Wiyaka Wiyaka
IKIP PGRI SEMARANG

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

INCORPORATING CHARACTER VALUES IN ENGLISH CLASS THROUGH MINI-DRAMA PERFORMANCE Wiyaka, Wiyaka; Lestari, Siti; Susanto, Dias Andris
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.205 KB)

Abstract

This paper presents the result of a small-scale research which was aimed to find out a model of incorporating character values in English classroom of elementary schools. The government is now campaigning character education that should be incorporated in all subjects through direct and indirect teaching. For subjects such as English, character values need not be taught directly in class, but they are infused during the prosess of teaching and learning.  The question arose among the teachers is how to incorporate character values in the subjects of which content is not particularly set to teaching moral values. The proposed model in this study is by using mini drama performance. The research took place at 4 elementary schools (ES) in Semarang municipality, consisting of 3 public schools and 1 private school. The data were collected from observation and interview with the teachers. The field notes and the results of interview were analyzed descriptively to to portray the existing model of teaching English in general, and teaching character values in particular.
EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG Kusumawardhani, Ratna; Wiyaka, Wiyaka; Lestari, Siti; Prabowo, A.B.
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v2i2.279

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa. ?é?á Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP
EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG Kusumawardhani, Ratna; Wiyaka, Wiyaka; Lestari, Siti; Prabowo, A.B.
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa.   Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF LIFE-SKILLS Senowarsito, Senowarsito; Wiyaka, Wiyaka; lestari, siti
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapatmembangun life skills pada tahapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif berbasis pada analisis konsep. Penelitian dilakukan di 3 SMA dan 3 SMK di KotaSemarang dalam 4 tahapan: 1) observasi mendalam dan studi kepustakaan; 2) Wawancara dengan gurubahasa Inggris; 3).pemberian try out; 4) peer debriefing, diskusi terbatas dengan teman sejawat dan ahli,Temuan menunjukan bahwa life skills dapat diterapakan pada masing-masing tahapan pembelajaranbahasa Inggris (Building Knowledge of the Field, Modeling, Joint Construction, IndependentConstruction). Life-skills dapat diterapkan melalui: 1) pembiasaan; 2) memanipulasi isi materi; 3)penguatan dan pembetulan perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas kelas.Kata kunci: Kecakapan hidup, tahapan pembelajaran, proses pembelajaran.
PELATIHAN PEMBUATAN ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG Wiyaka, Wiyaka; Lestari, Siti; NurAini, Siti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v4i1.1560

Abstract

PELATIHAN PEMBUATAN ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG
GENRE ANALYSIS OF THE ENGLISH FINAL PROJECT ABSTRACTS WRITTEN BY THE STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF IKIP PGRI SEMARANG Wiyaka, Wiyaka; Wahyuni, Sri; Setyorini, Ajeng
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4371

Abstract

This study is specifically focused on the student final project abstract based on genre analysis which covers the study of the generic structure and the linguistic features. The statements of the study are: (1). How do the students of English Education Department of IKIP PGRI Semarang realize the generic structure in their final project abstracts (2). How do they realize the linguistic features in their final project abstracts, and (3). What is the contribution of the result of the study to the English Education Program of IKIP PGRI Semarang. The main purpose of this study is to find out the generic structure and linguistic features of the final project abstracts and analyze the contribution of this study to the English Department. This study applies the descriptive qualitative method. The object of this study is the final project abstracts written by English Education Department students of ‘IKIP PGRI Semarang’. The total of 10 final projects formed the data of this study. The data of the study were analyzed using the genre analysis approach. The first step of data analysis was identifying the Moves which was done by using Linguistic evidence and understanding the texts. The finding shows that only some of the final project abstracts made by the students of IKIP PGRI applied the five Moves. It is found that two Moves are applied in all abstracts, they are Purpose and Method Moves (100%). Situating the research is used in five abstracts (50%). Meanwhile the third move that is the Result Move used in eight abstracts (80%). The Conclusion Move found in five abstracts (50%). The result of the analysis showed that two personal pronouns were found in the final project abstracts. Personal pronouns such as ‘the writer’ and ‘the researcher’ were found in all of the abstracts. Personal pronoun ‘she’ was found in one abstract. Finally, there are only five expressions of hedges that are used in the final project abstracts, they are modal auxiliary verbs, adjectival, adverbial, nominal and Approximators of degree. The suggestions toward this study are (1) The English lecturers should introduce how to create a meaningful text, particularly the abstract as the representation of the research report in good structure for the students based on the theory of genre. (2) The lecturers should improve the teaching and learning process relating to the improvement of academic writing, in this case lecturers who in charge of teaching academic writing. (3) The final project supervisors should put a high concern of genre to be applied in writing the abstract of the final project during the supervision. (4) The English Education department should provide a precise guideline for final project writing.Key words: genre, final project, abstract.
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Tambahan Kelompok Keluarga Mitra Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berperspektif Gender Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2016 Wiyaka, Wiyaka; Reffiane, Fine; Cahyadi, Fajar
E-DIMAS Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1653

Abstract

Desa Langse merupakan wilayah yang berada di lereng Pegunungan Pati Ayam di wilayah pinggiran Kabupaten Pati. Sebagian tanahnya tandus dan sebagian lagi tanah ladang yang hanya dapat ditanami palawija, jagung, kacang tanah, dan ketela pohon. Keadaan sosial ekonomi mereka masih rendah, apalagi di daerah lereng Pegunungan Pati Ayam, tanahnya berupa tanah ladang yang tidak subur, penduduknya tergolong miskin. Kemiskinan di daerah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Pati bertekad meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin melalui program pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan pendekatan strategis program yang dilakukan dalambeberapatahap,yaitu indentifikasi masalah, Sosialisasi program, Program Penyuluhan dan Pelatihan, Demonstrasi Plotting/Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya taraf kehidupan masyarakat desa Langse, salah satunya meningkatnya pendapatan harian dari 25 ribu rupiah menjadi 40 ribu rupiah per hari.
ALTERNATIVE ASSESSMENTS IN READING : MAKING THE TEST MORE AUTHENTIC Wiyaka, Wiyaka
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol 3, No 2 (2012): August
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/eternal.v3i2.2242

Abstract

This paper tries to evaluate the exisence of reading test format used in national exam which has been applied for many many years in our schools.As we know that under the reasons of practicality and and limited budget from the government, a multiple choice type is used to assess the students’ language competence. Logically, language competence is not only assessed through recognition test, but also production test.In that way then it is regarded important to provide  test types other than traditional test in the hope that the test does not only function as a way to measure the product of learning, but also the proses of learning.Some alternative assessments will be discussed and offered to the language practitioners.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUASAAN GRAMMAR PADA SHOULD FOR OBLIGATION DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 2018/2019 Iswara, Cintya Hadi; Handoyo, Budi; Wiyaka, Wiyaka
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2018): Media Penelitian Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v12i1.3821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan grammar pada materi should for obligation dengan menggunakan teknik make a match pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Semarang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Semarang yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, lembar penilaian tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup proses tindakan kelas yang dilakukan secara kualitatif dan hasil analis tindakan yang berupa skor secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata sebelum tindakan saat proses pembelajaran dalam materi should for obligation belum memenuhi KKM. Setelah diterapkannya teknik Make A Match, terjadi peningkatan proses pembelajaran dalam materi should for obligation. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya skor grammar siswa dari sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Peningkatan persentase skor sebelum tindakan adalah 5% dan setelah tindakan meningkat menjadi 88%. Dengan demikian, dengan menggunakan teknik Make A Match dapat meningkatkan penguasaan grammar pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Semarang pada materi should for obligation.
MENINGKATKAN PENGUASAAN GRAMMAR DALAM MATERI FUTURE TENSES DENGAN MENGGUNAKAN CARDS OF THE FUTURE GAME PADA SISWA KELAS X SMA N 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 2018/2019 Ningrum, Hanifah Widhia; Handoyo, Budi; Wiyaka, Wiyaka
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 2 (2018): Media Penelitian Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v12i2.3833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan grammar siswa pada materi Future Tenses dengan menggunakan Cards of the Future Game pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Semarang tahun ajaran 2018/2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas x ips 2 sebanyak 36 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan hasil dari tindakan yang berupa skor secara kuantitatif. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor dalam pretest pada pembelajaran Future Tenses tidak mencapai KKM. Dari hasil penelitian diperoleh presentase nilai dari pretest adalah 11,1% sedangkan pada posttest pertama dengan menggunakan Cards of the Future Game mengalami peningkatan menjadi 63.88%. Pada siklus kedua mengalami peningkatan menjadi 91.66% dan berdasarkan persentase nilai telah mengalami peningkatan dari siklus pertama dan siklus kedua. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa Cards of the Future Game dapat meningkatkan penguasaan grammar siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Semarang pada materi Future Tenses.