Widyasanti, Asri; Rahayu, Anisa Yanthy; Zein, Sudaryanto
TEKNOTAN Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.1

Abstract

Minyak kelapa murni merupakan minyak dengan kandungan asam laurat yang tinggi. Asam laurat ini berfungsi untuk menghaluskan dan melembabkan kulit. Sehingga VCO cocok dijadikan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Sabun yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan penambahan minyak atsiri melati yang mampu meningkatkan kualitas pada sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun cair, mencari penambahan konsentrasi minyak atsiri melati yang tepat dalam pembuatan sabun cair dan mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri melati terhadap karakteristik sabun cair. Perlakuan pada penelitian ini konsentrasi minyak atsiri melati adalah dengan penambahan sebesar A = 0% (b/v), B = 1% (b/v), C = 1,5% (b/v), dan D = 2% (b/v) dari 300 gram basis sabun. Parameter pengamatan meliputi sifat kimia, sifat fisik sabun dan uji organoleptik. Hasil analisis menunjukan bahwa semua formula sabun cair memenuhi persyaratan berdasarkan SNI sabun padat 06-4085-1996. Formula sabun cair dengan perlakuan D merupakan produk terbaik dengan hasil uji organoleptik kesukaan secara umum adalah 50%. Hasil analisis sabun transparan pada perlakuan D adalah kadar alkali bebas bebas 0,0079%, nilai pH 8,93, bobot jenis 1,0509 dan angka lempeng total 0. Sehingga teknologi proses pembuatan sabun cair dengan penambahan minyak atsiri melati selanjutnya dapat dikembangkan dan diaplikasikan pada skala industri. Kata kunci: Sabun cair, Virgin Coconut Oil, Minyak Atsiri Melati