Nyoman WISTARA
Department of Forest Product Technology, Faculty of Forestry, Bogor Agricultural University, Bogor 16001, Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

DIAPERS DARI FLUFF KENAF Haroen, Wawan kartiwa; R.P, Posma; Wistara, Nyoman
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.397 KB)

Abstract

Fluf pulp mutu tingi dapat dibuat dari serat dari kenafm, yang dipisahkan dari sel parenchyma dan bahan-bahan lain secara proses mekanis. Gabungan serat terurai dengan 2-3 m perlu dipotong –potong menjadi 3-5 cm sebelum pemburuan. Penelitian ini bubur fluff disiapkan dengan mengunakan proses soda dengan parameter-parameter berikut : 12%, 14% dan 16% alkali aktif; perbandingan liquor terhadap padatan 1:4 suhu maksimum 165 oc, dan waktu hingga suhu maksimum dan waktu pada suhu maksimum adalah masing-masing 1.5 dan 2 jam. Unsur khlor bebasyang dibleaching dengan urutan OD0ED1D2  dilakukan untuk membleach pulp dihasilkan. Fluffing dilakukan dalam willeymil atau shreeder dengan atau tampa perlakuan super absorbent polymer (SAP). Perlakuan dengan SAP divariasikan dari 10 - 30 %. Hasil diperoleh menunjukan yield dan bilangan kappa masingmasing dalam rentang 6183-65.10% dan 10-14. Sifat-sifat lain sepertikeceraha, kandungan terkstrasi, viskositas dan knos berturut-turut lebih tingi daripada 89% GE,0.01%, 4.76 cP, dan 5%. Kapasitas dari kenaf dalam percobaan berada dalam rentang 7.03-18.76g/g. hal ini bergantung pada alkali aktif, konsentrasi SAP dan metode fluffing. Seluruh sifat-sifatyang diuji memenuhi persaratan diaper komersial. Perlakuan dengan SAP meningkatkan kapasitas absorben dari bubur fluff secara nyata.
Trace Elements Content of Mangium Pulp throughout ECF Bleaching Stages as Measured by ICP Wistara, Nyoman; Nurmala, Devi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.996 KB)

Abstract

The fate of metals in pulp of the five years old mangium wood (Acacia mangium Wild) during bleaching process was investigated. The wood was divided into tree division, i.e. bottom, middle and upper divisions. The wood was chipped and kraft pulped to achieve a kappa number of 14 + 0.5. The resulting pulps were then bleached following an elementally chlorine free (ECF) method of D0, EO, D1, D2 and P sequences. The measurement of metals content was carried out with Inductively Coupled Plasma (ICP) type Optical Emission Spectrometry (OES) Optima 4300DV. Brightness and viscosity of bleached pulps were measured in accordance with TAPPI T 525 om - 92 and TAPPI T 230 om-89 standard procedures, respectively. It was found that, metals content of five years old Acacia mangium tended to increase from the bottom to the upper divisions of the stem. Beyond the EO stage, the content of Mn reduced to below detrimental limit required in peroxide bleaching, which is of 1 ppm. However, the content of Cu and Fe of pulp from every stage of bleaching sequences were much higher than their detrimental limit, i.e. 0.5 ppm and 2 ppm, respectively. Metals content were also found to reduce brightness gain in ECF bleaching.Keywords: Acacia mangium, brightness, ECF bleaching, metals, viscosity
PERFORMANCE OF MICROWAVE PRETREATMENT ON ENZYMATIC AND MICROWAVE HYDROLYSIS OF BETUNG BAMBOO (Dendrocalamus asper) Fatriasari, Widya; Syafii, Wasrin; Wistara, Nyoman; Syamsu, Khaswar; Prasetya, Bambang
Teknologi Indonesia Vol 37, No 3 (2014)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jti.v37i3.232

Abstract

In this present study, we focused on how the changes in the best microwave pretreatment affected the performance of enzymatic and microwave hydrolysis of pretreated bamboo. This solid fraction was subjected to enzymatic hydrolysis following NRE L protocol and microwave acid-hydrolysis with/without presence of activated carbon (0.5 g/g) at 1% and 5% of sulfuric acid concentration for 512.5 m at 330 watt. Short duration microwave-acid hydrolysis of microwave pretreated bamboo showed better reducing sugar yield than that of enzymatic one. Microwave heating for 12.5 inm at 330 W hydrolyzed with 1% acid using microwave irradiation demonstrated a high reducing sugar yield (25.81% of dry biomass or 27.12% of dry substrate). In this treatment, 37.92% of hollocellulose can be converted into reducing sugar or equivalent to 36.12% of maximum potential sugar released. This yield was increased 6.09 times compared to the highest reducing sugar yield coming from enzymatic hydrolysis using 20 FPU/g of cellulase enzymes. Reducing sugar yield obtained with 5% microwave acid hydrolysis of microwave pretreatment for 5 m at 770 W was equal to the result of hydrolysis for 12.5 m at 330 W. Unfortunately, the activated carbon as solid catalyst in microwave hydrolysis could only reduce brown compound without reducing sugar yield improvement.
PENGGUNAAN KERTAS BEKAS SEPERTI KARTON GELOMBANG ATAU OLD CORRUGATED CONTAINER (OCC) DAPAT MEMBANTU KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DAN MENJAGA MUTU LINGKUNGAN HIDUP. SIFAT KEKUATAN PULP-NYA YANG RENDAH SECARA TEORETIS DAPAT DITINGKATKAN MELALUI SUBSTITUSI DENGAN PULP ASLI. BAMBU MERUPAKAN SUMBER POTENSIAL UNTUK MENGHASILKAN PULP SUBSTITUSI INI. DALAM PENELITIAN INI BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) BERUMUR 2 TAHUN DIBUAT PULP MELALUI PROSES SODA PANAS, YANG KEMUDIAN DIPERGUNAKAN UNTUK MENSUBSTITUSI PUL WISTARA, Nyoman; HIDAYAH, Hanif N
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan Vol. 3 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Teknologi Hasil Hutan
Publisher : Departemen Hasil Hutan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kertas bekas seperti karton gelombang atau old corrugated container (OCC) dapat membantu konservasi sumberdaya alam dan menjaga mutu lingkungan hidup. Sifat kekuatan pulp-nya yang rendah secara teoretis dapat ditingkatkan melalui substitusi dengan pulp asli. Bambu merupakan sumber potensial untuk menghasilkan pulp substitusi ini. Dalam penelitian ini bambu tali (Gigantochloa apus) berumur 2 tahun dibuat pulp melalui proses soda panas, yang kemudian dipergunakan untuk mensubstitusi pulp OCC dengan kadar 0, 30, 40, 50, 60, 70 dan 100%. Pulp campurannya kemudian diputihkan dengan metode pemutihan elemental chlorine free (ECF) DEDP (chlorine dioxide - alkaline extraction - chlorine dioxide - hydrogen peroxide). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks tarik tertinggi (30,84 Nm/g) diperoleh dari komposisi pulp bambu : karton (B/K) = 30/70. Nilai indeks sobek dan derajat putih tertinggi dihasilkan oleh komposisi B/K = 100/0 yang masing-masing sebesar 8,45 N.m2/kg dan 77,02%. Nilai indeks retak tertinggi dihasilkan oleh komposisi B/K = 50/50. Komposisi pulp bamboo dan pulp OCC secara nyata mempengaruhi sifat-sifat pulp campuran. Komposisi optimal untuk menghasilkan sifat kekuatan dan sifat optic terbaik diperoleh dari B/K = 70/30.   Keywords :    Gigantochloa apus, OCC, recycled pulp, substitution