Articles

Found 13 Documents
Search

CHEMISTRY TEACHERS’ ABILITY TO DESIGN CLASSROOM ACTION RESEARCH IN HYBRID LEARNING PROGRAM Wiyarsi, Antuni
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.958 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i2.11586

Abstract

This research examines chemistry teachers? understanding on Classroom Action Research (CAR) and their ability to design CAR in hybrid learning-based self-development program. The research employed one group pretest posttest design. Fifteen high school chemistry teachers in Sleman were involved. The program was carried out through course work and training following In-On-In format (face to face, practice, and face to face meetings). It was supported by the use of Tinular website (http://dikkitinular.wix.com/titinular). The research findings show that the increase of chemistry teachers? understanding on CAR can be categorized as ?medium?. Their ability to design a CAR can be categorized as ?good?. The appropriateness of the action and data collection instrument constitute the ability with the lowest score. Continuous implementation of the program, appropriate supervision and scaffolding from the tutor significantly enhance teachers? self-development. KEMAMPUAN MERANCANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU KIMIA DALAM PROGRAM BERBASIS HYBRID LEARNINGAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru kimia tentang penelitian tindakan kelas (PTK) dan kemampuan mereka dalam merancang PTK dalam program pengembangan diri berbasis hybrid learning. Desain penelitian yang digunakan one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah 15 orang guru kimia SMA di Kabupaten Sleman. Program pengembangan diri berbasis hybrid learning dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan pola In-On-In. Program diawali dengan tatap muka, praktik dan ditutup dengan tatap muka. Selama pelaksanaan program didukung penggunaan website Tinular (http://dikkitinular.wix.com/titinular). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman seluruh guru kimia tentang PTK mengalami peningkatan dengan kategori peningkatan ?sedang?. Guru kimia memiliki kemampuan dalam merancang PTK dengan kategori baik. Ketepatan rancangan tindakan dan ketepatan instrumen pengambilan data merupakan indikator kemampuan dengan pencapaian terendah. Implementasi program yang kontinyu serta bimbingan dan scaffolding yang tepat dari tutor memberikan dukungan yang kuat bagi guru untuk pengembangan diri.
PENGARUH PETA KONSEP TERHADAP MOTIVASI DAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA SISWA SMA Wiyarsi, Antuni; Sutiman, Sutiman
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.368 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v14i2.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas peta konsep terhadap motivasi belajar dan penguasaan konsep kimia siswa. Penelitian eksperimen dengan subjek penelitian adalah siswa-siswa SMA Negeri kelas XI IPA di Propinsi DIY di 3 lokasi sekolah, yaitu SMA N 1 Ngaglik, SMA N 2 Bantul,  dan SMA N 5 Yogyakarta. Objek penelitian meliputi pemahaman, motivasi belajar, dan kualitas peta konsep yang disusun siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian melalui penyusunan peta konsep efektif ditinjau dari motivasi belajar kimia siswa kelas XI IPA di SMA N 2. Penerapan penilaian penugasan melalui penyusunan peta konsep efektif ditinjau dari pemahaman konsep kimia materi kesetimbangan kimia untuk siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta. Tidak berpengaruh secara signifikan kualitas peta konsep terhadap pemahaman kimia siswa SMA kelas XI IPA.Kata kunci: motivasi belajar, penguasaan konsep, peta konsep
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU Sutiman, Sutiman; Wiyarsi, Antuni; Priyambodo, Erfan
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.102 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v3i1.3892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran kooperatif yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar mahasiswa pada perkuliahan Filsafat Ilmu serta mengetahui profil hasil belajar kognitif mahasiswa. Penelitian dilaksanakan sebagai penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 38 mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Filsafat Ilmu. Siklus pertama dengan penerapan metode STAD dan siklus kedua dengan metode Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif metode Jigsaw pada perkuliahan Filsafat Ilmu lebih efektif dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar mahasiswa dibandingkan dengan penerapan metode STAD. Profil hasil belajar kognitif mahasiswa pada perkuliahan Filsafat Ilmu dengan penerapan metode STAD untuk kriteria baik sebanyak 18,42%, kriteria cukup 23,68% dan kriteria kurang sebanyak 62,86%. Adapun dengan penerapan metode Jigsaw untuk kriteria sangat baik 2,63%, baik 18,42%, dan cukup sebanyak 78,94%.Kata kunci: pembelajaran kooperatif, STAD, jigsaw, aktivitas belajar, motivasi
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI MISKONSEPSI MATERI IKATAN KIMIA UNTUK PESERTA DIDIK Salirawati, Das; Wiyarsi, Antuni
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 42, No 2: November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.174 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.2238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Ikatan Kimia (IPMIK) untuk peserta didik SMA. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan alasan setengah terbuka. Produk awal (IPMIK I) yang telah dikembangkan divalidasi melalui expert jugdment dengan menggunakan teknik FGD yang melibatkan ahli kimia, pendidikan kimia, miskonsepsi, dan psikometri serta reviewer (dosen kimia dan guru kimia SMA di DIY). Masukan dalam FGD digunakan untuk merevisi instrumen menjadi produk IPMIK II. Selanjutnya, instrumen inti soal divalidasi empiris pada peserta didik SMA di DIY. Hasil uji coba dianalisis IRT tiga parameter untuk menentukan butir-butir soal yang valid. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan IPMIK untuk peserta didik SMA yang telah divalidasi empiris terhadap 811 peserta didik SMA kelas XI dari 13 SMA di DIY dan diperoleh 20 butir soal yang valid (produk IPMIK III) berdasarkan analisis IRT tiga parameter
MENTAL MODEL OF PROSPECTIVE CHEMISTRY TEACHER ON EQUILIBRIUM CONSTANT AND DEGREE OF DISSOCIATION Cahya, Anggra Prasetya; Wiyarsi, Antuni; Prodjosantoso, Anti Kolonial
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 3, No 2: November 2019
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.335 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.26696

Abstract

MODEL MENTAL CALON GURU KIMIA PADA KONSEP TETAPAN KESETIMBANGAN DAN DERAJAT DISOSIASIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model mental calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan dan derajat disosiasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa semester lima di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental mahasiswa sebagai calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan terbagi menjadi enam model yang tergolong mengalami miskonsepsi yaitu kekurangpahaman mengenai kesetimbangan heterogen, kesalahan penulisan persamaan Kp, pemahaman tentang nilai Kc bergantung pada pangkat dari koefisien reaksi pada kondisi reaksi yang sama, kesalahan menentukan satuan tetapan kesetimbangan, kesalahan menghitung ?n, dan tidak mengetahui koefisien reaksi zat yang tidak tertulis angka. Adapun model mental calon guru kimia pada konsep derajat disosiasi terbagi menjadi tiga yaitu model saintifik derajat disosiasi, model tanpa pengertian disosiasi, dan model kesalahan jumlah mol awal. Kata kunci: model mental, calon guru kimia, tetapan kesetimbangan, derajat disosiasiAbstractThis study was aimed at exploring the mental model of prospective chemistry teacher on the concepts of equilibrium constant and the degree of dissociation. This study used explorative qualitative research model. The research was conducted at the fifth semester students in the Chemistry Study Program at Riau University. The results show that the mental model of students as prospective chemistry teachers on the concept of the equilibrium constant is divided into six models that are classified as experiencing misconceptions: the lack of understanding about heterogeneous equilibrium, error writing in Kp equation, misunderstanding of the value of Kc depends on the rank of the reaction coefficient under the same reaction conditions, the error of determining the unit of equilibrium constant, the error of calculating ?n, and the lack of understanding regarding to the reaction coefficient of an unwritten number of substances. The mental model of prospective chemistry teachers on the concept of dissociation degree is divided into three: the scientific model of dissociation degree, the model without understanding dissociation, and the initial mole number error model.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI MISKONSEPSI MATERI IKATAN KIMIA UNTUK PESERTA DIDIK Salirawati, Das; Wiyarsi, Antuni
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 42, No 2: November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.2 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Ikatan Kimia (IPMIK) untuk peserta didik SMA. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan alasan setengah terbuka. Produk awal (IPMIK I) yang telah dikembangkan divalidasi melalui expert jugdment dengan menggunakan teknik FGD yang melibatkan ahli kimia, pendidikan kimia, miskonsepsi, dan psikometri serta reviewer (dosen kimia dan guru kimia SMA di DIY). Masukan dalam FGD digunakan untuk merevisi instrumen menjadi produk IPMIK II. Selanjutnya, instrumen inti soal divalidasi empiris pada peserta didik SMA di DIY. Hasil uji coba dianalisis IRT tiga parameter untuk menentukan butir-butir soal yang valid. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan IPMIK untuk peserta didik SMA yang telah divalidasi empiris terhadap 811 peserta didik SMA kelas XI dari 13 SMA di DIY dan diperoleh 20 butir soal yang valid (produk IPMIK III) berdasarkan analisis IRT tiga parameter.
COLLABORATIVE LEARNING TO IMPROVE PRESERVICE TEACHERS’ KNOWLEDGE ABOUT CHEMISTRY CONTENT IN THE AUTOMOTIVE VOCATIONAL CONTEXT Wiyarsi, Antuni; Hendayana, Sumar; Firman, Harry; Anwar, Sjaeful
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3335.656 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7337

Abstract

Abstract: This study was aimed to examine the effectiveness of collaborative problem-solving-based learning to improve knowledge about chemistry content in the automotive vocational context. The study design used was one-group pretest-posttest design and applied to Vocational Chemistry subjects. Data analysis was performed by using the normalized gain-test formula and t-test using SPSS software version 21. The findings showed that collaborative learning is effective to improve pre-service teachers? knowledge about chemistry content of petroleum and polymer chemistry. The mastery level of basic knowledge about the petroleum and polymers is fairly good. However, the knowledge of the content of petroleum and polymer applications in the automotive field is not satisfactory. Although the application content knowledge increased with the moderate criterion for the application of petroleum and with the low criterion for polymer applications, the mastery level of pre-service teachers at the end of the course was still low. Factors that allegedly become the causes of the low mastery of application content knowledge are the characteristic factor of the content, conceptual learning difficulties and the experience factor. Keywords: content knowledge, chemistry in the vocational context, preservice chemistry teachers, petroleum, polymers PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONTEN KIMIA KONTEKS KEJURUAN OTOMOTIF CALON GURU KIMIA Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran kolaboratif berbasis pemecahan masalah dalam meningkatkan pengetahuan konten kimia konteks kejuruan otomotif. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretes-postes design dan diterapkan pada mata kuliah Kimia SMK. Analisis data dilakukan dengan uji t menggunakan software SPPS edisi 21 dengan menggunakan rumus gain-test yang dinormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif efektif dalam meningkatkan pengetahuan konten minyak bumi dan polimer bagi mahasiswa calon guru kimia. Tingkat penguasaan pengetahuan dasar tentang minyak bumi dan polimer cukup baik. Namun, untuk pengetahuan konten aplikasi minyak bumi dan polimer dalam bidang otomotif belum memberikan hasil yang menggembirakan. Meskipun pengetahuan konten aplikasi tersebut meningkat dengan kriteria peningkatan sedang untuk aplikasi minyak bumi dan kriteria rendah untuk aplikasi polimer, tingkat penguasaan calon guru di akhir perkuliahan masih rendah. Faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya penguasaan pengetahuan konten aplikasi ini adalah faktor karakteristik konten, kesulitan belajar konseptual, dan faktor pengalaman. Kata Kunci: pengetahuan konten, kimia konteks kejuruan, calon guru kimia, minyak bumi, polimer
Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Kimia Terintegrasi Konteks Kejuruan Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru SMK di DIY Wiyarsi, Antuni; Ikhsan, Jaslin; Sukisman, Sukisman
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v1i2.15562

Abstract

Pembelajaran kimia yang terintegrasi konteks kejuruan akan meningkatkan minat belajar siswa karena pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa SMK. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk membekali guru kimia SMK dengan pengetahuan pentingnya integrasi konten kimia dengan konten kejuruan dan penguatan konten kimia dalam konteks kejuruan serta memotivasi guru kimia untuk mengembangkan pembelajaran kimia yang sesuai konteks kejuruan. Kegiatan ini ditujukan untuk guru mata pelajaran kimia yang mengajar di SMK. Kegiatan dilaksanakan dengan ceramah, diskusi dan penugasan. Materi pelatihan yang diberikan meliputi; kurikulum kimia SMK, integrasi konten kimia dengan konteks kejuruan, konten pengayaan minyak bumi untuk SMK teknologi rekayasa, konten pengayaan pengelolaan limbah pertanian untuk SMK agribisnis dan agroteknologi serta konten pengayaan kimia obat untuk SMK kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta aktif selama kegiatan serta memberikan tanggapan yang sangat baik terhadap kegiatan pelatiha. Kegiatan pelatihan mampu memberikan pemahaman awal tentang pentingnya mengintegrasikan konteks kejuruan dalam pembelajaran kimia di SMK meningkatkan pemahaman konten pengayaan  kimia konteks kejuruan guru kimia SMK serta memberikan motivasi yang sangat baik pada guru untuk mengembangkan pembelajaran kimia di SMK sesuai konteks kejuruan.
Developing Instruments for Assessment of Practicum Skill in Trimyristin Separation for Undergraduate Students Ahmed, Naseer; Senam, Senam; Wiyarsi, Antuni
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 5, No 1: April 2019
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v5i1.24515

Abstract

Assessment of practicum plays an essential role in gaining knowledge and skill. Because practical work is an essential component of science courses, there were need to develop new instruments to examine practicum skill. To gain the purpose, Research and Development method used, Borg and Gall's model was adopted in this research. Observation sheets were used to obtain data. The qualitative data analysis technique was used to make coding. The data were described using descriptive statistics. It was used to determine the ability of students to practice in general, purposive sampling technique used for data collection. Products of practical’s skills assessment contain four aspects, fifteen indicators, and four criteria. The product was validated by two expert judges, shortcomings and grammatical mistakes were revised. In the separation of trimyristin, mostly student practicum skill was "good" while few students’ skills were "very good" and few other students earned “sufficient” none of them got “poor” and “very poor”. In each aspect of practicum skills “very good” in drawing, experimental and observations skills were “good” while reporting and interpretive skills were “sufficient”. For further dissemination, the reliability test can be done by using inter-rater reliability test to make the product more efficient and applicable.
ANALISIS KADAR DAN LAMA PERENDAMAN LARUTAN NATRIUM KLORIDA (NaCl) DALAM DETOKSIFIKASI ASAM SIANIDA (HCN) PADA UMBI GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST.) Nasta’in, Laisa; Wiyarsi, Antuni
SCIENCE TECH: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.455 KB) | DOI: 10.30738/science tech.v5i1.4717

Abstract

Gadung (Dioscorea Hispida Dennts) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang ada di Indonesia. Umbi ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber alternatif bahan pangan karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Namun umbi gadung mengandung sianida dalam dosis tinggi. Sianida merupakan senyawa berbahaya, yang apabila dikonsumsi secara berlebih akan menyebabkan efek samping seperti sesak nafas, sakit kepala, hingga kematian. Agar dapat dikonsumsi, umbi gadung harus diolah dengan cara yang benar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merendam umbi gadung dengan larutan garam (NaCl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar NaCl serta lama perendaman efektif agar kandungan sianida dalam umbi gadung dapat berkurang dan aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini terdiri dari 6 tahap yaitu tahap preparasi sampel, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva kalibrasi standar, penentuan kadar sianida awal, detoksifikasi asam sianida berdasarkan kadar NaCl, dan detoksifikasi asam sianida  berdasarkan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panjang gelombang maksimum sebesar 420 nm. Kadar sianida awal sebesar 0,03021 ppm, kadar NaCl efektif yaitu 0,5 M, dan lama perendaman efektif yaitu 120 menit.