Articles

RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY HISTORY, BLOODY STOOL, PALPABLE MASS, ANEMIA, AND MSCT ABDOMEN AND KOLON CARSINOMA CROSS-SECTIONAL STUDY AT DR.KARIADI GENERAL HOSPITAL IN 2016 Malik, Ricat Hinaywan; Winarto, Winarto; Budijitno, Selamat; Sadhana, Udadi; Prajoko, Yan Wisnu
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): January - June 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/sainsmed.v9i1.2264

Abstract

Background: Colon cancer, a colorectal cancer, is the third most common epithelial malignancy in the world. Family history, bloody stool, palpable mass, anemia, and abdominal MSCT are symptoms and signs of colon carcinoma. Objective: To determine the relationship between the 5 variables and the incidence of colon carcinoma at Dr. Kariadi Hospital, Semarang in 2016.Methods: a Cross-sectional observational analytical study using medical record (RM) and complementary primary data. The inclusion criteria were the complete medical record, and clinical diagnosis of suspected colon carcinoma. Data obtained from the department of Anatomy Pathology/PA (11,794 PA results) were traced to the medical record section (46 patients with suspected colon carcinoma). The incomplete data were confirmed by: contacting the patient/family, obtaining the archive in the laboratory and radiology resulting in 27 patients meeting the inclusion criteria. Analysis was done using chi-square test, Spearman-Kendall bivariate correlation, and logistic regression.Results: Abdominal MSCT was moderately associated with colon carcinoma (p = 0.003; r = 0.488), while family history, bloody stool, palpable mass, and anemia were not associated with colon cancer. Analysis between predictors of outcome: Bloody stool was moderately associated with anemia (p = 0.006; r = 0.411), and anemia was weakly associated MSCT (p = 0.035; r = 0.351). Abdominal MSCT was the predictive factor for colon carcinoma (p = 0.021).Conclusion: Abdominal MSCT was found to be associated with the incidence of colon carcinoma. Bloody stool was associated with anemia, and anemia was associated with abdominal MSCT. MSCT was the predictive factor for colon cancer.
TERM-TERM KEADILAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN Winarto, Winarto
SYARIATI Vol 3 No 01, Mei (2017): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap ayat-ayat tentang keadilan akan mengantarkan satu langkah ke depan menuju kepada tujuan itu. Kata al-?adl dengan segala perubahannya dalam Al-Qur`an terulang sebanyak 28 kali, yang disandarkan dalam berbagai hal. Sedangkan kata al-qis? maknanya berkisar pada hal yang bertolak belakang. Al-qis? berarti adil dari arti ini lahir makna bagian. Kata adil lebih dekat dengan taqwa. Dalam Al-Qur`an, dapat ditemukan pembicaraan tentang keadilan, dari tauhid sampai keyakinan mengenai hari kebangkitan, dari nubuwwah (kenabian) hingga kepemimpinan, dan dari individu hingga masyarakat. Keadilan adalah syarat bagi terciptannya kesempurnaan pribadi, standar kesejahteraan masyarakat, dan sekaligus jalan terdekat menuju kebahagiaan ukhrawi. Keadilan dalam Al-Qur`an tidak membedakan satu individu dengan individu lainya atau kelompok satu dengan kelompok lainya.
IL-10 PROMOTER POLYMORPHISM DISTRIBUTION AMONG HBSAG-REACTIVE AND HBSAG-NONREACTIVE BLOOD DONORS Kemal, Rahmat Azhari; Arfianti, Arfianti; Oktora, Reni; Gani, Bebe; Djojosugito, Fauzia Andrini; Winarto, Winarto
Majalah Kedokteran Bandung Vol 52, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v52n1.1812

Abstract

Hepatitis B surface antigen (HBsAg) serves as a serological marker for Hepatitis B virus (HBV) infection. People with HBV asymptomatic infection might readily donate blood due to the lack of clinical manifestations. Host immunity contributes to susceptibility and progression of infection. A polymorphism in IL-10 gene promoter, rs1800896, might contribute to host immunity. This study was conducted on May 2019 ? January 2020 in Faculty of Medicine, University of Riau on  70 blood samples from donors  in the Indonesian Red Cross Pekanbaru. Out of these samples, 35 were reactive for HBsAg and 35 donors were nonreactive. Genotyping of rs1800896 was conducted using Amplification Refractory Mutation System (ARMS-PCR). In total, The distribution of AA (74.3%), AG (24.3%), and GG (1.4%) genotypes revealed in this study seemed to be similar to genotype distribution among East and South-East Asian populations. While no significant difference was observed on age mean and gender distribution, a significant difference was identified in  genotype distribution between HBsAg status (p-value 0.028) with the percentage of AA genotype was higher among HBsAg-nonreactive donors (85.7%) compared to reactive donors (62.9%). More studies should be conducted to characterize HBsAg-reactive blood donors, including the donor characteristics and the viral genotypes. Such studies should contribute to hepatitis B management in Indonesia. Distribusi Polimorfisme Promoter IL-10 pada Donor Darah dengan HBsAg Reaktif dan Nonreaktif di Pekanbaru Hepatitis B surface antigen (HBsAg) merupakan penanda serologis infeksi virus hepatitis B (HBV). Individu dengan infeksi HBV asimptomatik dapat melakukan donasi darah karena tidak adanya gejala klinis. Imunitas inang berkontribusi pada kerentanan dan perkembangan infeksi. Polimorfisme pada promoter gen IL-10, rs1800896, dapat berkontribusi pada imunitas inang. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019 ? Januari 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel diambil adalah 70 darah donor dari Palang Merah Indonesia Pekanbaru, 35 sampel reaktif HBsAg dan 35 sampel nonreaktif. Genotipe rs1800896 dilihat berdasarkan Amplification Refractory Mutation System (ARMS-PCR). Pada populasi studi ini, distribusi genotipe AA (74.3%), AG (24.3%), dan GG (1.4%) sesuai populasi Asia Timur dan Tenggara. Walaupun tidak terdapat perbedaan pada rerata umur dan distribusi jenis kelamin, penelitian ini menemukan perbedaan signifikan pada distribusi genotipe antar kelompok status HBsAg (p-value 0.028), yaitu persentase genotipe AA lebih tinggi pada kelompok donor dengan HBsAg nonreaktif (85.7%) dibandingkan kelompok reaktif (62.9%). Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk karakterisasi donor darah dengan HBsAg reaktif, termasuk gneotipe donor dan virus. Informasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat pada manajemen hepatitis B di Indonesia.
PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA PERPINDAHAN PANAS PADA KENTANG SELAMA PROSES PEMASAKAN Winarto, Winarto; Raharjo, Budi; Suhargo, Suhargo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4892

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA PERPINDAHAN PANAS PADA KENTANG SELAMA PROSES PEMASAKAN. Produk/bahan pertanian tidak semuanya dapat langsung dikonsumsi, oleh karena itu agar produk tersebut dapat dikonsumsi, maka perlu perlakuan pemasakan. Teknologi pemasakan melibatkan pengetahuan perpindahan panas dan perubahan fisikawi dan kimiawi produk/bahan akibat pemanasan. Pada pemanasan produk/bahan pangan sering dijumpai masalah yang berkaitan dengan pengontrolan suhu dalam menghasilkan keluaran yang optimal. Faktor yang paling penting dalam pengolahan bahan makanan adalah kenaikan suhu yang dikenakan pada bahan dan lamanya proses pemanasan. Lama pemanasan dan suhu pemanas akan merubah sifat bahan dari mentah menjadi matang, dimana untuk perubahan tersebut diperlukan sejumlah panas yang besarnya berbeda-beda tergantung dari produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika perpindahan panas pada produk pertanian berbentuk bola pejal selama proses pemasakan tanpa mempertimbangkan panas/energi yang diperlukan untuk merubah sifat fisik dan kimiawi bahan, serta menguji validitas dan kepekaan model. Bahan yang digunakan kentang, diasumsikan berbentuk bola, perambatan panas hanya terjadi pada arah radial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perpindahan panas konveksi pada permukaan lebih besar daripada pengaruh perpindahan panas konduksi dalam bahan. Laju perubahan suhu bahan dipengaruhi oleh suhu media. Dari uji validitas model diperoleh hasil bahwa model perambatan panas konduksi satu dimensi dengan kondisi batas konveksi dan salah satu sisinya diisolasi, serta suhu awal konstan, dapat memprediksi dengan baik distribusi suhu pada berbagai posisi dalam kentang. Sedangkan dari uji kepekaan model, variabel masukan yang peka terhadap perubahan suhu bahan secara berurutan adalah suhu media pemasak, diameter bahan, dan suhu awal bahan.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI MASYARAKAT DESA GAGAKSIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Winarto, Winarto; Mahfiana, Layyin; Rosyidah, Zaidah Nur; Wicaksono, Andi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5133

Abstract

This fostering program on waste management to the community of Gagaksipat is to provide the knowledge on how to manage waste properly. Further, it also aims not only to reduce waste but also to get beneficiat profit from the waste. The participants for this programm were 60 residents of Gagaksipat Village, Ngemplak, Boyolali through purposive sampling. As the partners for the programm is Team from the Kopen Tourism and Education Village (KWEK) Kopen 1/7 Ngadirejo Kartasura Sukoharjo. The technique carried out was in the form of training and continued with monitoring and evaluating at the end of the activity. The theoretical basis of this activity is UU No. 18 of 2008 concerning waste processing. The seriousness and necessity of waste management starts from upstream to downstream with the implementation of concepts such as 3R (Reuse, Reduse, Recycle) and then up to 5R (Revalue and Recovery). The results of this fostering progamm will make the community more aware of and contribute to good and healthy waste management; provide community supplies to manage organic waste properly through biopori activities and provide supplies to the community to manage inorganic waste through waste management skills. Program pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan managemen pengelolaan sampah kepada masyarakat agar sampah dikelola dengan baik, tidak menumpuk yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kehidupan terutama bagi kesehatan masyarakat. Pendampingan ini mengupas tentang pengelolaan sampah dengan baik agar tidak membuat petaka, tetapi mendatangkan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.Subyek pendampingan ini adalah 60 warga Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali yang diperoleh melalui purposive sampling. Adapun mitra pendamping dalam pelatihan ini adalah Tim dari Kampung Wisata dan Edukasi Kopen (KWEK) Kopen 1/7 Ngadirejo Kartasura Sukoharjo.Teknik yang dilakukan dalam pendampingan ini berbentuk pelatihan dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi diakhir kegiatan. Landasan teori kegiatan ini adalah UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengolahan sampah. Keseriusan dan keharusan pengelolaan sampah mulai diperhatikan dari hulu sampai hilir dengan implementasi konsep seperti 3R (Reuse, Reduse, Recycle) kemudian sampai 5R (Revalue dan Recovery). Hasil dari pendampingan ini membuat masyarakat semakin menumbuhkan kesadaran dan peranan terhadap pengelolaan sampah yang baik dan sehat; memberikan bekal masyarakat untuk mengelola sampah organik dengan baik melalui kegiatan biopori dan memberikan bekal kepada masyarakat untuk mengelola sampah anorganik melalui keterampilan pengelolaan sampah.
PENENTUAN LD50 PENYAKIT INFEKSI TOXOPLASMA GONDII PADA MENCIT BALB/C Winarto, Winarto
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2009:MMI VOLUME 43 ISSUE 4 YEAR 2009
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.643 KB)

Abstract

LD50 determination in toxoplasma gondii infection in balb/c miceBackground: LD50 is a marker of virulence which is reflects degree of microorganism pathogenicity. LD50 of every pathogens to be used should be determined in order to choose an appropiate infective dose of agent under the study. Toxoplasma gondii RH strain has been maintained in the laboratory by serial passage in mice for several years, in which the biologic and laboratory conditions might has an effect on its virulence. The objective of this study was to determine LD50 of Toxoplasma gondii RH strain used for research in Biotechnology Laboratory Gajah Mada University.Methods: The design of the study was true experiment consisting three goups of 10 female balb/c mice aged 8?10 weeks that were infected with 101, 103 and 106 of Toxoplasma gondii RH strain/mice respectively, and being followed up to day 18. Homogeneity of mice before infection were analyzed by Levence statistic, while the effects of infection was analyzed by Anova. The number of dead mice in each group were recorded and LD50 was calculated base on proportional distance.Results: There was no weight difference between groups of mice before infection. The weight increased up to day 6 in group I and II, while group III after day 3 there was weight decrease. LD50 of Toxoplasma gondii was 1.39x103 which belonged to genotype II of pathogenicity classification.Conclusions: LD50 of Toxoplasma gondii was 1.39x103 which is lower than the original RH strain, and belonged to group II of genotype, which is often reported as the major cause of human and animal infections.Keywords: LD50, Toxoplasma gondii, balb/c mice, infection. ABSTRAKLatar Belakang: Toxoplasma gondii di laboratorium dipelihara dengan cara pasase dari satu mencit ke mencit berikutnya, yang mungkin berpengaruh terhadap virulensinya. LD50 adalah ukuran virulensi suatu mikroorganisme penyebab infeksi, yang harus diketahui apabila akan melakukan penelitian tentang fenomena infeksi pada binatang coba. Tujuan penelitian ini untuk menentukan besar LD50 Toxoplasma gondii strain RH yang disimpan dan digunakan untuk penelitian di Laboratorium Bioteknologi UGM yang belum pernah ditentukan nilai LD50nya.Metode: Disain penelitian adalah eksperimental murni. Tiga kelompok mencit balb/c usia 6?8 minggu masing-masing kelompok terdiri dari 10 mencit, diinfeksi Toxoplasma gondii strain RH secara berturut-turut tiap kelompok diinfeksi dengan 101, 103 dan 106 toksoplasma/mencit, yang diamati sampai hari ke-18. Sebelum perlakuan ketiga kelompok dilakukan tes homogenitas berat badan mencit dengan statistik Levene. Efek infeksi toksoplasma dianalisis dengan Anova, sedangkan LD50 dihitung berdasarkan jarak proporsi.Hasil: Sebelum diinfeksi Toxoplasma gondii, tidak terdapat perbedaan berat badan mencit pada 3 kelompok. Setelah diinfeksi toksoplasma sampai hari ke-6, berat badan mencit pada kelompok I dan II naik, sedangkan kelompok III pada hari ke-1 sampai hari ke-3 beratnya naik, kemudian setelah hari ke-3 beratnya turun. LD50 Toxoplasma gondii strain RH di PAU Bioteknologi UGM didapatkan sebesar 1,39x103 yang sesuai dengan genotipe II.Simpulan: LD50 Toxoplasma gondii sebesar 1,39x103 lebih rendah dari strain RH yang sebenarnya dan termasuk genotipe II yaitu yang paling sering dilaporkan sebagai penyebab infeksi pada manusia dan binatang.
MODEL BELAJAR SISWA AKTIF DENGAN PENDEKATAN ALSAK (AL QUR’AN, SAINS DAN KARAKTER) PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS INDONESIA TAHUN 2040 Winarto, Winarto
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 20 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v20i1.1421

Abstract

Abstrak : Fenomena bonus demografi yang terjadi di Indonesia, sudah seharusnya tidak dibiarkan terjadi begitu saja tanpa ada upaya mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Bonus demografi perlu perhatian, khususnya dari pemerintah untuk melakukan program-program yang memberdayakan SDM. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan melaksanakan program pendidikan yang berkualitas. Rencana strategis pemerintah dengan mengamanatkan pendidikan karakter pada semua jenjang pendidikan adalah tindakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas SDM. Banyaknya tindak kriminal yang pelakunya pelajar, mengindikasikan pentingnya pendidikan karakter diterapkan di sekolah. Banyak ahli pendidikan karakter menganjurkan pendidikan karakter hendaknya dilakukan sejak usia dini. Oleh karena itu, pembelajaran di PAUD memerlukan rujukan tentang model belajar yang berorientasi pada pendidikan karakter. Model belajar siswa aktif dengan pendekatan ALSAK (Al Qur?an, sains, dan karakter) merupakan gagasan model belajar yang berorientasi pada pendidikan karakter. Model ini yang berhubungan dengan pengetahuan sains, dan karakter. Berdasarkan kajian teori, model belajar ini mendukung implementasi pendidikan karakter di PAUD. Keberhasilan model  belajar siswa aktif dengan pendekatan ALSAK belum dilakukan pengujian secara empiris sehingga belum diperoleh informasi tentang keefektifan model pembelajaran ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian penelitian agar diperoleh informasi yang lengkap tentang peningkatan karakter siswa PAUD dengan menerapkan model ini. Kata Kunci : bonus demografi, PAUD, model belajar siswa aktif, pendekatan ALSAK
KERAGAMAN KOMUNITAS FITONEMATODA PADA SAYURAN LAHAN MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI SUMATERA BARAT Rosya, Amallia; Winarto, Winarto
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 9 No 3 (2013)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.93 KB) | DOI: 10.14692/jfi.9.3.71

Abstract

Plant parasitic nematodes can cause crop losses in celery. Parasitic nematodes that infect celery are Helicotylenchus spp., Trichodorus, Longidorus, Xiphinema and Meloidogyne spp Cropping pattern becomes part of the factors that influence the presence of plant parasitic nematodes in celery. Field obervation was conducted in celery growing areas to study the diversity and abundance of parasitic nematodes from monoculture and polyculture cropping system. Seven genus of nematodes, i.e. Meloidogyne, Pratylenchus, Tylenchorhinchus, Tylenchulus, Xiphinema, and two nonparasitic nematode were identified from polyculture cropping system, whereas 4 genus were found from monoculture cropping system i.e. Meloidogyne, Pratylenchus, Tylenchulus and Trichodorus. Genus with high abundance in polyculture cropping pattern was Xiphinema and Meloidogyne however Trichodorus was not found. Genus with a high abundance in monoculture was Meloidogyen and Xiphinema was not found. The genus most frequently found was Meloidogyne in polyculture and Xiphinema in monoculture.
OTOMASI PENGUKURAN DAN KONTROL PADA ALAT UJI MEKANIK BAHAN BERBASIS INSTRUMENTASI VIRTUAL Winarto, winarto; Santjojo, Djoko H.; Abdurrouf, abdurrouf
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengoperasian alat uji mekanik bahan yang dimiliki Jurusan Fisika UB masih dilakukan secara manual. Seringkali timbul perbedaan kecepatan yang berpengaruh terhadap tingkat akurasi dan presisi dalam pengukuran terhadap spesimen. Alat ini juga dilengkapi digital force gauge yang mampu mengukur gaya maksimal sebesar 50 N (yang digunakan maksimal sebesar 45 N). Tujuan dari penelitian adalah memodifikasi sistem penggerak pada alat uji mekanik bahan dengan implementasi kecepatan terkontrol yang mampu menarik beban hingga 45 N, membaca data keluaran dari digital force gauge dengan NI-VISA USB, dan mengetahui respon digital force gauge terhadap alat uji mekanik bahan yang telah dimodifikasi. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan motor stepper yang dihubungkan ke hand wheel dengan roda gigi. Motor dikendalikan dengan program LabVIEW yang mengirimkan pulsa-pulsa digital ke driver motor stepper. Selain itu, program LabVIEW melalui interface NI-VISA USB digunakan untuk membaca data keluaran digital force gauge dan juga digunakan sebagai umpan balik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modifikasi alat uji mekanik bahan berhasil menarik beban hingga 45 N. Di sisi lain program LabVIEW tidak berhasil membaca keluaran digital force gauge.Kata kunci : Alat uji mekanik bahan, digital force gauge, LabVIEW.
PENGARUH PEMBERIAN ANTIOKSIDAN VITAMIN C DAN E TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Harahap, Ervina Wati; Sandora, Normalina; Winarto, Winarto
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.553 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v5i1.2011.26-34

Abstract

Free radical that are released in cigarette smoke, believed to play an important role in male infertility. The free radicalproduces Reactive Oxygen Species (ROS) that is found increased in male smokers. ROS is one of the free radicalscomponent can be neutralized by vitamin C and E as an antioxidant. This study using those agents to the fifteen minuteshalf piece cigarette to expose mice and count their sperm as the fertilility parameter. The research design used was posttest-only control group with twenty mice were divided into five groups. A group of no smoke exposed was categorizedas a baseline control, the exposed groups were consisted of one group without antioxidant, one group with vitamin Ctreatment, a group of vitamin E treatment and at last the combination of vitamin C and E. All groups were treatedfor fourteen days. The results were analyzed using oneway ANOVA with p<0.05. It is obviously proven that thecombination of vitamin C and vitamin E treatment on the usual dose gave the highest sperm count compared to othergroups.
Co-Authors abdurrouf Abdurrouf Adzhana, Nabila Afiana Rohmani Afriani Panko Agung Putra Ahmad Taufiq Amallia Rosya Andi Wicaksono Annaas Budi Setyawan, Annaas Budi Antony, Febi Dwi Ardiyansyah, Aqib Arfianti Arfianti Ario Sunar Baskoro Aryadi Suwono Bambang Hari Priyambodo Boediningsih, Widyawati Budi Raharjo Catharina Catharina Ceacilia Srimindarti Cristian, Lianawati Damar, Haunan Danupratama, Anggi Darnetty, Darnetty Dedi Priadi Djojosugito, Fauzia Andrini Djoko H. Santjojo Ediyanto Ediyanto, Ediyanto eko efendi Endang Sri Lestari Erlangga Erlangga Farouk, Umar Fernando, Edith Gani, Bebe Haliatur Rahma, Haliatur Handoyo, R. Harahap, Ervina Wati Hartatiek, Hartatiek Imanesti, Erika Nabila Indah Saraswati ING Wardana Ismawati Ismawati Jon Henri Purba, Jon Henri Kis Djamitun Kisdjamiatun Kisdjamiatun Layyin Mahfiana Liswarni, Yenny Mahrus Ali Malik, Ricat Hinaywan Markus Diantoro Marpaung, Irene Martasari, Rial Dwi Martasari, Rial Dwi Martinius Martinius Martinus Adi Anggoro, Martinus Adi Masudi, Maulana Matsuani, Matsuani Mohamad Sofyan Harahap Murniyati, Murniyati Nadapdap, Kristanty Marina Natalia Nanik Marfuati Nofrijon Sofyan, Nofrijon Nurbailis Nurbailis Oktora, Reni Poppy Puspitasari, Poppy Rahmat Azhari Kemal, Rahmat Azhari Rebriarina Hapsari Reflinaldon Reflinaldon Rini Riastuti, Rini Robby Irjhon Rohmat, Imam Khoirul Rohmat, Imam Khoirul Rosyidah, Zaidah Nur Rupajati, Pathya Rusdi Rusli, Rusdi Sandora, Normalina Sarafuddin, Sarafuddin Sari, Rezki Permata Sarjadi Sarjadi Selamat Budijitno Sihombing, Maria Anna Simanjuntak, Daniel Sylvester Sonny, Sonny Sri Ratna Sulistiyanti Suhardjono Suhardjono Suhargo, Suhargo Sukarni Sukarni Sulyanti, Eri Supriana, Edi Surawan, Fitri Electrika D. Suroija, Noor Tandian, Nathanael P Tjahjono Tjahjono Tri Nur Kristina Trizelia Trizelia Udadi Sadhana, Udadi Uripno Budiono V. Rizke Ciptaningtyas Wati, Rita Fajar Yan Wisnu Prajoko Yudyanto Yudyanto, Yudyanto Yulmira Yanti Yunisman, Yunisman Zahro, Umi Chabibatus Zulfa Atabaki, Zulfa Zulman Efendi