Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MODUL ELEKTRONIK ANIMASI INTERAKTIF UNTUK KELAS XI SMA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Wiyoko, Tri; Sarwanto, Sarwanto; Rahardjo, Dwi Teguh
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.033 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran modul elektronik animasi interaktif yang memenuhi kriteria baik dari aspek materi, bahasa Indonesia dan media (2) mengembangkan modul elektronik animasi interaktif yang dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa. metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan tahapan (a) analisis potensi dan masalah, (b) pengumpulan data (c) pembuatan desain, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian (i) revisi produk (j) produk media. Uji coba produk pada siswa kelas XI di Surakarta yang meliputi uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Jenis data yang diperoleh bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data melalui angket dan wawancara. Data motivasi belajar siswa diambil secara one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul elektronik animasi interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dari aspek materi, bahasa Indonesia, dan media. Hasil skor rata-rata penilaian 88,3 yang terdiri dari skor penilaian ahli materi 96, skor penilaian ahli bahasa Indonesia 72, dan skor penilaian ahli media 97. Penilaian media berkriteria baik juga berdasarkan penilaian siswa dalam tiga tahap pengujian dengan rincian rata-rata uji perorangan 84,2%, uji kelompok kecil 82,2% dan uji kelompok besar 81,85%. Pengembangan media modul elektronik animasi interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, berdasarkan hasil uji coba perorangan terjadi peningkatan motivasi belajar siswa 3,3% dengan hasil analis uji-t berpasangan thitung = 3,359 > ttabel = 2,015, pada uji coba kelompok kecil terdapat peningkatan motivasi belajar siswa 5,4% dengan hasil analisis uji-t berpsangan thitung = 4,725 > ttabel = 1,729 dan uji coba kelompok besar terdapat peningkatan motivasi belajar siswa 6,17% dengan hasil analisis uji-t berpasangan thitung = 7,850 > ttabel = 1,671. Kata kunci: modul elektronik animasi interaktif, validasi, motivasi
Analisis Profil Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD Dengan Graded Response Models Pada Pembelajaran IPA Wiyoko, Tri
IJIS Edu : INDONESIAN JOURNAL OF INTEGRATED SCIENCE EDUCATION Vol 1, No 1 (2019): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.922 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD dengan menggunakan graded response models pada pembelajaran IPA. Indikator berpikir kritis yang dijadikan acuan dalam penelitian ini menurut Peter A, Facione antara lain: interpretasi, analisis, eksplanasi, inferensi, evaluasi, dan regulasi diri. Penelitian yang dilaksanakan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian Mahasiswa semester II PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo sebanyak 86 Mahasiswa tahun akademik 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis Mahasiswa dengan tingkat rata-rata (sedang) sebesar 48,8%, kemudian dengan kriteria rendah 26,7%. Kriteria sangat tinggi sebesar 4,6%, tinggi 11,6% dan berkriteria rendah sebesar 8,1%. Kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD untuk indikator tertinggi yaitu regulasi diri sebesar 68,60% dengan kategori tinggi, indikator analisis sebesar 66,30% dengan kategori tinggi, indikator penjelasan sebesar 55,20% dengan sedang, Indikator interpretasi sebesar 30,50% dengan kategori rendah, aspek evaluasi sebesar 30,20%  dengan kategori rendah dan indikator inferensi sebesar 26,20% dengan kategori rendah.
PENERAPAN EDMODO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO wiyoko, Tri; H, Puput Wahyu; Setiawan, Iwan
Jurnal Muara Pendidikan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Muara Pendidikan Volume 4 No 1, Juni 2019
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.122 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningktakan motivasi belajar mahasiswa setelah menerapkan Edmodo dalam perkuliahan Ilmu Kemalaman Dasar. Jenis penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan tipe pretest and posttest group desing. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket motivasi belajar. Subjek penelitian ini adalah 28 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan Edmodo. Peningkatan motivasi belajar mahasiswa sebesar 14,93%. Hasil uji Paired Samples Test Motivasi belajar mahasiswa diperoleh  4,415 berarti = 4,415>  = 2,0518 dan nilai Sig. = 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan penerapan Edmodo dalam mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA SISTEM GERAK MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII Wiyoko, Tri; Aminah, Nonoh Siti; Prayitno, Baskoro Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan  modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia; (2) menguji kelayakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia; (3) menguji keefektifan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian pengembangan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu Define, Design, Development, dan Dessemination. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian dan kegrafikan. Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, dan angket penyebaran (disseminate). Modul diujicobakan terbatas  untuk 9 siswa dan uji coba lapangan 20 siswa di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. analisis uji keefektifan modul menggunakan Uji-t Independent Samples Test dan  tahap penyebaran menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian: (1) modul IPA berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memiliki karakteristik yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran inkuiri terbimbing dengan mengaitkan kemampuan berpikir kritis siswa. (2) Kelayakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan hasil penilaian ahli (materi, bahasa, kegrafikan dan penyajian) praktisi pendidikan, dan teman sejawat menunjukkan bahwa penilaian rata-rata modul guru lebih besar dari nilai cut off Score (94,03 > 93,40 ) dengan kategori sangat baik. Kemudian penilaian modul siswa dihasilkan rata-rata nilai cut off Score (89,21> 88,21) dengan kategori sangat baik, serta hasil disseminate modul guru diperoleh persentase rata-rata 80,25% dengan kategori baik. (3) Modul IPA berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan kemampauan berpikir kritis siswa yang berdasarkan perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai taraf siginikansinya ( p < 0,005; 0,002< 0,005).
MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS EDMODO Hidayat, Puput Wahyu; Wiyoko, Tri
JURNAL LEMMA Vol 6, No 1 (2019): LEMMA : Letters of Mathematics Education
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.279 KB) | DOI: 10.22202/jl.2019.v6i1.3699

Abstract

Latarbelakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo dalam belajar di Kelas. Hal ini disebebkan oleh pendekatan pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Meskipun sudah menerapkan pembelajaran dengan Student Center Learning yang mengarahkan mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, namun masih terdapat kelemahan pembelajaran tersebut, salah satunya adalah motivasi belajar yang rendah. Hal ini teridentifikasi ketika sedang melakukan kegiatan pembelajaran, mahasiswa lebih suka ribut ketika teman kelompok sedang menjelaskan materi di depan kelas. Selain hal tersebut, ketika mahasiswa dalam kelompok tidak terlalu menguasai materi, pembelajaran yang dilakukan cenderung menghabiskan waktu untuk berpikir. Dengan adanya permasalahan tersebut, usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan pembelajaran. Dengan teknologi industri 4.0, peneliti memanfaatkan smartphone yang dimiliki oleh mahasiswa untuk kegiatan pembelajaran, yaitu dengan menggunakan pembelajaran elearning berbasis edmodo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar. Selanjutnya data dianalisis dengan mendeskripsikan hasil pemberian angket motivasi belajar. Hasil penelitian ini adalah dengan memberikan pembelajaran berbasis edmodo, motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori tinggi
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA MELALUI PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS (OSN) WIYOKO, TRI; Megawati, Megawati; Aprizan, Aprizan; Avana, Nurlev
WARTA WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v22i2.8619

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas harus dilakukan sejak dini. Adanya kegiatan OSN IPA akan memberikan gambaran atau pemataan kemampuan siswa di sekolah. Adapun tujuan pembinaan OSN IPA antara lain 1) Meningkatkan pengetahuan siswa SD dalam bidang sains, 2) Meningkatkan keterampilan siswa SD dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade sains, 3) Meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade sains. Pembinaan dilaksanakan dengan 3 tahapan yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Tahap perencanaan meliputi pengumpulan dan mereduksi soal OSN tahun sebelumnya. Tahap pelaksanaan meliputi proses pembinaan dengan menerapkan proses pembelajaran melalui diskusi, tanya jawab, Focus Group Discussion (FGD). Tahap Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal OSN untuk mengevaluasi kemampuan siswa. Hasil pembinaan Olimpiade Sains (OSN) di SD Negeri 102/Sei.Kerjan memberikan pengaruh yang baik untuk persiapan OSN siswa di tahun 2019. Selama proses pembinaan siswa aktif, antusias dan  semangat. Hasil yang diperoleh selama pembinaan yaitu siswa yang pengetahuannya bertambah secara signifikan sebesar 40% atau 4 orang, siswa yang memiliki kemampuan keterampilan menyelesaikan soal-soal sebesar 30% atau 3 orang dan kemampuan menganalisis soal sebesar 20% atau 2 orang.
ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR Wiyoko, Tri; Aprizan, Aprizan
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 2, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v2i1.2384

Abstract

AbstrakPembelajaran menurut peraturan harus berpusat pada mahasiswa. Dalam perkembangannya mahasiswa yang memiliki hal tersebut belum diketahui profil kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profile kemampuan kognitif mahasiswa PGSD pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Penelitian dilaksanakan di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan teknik analisis kualitatif penskoran dengan koreksi terhadap jawaban tebakan.  Hasil analisis menunjukkan bahwa Mahasiswa PGSD memiliki profil kemampuan kognitif pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD) sebagai berikut; (1) Mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo yang memiliki kemampuan kognitif yang sangat tinggi sebesar 7%, tinggi sebesar 40%, sedang sebesar 37%, dan kemampuan kognitif yang rendah sebesar 17%. (2) Mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo dalam mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar memiliki profil kemampuan kognitif berupa kemampuan mengingat (C1) sebesar 75%, kemampuan memahami (C2) sebesar 90%, kemampuan mengaplikasikan (C3)sebesar 57,50% dan kemampuan menganalisis (C4) sebesar 30%. (3) Kemampuan mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo dalam proses kognitif LOTS (Low Order Thinking Skill) lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan proses kognitif HOTS (High Order Thingking Skill). AbstractLearning according to regulations must be student-centered. In its development, students who have this have not yet known their cognitive profile. This study aims to determine the profile of PGSD students' cognitive abilities in the Basic Natural Sciences course. The research was carried out in the STKIP Muhammadiyah Primary School Teacher Education Study Program Muara Bungo. This research method uses quantitative descriptive methods and qualitative scoring analysis techniques with corrections to guess answers. The results of the analysis show that PGSD students have a profile of cognitive abilities in the subject of Basic Natural Sciences (IAD) as follows; (1) PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo students who have very high cognitive abilities by 7%, high by 40%, moderate by 37%, and low cognitive abilities by 17%. (2) PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo students in Basic Natural Sciences courses have a cognitive ability profile in the form of the ability to remember (C1) by 75%, the ability to understand (C2) by 90%, the ability to apply  (C3) by 57.50% and the ability to analyze (C4) by 30% . (3) The ability of students of PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo in LOTS (Low Order Thinking Skill) cognitive processes is higher than the ability of HOTS (High Order Thingking Skill) cognitive process.