Retno Winarni
Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Jember 68121

Published : 43 Documents
Articles

PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN MELALUI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT PADA ANAK KELOMPOK A AR-ROHMAH WIRUN MOJOLABAN SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2015/2016 Andriyani, Fitria; Winarni, Retno; Hadiyah, Hadiyah
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran pemahaman konsep bilangan melalui Pembelajaran Aktif Card Sort kelompok A TK Ar-Rohmah Wirun Mojolaban Sukoharjo;2)meningkatkan pemahaman konsep bilangan anak melalui Pembelajaran Aktif Card Sort kelompok A TK Ar-Rohmah Wirun Mojolaban Sukoharjo. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Ar-Rohmah Wirun Mojolaban Sukoharjo yang berjumlah 25 anak. Sumber data berasal dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data yang di gunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran aktif Card Sort dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan anak kelompok A TK Ar-Rohmah Wirun Mojolaban Sukoharjo dari prasiklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan anak secara klasikal dalam pemahaman konsep bilangan pada prasiklus adalah sebesar 32% atau 8 anak yang mencapai kriteria tuntas. Peningkatan terjadi pada siklus I yaitu 52% atau 13 anak mencapai kriteria tuntas dalam pemahaman konsep bilangan. Dilanjutkan ke siklus II ketuntasan anak secara klasikal dalam pemahaman konsep bilangan meningkat menjadi 84% atau 21 anak mencapai kriteria tuntas. Simpulan penelitian ini adalah melalui pembelajaran aktif Card Sort dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A TK Ar-Rohmah Wirun Mojolaban Sukoharjo Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci: konsep bilangan, Pembelajaran Aktif Card Sort, Kualitas Proses Pembelajaran
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE HYPNOTEACHING PADA ANAK KELOMPOK B TK SANDHY PUTRA KERTEN LAWEYAN, SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 Syamsiah, Nurul; Winarni, Retno; Syamsudin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 3, No 1 (2015): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v3i1.34357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan berhitung melalui metode hypnoteaching pada anak kelompok B TK Sandhy Putra Kerten Laweyan, Surakarta tahun ajaran 2013/2014. Pengertian kualitas proses pembelajaran mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Hypnoteaching merupakan metode berkomunikasi dengan memberikan sugesti yang bersifat persuasif untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan berbagai potens. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklusnya merupakan perbaikan yang didasarkan atas hasil refleksi dari hasil siklus sebelumnya. Dalam tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode hypnoteaching dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan berhitung pada anak kelompok B TK Sandhy Putra Kerten Laweyan, Surakarta tahun ajaran 2013/2014.Keywords: kemampuan berhitung, metode hypnoteaching
INDUSTRIALISASI DI KABUPATEN PASURUAN TAHUN 1992-2007 Agustini, Tita; Winarni, Retno
Publika Budaya Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses industrialisasi di Kabupaten Pasuruan, utamanya Pasuruan Industrial EstateRembang (PIER). Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini adalah sejarah berdirinya kawasan industri PIER,bagaimana kondisi kawasan PIER dari tahun 1992-2007 dan dampak adanya industri PIER terhadap masyarakatdan Pemda. Data yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah data-data hasil studi pustaka berupa buku,laporan, terbitan khusus, survey lapangan, dan wawancara. Adapun hasil dari analisis data adalah kenyataanbahwa keberadaan kawasan industri PIER berdampak positif baik terhadap masyarakat sekitar kawasan PIERkhususnya maupun masyarakat Pasuruan pada umumnya serta terhadap Pemerintah daerah setempat. Dampakterhadap masyarakat adalah munculnya pusat-pusat ekonomi baru, terserapnya tenaga kerja dan perkembangankota. Sementara dampak bagi Pemerintah daerah adalah peningkatan PAD, baik dari sektor pajak maupun sektoryang lain.Kata Kunci: industrialisasi, perubahan, PIER
TEACHERS' OBSTACLES IN IMPLEMENTING NUMBERED HEAD TOGETHER IN SOCIAL SCIENCE LEARNING Widyaningtyas, Harini; Winarni, Retno; Murwaningsih, Tri
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 7, No 1: March 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v7i1.11625

Abstract

This study is aimed at describing teachers? obstacles in applying Numbered Head Together learning model in social science learning. The type of research is qualitative descriptive. The subject of the research is the third-grade teacher of elementary school in Sukoharjo Sub-district. The findings of the research were analyzed using interactive analysis of Miles and Huberman and were presented through descriptive narrative technique. The results reveal several obstacles that were experienced by the teachers. First, the time is limited. Second, the classroom atmosphere is noisy due to large number of students. Third, the number of students in total is not even. Fourth, the students interfere each other. Fifth, not all of the students work in the group. Sixth, the students are not actively responding. Seventh, the students are lack of confidence in the presentation.
CHARACTER EDUCATIONAL VALUE OF KALAMATA NOVEL BY NI MADE PURNAMA SARI AND ITS RELEVANCE FOR TEACHING LITERATURE IN HIGH SCHOOL Khoirina, Izzatu; Suyitno, Suyitno; Winarni, Retno
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ld.v11i2.7944

Abstract

AbstractThe study states the research question on character educational value of Kalamata novel by Ni Made Purnama Sari and its relevance by learning literature in high school. The research objective is to describe and analyze the character educational value of Kalamata novel by Ni Made Purnama Sari and its relevancy by learning literature in high school. The used research method is descriptive qualitative. This study investigates 12 character educational values of Kalamata novel that consist of (1) social care, (2) religious, (3) creative, (4) environmental awareness, (5) friendly or communicative, (6) curiosity, (7) honest, (8) nationalism, (9) work hard, (10) tolerance, (11) achievement appreciation, and (12) nationality spirit. Those found character educational values is relevant with learning literature based on Indonesian teachers? interview and 2013 Curriculum syllabus.Key words/phrases: character educational value, Kalamata novel, literature learning, literature learning relevancy NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL KALAMATA KARYA NI MADE PURNAMA SARI DAN RELEVANSINYA UNTUK PEMBELAJARAN SASTRA DI SMAAbstrakPenelitian ini memuat rumusan masalah mengenai nilai pendidikan karakter novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis nilai pendidikan karakter novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menemukan 12 nilai pendidikan karakter pada novel Kalamata yang  meliputi (1) peduli sosial, (2) religius, (3) kreatif, (4) peduli lingkungan, (5) bersahabat/komunikatif, (6) rasa ingin tahu, (7) jujur, (8) cinta tanah air, (9) kerja keras, (10) toleransi, (11) menghargai prestasi, dan (12) semangat kebangsaan. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan sejumlah 12 butir tersebut relevan dengan pembelajaran sastra berdasarkan wawancara dua guru bahasa Indonesia dan silabus Kurikulum 2013.Kata Kunci/frase:  nilai pendidikan karakter, novel Kalamata, pembelajaran sastra, relevansi pembelajaran sastra
ECRANISATION STUDY: FROM NOVEL TO FILM DILAN 1990 Widhayani, Arrie; Suwandi, Sarwiji; Winarni, Retno
HUMANUS Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.444 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.100389

Abstract

The purpose of this study was to describe the form of ecranitation of novels into films the Dilan 1990 by Pidi Baiq and Fajar Bustami. Ecranisation is a study in the form of transfer of vehicles or transformation from a work of art into film. The transformation in this study is different from the form of presentation. This research used qualitative using the method of content analysis. The analysis of the research was carried out in an ecranisation approach. Data were collected through library studies and sources of data from Dilan 1990 novels and films. The result of the study showed the realization of ecranisation novel and film in the 190 Dilan with new shortcomings additions and variation from the content of the story and the constituent elements of the story.Keyword: Ecranisation, Dilan 1990, Literature, film, novel  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud ekranisasi dalam novel ke film Dilan 1990 karya Pidi Paiq dan Fajar Bustami. Ekranisasi merupakan kajian yang berupa alih wahana atau transformasi dari sebuah karya seni ke dalam bentuk film. Transformasi dalam kajian ini berbeda bentuk penyajiannya. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Analisis penelitian dilakukan pendekatan ekranisasi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dan sumber data dari novel dan film Dilan 1990. Hasil penelitian menunjukkan wujud ekranisasi novel ke film Dilan 1990 adanya penciutan, penambahan, dan variasi baru baik dari isi cerita maupun unsur pembentuk ceritanya.Kata kunci: Ekranisasi, Dilan 1990, Sastra, film, novel
REPRESENTATION OF JAPANESE POST-COLONIAL EXPERIENCE IN THE YEAR OF 1942-1945 BASED ON PRAMOEDYA ANANTA TOER’S NOVEL “PERBURUAN” Ningrum, Rifqia Kartika; Waluyo, Herman J.; Winarni, Retno
HUMANUS Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.499 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7943

Abstract

REPRESENTASI POSKOLONIAL MASA PENJAJAHAN JEPANG  TAHUN 1942-1945 DALAM NOVEL PERBURUAN  KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOERAbstractThis article is aimed to describe post-colonial forms which represented by the figures in the Pramoedya Ananta Toer?s novel Perburuan. This novel portrays about a character named Hardo who fought Japanese colonialism together with his two friends, Dipo and Karmin. However, their plan was failed to be implemented. It was making Hardo a Japanese fugitive. This novel is about the history of Japanese colonialism in Indonesia. Therefore, this novel can be studied with post-colonial theory. Type of this research is descriptive qualitative research using post-colonial approach. Researchers gathered the data by searching data in the novel that has relevance to the three formulations of the post-colonial theory that have been found. These three formulations include resistance, betrayal, and character?s self-doubt (ambivalence). The technique used in this article is content analysis. The research steps were determined the data source, collection the data, classification the data, and data analysis. Data analysis technique used was Miles and Huberman model that consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Through the representation of characters in the novel found the forms of resistance, betrayal, and characteristic?s self-doubts as forms of post-colonial representation.Key words : Representation, post-colonial analysis, novel          AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk poskolonial yang direpresentasikan oleh tokoh-tokoh dalam novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer. Novel Perburuan menggambarkan tentang kondisi penjajahan Jepang yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1942-1945. Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Hardo yang melawan penjajahan Jepang bersama dua kawannya, Dipo dan Karmin. Namun, rencana tersebut gagal dilaksanakan sehingga menjadikan Hardo sebagai buronan Jepang. Novel ini mengandung sejarah penjajahan Jepang di Indonesia. Oleh karena itu, novel ini dapat dikaji dengan teori poskolonial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan poskolonial. Cara kerjanya yaitu dengan mencari data dalam novel yang memiliki keterkaitan dengan tiga formulasi dari teori poskolonial yang telah ditemukan. Tiga formulasi tersebut meliputi usaha perlawanan, pengkhianatan, dan kebimbangan tokoh (ambivalensi). Teknik yang digunakan yaitu analisis isi. Langkah penelitiannya adalah menentukan sumber data, pengumpulan, pengklasifikasian, dan analisis data. Teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Melalui representasi tokoh dalam novel tersebut ditemukan bentuk-bentu perlawanan, pengkhianatan, dan kebimbangan tokoh sebagai bentuk representasi poskolonial.Kata Kunci: Representasi, analisis poskolonial, novel
THE MEANING AND TEACHING OF “BUDI PEKERTI” IN THE POETRY OF KEKEAN BY F. AZIZ MANNA: SEMIOTIC STUDIES OF RIFFATERRE Setiawan, Kodrat Eko Putro; Andayani, Andayani; Winarni, Retno
HUMANUS Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.935 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i2.8034

Abstract

Poetry can be used as a medium internalization precept of ?budi pekerti? (manner). The theory of semiotic Riffaterre can be used in understand the meaning and precepts of ?budi pekerti? mind contained in poetry Kekean work F. Aziz Manna. Research methodology this is descriptive qualitative. The result of this research suggests that indirectness expression by replacing meaning in the form of metaphors and similes and the deflection the meaning of ambiguity. Reading a heuristic useful to clarify the meaning of language. Reading hermeneutic in poetry Kekean remembrance people is in this world for permits god, therefore attitude ?tawaduk? should be owned by each individual. Matrix poetry Kekean is an attitude ?tawaduk? that should be owned by each individual.  The model in Kekean poetry is ?hanya kepala dan torso. tubuhku bulat. togog. Lenganku buntung?, ?Aku pun tumbuh bagai barang aduan?. The varians in the Kekean poem is ?Leherku terlilit tali panjang; berjuang dalam gerak melingkar; Aku pun tumbuh bagai barang aduan?. The teaching of ?budi pekerti? that are contained in the poetry Kekean among others: believe in the existence of God; have a sense of self-worth; developing work ethos and learning; have a sense of responsibility; and able to control themselves.Keyword: Kekean poetry, budi pekerti, semiotik Riffaterre MAKNA DAN AJARAN BUDI PEKERTI DALAM PUISI KEKEAN KARYA F. AZIZ MANNA: KAJIAN SEMIOTIK RIFFATERREAbstrakPuisi dapat digunakan sebagai media internalisasi ajaran budi pekerti. Teori Semiotik Riffaterre dapat digunakan dalam memahami makna dan ajaran budi pekerti yang terkandung dalam puisi Kekean karya F. Aziz Manna. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ketidaklangsungan ekspresi berupa penggantian arti dalam bentuk metafora dan simile dan penyimpangan arti berupa ambiguitas. Pembacaan heuristik berguna untuk memperjelas arti secara kebahasaan. Pembacaan hermeneutik dalam puisi Kekean mengandung makna manusia ada di dunia ini atas izin Allah, oleh sebab itu sikap tawaduk harus dimiliki oleh setiap individu. Matriks puisi Kekean adalah sikap tawadhu yang harus dimiliki oleh setiap individu. Model dalam puisi Kekean adalah ?hanya kepala dan torso. tubuhku bulat. togog. Lenganku buntung?, ?Aku pun tumbuh bagai barang aduan?. Varian dalam puisi Kekean adalah  ?Leherku terlilit tali panjang; berjuang dalam gerak melingkar; Aku pun tumbuh bagai barang aduan?. Ajaran budi pekerti yang terkandung dalam puisi Kekean antara lain: meyakini adanya Tuhan; memiliki rasa menghargai diri sendiri; mengembangkan etos kerja dan belajar; memiliki rasa tanggungjawab; dan mampu mengendalikan diri.Kata kunci: puisi Kekean, budi pekerti, semiotik Riffaterre
SYMBOLIC MEANINGS OF AMONG TEBAL RITUAL IN NOVEL GENDUK BY SUNDARI MARDJUKI Alfayanti, Lerry; Suwandi, Sarwiji; Winarni, Retno
HUMANUS Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.032 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i2.7972

Abstract

This study aims to describe the symbolic meanings of among tebal ritual and the description of attitude of life of the tobacco farmers on the slopes of Sindoro in novel Genduk by Sundari Mardjuki. This research uses descriptive qualitative method which put forward on content analysis with in-depth reading on the novel. The problem in this research is the symbolic meaning of among tebal ritual and the description of the attitude of life of the tobacco farmers on the slopes of Sindoro which is reflected from among tebal ritual in the novel Genduk. The data of this research are all symbolic expressions in among tebal ritual and all words and sentences that describe the attitude of life of the tobacco farmers on the slopes of Sindoro in the novel Genduk. Result this research can describe the symbolic meaning of among tebal ritual which consists of symbolic meaning of ritual offerings that are white, yellow, red, and black tumpeng which symbolize the four elements in human beings that cannot be separated and jajan pasar that symbolize human character in this world is different. Prayer in rituals has a high expectation for tobacco plants to be planted to grow fertile with good harvest. The symbolic meaning of the procession of among tebal ritual is the togetherness that is in the society of tobacco farmers on the slopes of Sindoro. This study describes the attitude of life of the tobacco farmers on the slopes of Mount Sindoro which reflected from among tebal.Keywords: among tebal, attitude of life, symbolic meanings, tobacco farmers MAKNA SIMBOLIK RITUAL AMONG TEBAL DALAM NOVEL GENDUK KARYA SUNDARI MARDJUKI AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik ritual among tebal dan deskripsi sikap hidup petani tembakau di lereng sindoro dalam novel Genduk Karya Sundari Mardjuki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang lebih mengedepankan pada analisis konten (isi) dengan pembacaan mendalam pada novel. Masalah dalam penelitian ini adalah makna simbolik dari ritual among tebal serta deskripsi sikap hidup petani tembakau di lereng sindoro yang tercermin dari ritual among tebal dalam novel Genduk. Data penelitian ini berupa semua ungkapan simbolis pada ritual among tebal serta semua kata dan kalimat yang mendeskripsikan sikap hidup petani tembakau di lereng Sindoro dalam novel Genduk. Hasil penelitian ini mendeskripsikan makna simbolik ritual among tebal yang terdiri atas makna simbolik sesaji ritual yaitu tumpeng putih, kuning, merah, dan hitam yang melambangkan keempat unsur dalam diri manusia tidak dapat dipisahkan serta jajanan pasar yang melambangkan karakter manusia di dunia ini tidak ada yang sama. Doa dalam ritual memiliki makna pengharapan tinggi untuk tanaman tembakau yang akan ditanam dapat tumbuh subur dan panennya bagus. Makna simbolik prosesi ritual among tebal yaitu kebersamaan yang terjalin di masyarakat petani tembakau lereng Sindoro. Penelitian ini juga mendeksripsikan sikap hidup petani tembakau lereng Sindoro yang tercermin dari ritual among tebal.Kata kunci: makna simbolik, among tebal, sikap hidup, petani tembakau
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN ETNIS TIONGHOA DI BIDANG POLITIK, SOSIAL BUDAYA,DAN EKONOMI DI KABUPATEN JEMBER DARI ZAMAN ORDE LAMA SAMPAI ZAMAN REFORMASI PADA TAHUN 1998-2012 Hudayah, Nur; Winarni, Retno
Publika Budaya Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan apa saja yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa, mendeskripsikan reaksi etnis Tionghoa di Jember terhadap kebijakan pemerintah tersebut, serta menelusuri dampak yang terjadi akibat berlakunya kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa khususnya di Jember. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat kabar, berbagai literatur buku, internet maupun sumber lain yaitu berupa wawancara. Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis, yaitu analisa yang mengutakamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui empat tahap yaitu : heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan yang keluar sejak zaman Reformasi memberi kebebasan bagi etnis Tionghoa dalam berbagai bidang, tepatnya saat semua kebijakan yang melarang berbagai aktivitas kehidupan orang Tionghoa dicabut oleh pemerintahan semasa Gus Dur. Respons etnis Tionghoa di Jember cukup antusias untuk menerima semua perubahan tersebut, dan dari perubahan tersebut terjadi proses asimilasi budaya antara orang Tionghoa dengan masyarakat lokal di Jember. Dampak dari berbagai peraturan tersebut ternyata mengubah orientasi atau pandangan etnis Tionghoa. Dapat dikatakan orang Tionghoa di Jember telah beradaptasi dengan budaya lokal yang lebih bersifat ke- Indonesiaan. Kata kunci: Kebijakan pemerintah, etnis Tionghoa, Jember