Sri Yulina Wulandari
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 50 Documents
Articles

KARAKTERISTIK GEOKIMIA PHOSPHOR SEDIMEN PERMUKAAN PERAIRAN MANGUNHARJO (SEMARANG) DAN MARUNDA (JAKARTA) Damardjati, Noor Syafaat; Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina
Jurnal Kelautan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i2.6062

Abstract

Perairan Mangunharjo, Semarang dan Marunda, Jakarta berada didaerah kawasan industri dan padat penduduk. Terdapatnya aktivitas industri, rumah tangga, limbah perkotaan dan pertanian di daratan ataupun di sepanjang hulu sungai dapat berpotensi sebagai sumber pencemar dan berdampak bagi lingkungan perairan. Bahan pencemar masuk ke perairan bersama-sama muatan sedimen tersuspensi melalui aliran air sungai dan  mengalami pengendapan di lingkungan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia sedimen phosphor dari dua lokasi yang berbeda. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Penentuan fraksi phosphat sedimen, menggunakan ekstraksi bertingkat (SEDEX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dari fraksi inorganic phosphor sedimen memiliki distribusi relatif yang serupa antara Perairan Mangunharjo dan Marunda yaitu Fe-P Ca-P Ads-P. Konsentrasi Ads-P, Ca-P, dan Fe-P di Perairan Mangunharjo  adalah antara 0.20 - 0.26 ?mol g-1, 2.77 - 3.60 ?mol g-1, dan 4.60 - 5.74 ?mol g-1 dan Perairan Marunda adalah antara 0.28 - 0.61 ?mol g-1, 2.91 - 4.13 ?mol g-1, dan 0.92 - 2.83 ?mol g-1, secara berurutan. Ukuran butir sedimen dan pola arus mempengaruhi konsentrasi fraksi fosfat pada kedua perairan tersebut.
STATUS PERAIRAN BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG DITINJAU DARI KADAR LOGAM BERAT CHROMIUM DALAM AIR, SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (ANADARA GRANOSSA) Wulandari, Sri Yulina
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.255 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i3.6903

Abstract

Sungai Banjir Kanal Timur melintasi kota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri. Perairan ini menjadi tempat pembuangan  limbah hasil aktivitas industri dan domestik.  Logam Chromium  (Cr) di samping memberikan banyak manfaat juga  polutan yang menimbulkan pencemaran lingkungan apabila terdapat dalam limbah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kadar polutan logam berat Cr menimbulkan pencemaran dalam air, sedimen dan Kerang Darah (Anadara granossa). Sampel air, sedimen maupun biota diambil dari tiga stasiun  penelitian, yaitu sungai, muara dan perairan pantai. Parameter fisika kimia perairan seperti suhu, salinitas,pH, kecepatan arus diukur secara insitu. Selanjutnya ketiga jenis sampel dianalisis di laboratorium dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Cr dalam air maupun sedimen di perairan pantai lebih tinggi dibandingkan di muara dan sungai. Kadar logam berat Cr dalam air, sedimen maupun Kerang Darah  telah melampaui baku mutu yang ditetapkan berdasarkan Kep MENLH RI No 51 tahun 2004 untuk air laut  dan baku mutu dari NOAA  tahun 1999 untuk sedimen. Kata-kata kunci: Banjir Kanal Timur Semarang,  air, sedimen, kerang darah, logam berat Cr
KARAKTERISTIK POLA ARUS DALAM KAITANNYA DENGAN KONDISI KUALITAS PERAIRAN DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN KAWASAN TAMAN NASIONAL LAUT KARIMUNJAWA Yusuf, Muhammad; Handoyo, Gentur; Muslim, Muslim; Wulandari, Sri Yulina; Setiyono, Heriyoso
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.311 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i5.6918

Abstract

Perairan Kepulauan Karimunjawa memiliki karakteristik yang spesifik secara geografis maupun ekologis karena terletak di tengah lautan yang jauh dari daratan utama, dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil dan hamparan terumbu karang, sehingga perairannya termasuk semi tertutup. Kondisi ini memberikan keuntungan karena menjadi daerah jebakan unsur hara. Arah dan pola sebaran spasial unsur hara (nitrat dan fosfat) dan Fitoplankton sangat dipengaruhi oleh bagaimana arah dan kecepatan arus yang terjadi serta tipe dan kondisi perairan yaitu semi tertutup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola arus (arah dan kecepatan) dalam kaitannya dengan kondisi kualitas perairan terutama sebaran nitrat, fosfat, dan kelimpahan individu fitoplankton di perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah arus dari hasil model adalah dominan menuju ke arah Barat, dan hasil ini sesuai dengan arah arus dari pengukuran secara in-situ di stasiun-stasiun yang diteliti. Kecepatan arus maksimal untuk permukaan laut termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 0,309 m/detik dengan kecepatan rata-rata 0,055 m/detik. Dilihat dari arah sebaran paramater kualitas air terutama nitrat dan fosfat menunjukkan bahwa konsentrasi yang relatif lebih besar berada di pulau-pulau yang terletak di sebalah Barat, seperti P. Parang dan P. Nyamuk (nitrat), dan P. Nyamuk untuk unsur fosfat. Kelimpahan fitoplankton yang tinggi juga terdapat di pulau-pulau yang lokasinya terletak di sebalah Barat seperti pulau Parang (sisi Timur dan Selatan), dan pulau Nyamuk (semua sisi). Ada kecenderungan bahwa arah sebaran parameter kualitas air yang memiliki konsentrasi lebih tinggi terutama suhu, pH, oksigen terlarut, dan nitrat ternyata mengikuti arah sebaran arus yang tejadi.   Kata Kunci: Pola Arus, Kualitas Perairan, Fitoplankton, Karimunjawa.
KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER BAKTERI SIMBION GASTROPODA CONUS MILES DENGAN METODE GC-MS SEBAGAI ANTIBAKTERI MDR (MULTI DRUG RESISTANT) Hasanah, Nurul Fitrah; Pringgenies, Delianis; Wulandari, Sri Yulina
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2038

Abstract

It is known that the bacterial symbionts are symbiotic with gastropods Conus miles has the potential to be able to produce antibacterial compounds against bacterial MDR (Multi Drug Resistant). Information found previously from bacterial symbionts and isolation based on screening results, the size of the zone of inhibition and inhibitory properties against several types of bacteria tests showed that isolates derived from Conus miles Gastropoda symbionts characterized by kinship rate of 98% in bacteria Pseudoalteromonas sp. The research objective was to determine the characteristics of the bacterial symbiont bioactive compounds associated with the type of mollusk Conus miles. The study was conducted three phases namely the isolation and purification of bacteria; characterization of isolates identified through test results on the reaction of physiological and biochemical tests, as well as the identification of secondary metabolites by GC-MS method QP2010S Shimadzu. The results showed that the bacterial symbiont isolates had a number of compounds with a percentage of the highest peak to the lowest compound the compound, Acetic acid (CAS) ethylic acid (35.22%); propanoic acid, 2-methyl-(CAS) Isobutyric acid (11.78%); Iso -valeric acid (9:38%), butanoic acid, 2-methyl-(CAS) 2-methylbutanoic acid (4.74%) and 1,2-Benzenedicarboxylic acid, dioctyl ester (CAS) Dioctyl phthala (4:36%). The results concluded that the bacterial symbiont isolates obtained in this study provide information on the results of potentially new antibiotics.
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN BESI (FE) DALAM SEDIMEN DASAR DAN KETERKAITANNYA DENGAN KARBON ORGANIK&UKURAN BUTIR DI MUARA WISO, JEPARA Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina; Herlintang, Aulia Septine; Muslim, Muslim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9474

Abstract

Perairan Wiso, Ujungbatu, Jepara merupakan wilayah perairan yang memiliki aktivitas cukup padat, seperti aktivitas nelayan yang dapat berdampak pada kenaikan konsentrasi logam berat dalam sedimen dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dan besi pada sedimen, mengetahui hubungan antara konsentrasi logam berat dengan karbon organik total dan ukuran butir sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2017 dengan metode kuantitatif. Konsentrasi logam berat disajikan dalam bentuk peta sebaran. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal berkisar 33,5705 mg/kg ? 79,6378 mg/kg dan 0,2793 mg/kg ? 90,1040 mg/kg untuk besi. Konsentrasi timbal dan besi tidak selalu dipengaruhi oleh keberadaan karbon organik total dan ukuran butir sedimen akan tetapi konsentrasi timbal dan besi lebih dipengaruhi oleh jarak dari muara sungai sebagai sumbernya.
POLA SEBARAN LOGAM HERAT PB DAN CD DI MUARA SUNGAI BABON DAN SERINGIN, SEMARAN Wulandari, Sri Yulina; Yulianto, Bambang; Sukristiyo, Sukristiyo
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.852 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.203-208

Abstract

Logam beratmerupakan salah satu polutanyangsering ditemukan dan menyebar diperairan estuarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran logam berat Pb dan Cd dalam kolom air di Muara Sungai Babon dan Seringin Semarang. Sampel air diambil di delapan stasiun dan dianalisa dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kolom air, rata-rata kandungan logam berat Pb sebesar 0,038-0,128 ppm, dan Cd sebesar 0,021-0,076ppm. Nilai ini sudah melampaui ambang batas baku mutu sebagaimana yang ditetapkan oleh Kep Men KLH Rl No 51/2004. Pola sebaran logam berat timah hitam (Pb) dan cadmium (Cd) cenderung menurun konsentrasinya pada perairan yang menuju ke arah lautKata kunci: Pb, Cd, air, pola sebaran
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN BESI (FE) DALAM SEDIMEN DASAR DAN KETERKAITANNYA DENGAN KARBON ORGANIK&UKURAN BUTIR DI MUARA WISO, JEPARA Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina; Herlintang, Aulia Septine; Muslim, Muslim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.828 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9474

Abstract

Perairan Wiso, Ujungbatu, Jepara merupakan wilayah perairan yang memiliki aktivitas cukup padat, seperti aktivitas nelayan yang dapat berdampak pada kenaikan konsentrasi logam berat dalam sedimen dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dan besi pada sedimen, mengetahui hubungan antara konsentrasi logam berat dengan karbon organik total dan ukuran butir sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2017 dengan metode kuantitatif. Konsentrasi logam berat disajikan dalam bentuk peta sebaran. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal berkisar 33,5705 mg/kg ? 79,6378 mg/kg dan 0,2793 mg/kg ? 90,1040 mg/kg untuk besi. Konsentrasi timbal dan besi tidak selalu dipengaruhi oleh keberadaan karbon organik total dan ukuran butir sedimen akan tetapi konsentrasi timbal dan besi lebih dipengaruhi oleh jarak dari muara sungai sebagai sumbernya.
KAJIAN PENCEMARAN PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA BERDASARKAN INDEKS SAPROBIK DAN KOMPOSISI FITOPLANKTON Supriyantini, Endang; Munasik, Munasik; Sedjati, Sri; Wulandari, Sri Yulina; Ridlo, Ali; Mulya, Eka
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i1.27276

Abstract

Indeks saprobik adalah indeks yang digunakan untuk mengetahui status pencemaran suatu perairan dengan menggunakan keberadaan organisme seperti fitoplankton. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran di perairan Pulau Panjang, Jepara berdasarkan indeks saprobik dan komposisi fitoplankton. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif.Sampel fitoplankton diambil dari 12 titik sampling di sekitar perairan Pulau Panjang. Pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling. Sampel plankton diperoleh secara aktif menggunakan plankton net dengan mesh size 37 ?m diameter 21 cm. Hasil penelitian menunjukkankomposisi fitoplankton di P. Panjang terdiri dari 32 genus, termasuk ke-dalam 4 kelas yaitu Bacillariophyceae (18 genus), Dinophyceae (12 genus), Cyanophyceae (1 genus),Chlorophyceae (1 genus). Indek keanekaragaman dan keseragamannya  termasuk dalam kriteria sedang dan tidak ada genus yang mendominasi. Nilai indeks saprobik berkisar antara 0.0 s/d 0.5, yaitu dengan tingkat pencemaran ringan (?/?- mesosaprobik) hingga sedang (?/?- mesosaprobik) oleh bahan organik.Berdasarkan hasil tersebut perairan P. Panjang, Jepara termasuk kedalam perairan yang tercemar rendah hingga sedang. A saprobic index is an index used to determine the status of pollution in waters by using the presence of organisms such as phytoplankton. The purpose of this study was to determine the level of pollution in the waters of Island Panjang, Jepara, based on the saprobic index and phytoplankton composition. The method used is descriptive explorative. Phytoplankton samples were taken from 12 sampling points around Panjang Island by a purposive sampling method. Plankton sampling was carried out using the plankton net with a mesh size of 37 ?m in diameter of 21 cm. The results showed that there were 4 classes in  Panjang Island, namely Bacillariophyceae (18 genera), Dinophyceae (12 genera), Cyanophyceae (1 genus), Chlorophyceae (1 genus).  The index of diversity and uniformity are moderate and no dominant genus. The saprobic index was ranged from 0.0 to 0.5, which was light (? / ?-mesosaprobic) to moderate (? / ?-mesosaprobic) pollution levels of organic matter. Based on the results,  Panjang Island waters in Jepara were polluted in low to-moderate category.
PENGARUH PEMBERIAN TETRASELMIS CHUII DAN SKELETONEMA COSTATUM TERHADAP KANDUNGAN EPA DAN DHA PADA TINGKAT KEMATANGAN GONAD KERANG TOTOK POLYMESODA EROSA Widasari, Fitrianisa Nur; Wulandari, Sri Yulina; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2050

Abstract

The research was conducted to determine the effect of natural feed T. chuii and S. costatum to content of EPA and DHA on the level of maturity of the gonads. Species used in this research Totok clams sized 4-5 cm. Obtained from the waters surrounding Gombol island, Segara Anakan Cilacap. The method used is an experimental laboratory with a split plot draft random, 2 factorials and 3 treatments. Influence of mixture T1 : T. chuii 36 x 104 sel / mL and S. costatum 9 x 104 sel / mL; T2 : T. chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL; T3 : T. chuii 18 x 104 sel / mL and S. costatum 27 x 104 sel / mL. The feed is given once a day for there months. Measurement of EPA and DHA content using GC-MS method. The results of this research showed that treatment of feeding a mixture of T. chuii and S. costatum give real effect to the content of EPA and DHA on Totok clams. The development of the level of maturity of the gonads is still in the development Totok clams of stadia 1. Treatment of mixed feed formulations (T. chuii 27 x 104 cells/ml and S. Costatum 18 x 104 cells/ml) give better the growth Totok clams, a heavy wetness soft tissue Totok clams, feed consumption, Survival Rate of Totok clams, the percentage content of EPA and DHA and the level of maturity of the gonads in Totok clams P. erosa.
PENGARUH PEREBUSAN DENGAN ABU SEKAM DAN WAKTU PERENDAMAN AIR TERHADAP KADAR HCN PADA BUAH MANGOVE AVICENNIA MARINA Kurniawan, Ade; Wulandari, Sri Yulina; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2023

Abstract

The potential of mangove fruit as a food source has not been known yet. Mangove is a potential material to be used as a food substitute, one of which is the process of making flour. One part of the Mangove is used for the manufacture of flour is the fruit of mangove A.marina. Toxins such as HCN in fruit may cause constraint in food processing, so it needs to be removed. The ways that can be done by immersion and boiling them with rice husk ash. Rice husk ash is material that is expected to absorb HCN as toxin in fruit. This research used Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern consisting of two factors treatments with three replicates by 6 hours immersion time (4, 8 and 12 replications) and ash contents (5, 10, 15% W). Data were analyzed by two-way ANOVA using SPSS. The results showed that treatment with several concentrations of ash boiling and long water immersion to give a significant influence on levels of HCN A.marina mangove fruit flour. Treatment with boiling 15% ash content and 6 hours of water immersion to 12 replications provides the best results of the HCN content of fruit and flour mangove mangove A.marina