Articles

ANALISIS MULTIDIMENSIONAL UNTUK PENGELOLAAN PERIZINAN PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN : STUDI KASUS WPP LAUT ARAFURA Mulyana, Ridwan; Haluan, John; Baskoro, Mulyono S.; Wisudo, Sugeng Hari
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.391 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.71-80

Abstract

Perizinan penangkapan, sebagai alat pengelolaan perikanan, merupakan salah satu instrumen yang populer untuk mengendalikan pemanfaatan sumber daya ikan. Tujuan perizinan penangkapan ikan bagi pemerintah adalah: (1) untuk optimalisasi keberlanjutan sumberdaya ikan, (2) untuk mempertahankan keberlanjutan sumber daya ikan, dan (3) untuk mendapatkan manfaat ekonomi sebagai pendapatan pemerintah. Sebagai bagian dari manajemen perikanan, perizinan penangkapan mempengaruhi banyak aspek perikanan sebagai ekologi, teknologi ekonomi, sosial, dan etika. Perizinan penangkapan untuk perikanan skala besar di Laut Arafura memainkan peran penting dalam perikanan Indonesia dimana Pemerintah mengeluarkan 1.072 perizinan penangkapan atau hampir 25% dari total modal ditempatkan perizinan untuk semua perairan Indonesia. Sayangnya, Laut Arafura menghadapi banyak masalah dan isu-isu seperti penangkapan berlebih, perikanan IUU, merusak habitat ikan dan lingkungan yang mengancam keberlanjutan perikanan. Jadi penting untuk mengetahui keadaan keberlanjutan Laut Arafura di masa sekarang untuk menentukan kebijakan perizinan penangkapan terbaik. Analisis RAPFISH untuk keberlanjutan perikanan (termasuk Leverage dan analisis Monte Carlo) menurut jenis utama perikanan memberikan beberapa hasil yaitu: (1) perikanan dari Laut Arafura adalah berkelanjutan cukup dengan skor 53,86, (2) squid jigging, rawai dasar, jaring insang dan perikanan yang berkelanjutan cukup, tetapi jaring ikan dan udang kurang berkelanjutan, (3) dimensi ekologi berkelanjutan baik dengan skor 72,43, tetapi dimensi etika kurang berkelanjutan dengan skor 37,26. Analisis Leverage menunjukkan atribut yang memberikan pengaruh tertinggi untuk masing-masing dimensi sebagai: (1) ukuran ikan pada dimensi ekologi, (2) sektor pekerjaan pada dimensi ekonomi, (3) menggunakan selektivitas FAD (perangkat menarik ikan), (4) tingkat pendidikan pada dimensi sosial, dan (5) manajemen pada dimensi etika. Ini direkomendasikan untuk pengembangan perikanan Arafura Laut untuk mempromosikan alat tangkap rawai keberlanjutan seperti squid jigging, rawai dasar, dan perikanan jaring insang.
PENGELOLAAN PERIKANAN TONDA DENGAN RUMPON MELALUI PENDEKATAN SOFT SYSTEM METHODOLOGY (SSM) DI PPP PONDOKDADAP SENDANG BIRU, MALANG Rahmah, Alvi; Nurani, Tri Wiji; Wisudo, Sugeng Hari; Zulbainarni, Nimmi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2013): MEI 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.643 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.73-88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan permasalahan perikanan tonda di Sendang Biru dari aspek teknis, ekologi, dan kelembagaan, sehingga dapat ditemukan model konseptual sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2013 di PPP Pondokdadap, dengan menggunakan metode Soft System Methodology (SSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat permasalahan secara teknis, ekologi, dan kelembagaan, yaitu adanya persaingan wilayah penangkapan unit perikanan tonda, semakin kecilnya ukuran ikan tuna yang diperoleh, dan masih lemahnya peran kelembagaan dalam pengawasan dan perizinan perikanan. Oleh karena itu, terdapat 3 model konseptual yang direkomendasikan sebagai solusi awal yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak terkait, yaitu (1) pembuatan peraturan operasional penangkapan bagi unit perikanan tonda dengan rumpon di PPP Pondokdadap, (2) pembuatan dan pelaksanaan peraturan lokal pengawasan perairan, dan (3) pembuatan dan penggunaan SOP perizinan oleh pemerintah daerah.
KAPABILITAS DINAMIK PADA UKM SENTRA PENGOLAHAN KERUPUK IKAN DAN UDANG DI INDRAMAYU BERBASIS SUMBER DAYA Ningsih, Trisna; Wisudo, Sugeng Hari; Huseini, Martani; Purnomo, Achmad; Nurani, Tri Wiji
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.361 KB)

Abstract

Keberhasilan pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu ditentukan oleh faktor lingkungan internal dan eksternal. Berdasarkan modelresource based, faktor internal yang berupa sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti yang menentukan keberhasilan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu agar dapat dimanfaatkan untuk meraih keunggulan kompetitif. Tujuan penelitian yaitu untukmenganalisis faktor yang mempengaruhi pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu. Selanjutnya dengan menggunakan metode SSM (Soft SystemMethodology) didapatkan hasil bahwa faktor yang mempengaruhi pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu adalah (1) menentukan strategi, (2) melaksanakan produksi, (3) melaksanakan litbang dan inovasi, dan (4) melaksanakan pemasaran. Hasil analisis terhadap keempat model perilaku strategis pemilik usaha tersebut menunjukkan adanya interaksi timbal balik di antara keempat model tersebut dan tingkat interaksi ini mengindikasikan dinamika dan kompleksitas perilaku strategis pemilik usaha tersebut dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Hal ini berarti bahwa perilakuperilaku tersebut dapat secara efektif mendukung perusahaan untuk  mendapatkan keunggulan kompetitif.Kata kunci: kapabilitas dinamik, kerupuk ikan dan udang, Soft System Methodology, UKM sentra pengolahan
GEOMETRI TERUMBU PULAU KECIL: MODEL PERENCANAAN KAWASAN KONSERVASI BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO (REEF GEOMETRI OF SMALL ISLANDS : A MODEL CONSERVATION PLANNING BASED ON FISHERIES CAPTURE IN SITARO ARCHIPELAGIC REGENCY) Kumaat, Joyce; Haluan, John; Wiryawan, Budy; Wisudo, Sugeng Hari; Monintja, Daniel R.
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.792 KB)

Abstract

Model pengelolaan pulau-pulau kecil berdasar pada geometrik terumbu karang dapat digunakan dalam penentuan suatu kawasan konservasi laut. Metode ini mencoba melihat ikantarget sebagai variabel prediksi, karang sebagai variabel indikator dan geometri terumbu sebagai variabel pengungkit yang dipakai sebagai suatu unit penentuan suatu kawasankonservasi laut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan model geometri terumbu pulau kecil sebagai suatu kerangka model dalam penentuan kawasan konservasi dan perencanaan perikanan artisanal berbasis ekosistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi kelimpahan ikan target bervariasi antara 208?732 individu/250 m, tutupan karang keras 28,40?50,92% dan karakteristik pulau berdasar geometri terumbu terdiri dari 4 model yaitu terumbu segitiga, terumbu lingkaran, terumbu ginjal dan persegi panjang terumbu. Dari hasil simulasi dengan pendekatan indeks kesamaan (morpho-structural groups ) berdasar pada persentasi tutupan karang, model yang terbentuk menghasilkan 3 kelompok utama, dengan Pulau Mahoro 1 dan 2 menunjukkan nilai konservasi tertinggi. Model pendekatan geometrik terumbu pulau-pulau kecil ini adalah merupakan salah satu cara di dalam penentuan unit kawasan konservasi, bukan sebagai syarat ekslusif dalam membuat keputusan tentang kebijakan atau zonasi kawasan konservasi. Sebaliknya metode ini memperkirakan kelas terumbu dan ikan target sebagai unit di dalam penentuan lokasi konservasi, sehingga perlu ada kombinasi lain yang berhubungan dengan target konservasi lainnya. Target konservasi ini bisa dikombinasikan dengan keberadaan spesies langka (endangered spesies), sosial ekonomi nelayan, aktivitas transportasi dan faktor fisik perairan di dalam penetapan status kawasan konservasi.Kata kunci: geometri, konservasi, spesies, terumbu
STATUS KEBERLANJUTAN PERIKANAN TANGKAP DI DAERAH KOTA PANTAI: PENELAAHAN KASUS DI KOTA MANADO (THE STATUS OF SUSTAINABLE CAPTURE FISHERIES IN COASTAL CITY REGION: CASE STUDY FOR MANADO CITY) Mamuaya, Gybert E.; Haluan, John; Wisudo, Sugeng Hari; Astika, I Wayan
Buletin PSP Vol. 16 No. 1 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.599 KB)

Abstract

The capture offisheries sustainability is management and the utilization off fish resources which can guarantee the availability of that resources continuously. In this research, the sustainability status offisheries in Manado city has been examined through ecological, economic, sociological, technological, and ethical approaches by employing RAPFISH technique. The status of the purse seine fishery in this region is 53% of the fisheries sustainability which is classified as good fisheries. Meanwhile, tuna long pole­-lines and gillnets fisheries status are 57.5% and 60.1 %, respectively, of the good fisheries sustainability. Improvement of this status can be carried out by improving the several attributes qualities, among others: wage, other income and sector employment (economy); socialization offishing, environmental knowledge and kin participation (social); pre-sale processing, gear selectivity and fishing power (technology); alternatives and just management (ethics).Key words: sustainability, fisheries status, coastal city
THE EFFECTS OF DIFFERENT CHILLING METHOD AND STORAGE TIME ON THE ORGANOLEPTIC QUALITY OF FRESH SKIPJACK TUNA Litaay, Christina; Wisudo, Sugeng Hari; Haluan, John Haluan; Harianto, Bambang
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v9i2.19304

Abstract

Fish freshness plays an importantant role in determining quality of fish product. Organoleptic is one of sensorik method for determining fish freshness. The fish deterioration mainly affected by temperature. This study aimed to determine the best method for determining organoleptic quality of skipjact tuna based on chilling methods and storage time. Fish sampling were taken from the Seram Sea, Maluku Province. Chilling methods was done by the different ratio between the ice and fish: first was without using ice, second was ratio 1:1 and the third was ratio 1:2. The time storage were 0, 2, 4, and 6 hours.The results showed that chilling methods ratio between the ice and fish of 1:1 with 6 hours storage time provided the best organoleptic quality with eye 8.87, mucus 8.83, gill 8.67, meat 8.73, odour 8.80, and texture 8.86.  Keywords: chilling methods, organoleptics, skipjact tuna
FISHERIES INFRASTRUCTURE NEEDS ANALYSIS IN ORDER TO CAPTURE FISHERIES DEVELOPMENT BASED ON COMMODITIES OF SOUTH SUMATRA PROVINCE Septifitri, Septifitri; Monintja, Daniel R; Wisudo, Sugeng Hari; Martasuganda1, Sulaeman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.375 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.2.8-13

Abstract

Development of capture fisheries in South Sumatra province in decline since the separation of Bangka Belitung province. This area of waters caused by the increasingly narrow. However, the development of fisheries sector still has a big opportunity, especially those based on competitive commodities. This study aimed to analyze the type of capture fisheries yield commodities, type, and allocation to take advantage of superior technology, excellent fish seumberdaya, and calculate the necessary facilities and infrastructure for the development of competitive commodities based fishery in South Sumatera province. Research conducted by survey with some analysis tools such as scoring methods, LGP and fishery facilities needs analysis. Flagship species of fish that can be developed such as prawn, swimming crab, fish and machete-cleaver manyung with superior fishing gear types trammel net, drift gill nets, gill nets and fishing equipment. Fisheries is needed is a means of fishery harbors as many as 10 pieces, as many as 20 fruit shipyards, factories nets one unit and processing 8 units. Addition of TPI as a necessary conclusion of the building where the sale of the landed catch of fishermen. Key Words : Capture Fisheries, Competitive Commodities, South Sumatera Province
KONFLIK PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Sari, T. Ersti Yulika; Wisudo, Sugeng Hari; Monintja, Daniel R.; Purwaka, Tommy
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 1 No. 2 (2010): Marine Fisheries - November 2010
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.868 KB) | DOI: 10.29244/jmf.1.2.11-20

Abstract

The purpose of this study is to analyze the conflict in Bengkalis waters and contributing factors. Analysis of the conflict is descriptive and the factors that cause conflict with the approach of analyzed Fisher et al. (2000). The study was conducted in the waters Bengkalis Regency. The results showed that the conflict in Bengkalis waters began in 1983 to the present. This conflict started when hunting for kurau (Eleutheronema tetradactylum) in the waters of District Bantan began to rise. Primary factors driving the conflict has not received much attention and as basis for conflict resolution that remains in progress. These factors are identified into three parts: 1) cultural background, 2) social factors, and 3) juridical factor.
PENENTUAN WARNA DAN INTENSITAS LAMPU LIGHT EMIITTING DIODE (LED) YANG OPTIMUM PADA PENANGKAPAN IKAN SELAR KUNING (SELAROIDES LEPTOLEPIS) UNTUK PERIKANAN BAGAN TANCAP Susanto, Adi; Baskoro, Mulyono S.; Wisudo, Sugeng Hari; Riyanto, Mochammad; Purwangka, Fis
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 9 No. 2 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.959 KB) | DOI: 10.29244/jmf.9.2.145-155

Abstract

ABSTRACTFishing activity using light emitting diode (LED) on a fixed lift net in Banten Bay is equipped using blue and white LED as its attractor. The colour and intensity of the lighting affects the successful capture of the lift nets. The colour selection is influenced by the interaction of the fish as the target. The objective of this study is to determine the optimum colour and intensity for Yellowstripe Scad (Selaroides leptolepis) based on their behavioural response and light adaptation to different colours of green and white at three different intensities which are low (1.53 x 10-5 ? 2.42 x 10-5 W/cm²), medium (5.39 x 10-5 ? 7.60 x 10-5 W/cm²), and high (9.03 x 10-5 ? 9.42 x 10-5 W/cm²). The behavioural response of the fish was conducted using a tank experiment to measure the preferences zone, the nearest neighbour distance (NND), and behavioural response pattern for different colours and light intensity.  Histological approach for each experimental light colour and intensity was used to investigate the retinal adaptations. The results showed that the schooling position of fish was dominant found in the bright zone (67%) for all colours and intensities. The average NND showed the tendency to gradually decrease with the increased light intensity. While, the cell cone index and swimming speed of fish were slightly increased with increasing intensity. The highest light adaptation was found in white LED at high intensity about 97.52%. The schooling pattern in the green LED indicated that the fish gradually swam closely and stable regularly to the neighbour with increasing light intensity. However, the fish swam widely and randomly in accordance to the increased white LED intensity. This information suggests that the green LED may be regarded as an excellent fishing light to control the behaviour in order to harvest the yellow stripe scad in lift net fishing.Keywords: colour, lift net, light, yellowstripe scad ABSTRAKEfisiensi aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bagan tancap sangat ditentukan oleh penggunaan cahaya sebagai atraktornya. Ketepatan warna dan intensitas cahaya sangat menentukan keberhasilan operasional bagan tancap.  Penetapan warna dan intensitas cahaya yang tepat sangat dipengaruhi oleh respon yang dihasilkan oleh ikan target. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan warna dan intensitas cahaya lampu LED yang optimum untuk penangkapan ikan selar (Selaroides leptolepis) berdasarkan respons tingkah laku dan adaptasinya terhadap warna dan intensitas cahaya yang berbeda. Penelitian dilakukan secara eksperimental di perairan Teluk Banten dengan target penangkapan adalah ikan selar (Selaroides leptolepis). Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelompok perlakuan yaitu warna dan intensitas cahaya. Perlakuan warna adalah dengan menggunakan lampu LED berwarna hijau dan putih. Adapun perlakuan intensitas cahaya adalah dengan menggunakan tiga intensitas cahaya yaitu intensitas rendah 1,53 x 10-5 ? 2,42 x 10-5 W/cm²; sedang 5,39 x 10-5 ? 7,60 x 10-5 W/cm²; tinggi 9,03 x 10-5 ? 9,42 x 10-5 W/cm². Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap respon ikan target dari famili Engraulidae dan Carangidae. Pengamatan respons tingkah laku dilakukan pada bak pengamatan untuk menentukan zona preferensi, nearest neighbor distance (NND) dan pola tingkah laku ikan terhadap warna dan intensitas berbeda. Adaptasi retina dianalisis secara histologi berdasarkan warna dan intensitas yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian posisi schooling ikan dominan berada pada zona terang (67%) pada seluruh warna dan intensitas lampu LED. Nilai NND cenderung turun seiring dengan peningkatan intensitas cahaya, sedangkan indeks kon dan kecepatan renang semakin tinggi dengan penambahan intensitas cahaya yang diberikan. Nilai adaptasi tertinggi diperoleh pada penggunaan lampu LED putih dengan intensitas tinggi sebesar 97,52%. Pola tingkah laku ikan pada LED hijau semakin teratur dengan jarak semakin dekat seiring meningkatnya intensitas. Namun pola renang ikan cenderung acak dan semakin jauh pada LED putih. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa LED hijau lebih optimum untuk digunakan sebagai lampu pengumpul, pengkonsentrasi dan hauling pada penangkapan ikan selar dengan bagan tancap.Kata kunci: bagan, cahaya, warna, ikan selar (Selaroides leptolepis)
KINERJA DIREKTORAT PELAYANAN USAHA PENANGKAPAN IKAN-KKP SEBAGAI SALAH SATU STAKEHOLDER PERIZINAN USAHA PENANGKAPAN IKAN Yuniarta, Shinta; Wisudo, Sugeng Hari; Iskandar, Budhi Hascaryo
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 2 No. 1 (2011): Marine Fisheries - Mei 2011
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.093 KB) | DOI: 10.29244/jmf.2.1.51-64

Abstract

Licensing process of fisheries business is conducted on Directorate Fishing Business Service - Ministry of Marine Affair and Fisheries (MMAF), which is the main actor of fisheries business license (Yuniarta 2009). Several constraints of licensing process are found in this research. There are lateness of licensing process in some regions, minimum research development of licensing process and duration of each stage and over all of the stage of licensing process, so that required performance measurement of the directorate. The purpose of this research is measuring performance of Directorate Fishing Business Service based on balanced scorecard approach, that assess on four perspectives, there are learn and growth, business internal process, financial and customer. The result of these perspectives on Directorate Fishing Business Service performance is 3.34, therefore the directorate needs a strategy to increase the performance.
Co-Authors . Mustaruddin . Zulkarnain, . Abdullah, Rommy M. Achmad Fahrudin Achmad Poernomo Achmad Purnomo Adi Susanto Aditama, Yofie Aditama, Yofie Alvi Rahmah Am Azbas Taurusman Anas, Pigoselpi Apriliani, Izza Mahdiana Apriliani, Izza Mahdiana Ardiyani, Wienda Justitia Arief Daryanto Arif Satria Ateng Supriatna Bambang Harianto Bambang Juanda Basita Ginting Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budy Wiryawan Christina Litaay Daniel Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Djari, Anthon A. Domu Simbolon Drajat Martianto Eko Sri Wiyono Fajar Sidik Farida Ariyani Fis Purwangka Gigentika, Soraya Gigentika, Soraya Gumilang, Andi Perdana Haluan, John Haluan Haluan, Jonh Hardjomidjojo, Hatrisari Hartrisari Hardjomidjojo Hasrawaty, Esti Hufiadi, Hufiadi I Wayan Astika Ihsan Ihsan Ihsan, . Iin Solihin John Haluan Joyce Kumaat Julia Eka Astarini Kamaali, Muhammad Wildy Kusdiantoro, Kusdiantoro M. Fedi A. Sondita Mamuaya, Gybert E. Martani Huseini Mita Wahyuni Mohammad Imron Moninjta, Daniel R. Monintja, Daniel Rudolf Mubarok, Hamba Ainul MUHAMMAD RIZAL Muhammad Sulaiman Mulyono S Baskoro Mulyono S. Baskoro Mulyono Sumitro Baskoro, Mulyono Sumitro Mustaruddin . Mustaruddin Mustaruddin Nimmi Zulbainarni Novia Tri Rahmawati Nurhayati, Mugi Nurhayati, Mugi Patanda, Mercy - Prayoga, Muhamad Yogi Pregiwati, Lilly Aprilya Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Drama Panca Raihanah Raihanah Ridwan Mulyana Rinda Noviyanti, Rinda Risti Endriani Arhatin Riyanto, Mochammad Ronny Irawan Wahju Roza Yusfiandayani Sakinah Haryati Sala, Ridwan Salmarika, Salmarika Samudra, Khrisna SANTOSO SANTOSO Sari, Ratih Purnama Selfi Sangadji Septifitri Septifitri Shinta Yuniarta Silmi, Amita Nucifera Nida Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda1 Sutisna, Dedy H. T. Ersti Yulika Sari T. Ersti Yulika Sari, T. Ersti Tarumengkeng, Rudi C. Taurusman, Am Azbaz Tommy Purwaka Tri Wiji Nurani Triaji, Muhammad Luqman Trisna Ningsih Umamah, Mas Wahju, Ronny I. Wahyu, Ronny Irawan Wiranata, Abgusta Fajri Wiryawan, Budy - Wudianto, Wudianto Yaser Krisnafi, Yaser Yopi Novita Zulbainarni, Nimmi -