Articles

Found 6 Documents
Search

KONSEP MULTICRITERIA COLLABORATIVE FILTERING UNTUK PERBAIKAN REKOMENDASI Wiranto, Wiranto; Winarko, Edi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membantu pencari informasi yang belum memiliki referensi diperlukan alat bantu recommender system. Pengembangan recommender system sebagian besar dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis collaborative filtering. Sistem berbasis collaborative filtering akan bekerja dengan cara mempelajari kebiasaan para pencari informasi dan membangun profil pencari informasi, kemudian memberikan rekomendasi. Pendekatan collaborative filtering klasik diterapkan pada kasus pemilihan item yang hanya memiliki satu kriteria. Sementara itu, banyak kasus yang tidak bisa dimodelkan dengan satu kriteria. Oleh karena itu konsep collaborative filtering perlu dikembangkan untuk pemilihan item yang memiliki banyak kriteria agar rekomendasi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
SINCRETIC SEMIOTIC THE ANCIENT INDONESIAN MOSQUE TOMBHOUSE CASE STUDY SENDANG DUWUR-EAST JAVA Wiranto, Wiranto
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol 30, No 2 (2002): DECEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.909 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.30.2.

Abstract

Mosque is a place for worship, spirit, contemplation, but above all, Mosque is "a gate way". Sendang Duwur Mosque and Tombhouse is an Islamic antiquity as the product of syncretism process between traditional Javanese architecture - Hindunese/Budhanese - foreign Islamic which born early Mosque in Java. The semiotic and syncretic of Indonesian Mosque and Tombhouse also integrated some principles of the Javanese cosmology blend with the concept of Islamic Architecture, which resulted a symthesis of both traditional and new idea. It manifested in the type of ancient Mosque and tombhouse Sendang Duwur,which is original types ,specific with identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada hakekatnya peran suatu Masjid adalah sebagai tempat beribadat, tempat menemukan kekuatan bathin ,tempat samadi, namun diatas itu semua peran Masjid adalah sebagai suatu "gerbang". Masjid makam Sunan Sendang Duwur adalah bangunan purbakala sebagai salah satu produk proses sinkretisme arsitektur Tradisional Jawa - Hindu/Budha - dan Islam .yang selanjutnya melahirkan wujud awal Masjid utama diJawa. Semiotic dan sinkretis Masjid makam di Indonesia juga mengintegrasikan beberapa prinsip Kosmologi Jawa yang diramu secara harmonis dengan konsep arsitektur Islam ,yang selanjutnya menghasilkan suatu sinthesa tradisional sebagai ide baru. Jabaran tersebut terlihat pada Masjid makam Sunan Sendang Duwur yang menampilkan type yang aseli, spesifik dan beridentitas. Kata kunci: sinkretisme, semiotic, Masjid, Gapura, Nilai.
ENHANCE OUTPUT OF NATIONAL POLICIES THROUGH RECRUITMEN, SELECTION, AND COMPETENCE TO CHANGE OF NATIONAL CONDITION Wiranto, Wiranto
IJER - INDONESIAN JOURNAL OF EDUCATIONAL REVIEW Vol 1 No 1 (2014): IJER (Indonesian Journal of Educational Review)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.366 KB) | DOI: 10.21009/IJER:01.01.02

Abstract

This study explores the effects of recruitment, selection, competence and national policies to the changing conditions in Indonesia. 530 respondents from 25 provinces or 50 regencies/cities across Indonesia participated in questionnaire pools in the study. Data were processed using path analysis technique. Results reveal that the recruitment process by political parties, the selection process by the Election Commission, and the competence of the  leader, have positive correlations to the policies and the outcomes. The study highlights that without any improvements in the recruitment, selection, competency of leaders, and policies, no changes could be made by the leaders. It implies that a redefinition and actualization of recruitment, selection, competence, and policies should be made to ensure the changes to take place.   Keywords: change of national condition, actualization of recruitment, competencies, national  policies.
Akibat Hukum Penandatangan Perpanjangan Akta Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Yang Dibuat Oleh Notaris Tanpa Menghadirkan Kembali Para Pihak Wiranto, Wiranto
Jurnal Akta Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Akta Vol 4 No 4
Publisher : Master Program (S2) Notary, Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.457 KB)

Abstract

ABSTRAKMekanisme penandatanganan akta notariil tidak hanya terbatas pada persoalan bahwa akta tersebut harus ditandatangani, namun  penandatangan akta tersebut juga harus dihadapan notaris sebagaimana telah diatur dalam Pasal 16 ayat (1) UUJN. Hal tersebut merupakan salah satu kewajiban dari seorang notaris sebagaimana tertuang dalam ketentuan Pasal 16 ayat (1) UUJN dimana jika notaris tidak memenuhi kewajibannya tersebut, maka konsekuensi yang diimplementasikan oleh UUJN adalah terdegradasinya akta tersebut menjadi akta dibawah tangan atau akta tersebut akan kehilangan otentisitasnya sebagaimana tertuang dalam Pasal 16 ayat (9) UUJN. Hal tersebut akan berdampak pada perlindungan dan kepastian hukum yang merugikan para pihak itu sendiri, dalam hal ini adalah kreditor dan debitor. Dimana akta autentik tersebut tidak lagi menjadi alat bukti yang sempurna melainkan hanya sebagai alat bukti akta dibawah tangan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tentang akibat hukum dari penandatanganan perpanjangan akta kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat oleh notaris tanpa menghadirkan kembali para pihak. Teori hukum yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain : teori kepastian hukum, teori pertanggungjawaban,  teori kewenangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris, yaitu pengumpulan data menggunakan teknik interview, maka dalam mengumpulkan data-data dari hasil wawancara dan observasi yang berkenaan dengan akibat hukum penandatanganan perpanjangan akta kuasa membebankan hak tangggungan yang dibuat oleh notaris tanpa menghadirkan kembali para pihak.Hasil penelitian ini pada akhirnya memberikan jawaban bahwa  penandatanganan perpanjangan akta kuasa membebankan hak tangggungan yang dibuat oleh notaris tanpa menghadirkan kembali para pihak berakibat hukum bahwa akta yang dibuat oleh notaris tersebut hanya mempunyai kekuatan hukum sebagai akta dibawah tangan karena tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 16 ayat (1) UUJN.Kata Kunci : Akta Kuasa Membebankan Hak Tanggungan, Notaris, dan Para Pihak. ABSTRACT The mechanism of signing notarial deeds is not limited to the matter that the deed has to be signed but it tends  to the matter that the signing of the deed has to also be executed before a notary as stipulated in Article 16 paragraph (1) of the UUJN. This is one of the obligations of a notary as stipulated in the provisions of Article 16 paragraph (1) UUJN where in the case that the notary does not fulfill its obligations, the consequence implemented by UUJN is the degradation of the deed into an underhand deed/private deed which means the deed will lose its authenticity as stipulated in Article 16 paragraph (9) UUJN. This situation will lead to an impact of the protection and legal certainty of the deed and might harm the involved parties themselves, in this case are creditors and debtors since the authentic deed is no longer treated as perfect evidence but only as a proof of underhand deed.The objective of this study is to analyze the legal consequences of mortgage deed prolongation signature created by a notary without presenting the parties. The legal theories applied in this research are among others; the theory of legal of certainty, theory of accountability and theory of authority while the research method applied in this research is empirical juridical approach that is a data collection method gained by interviewing the respective resource persons.Hence the data is gained by collecting the result of interview and the observation with respect to the legal consequences of mortgage deed prolongation signature created by a notary without presenting the parties.The results of this study will ultimately provide the answer that the signature of the mortgage deed prolongation created by a notary without presenting the partieswill lead to the consequences of the deed made by the notary will only has the legal power as an underhand deed since it is not in accordance with the provisions of Article 16 paragraph 1) UUJN.Keywords : Mortgage Deed Prolongation, Notary, and The Parties.
Evaluasi manajemen limbah medis puskesmas di kabupaten Mojokerto berdasarkan status akreditasi Humairo, Mika Vernicia; Sarto, Sarto; Wiranto, Wiranto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Open Review Articles
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.444 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44214

Abstract

Tujuan: Melakukan evaluasi manajemen limbah medis puskesmas di Kabupaten Mojokerto berdasarkan status akreditasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu studi kasus di puskesmas di Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilakukan di 9 puskesmas berdasarkan status akreditasi dan adanya tenaga sanitarian. Hasil: Puskesmas N dengan status madya melaksanakan komponen CIPP manajemen limbah medis terbaik dengan persentase 70,7%. Puskesmas T yang belum terakreditasi melaksanakan komponen CIPP manajemen limbah medis terendah dengan persentae 46,3%. Manajemen limbah medis merupakan salah satu kriteria penilaian status akreditasi yang hanya berpengaruh 2,21-8,83%. Penilaian status akreditasi puskesmas dipengaruhi oleh berbagai aspek, sehingga tidak bergantung hanya pada manajemen limbah medis. Aspek yang menentukan status akreditasi puskesmas yaitu administrasi dan manajemen, Upaya Kesehatan Perorangan, dan Upaya Kesehatan Masyarakat. Rata-rata pelaksanaan komponen CIPP manajemen limbah medis pada puskesmas dengan status akreditasi utama sama dengan puskesmas yang belum terakreditasi. Hal ini dapat terjadi, sebab penilaian status akreditasi bukan hanya ditentukan oleh manajemen limbah medis yang telah dilakukan, namun dipengaruhi faktor lain dan juga pengaruh manajemen limbah medis terhadap status akreditasi cukup kecil. Apabila manajemen limbah medis memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan status akreditasi maka dapat membuat implementasinya sesuai dengan status akreditasi yang diperoleh. Simpulan: Pelaksanaan komponen CIPP pengelolaan limbah medis puskesmas di Kabupaten Mojokerto cukup baik dengan rata-rata pelaksanaan dari 9 puskesmas lebih dari 50%, namun pelaksanaan komponen CIPP pengelolaan limbah medis tidak berpengaruh terhadap status akreditasi 9 puskesmas di Kabupaten Mojokerto.
PEMBUATAN PETA SIMILARITAS KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAPS (SOM) Palgunadi, Sarngadi; Hanifah, Risalatul; Wiranto, Wiranto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiripan data antar kota dapat diketahui dengan indikator setiap kota. Salah satu indikator tersebut adalah Smart City. Smart City merupakan salah satu konsep perencanaan kota yang terdiri dari enam indikator, yakni Smart People, Environment, Economy, Mobility, Living, dan Governance. Berdasarkan indikator tersebut dapat dibuat peta untuk memvisualisasikan kemiripan antar kota. Penelitian ini mengambil data dari BPS tahun 2014 Provinsi Jawa tengah. Sebelum dilakukan pemetaan menggunakan SOM, data direduksi menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil reduksi PCA didapatkan 15 variabel yang akan digunakan untuk pemodelan SOM. Pemodelan ini mempunyai beberapa tahapan, yaitu menghitung Euclidean distance, menentukan winner dan neighboring neuron, update bobot, serta update learning rate dan radius. Hasil yang didapat berupa koordinat winner. Untuk memvisualisasikan hasil tersebut, maka dilakukan pelabelan warna setiap kota. Penelitian ini menampilkan tujuh model peta SOM. Hasil SOM menunjukkan bahwa semakin besar iterasi, semakin konvergen hasil yang didapat sehingga tidak terjadi perubahan signifikan pada iterasi berikutnya. Kata kunci: Principal Component Analysis (PCA), Self-Organizing Maps (SOM), Smart City