Made Wiryana
Bagian Pendidikan Kedokteran dan Bagian/SMF Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali

Published : 27 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medicina

Osmolalitas plasma sebagai alternatif acute physiologic and chronic health evaluation II untuk memprediksi mortalitas pada pasien kritis yang dirawat di Intensive Care Unit RSUP Sanglah Wardani, Ni Putu; Wiryana, Made; Suarjaya, Putu Pramana
Medicina Vol 47 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.927 KB)

Abstract

Prediksi mortalitas bersifat esensial pada manajemen perawatan intensif. Acute Physiologic and Chronic Health Evaluation II merupakan sistem skor kompleks yang umum digunakan di Intensive Care Unit (ICU), sedangkan osmolalitas plasma merupakan salah satu sistem skor parameter tunggal yang diketahui dapat menjadi alternatif prediktor mortalitas di ICU. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar nilai area undercurve (AUC), sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif dari kedua prediktor dan mengetahui adanya perbedaan bermakna dari nilai AUC kedua prediktor tersebut. Penelitian merupakan uji diagnostik metode cross sectional yang melibatkan 134 subjek. Uji diagnostik menggunakan kurva ROC dan tabel 2x2. Perhitungan data didapatkan nilai AUC osmolalitas plasma sebesar 75,9% (IK95% 67,7 sampai 84,3%), dengan cut off point 297 mOsm/kg, sensitifitas 70,0%, spesifisitas 79,7%. Tabel 2x2 menghasilkan NDP sebesar 79,0% (IK95% 66,8 sampai 88,3%), NDN 70,8% (IK95% 58,9 sampai 81%). Nilai AUC APACHE II sebesar 83,4% (IK95% 76,5 sampai 90,3%) dengan cut off point sebesar 24, sensitifitas 72,9%, spesifisitas 81,3%. Tabel 2x2 menghasilkan NDP 81,0% (IK95% 69,1 sampai 89,8%), NDN 73,2% (IK95% 61,4 sampai 83,1%). Analisis ROC didapatkan nilai P=0,19. Nilai AUC osmolalitas plasma tergolong level sedang (>70-80%), APACHE II tergolong level baik (>80-90%). Analisis ROC dengan P>0,05 menyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kurva ROC kedua prediktor. Sekalipun osmolalitas plasma memiliki nilai diagnostik sedang, dibandingkan APACHE II dengan nilai diagnostik baik tetapi perbedaan nilai tersebut tidak bermakna sehingga osmolalitas plasma dapat digunakan sebagai alternatif APACHE II untuk prediktor mortalitas di ICU.√ā¬†Prediction of in-hospital mortality is essential for management of intensive care. Complex scoring system commonly used is APACHE II, meanwhile plasma osmolality is a single parameter scoring system that has known to be an alternative for mortality predictors in the Intensive Care Unit (ICU). The objective of this study was to determine the area undercurve (AUC) value, sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value for both predictors and to determine significant differences in AUC values in both scoring system. This was a diagnostic test with cross-sectional method that included 134 subjects. Diagnostic test using ROC curves and 2x2 tables. Result of plasma osmolality with AUC 75.9% (95%CI 67.7 to 84.3%). Cut off point was 297 mOsm/kg, sensitivity was 70.0%, and specificity was 79.7%. Two point two table with PPV 79.0% (95%CI 66.8 to 88.3%) and NPV 70.8% (95%CI 58.9 to 81%). The AUC for APACHE II was 83.4% (95%CI: 76.5 to 90.3%). Cut off point was 24, sensitivity was 72.9%, and specificity was 81.3%. Two point two table with PPV 81.0% (95%CI 69.1 to 89.8%) and NPV 73.2% (95%CI 61.4 to 83.1%). ROC analysis with P value=0.19. AUC values of plasma osmolality was at moderate level (>70 to 80%), APACHE II at good level (>80 to 90%). ROC analysis with P>0.05 states there was no significant difference between the ROC curves in both predictors. Although plasma osmolality has moderate diagnostic value, compared with APACHE II, with a good diagnostic value but the value differences was unsignificant thus plasma osmolality can be used as an alternative of APACHE II for mortality predictors in critically ill patients in the ICU.
PERBANDINGAN EFEK OKSITOSIN BOLUS 3 IU, 5 IU, DAN 10 IU TERHADAP KONTRAKSI UTERUS DAN RESPON KARDIOVASKULAR PADA SEKSIO SESAREA DENGAN ANESTESI BLOK SUBARAKNOID Kusuma, Made Adi; Wiryana, Made; Hariyasa Sanjaya, I Nyoman; Gede Widnyana, I Made
Medicina Vol 44 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.704 KB)

Abstract

Oksitosin merupakan obat yang rutin diberikan setelah kelahiran bayi pada seksio sesarea untukmemulai dan mempertahankan kontraksi uterus adekuat tetapi efek samping kardiovaskulardiketahui muncul setelah pemberian intravena seperti takikardi, hipotensi dan disritmia. Hal iniakibat efek relaksasi otot polos vaskular yang menyebabkan penurunan resistensi vaskular sistemik,hipotensi, dan takikardia. Besarnya efek ini tergantung dosis dan cara pemberiannya. Tujuan penelitianini adalah membandingkan kontraksi uterus, tekanan arteri rerata (TAR), dan laju nadi setelahoksitosin bolus 3, 5, dan 10 IU pada seksio sesarea dengan anestesi blok subaraknoid. Penelitian iniadalah uji klinik acak terkontrol tersamar ganda. Enam puluh enam pasien yang memenuhi kriteriapenelitian dibagi 3 yaitu kelompok 3IU, 5IU, dan 10IU. Oksitosin bolus diberikan setelah kelahiranbayi dalam 30 detik dan dilanjutkan kontinyu 0,04 IU/menit. Kontraksi uterus dinilai oleh operatordan perubahan TAR serta laju nadi dicatat pada lembar penelitian. Tidak ditemukan perbedaanprevalensi kontraksi uterus adekuat antar kelompok penelitian. Penurunan rerata TAR danpeningkatan rerata laju nadi kelompok 3IU secara bermakna lebih kecil dibandingkan kelompok 5dan 10IU, dan kelompok 5IU secara bermakna lebih kecil dibandingkan kelompok 10IU. Simpulanpenelitian ini bahwa oksitosin bolus 3 IU menghasilkan keadekuatan kontraksi uterus yang sama,penurunan TAR dan peningkatan laju nadi lebih kecil dibandingkan oksitosin bolus 5 dan 10 IU padaseksio sesarea dengan anestesi blok subaraknoid.
Co-Authors - Yehezkiel, - Adinda Putra Pradhana, Adinda Adinda Putra Pradhana, Adinda Putra Andi Kusuma Wijaya, Andi Christopher Ryalino, Christopher Darminta, I Ketut Demoina, I Gede Patria Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya Elisma Nainggolan, Elisma Emkel Perangin Angin, Emkel Gede Semarawima, Gede Hari Bagianto I Gede Budiarta, I Gede I Gusti Agung Gede Utara Hartawan, I Gusti Agung I Gusti Agung Gede Utara Hartawan, I Gusti Agung Gede I Gusti Agung Gede Utara Hartawan, I Gusti Agung Gede Utara I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, I Gusti Ngurah Mahaalit I Gusti Putu Sukrana Sidemen, I Gusti Putu Sukrana I Ketut Sinardja I Made Darma Junaedi, I Made I Made Gde Widnyana, I Made Gde I Made Gede Widnyana I Made Gede Widnyana I Made Subagiartha I Nyoman Budi Hartawan I Nyoman Hariyasa Sanjaya I Wayan Aryabiantara, I Wayan IB Krisna Jaya Sutawan, IB Krisna Jaya Ida Bagus Gde Sujana, Ida Bagus Gde IGNA Putra Arimbawa, IGNA Putra Kadek Agus Heryana Putra, Kadek Agus Heryana Ketut Semara Jaya, Ketut Semara Ketut Suastika Kurnia, Prajnaariayi Prawira Made Adi Kusuma Made Agus Kresna Sucandra, Made Agus Kresna Made Bakta Made Widnyana, Made Marilaeta Cindryani, Marilaeta Ni Putu Novita Pradnyani, Ni Putu Ni Putu Wardani, Ni Putu Nyoman Sri Budayanti Okta, Ida Bagus Pande Nyoman Kurniasari, Pande Pontisomaya Parami, Pontisomaya Putu Agus Surya Panji, Putu Agus Putu Agus Surya Panji, Putu Agus Surya Putu Kurniyanta Putu Pramana Suarjaya Sinardja, Ketut Sonni Soetjipto, Sonni Sudewi, Anak Agung Raka Tjokorda Gde Agung Senapathi, Tjokorda Gde Tjokorda Gde Agung Senapathi, Tjokorda Gde Agung Tjokorda GdeAgung Senapathi, Tjokorda Usdyanto, Heavy Pradana