I Wayan Wirata
FKH UNUD Bali

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

THE HEGEMONY IMPOSED BY THE GOVERNMENT AND THE RESISTANCE OF WETU TELU SASAKNESE ETHNIC GROUP AT BAYAN DISTRICT, NORTH LOMBOK REGENCY Wirata, I Wayan; Parimartha, I Gde; Suastika, I Made; Subagiasta, I Ketut
E-Journal of Cultural Studies Vol. 4, No. 1 Januari 2010
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.035 KB)

Abstract

This research is entitled ?The Hegemony Imposed by the Government and theResistance of Wetu Telu Sasaknese Ethnic Group at Bayan District, North Lombok?.The interaction between the government and the Wetu Telu Sasaknese community atBayan District has resulted in differences in views, ideas, and behaviors leading tofriction and refusal or opposition from the community.This research is focused on 1) how has the hegemony imposed by thegovernment upon the Wetu Telu Sasaknese Ethnic Group residing at Bayan District,North Lombok Regency taken place? 2) what has been done by the people of the WetuTelu Sasaknese Ethnic Group residing at Bayan Distrik, North Lombok to resist to thehegemony imposed by the government upon them? and 3) what are the effects andmeanings of the hegemony imposed by the government and the resistance of the WetuTelu Sasaknese Ethnic Group on the multicultural community life at Bayan District,North Lombok Regency?The data needed were collected by interview, observation, and documentationand were descriptively, qualitatively and interpretatively analyzed. The theories used togive answers to the problems formulated above are the theory of hegemony (Gramsci),the theory of deconstruction (Jacques Derrida), and the theory of discourse (Foucault).The results show that the hegemony imposed by the government has taken placein a number of particular aspects such as the religious aspect, socio political aspect,cultural aspect and educational aspect. Being marginalized and being not free indeveloping their tradition and culture, the people of Wetu Telu Sasaknese Ethnic Groupresiding at Bayan District, North Lombok Regency, have been responsible for theirresistance to the government and the followers Islam Waktu Lima. The resistance hasbeen shown by avoiding, refusing and even opposing what is considered not inaccordance with their tradition and culture.One of the effects of the hegemony imposed by the government and theresistance made by the people of the Wetu Telu Sasaknese Ethnic Group residing atBayan District is that there has been imbalanced communication between the followersof Islam Waktu Lima (which collaborates with the government) and the Wetu TeluSasaknese Ethnic Group residing at Bayan District leading to a social conflict. The othereffects have been that such a social conflict has disturbed the social life of the community, has led to a paradox of cultural preservation, and has narrowed the power ofthe Wetu Telu Sasaknese Ethnic Group residing at Bayan District. From the meaningpoint of view, what has taken place at Bayan District has philosophical and multiculturalmeaning as well as the meanings of struggle for identity, cultural preservation anddynamism.
PERHATIAN PEMILIK ANJING DALAM MENDUKUNG BALI BEBAS RABIES Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Dewi, Ni Made Rita Krisna; Wirata, I Wayan; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.219 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
GAMBARAN RADIOGRAFIS PENGGUNAAN TULANG BABI SEBAGAI BAHAN CANGKOK UNTUK PENANGANAN FRAKTUR FEMUR PADA ANJING Sudimartini, Luh Made; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudipa, Putu Henrywaesa
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.341 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p04

Abstract

Fraktur merupakan salah satu kasus yang dapat terjadi pada hewan kesayangan terutama anjing dan kucing. Prinsip penanganan kasus fraktur  yaitu melakukan reposisi dan imobilisasi pada daerah fraktur. Kerusakan tulang yang besar karena trauma dapat menghambat kesembuhan dan menyebabkan cacat tulang, sehingga diperlukan bahan cangkok tulang untuk merangsang proses penyembuhan dan untuk mengisi bagian tulang yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gambaran radiografis penggunaan tulang babi sebagai bahan cangkok untuk penanganan kasus fraktur pada anjing. Delapan ekor anjing jantan umur 3-4 bulan digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I berjumlah 2 ekor adalah Anjing yang dipergunakan sebagai kontrol, yaitu anjing pada diaphysis tulang femurnya dibor dengan diameter 1 cm tanpa pemberian bahan cangkok. Kelompok II berjumlah 6 ekor dibor seperti kelompok I dan diberi bahan cangkok. Monitoring perkembangan kesembuhan dilakukan berturut-turut pada 24 jam, minggu  ke-2, ke-4 dan ke-8 pasca operasi dengan pemeriksaan foto rontgent. Hasil analisis radiografis menunjukkan telah terjadi penyatuan dan mineralisasi fragmen tulang pada minggu kedelapan pasca operasi pada kelompok II dengan densitas tulang sudah tampak normal.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK MELALUI PERBAIKAN MANAJEMEN PETERNAKAN BABI Agustina, Kadek Karang; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kardena, I Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.769 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga peternak babi dengan melakukan rekonstruksi dan perbaikan pada sistem peternakan babi yang diterapkan. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah aplikasi dari teknik pemecahan masalah melalui kegiatan IPTEKDALIPI. Data yang dikumpulkan adalah total biaya produksi yang dihabiskan selama satu kali periode produksi yaitu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada penghasilan peternak babi dari 31,4% menjadi 38,77%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penghasilan peternak babi dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem manajemen peternakan babi.
PREVALENSI TOXOCARA VITULORUM PADA INDUK DAN ANAK SAPI BALI DI WILAYAH BALI TIMUR Agustina, Kadek Karang; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Wirata, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara vitulorum pada induk dan anak sapi bali di wilayah Bali Timur. Sebanyak 720 sampel feses sapi bali yang terdiri dari 360 sampel feses induk sapi bali dan 360 sampel feses anakan (pedet) sapi bali telah diperiksa menggunakan metode pengapungan. Hasil pemeriksaan secara keseluruhan menunjukkan prevalensi T. vitulorum pada sapi bali di wilayah Bali timur sebesar 39,4 %. Dari 360 induk sapi bali terdapat 153 (42,5%) sampel yang positif terinfeksi T. vitulorum. Sedangkan dari pemeriksaan 360 sampel feses pedet sapi bali, terdeteksi sebanyak 131 (36,4%) sampel pedet yang terinfeksi T.vitulorum.
KESEMBUHAN FRAKTUR TULANG FEMUR KELINCI PASCA IMPLANTASI BAHAN CANGKOK DEMINERALISASI SERBUK TULANG SAPI BALI Asih, Ni Putu Trisna; Wirata, I Wayan; Sudimartini, Luh Made; Winaya, Ida Bagus Oka; Kardena, I Made; Gorda, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.053 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p13

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroskopis kesembuhan fraktur tulang femur kelinci pascaimplantasi dengan bahan cangkok demineralisasi serbuk tulang sapi bali. Kelinci lokal jantan  sebanyak 12 ekor digunakan dalam penelitian ini yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok A adalah tiga ekor kelinci yang digunakan sebagai kontrol, yaitu kelinci pada diaphysis tulang femurnya dibor dengan diameter 5 mm dan kedalaman bor hingga mencapai medula, tanpa pemberian bahan cangkok. Kelompok B adalah 9 ekor kelinci yang dibor seperti kelompok A dan diberikan serbuk cangkok tulang pada bagian tulang yang dibor. Pada minggu ke-2, ke-4, dan ke-6 pascaoperasi dilakukan biopsi tulang masing-masing satu ekor kelinci pada kelompok A dan tiga ekor kelinci pada kelompok B.  Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan membuat sediaan tulang  diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kesembuhan tulang lebih cepat terjadi pada kelompok B yang diamati dari minggu ke-2 sampai minggu ke-6 dengan sel radang terlihat sedikit dan jumlahnya berkurang setiap pengamatan, adanya pertumbuhan osteoblas, osteoklas, osteosit, kartilago, tulang trabekula, neovaskularisasi dan proliferasi fibrolas lebih cepat dibandingkan kelompok A. Dapat disimpulkan, bahan cangkok asal tulang sapi bali mampu menginduksi proses kesembuhan tulang fraktur pada kelinci.
PERANAN PEDAGANG UNGGAS DALAM PENYEBARAN VIRUS AVIAN INFLUENZA Suartha, I Nyoman; Suma Antara, I Made; Saka Wiryana, I Kadek; Sukada, I Made; Wirata, I Wayan; Ritha Krisna Dewi, Ni Made; Kade Mahardika, I Gusti Ngurah
Jurnal Veteriner Vol 11 No 4 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.272 KB)

Abstract

A questionnaire surveillence have been carried out in three different traditional markets (ie. Beringkitin badung district, Kumbasari in Denpasar, Kediri in Tabanan district) in order to understand the role ofpaultry traders behavior in transmitting of avian influenza virus. Of 150 quationares collected most oftraders (66.7%) kept the animals for 1-3 days before it was marketed. Traders bin Beringkit and Kediri(76.3%) used to mix different species of birds in their cages, whereas none of the traders from Kumbasaridoing that. When hygienec and sanitation aspects were considered (ie. Washing and desinfectan sprayingfor cages) it was found that the behavior of traders varied markedly between the 3 different market. Inconclusion the traders awareness to especially bird flue infection and implementation of biosecurity isvery low.
LAPORAN KASUS: OVARIOHISTEREKTOMI UNTUK PENANGANAN ENDOMETRITIS PADA ANJING RAS PERSILANGAN Dewi, Kadek Evi Dian Puspita; Wirata, I Wayan; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.087 KB)

Abstract

Endometritis merupakan peradangan pada lapisan endometrium yang disebabkan adanya infeksi. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi tersebut ialah Eschericia coli (E. coli), Streptococcus, Staphylococcus, dan Proteus spp. Seekor anjing ras persilangan jenis kelamin betina berumur 1,5 tahun, berat badan 8,57 kg, diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan mengeluarkan eksudat dari alat kelamin sejak satu bulan yang lalu. Eksudasi berupa nanah yang bercampur dengan darah berwarna kemerahan dengan konsistensi cair, dan frekuensi sering. Pemilik melaporkan anjing pernah melahirkan sebanyak satu kali sebelumnya kurang lebih tiga bulan sebelum menunjukkan tanda klinis. Secara fisik dan klinis anjing nampak sehat dengan nafsu makan menurun dan minum masih baik, urinasi normal, anjing tampak gelisah dan selalu menjilati bagian vulva. Hasil pemeriksaan darah rutin menunjukkan peningkatan jumlah total leukosit (33,1 x 103/µL). Anjing ditangani dengan ovariohisterektomi yaitu pengangkatan ovarium dan uterus. Perawatan pascaoperasi dilakukan dengan memberikan antibiotik (Vetrimoxin® L.A. 15g/100ml) sebanyak 1 ml, amoxicillin tab 500 mg 1/2 tab 3 kali sehari selama 9 hari. Sedangkan analgesik meloxicam 7,5 mg diberikan dengan dosis 1/2 tab 1 kali sehari. Pada hari ke-10 pascaoperasi luka bekas insisi sudah mengering, kulit menyatu dengan baik dan sudah tidak lagi mengeluarkan eksudasi dari kelamin dan anjing dinyatakan sembuh.
VAKSIN POLIVALEN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT FLU BURUNG (POLIVALEN VACCINE TO PREVENT BIRD FLU DISEASES) Suartha, I Nyoman; Wirata, I Wayan; Putra, I Gusti Ngurah Narendra; Dewi, Ni Made Ritha Krisna; Anthara, I Made Suma; Wibawan, I Wayan Teguh; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Jurnal Veteriner Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.393 KB)

Abstract

This study was carried out to determine the use of bird flu polyvalent vaccines containing two or threeor more virus isolates representating of circulating viruses in the region. Three seed isolates of avianinfluenza H5N1 virus were used in this experiment. The isolates were Chicken/Denpasar/Unud-01/2004,Chicken/Klungkung/Unud-12/2006, and Chicken/Jembrana/Unud-17/2006. The seeds were inactivatedusing 0.01% formaldehide than mixed (AI3G) alumunium hidroxide adjuvant and then injectedintramuscularly to Isa Brown layer chicken at 3 weeks of age and repeated at the age of 5 weeks. The doseof each seed virus was 27 HA units. Sera were collected at one and two weeks after the second vaccination.The result showed that the arithmetic meant titer (AMT) of sera that tested with homologous isolate washigher than the test using a heterologous isolates, in the standard haemaglutination inhibition (HI) assay.The mixed AI3G vaccine produced a uniform AMT against the constituent isolates, while vaccines withindividual isolate yielded a lower and more variation in AMT. Further experiments using a commercialhomologous H5N1 and heterologous H5N2 commercial vaccines has resulted AMT that 1-4 log lower thanAI3G vaccine. It is concluded that polyvalent vaccine with field seed isolates is recommended to be appliedin the poultry farm in Indonesia.
POLA DISTRIBUSI UNGGAS DARI PASAR TRADISONAL BERPERAN DALAM PENYEBARAN VIRUS FLU BURUNG SUMA ANTARA, I MADE; SUARTHA, I NYOMAN; SAKA WIRYANA, I KADEK; SUKADA, I MADE; WIRATA, I WAYAN; DIBYA PRASETYA, I GUSTI NGURAH; RITHA KRISNA DEWI, NI MADE; KOMALA SARI, TRI; KADE MAHARDIKA, I GUSTI NGURAH
Jurnal Veteriner Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.869 KB)

Abstract

A study has been carried out to map the distribution pattern of poultry from traditional market toreduce the transmission risk of avian influenza virus. The data were collected from threes markets wherepoultry are sold, namely in Bringkit of Badung Regency, Kumbasari of Denpasar City, and Kediri ofTabanan Regency. Data collections was based on interviews using questionnaire. Poultry from all marketsare distributed throughout Bali. Poultry are traded mainly for religious ceremony and immediatelyslaughtered as it arrives at the consumer?s house. The distribution pattern of poultry seems to play asignificant role in the disseminations of avian influenza virus. The right implementation of biosecurity intraditional markets is highly recommended to curb the risk.