Articles

Found 20 Documents
Search

STORYTELLING PADA PESERTA DIDIK TK SENYIUR INDAH SEMARANG BERMUATAN NILAI KARAKTER TURAHMAT, TURAHMAT; WARDANI, OKTARINA PUSPITA; WIJAYANTI, RINA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.7.2.176-186

Abstract

AbstrakMengatasi degradasi moral yang terjadi saat ini perlu adanya pembentukan pendidikan karakter pada usia dini. Penerapan pendidikan karakter bisa melalui bercerita, bernyanyi, dan lainnya. Guru mengajarkan pendidikan karakter, guru harus mengenalkan pengetahuan moral, perasaan dan perilaku melalui sikap. TK Senyiur Indah menggunakan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran karena merupakan inovasi baru terhadap dunia pendidikan. Penerapan metode storytelling di sekolah mampu membuat siswa semakin cerdas. Metode inimenjadikan cerita sebagai media dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindaklan Kelas (PTK)Hasil penelitian menunjukkan storytelling mampu mengembangkan pengetahuan siswamengenai kesehatan dan obat. Pengenalan kesehatan diimpelmentasikan pada tema profesi. Usia yang potensial dalam pembentukan karakter ialah usia emas. Masa tumbuh kembang usia anak untuk membentuk karakter sekitar usia 0-5 tahun. Penngkatan sebanyak 40%. Nilai tersebiut diperoleh dari nilai rata-rata Siklus 1 sebesar 59% dan nilai rata-rata Siklus 2t 99%. Sehingga ada peningkatan nilai secara signifikan. Terdapat peningkatan pada siklus 2, siswa mampu mendapatkan nilai diatas 80 sebanyak 99%. Berdasarkan hasilpenelitian menggunakan storytelling dengan tema profesi, dapat disimpulkan bahwa metode tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai obat dan profesi apoteker. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa metode storytelling mampu mengembangkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan dan obat. Pengenalan kesehatan diimpelmentasikan pada tema profesi. Kriteria keberhasilan pada siklus 2 ditentukan oleh peneliti. Pengetahuan anak mengenai profesi apoteker di tingkatkan melalui metode storytelling bermuatan pendidikan karakter.Kata kunci: storytelling, nilai karakter dan tema kesehatanAbstractOvercoming moral degradation that occurs today needs the formation of character education at an early age. The application of character education can be through storytelling, singing, and others. The teacher teaches character education, the teacher must introduce moral knowledge, feelings and behavior through attitudes. TK Senyiur Indah uses Curriculum 2013 in learning because it is a new innovation to the world of education. The application of storytelling methods in schools can make students more intelligent. This method makes thestory as a medium in language learning. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method. The results showed storytelling is able to develop students' knowledge about health and medicine. The introduction of health is implemented on the theme of the profession. The potential age for characterformation is golden age. The growth and development of the child's age to form a character around the age of 0-5 years. Increase by 40%. The value is obtained from the average value of Cycle 1 of 59% and the average value of Cycle 2t 99%. So there is a significant increase in value. There was an increase in cycle 2, students were able to get scores above 80 by 99%. Based on the results of research using storytelling with professional themes, it can be concluded that the method can increase students' understanding of medicine and the pharmacist profession. From the results of the study it can be said that the storytelling method is able to develop students' knowledge about health and medicine. The introduction of health is implemented on the theme of the profession. Success criteria in cycle 2 are determined by researchers. Children's knowledge about the pharmacist profession is enhanced through storytelling methods with character education.Keywords: storytelling, character values and health theme
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR SECARA INVIVO Timur, Willi Wahyu; Wijayanti, Rina; Kamil, Tuti Awalia
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.76 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i1.6424

Abstract

Daun Srikaya memiliki khasiat empirik sebagai penurun panas. Daun Srikaya mengandung flavonoid yang mampu menghambat prostaglandin sehingga mempunyai efek antipiretik. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanolik 70% daun srikaya (Annona Squamosa L.) pada tikus jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian post test only randomized control group design. Penelitian  menggunakan 25 ekor tikus jantan galur wistar, yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok secara acak dan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Setiap kelompok diinjeksi dengan vaksin DPT-Hb-Hib 0,3 ml secara I.M untuk menimbulkan demam. Kemudian kelompok I, II, III secara berturut-turut sebagai kelompok ekstrak dosis 720 mg/kgBB, 1080 mg/kgBB dan 1440 mg/KgBB. Kelompok IV kontrol positif  (parasetamol 6,3 mg/100 g BB) dan kelompok V (CMC-Na 0,5%). Semuanya diberikan secara peroral secara single dose. Pengukuran suhu dilakukan sebelum pemberian vaksin DPT-Hb-Hib, 3 jam setelah pemberian vaksin DPT-Hb-Hib dan 30 menit sekali setelah perlakuan sampai menit 240. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok dosis I, II, III pada menit-90 sampai 240. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ekstrak etanolik 70% daun srikaya memiliki efek antipiretik pada tikus jantan galur wistar secara in vivo.Uji Aktivitas Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa) sebagai Antipiretik pada Tikus Jantan Galur Wistar secara Invivo
Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015 Wijayanti, Rina; Rosyid, Abdur
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Bulbs of garlic has been used as a traditional medicine. The use of garlic bulbs waste leaves tuber skin that has not been used optimally. This study aims to determine the content of the active compound and the effects of skin garlic bulbs extract (Allium sativum L) on blood glucose levels in male rats wistar strain induced alloxan. The subject of research in the form of 25 white male rats who were divided into 5 groups, group I are group fed a standard baseline; group II, III, IV and V Alloxan induced a dose of 160 mg/kgBW by intraperitoneal; group III, IV, and V are given skin garlic bulbs extract each with a dose of 200 mg/200gBW, 400 mg/200gBW, and 800 mg/200gBW orally for 14 days. Data obtained from the examination of blood glucose levels and analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney. The results showed that skin garlic bulbs extract contains the active compounds alkaloid, quinones, flavonoids, saponins and polyphenols. Analysis of the data showed that there were significant differences in blood glucose levels between groups I with II, and group II with V. Conclusion, skin garlic bulbs extract (Allium sativum L) has the ability to lower blood glucose levels in mice induced by a decrease alloxan means the dose of 800 mg / 200gBW. Keywords: Skin garlic bulbs extract, Blood GlucosePENDAHULUANDiabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang
Uji Stimulansia Ekstrak Kulit Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) Pada Mencit Galur Swiss Febrinasari, Nisa; Wijayanti, Rina; Apriadi, Awal
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 2 (2016): Vol. I, No 2, Februari 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulansia adalah senyawa yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP) dan dapat meningkatkan konsentrasi, merangsang susunan saraf pusat untuk menghilangkan kelelahan, serta menambah kemampuan fisik dan mental. Kafein adalah agen utama yang digunakan sebagai stimulansia. Kulit umbi bawang putih mengandung flavonoid dan alkaloid yang bisa menjadi alternatif stimulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit umbi bawang putih (EKUBP) memiliki efek stimulansia pada mencit galur swiss dilihat dari selisih waktu renangnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian prepost test control group design. Sampel penelitian menggunakan mencit jantan galur swiss yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok pretest EKUBP 2,5 g/kgBB, kelompok negatif tanpa ekstrak, kelompok kafein 100 mg/kgBB, kelompok EKUBP 2,5 g/kgBB, 5 g/kgBB dan 10 g/kgBB. Analisa data menggunakanKruskal Wallis dilanjutkan dengan Mann Whitney. Kelompok negatif memiliki waktu lelah paling rendah sebesar 0, 245 menit. Kelompok positif memiliki waktu lelah dan selisih yang tinggi yaitu sebesar 4,065 menit. Kelompok pretest mempengaruhi waktu lelah awal dibanding kelompok lainnya sebesar 14,59 menit. Kelompok EKUBP 10 g/kgBB memiliki waktu lelah paling tinggi sebesar 4,225 menit dan secara statistik memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) dengan kelompok negatif. Kelompok EKUBP mempengaruhi waktu lelah mencit dengan cara memperpanjang waktu berenang yang berarti mempunyai waktu lelah yang lebih lama yang berarti mempunyai efek stimulansia
Pengembangan Media Shapes untuk Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B Kolta, Ermiani N.; Sholeh, Agus; Wijayanti, Rina
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v9i1.3047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, hasil, kelayakan, kelebihan, kekurangan dari pengembangan media pembelajaran shapes untuk kreativitas anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) menurut Borg dan Gall. Kelayakan produk didasarkan pada hasil penilaian ahli media, ahli materi, dan anak didik kelompok B Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai subjek uji coba. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media shapes yang telah dikembangkan melalui serangkaian uji coba serta validasi ahli dinyatakan layak. Hal ini didukung oleh penilaian ahli media dengan rata-rata skor 3,77 termasuk dalam kategori layak, penilaian ahli materi  dengan rata-rata skor 3,6 termasuk kategori layak, uji coba lapangan utama mendapatkan presentase 98,55% termasuk dalam kategori layak, dan uji coba lapangan operasional  mendapatkan presentase 97,90% termasuk dalam kategori layak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media shapes untuk kreativitas anak usia dini kelompok B TK layak digunakan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI IN VITRO DAN EFEKTIVITAS ANTIDIARE IN VIVO EKSTRAK BIJI CARICA (Carica Pubescens ) PADA MENCIT JANTAN (Swiss webster) YANG DIINDUKSI MINYAK JARAK Wijayanti, Rina; Susanti, Maynia; V, Anggun Dwi; Resty, Dheanggara; Nurferawati, Desi; Aeni, Saniatul
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v3i2.1729

Abstract

Diare salah satu morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Biji Carica menjadi alternatif antibakteri dan antidiare. Tujuan penelitian mengetahui  ekstrak biji Carica memiliki aktivitas antibakteri dan antidiare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Pada aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar, kelompok konsentrasi 1%, 3%, 5%, kontrol positif dan kontrol negatif. Uji  antidiare menggunakan post-test only control group design 30 mencit dibagi 5 kelompok. Setiap kelompok diinduksi castor oil 0,75 ml, kontrol negatif diberi CMC Na, kontrol positif diberi loperamid dan kelompok 600 mg/kg BB, 700 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB diamati selama 4 jam. Analisa data antibakteri, rentang waktu diare, diameter serapan air dan konsistensi fases menggunakan kruskal wallis. Saat mulai diare, frekuensi diare dan berat fases menggunakan one way anova.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air simplisia 6.88 %. Presentase rendemen ekstrak 5.45%. Skrining fitokimia ekstrak biji Carica mengandung tanin, flavonoid, terpenoid, alkaloid dan saponin. Aktivitas antibakteri konsentrasi 1%, 3% ,5% , kontrol negatif dan kontrol positif berbeda signifikan (p<0.05). uji saat mulai diare dan frekuensi diare menunjukkan berbeda signifikan  kelompok 600 mg/ Kg BB, 700 mg/Kg BB, 800 mg/Kg BB, kontrol positif dan kontrol negatif berbeda signifikan (p<0.05). Uji rentang waktu diare, berat fases, diameter serapan fases dan konsistensi fases menunjukkan tidak berbeda signifikan antar kelompok 600 mg/Kg BB, 700 mg/Kg BB, 800 mg/Kg BB, kontrol positif dan kontrol negatif (p>0.05). Biji Carica terbukti memiliki aktifitas antibakteri pada konsentrasi 1% dan antidiare pada dosis ektrak 600 mg/Kg BB ditinjau dari parameter frekuensi diare. 
PENDAMPINGAN TEKNIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI GUGUS SEKOLAH 11 ARJOWINANGUN KOTA MALANG Wijayanti, Rina; Akbar, Mochammad Ramli
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v2i1.1741

Abstract

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk (1) mendampingi guru di lembaga yang belum memahami dan menyusun model dokumen pembelajaran dan perencanaan (program tahunan, program semester, rencana kegiatan mingguan, rencana program pembelajaran harian) sesuai K13 PAUD (2) mendampingi guru yang masih belum memahami pembelajaran dengan K13 yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah(3) mendampingi guru memahami perbedaan esensial untuk penetapan K13 PAUD yang akan menerapkan scientific dalam penerapannya dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya (4) mendampingi guru dalam penyusunan K13 PAUD secara komprehensif dan langsung di situasi pembelajaran. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan dalam implementasi K13 PAUD. Berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan (1) guru sangat tertarik dengan K13 PAUD dan sudah memahami secara komprehensif K13 PAUD; (2) guru masih mempunyai kendala dalam analisis murid (observasi) dan penilaian (marking) dan menilai butuh pendampingan atau pelatihan lanjutan untuk memahami dan menerapkannya, khususnya di wilayah spesifik (3) guru sangat tertarik dengan pendekatan scientific; (4) guru mampu menyusun dokumen pembelajaran dan perencanaan sesuai K13 PAUD.   Kata Kunci: kurikulum, pendampingan teknis, implementasi
Asesment Model Strategi Coping Orangtua Murid untuk Permasalahan Anak Usia Dini Wijayanti, Rina; Akbar, Mochammad Ramli
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 8 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v8i1.2246

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses coping yang dilaksanakan oleh orangtua dan untuk mengetahui manfaat dan kendala dari strategi serta proses coping yang sudah diaplikasikannya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus, dan teknik analisis model Miles & Huberman. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 (tujuh) sekolah di Gugus 9 Sukun Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, model strategi coping yang dilaksanakan oleh orangtua untuk mengatasi permasalahan anak usia dini adalah menggunakan (1) problem focused coping dan (2) emotional focused coping, melalui mekanisme review permasalahan terlebih dahulu. Emotional focused coping yang dilaksanakan oleh orangtua untuk anak usia dini difokuskan pada tujuan akhir dan bukan pada penyelesaian permasalahan. Proses pembelajaran strategi coping untuk anak usia dini juga memiliki proses yang mirip dengan emotional focused coping, dimana orangtua tidak memiliki peran yang lebih banyak pada proses pembelajaran strategi coping pada anak. Proses pembelajaran strategi coping yang tepat sangat dibutuhkan oleh anak usia dini untuk modal kemampuan anak dalam menangani stress dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang tepat.
Uji Stimulansia Ekstrak Kulit Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) Pada Mencit Galur Swiss Febrinasari, Nisa; Wijayanti, Rina; Apriadi, Awal
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 2 (2016): Vol. I, No 2, Februari 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulansia adalah senyawa yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP) dan dapat meningkatkan konsentrasi, merangsang susunan saraf pusat untuk menghilangkan kelelahan, serta menambah kemampuan fisik dan mental. Kafein adalah agen utama yang digunakan sebagai stimulansia. Kulit umbi bawang putih mengandung flavonoid dan alkaloid yang bisa menjadi alternatif stimulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit umbi bawang putih (EKUBP) memiliki efek stimulansia pada mencit galur swiss dilihat dari selisih waktu renangnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian prepost test control group design. Sampel penelitian menggunakan mencit jantan galur swiss yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok pretest EKUBP 2,5 g/kgBB, kelompok negatif tanpa ekstrak, kelompok kafein 100 mg/kgBB, kelompok EKUBP 2,5 g/kgBB, 5 g/kgBB dan 10 g/kgBB. Analisa data menggunakanKruskal Wallis dilanjutkan dengan Mann Whitney. Kelompok negatif memiliki waktu lelah paling rendah sebesar 0, 245 menit. Kelompok positif memiliki waktu lelah dan selisih yang tinggi yaitu sebesar 4,065 menit. Kelompok pretest mempengaruhi waktu lelah awal dibanding kelompok lainnya sebesar 14,59 menit. Kelompok EKUBP 10 g/kgBB memiliki waktu lelah paling tinggi sebesar 4,225 menit dan secara statistik memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) dengan kelompok negatif. Kelompok EKUBP mempengaruhi waktu lelah mencit dengan cara memperpanjang waktu berenang yang berarti mempunyai waktu lelah yang lebih lama yang berarti mempunyai efek stimulansia
AKTIVITAS ANTIBAKTERI IN VITRO DAN EFEKTIVITAS ANTIDIARE IN VIVO EKSTRAK BIJI CARICA (Carica Pubescens ) PADA MENCIT JANTAN (Swiss webster) YANG DIINDUKSI MINYAK JARAK Wijayanti, Rina; Susanti, Maynia; V, Anggun Dwi; Resty, Dheanggara; Nurferawati, Desi; Aeni, Saniatul
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017): Vol. III, No 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare salah satu morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Biji Carica menjadi alternatif antibakteri dan antidiare. Tujuan penelitian mengetahui  ekstrak biji Carica memiliki aktivitas antibakteri dan antidiare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Pada aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar, kelompok konsentrasi 1%, 3%, 5%, kontrol positif dan kontrol negatif. Uji  antidiare menggunakan post-test only control group design 30 mencit dibagi 5 kelompok. Setiap kelompok diinduksi castor oil 0,75 ml, kontrol negatif diberi CMC Na, kontrol positif diberi loperamid dan kelompok 600 mg/kg BB, 700 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB diamati selama 4 jam. Analisa data antibakteri, rentang waktu diare, diameter serapan air dan konsistensi fases menggunakan kruskal wallis. Saat mulai diare, frekuensi diare dan berat fases menggunakan one way anova.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air simplisia 6.88 %. Presentase rendemen ekstrak 5.45%. Skrining fitokimia ekstrak biji Carica mengandung tanin, flavonoid, terpenoid, alkaloid dan saponin. Aktivitas antibakteri konsentrasi 1%, 3% ,5% , kontrol negatif dan kontrol positif berbeda signifikan (p<0.05). uji saat mulai diare dan frekuensi diare menunjukkan berbeda signifikan  kelompok 600 mg/ Kg BB, 700 mg/Kg BB, 800 mg/Kg BB, kontrol positif dan kontrol negatif berbeda signifikan (p<0.05). Uji rentang waktu diare, berat fases, diameter serapan fases dan konsistensi fases menunjukkan tidak berbeda signifikan antar kelompok 600 mg/Kg BB, 700 mg/Kg BB, 800 mg/Kg BB, kontrol positif dan kontrol negatif (p>0.05). Biji Carica terbukti memiliki aktifitas antibakteri pada konsentrasi 1% dan antidiare pada dosis ektrak 600 mg/Kg BB ditinjau dari parameter frekuensi diare.