p-Index From 2015 - 2020
12.044
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Riset Bisnis Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Jurnal Sains Materi Indonesia Jurnal Kreatif Tadulako Online SPEKTRUM INDUSTRI Business Accounting Review Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Matematika Unila The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Jurnal Administrasi Negara Forum Geografi Pharmascience MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Paediatrica Indonesiana Psikologia : Jurnal Psikologi Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering Jurnal Psikologi TALENTA Register Journal Jurnal Pena Ilmiah SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Masyarakat) Jurnal Sains Farmasi & Klinis JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar JURNAL AKUNIDA JURNAL ILMIAH CITRA DELIMA JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis´s Health Journal) Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Pragmatics Research Humaniora JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Riset Akuntansi Aksioma Limacon: Journal of Mathematics Education Review of Primary Care Practice and Education (Kajian Praktik dan Pendidikan Layanan Primer) DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Integrated Lab Journal
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

PREPARASI KIT CAIR TETROFOSMIN UNTUK DETEKSI KANKER DAN PERFUSI JANTUNG Widyastuti, Widyastuti; Setyowati, Sri; Rustendi, Cecep Taufik; Yunilda, Yunilda
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 15, No 2 (2012): JURNAL PRR 2012
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPREPARASI KIT CAIR TETROFOSMIN UNTUK DETEKSI KANKER DAN PERFUSI JANTUNG.Kit tetrofosmin yang ditandai dengan teknesium-99m telah digunakan secara luas di bidang kedokteran nuklir untuk deteksi perfusi jantung dan deteksi kanker, yang dikenal dengan nama Myoview. Telah dilakukan pembuatan kit cair tetrofosmin untuk ditandai dengan teknesium-99m sebagaistudi awal dalam pengembangan radiofarmaka 99mTc-tetrofosmin untuk mempelajari teknik pembuatan,pengujian dan kestabilannya dalam penyimpanan. Metode uji kemumian radiokimia menggunakankromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi kertas (KK) dan pemisahan dengan kolom SepPak CI8 telah divalidasi menggunakan larutan perteknetat 99mTcdan 99mTc-tetrofosmin dari kit impor (Myoview) sebagaistandar. Karakterisasi tetrofosmin, 99mTcdan 99mTc-tetrofosmin menggunakan kromatografi cair kinerjatinggi (HPLC) telah dilakukan dan menunjukkan perbedaan waktu retensi yang cukup signifikan antara99mTc dan 99mTc-tetrofosminyaitu 6 dan 8 menit. Pengujian kemumian radiokimia terhadap 3 batch kit tetrofosmin yangdilakukan menggunakan KLT dengan fase diam ITLC-SG dan eluen campuran aseton dan diklorometan (35 : 65), KK denganfase diam kertas Whatman-3 dan eluen etil asetat serta kolom Sep Pak CI8 dengan eluen larutan NaCI fisiologis (salin) menunjukkan kemumian radiokimia rata-rata 85,89%(SD=I,44%) dan stabil pOOapenyimpananan di suhu -80°C hingga 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kit tetrofosmin dalam bentuk cair telah berhasil dibuat dan dapat ditandai dengan 99mTc-dengan kemumian radiokimia yang cukup tinggi meskipun belum sesuai dengan persyaratan kit pada umumnya.Kata kunci : 99mTc-Tetrofosmin,kemumian radiokimia, diagnosis, perfusi jantung.ABSTRACTPREPARATION OF TETROFOSMIN FROZEN KIT FOR CANCER DETECTION ANDMYOCARDIAL PERFUSION.Tetrofosmin labeled with technetium-99m has been widely used in nuclear medicine as myocardial perfusion imaging agent and for use in cancer detection, with brand name of Myoview. Preparation of tetrofosmin liquid kits labeled with 99mTchas been carried out as a preliminary study in development of tetrofosmin radiopharmaceuticals which focuses in the techniques of preparation, quality control and stability study upon storage. Analytical methods using thin layer chromatography (TLC), paper chromatography (PC) and SepPak Cl8 have been validated using pertechnetate 99mTcand 99mTctetrofosmin from commercial product (Myoview) as standards. Characterisation of tetrofosmin, 99mTcclan99mTc-tetrofosminusing HPLC has also been carried out which showed significant difference in retention time between 99mTcand 99mTc-tetrofosmini.e 6 and 8 minute. Radiochemical purity testing in 3 batches of tetrofosmin kits uses TLC with ITLC-SG and mixture of acetone and dichloromethane (35:65), PC with Whatman-3 and ethyl acetate as eluants and SepPak Cl8 cartridge eluted with saline showed radiochemicalpurity of 85,89% (SD=I,44%) which was stabile up to 2 months upon storage in -80°C. Results showed thatwet preparation of tetrofosmin kits can be labeled with 99mTcwith high labeling efficiency although notsufficiently high as stated in the common requirements of radiopharmaceuticals.Key-words: 99mTc-tetrofosmin,radiochemical purity, diagnosis, myocardial perfusion
FORMULASI KIT MIBI SEBAGAI PREPARAT PENATAH JANTUNG Widyastuti, widyastuti; A., Hanafiah; Yunilda, Yunilda; A., Laksmi; Setiyowati, Sri; Yulianti, Veronika
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 2, No 1/2 (1999): JURNAL PRR 1999
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI KIT MIBI SEDAGAI PREPARAT PENATAH JANTUNG. Sediaan 2-methoxy-isobutyl-isonitrile (MIBI) telah diketahui sebagai preparat penatah perfusi miokardial (otot jantung) yang telah ditandai dengan 99mTc. Sediaan ini menghasilkan gambaran yang sama baiknya dengan sediaan Talium-201Tl, dan dapat menggantikan sediaan 201Tl karena mempunyai beberapa keunggulan. Kit MIBI ini dibuat dari senyawa MIBI yang disintesis di P2RR-BATAN yang telah melalui karakterisasi dan serangkaian uji kualitas. Formula kit MIBI yang digunakan mengacu pada formula yang digunakan oleh produk impor (CardioliterR, kit MIBI buatan Dupont), dan pengujian kualitas dilakukan dengan membandingkan beberapa parameter terhadap produk impor tersebut. Parameter yang digunakan dalam uji kualitas ini meliputi kemurnian radiokimia, biodistribusi (perbandingan % radioaktivitas di jantung dan hati), dan gambaran organ menggunakan gamma kamera pada manusia. Hasil percobaan menunjukkan kemurnian radiokimia rata-rata 95%, biodistribusi di jantung dan hati memberikan rasio 0,7, 1,5 dan 2,53 berturut-turut pada waktu pencacahan 10, 30 dan 60 menit setelah penyuntikan. Hasil pengujian pada manusia menunjukkan gambaran yang sangat jelas dan kurang lebih sama dengan yang dihasilkan oleh produk impor. Dari percobaan ini telah diketahui pula kondisi pengeringan kit yang baik, yang menghasilkan kit dengan kekeringan yang cukup baik dan waktu daluwarsa lebih dari 6 bulan. FORMULATION OF MIBI KIT AS A HEART IMAGING AGENT. 99mTc labelled 2-methoxy-isobutyl-isonitrile (MIBI) has been known as an imaging agent for myocardial perfusion. This radiopharmaceutical preparation gives the same satisfactory result as Thalium-201Tl, and presumably could replace 201Tl because of some advantages. MIBI kit was formulated from MIBI ligand produced by RPC­ BATAN which has been characterized and tested for quality. The formula used in this research referred to the formula of imported product (Cardiolite, MIBI kit produced by Dupont), and the quality control testing was performed by comparing some parameters to the imported product. The parameters used for QC testing were radiochemical purity, biodistribution in mice and heart imaging in human volunteer using gamma camera. The result of the experiment showed that the radiochemical purity was 95 % in average, biodistribution in heart to liver gave the ratio of 0.67, 1.5 and 2.53 respectively at 10, 30 and 60 minutes after injection. The result of clinical testing in some volunteers gave contrast images as good as given by Cardiolite. The optimum condition of freeze drying has been found, and the kit can be used for more than 6 month.
RADIOFARMAKA BERBASIS ANTIBODI Widyastuti, Widyastuti
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RADIOFARMAKA BERBASIS ANTIBODI. Antibodi adalah senyawa biologis yang merupakan bagian dari sistim kekebalan tubuh. Karena molekul antibodi selalu terakumulasi di tempat terjadinya radang, infeksi, tumor dan keadaan dimana terdapat benda asing yang harus dieliminasi dari dalam tubuh, maka memungkinkan dilakukan pengembangan radiofarmaka berbasis antibodi untuk diagnosis infeksi dan inflamasi maupun untuk terapi kanker. Antibodi dapat dilabel dengan radionuklida melalui metoda secara langsung dan tidak langsung, dilanjutkan dengan analisis hasil pelabelan yang meliputi karakterisasi keutuhan molekul antibodi, analisis kemurnian radiokimia, uji stabilitas in vitro dan uji imunoreaktivitas. Antibodi berlabel radionuklida sebelum diuji pada manusia harus diuji-coba pada hewan percobaan baik yang normal maupun yang diinduksi infeksi/tumor. Kata kunci: antibodi, radiofarmaka, terapi ANTIBODY BASED RADIOPHARMACEUTICALS. Antibody is a biological compound as a part of immunity system. Antibody molecules accumulate in the sites of inflammation, infection, tumors and in the area where foreign substance exists which should be eliminated from the body, therefore it is possible to develop radiopharmaceuticals based on antibody for diagnosis of infection and inflammation and therapy of cancer. Antibody could be labeled with radionuclides using direct and indirect methods, followed by analysis which comprises characterization of the integrity of antibody molecules, radiochemical purity, in-vitro stability and immunoreactivity. Radiolabeled antibody prior to patients study should undergo preclinical study on experimental animals, both in normal and infection/tumor induced ones. Keywords: antibody, radiopharmaceutical, therapy.
Co-Authors Adang Hardi Gunawan Affandi, Iqbal Arif Afif, Muhammad Nur Afif, Muhammad Nur Agung Cahyono Agung Putra Wijaya, Agung Putra AGUS FRIANTO Agus Sugiarto Agustina, Safitri Andini, Yuri Tri Anwar, Hilwa Aprilia Aprilia, Aprilia Aprilina, Ulfah Ari Subowo Arnelis Djalil Asandimitra, Nadia Asri, Peggy Nurida Bambang Sri Anggoro Bidari, Masgusti Dinda Caswita Caswita Cecep Taufik Rustendi Charyadie, Arlita Gladys Tricia Damaiyanti, Dian Widya Dewi, Brigita Ayu Kirana Dharma Himawan, Muhammad Agung Dian Mulawarmanti, Dian Diba, Shofura Farah Dwi Kurniawati, Dwi Dwi Laila Sulistiowati, Dwi Laila Elin Erlina Sasanti Eni Indriani Eni Kartika, Eni Enny Lestari Eva Meizara Puspita Dewi, Eva Meizara Fantari, Hanifah Rifnola Febby Eka Putri Fitri Rahmawati Fitri, Rizkana Fitriyani ZS, Syawalia Florensia Evindonta Bangun, Florensia Evindonta Fu'aidah, Wisda Isma Gunawan, A. H. Guslihan Dasa Tjipta, Guslihan Dasa Hamzah Afandi Hanafiah A. Haninda Bharata Hasaruddin Hafid, Hasaruddin Husen, Mariyani Indah Damayanti, Indah Iswanti, Nina Iwan Nurwantoro, Iwan Jayadinata, Asep Kurnia Jermsittiparsert, Kittisak Juhamzah, Sulfiani Karim, Nina Karina Katibi, Ahmad Yakub Kesumawati, Amelia Khairi, Husain Komarudin Komarudin Kusuma, Ariya Eka Laksmi A. Lenap, Indria Puspitasari Lucia Maria Santoso, Lucia Maria M Coesamin M. Coesamin Mahfudho, Zahidatun Marlita, Deta Maskuroch Adesty MONIKA TIARAWATI Mora Claramita, Mora Muhammad Yusuf Mulia, Septi Dianna Bunga Mursini, Septian Dwi Mustika, Lia Nanda, Evi Tirto Nasrun Nasrun Ningrum, Nia Widya Ningsih, Santi Mulya Novianti, Elvita Lia Nur?ainingsih, Dyah Nurfadhilah, Nurfadhilah Nurhanurawati Nurhanurawati Nurlaili Nurlaili Nurul Rohmah Nurvita Nurvita Octavia, Nur Pentatito Gunowibowo Pertiwi, Intania Pratiwi, Ganjar Febriyani Pratiwi, Rafi Puji Rahayu Purnama Dewi Putri, Vevia Risa Qorri Ayuni R, Dyah Lestarining Rahmy, Aghnesia Ramadhana Komala, Ramadhana Rani, wayan Widya Regina Lichteria Panjaitan, Regina Lichteria Retna Siwi Padmawati, Retna Siwi Retno Cahyani, Retno ria septiana Ridfah, Ahmad Ridfah, Ahmad Ridfah, Ahmad Rini Asnawati Rini Rita T Marpaung Risdianti, Ernia Riyanto Riyanto Robith Hudaya Rosa, Wanda Restia Rosalia Deviana Cahyaningrum Rusdi Setiono Sab'ati, Mila Sabati, Mila Sangaji, Darma Sapitri, Nonik Mega Saptaswari, Dianty Saputri, Suci Indah Sarlina Sarlina, Sarlina Setiyowati, Yunda Silvana, Silvana Siti Laelatul Chasanah, Siti Laelatul Slamet Suprayogi Soraya, Rahayu Sri Hastuti Noer Sri Hastuti Noer Sri Setiyowati Sri Setyowati Sri Wahyuningsih Sriyono Sriyono Sugandi, Awan Sugeng Sutiarso Sukma, Nova Permata Sukmawati, Fitriani Supriatmo Supriatmo, Supriatmo Syakir Mahid Tina Yunarti Titi Murniati Utami, Fithrina Yudha Utari Rezki Veronika Yulianti Wayan Rumite Wijayanti, Chusna Yessy Artanti Yuliana Yuliana Yulisa Yulisa Yuniarti, Tina Yunilda Yunilda YUSLI MARIADI Zuma Herdiyanti