Articles

PENGARUH PEMBERIAN DEDAK KASAR FERMENTASI PADA DOMBA EKOR TIPIS SEBAGAI BAHAN BAKU KONSENTRAT Nurcahyani, Defelly Tri; Wulandari, Suci; Nusantoro, Suluh
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipter.v1i1.532

Abstract

INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dedak kasar fermentasi pada domba ekor tipis terhadap performa produksi domba yang meliputi konsumsi BK pakan, pertambahan berat badan (PBB), serta konversi pakan. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan yaitu, pakan kontrol tanpa dedak kasar fermentasi (P0) dan pemberian dedak kasar fermentasi (P1). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak kasar fermentasi tidak berbeda nyata (P>0.05) pada konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Rataan PBBH tertinggi yaitu pada P1 (142,58 g/ekor/hari). Kata kunci : Domba Ekor Tipis, Dedak Kasar Fermentasi                                             ABSTRACTThe aims of this study were to determine the effect of fermented rough rice bran on thin tailed sheep on sheep production performance which included feed consumption of dry ingredients feed, weight gain, and feed conversion. This study consisted of two treatments namely, (P0) rough rice brain as a control and fermented rough rice bran  (P1). The method used in this research was T-test. The results showed that the rough bran fermentation was not significantly different (P>0.05) in dry matter consumption, body weight gain, and feed conversion. The highest average gain weight was on P1 (142.58 grams/head/day).                                                                                                                Keywors: Thin Tail Sheep, Fermented Rough Rice Bran
HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI POSYANDU PALA INDAH V PARAK LAWEH PULAU AIE KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG WULANDARI, SUCI; Yulastri, Asmar; Yuliana, Yuliana
E-Journal Home Economic and Tourism Vol 5, No 1 (2014): Periode Maret 2014
Publisher : E-Journal Home Economic and Tourism

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of study was toanalyzethe relationbetweenchild feeding practiceandchildnutritional status inPosyanduPala Indah VParak Laweh. Researchiscorrelationalbypopulationisall children areincluded inthe workingareaPosyanduPala Indah V Parak Laweh. Sampleswereselected bysamplingsaturatedby 49people. The results of the research show that feeding practice as much as 8 % of children included is excellent category, 10% of children included good category, 27% of children included quite well, 22% of children included unfavorable category and 33 % of children included category of not good. The results of the study showed that the nutritional status of children are 2 children (4%) included excellent category, 4 children (8% ) included goodcategory, 6 children (1%) included good category, 13 children (27% ) included unfavorable category and 24 children (49%) included category of no good. There isa positiverelationshipbetweenfeeding practicewith thenutritional status of childreninPosyanduPala Indah V Parak Lawehwith correlation coefficient0.722. Keywords: feeding practice, nutritional status
Kepemimpinan Dalam Organisasi: Perspektif Teoritik dan Metodologi Wulandari, Suci
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 5, No 2 (2003): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini organisasi menghadapi lingkungan dengan perubabahan yang relatif cepat. Dalam organisasi, yang merupakan kesatuan sosial yang bekerja bersama-sama dalam upaya mencapai tujuan bersama, kepemimpin memegang peranan penting. Pemimpin yang efektif diharapkan dapat mempengaruhi dan menggerakkan anggota organisasi untuk bekerja dalam upaya mencapai tujuan. Empat pendekatan utama yang membahas kepemimpinan yaitu: (1) teori sifat, (2) teori perilaku, (3) teori situasional, dan (4) teori transformasional. Pendekatan transformasional pada akhirnya berkembang. Pendekatan Kepemimpinan Transformasional menyebutkan bahwa pemimpin tidak lagi bagaimana organisasi yang berada dibawah kepemimpinannya dapat menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan tetapi lebih kepada bagaimana pemimpin dapat memanfaatkan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sesuai dalam proses pencapaian tujuan. Kepemimpinan yang efektif dapat dievaluasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu metode Importance-Performance Analysis. Kata kunci: kepemimpinan, efektivitas, metode penilaian
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP RENTABILITAS BANK SYARIAH DI INDONESIA Mujaddid, Fajar; Wulandari, Suci
Jurnal Ekonomi Islam Vol. 8 No. 02 (2017): November, 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.668 KB)

Abstract

The aims of this research are to analyze the internal and external factors which affect the profitability of sharia banks in the period 2011-2015 per-quarter. This research using panel data regression method. The results show  that the capital (CAR) has no effect on profitability (ROA), Inflation has no effect on profitability (ROA), Liquidity (FDR) has influence on profitability (ROA), while efficiency (BOPO), Non Performing Financing (NPF), and Gross Domestic Product (GDP) have a negative and significant effect on the profitability of sharia banks.
PERSEPSI USERS ATAS AKUNTABILITAS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KOTA SURAKARTA) Wulandari, Suci
Jurnal Studi Akuntansi Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Studi Akuntansi Indonesia
Publisher : Jurnal Studi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate perception between group users of public accountability and finance accountability for responsibility report of Surakarta governmental finance district. There are two group users in this research, namely: internal users (functionary of work unit at local government /SKPD) and external users (member of region parliament/DPRD, society of self-supporting institution/LSM and Academician). The hypothesis examination of this research uses independent sample t-test and ANOVA. The result of statistical shows that there is different perception between group users of public accountability and finance accountability for responsibility report of Surakarta governmental finance district, which brings the matter because there is different understanding and assessment to measure public accountability and finance accountability of among users. Beside that also known the different statistical value of t-test public accountability is smaller than difference of finance accountability, this matter is consistent with the research of Mack and Ryan (2006) expressing that target of financial reporting of local government more for the purpose of public accountability, afterwards newly for the purpose of finance accountability
IDENTIFICATION OF LACTIC ACID BACTERIA (BAL) FROM BIOFLOC FROM TECHNOLOGY WITH TAPIOCA CARBON SOURCES IN RED TILAPIA IN CULTIVATION MEDIA (OREOCHROMIS SP.) Wulandari, Suci; Syawal, Henni; Lukistyowati, Iesje; Putra, Iskandar
Berkala Perikanan Terubuk Vol 47, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.588 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.47.2.158-164

Abstract

This study aims to determine the types of lactic acid bacteria grown at different pH from floc (clots) which are given carbon sources of tapioca and can increase the number of bacteria in the medium of red tilapia cultivation. The method used is the survey method and experiment by growing bacteria on different pH treatments, namely pH 2, 4 and 6, growing colonies were identified based on morphological and biochemical characteristics. The results of identification found 13 isolates of lactic acid bacteria (BAL) which only grew at pH 4 and 6 of these isolates consisted of the genus Bacillus and Streptococcus. The total bacteria in the cultivation medium ranged from 2x108 to 7x108 CFU / mL.
PENERTIBAN IZIN TEMPAT USAHA DI KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Wulandari, Suci; Rusli, Zaili
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2015): WISUDA FEBRUARI 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERTIBAN IZIN TEMPAT USAHA DI KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
PERFORMA PRODUKSI DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED FERMENTASI BERBASIS POD KAKAO SERTA NILAI NUTRIEN TERCERNANYA SECARA IN VIVO Wulandari, Suci; Agus, Ali; Soejono, Mohamad; Cahyanto, Muhammad Nur; Utomo, Ristanto
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.692 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i1.4615

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui nilai manfaat pod kakao sebagai bahan pakan complete feed ruminansia, khususnya domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nutrien tercerna complete feed, berbahan baku utama pod kakao terfermentasi, dan mengetahui performa produksi domba. Perlakuan CF0 adalah complete feed tanpa fermentasi (kontrol), perlakuan CF1 adalah complete feed dengan penambahan pod kakao terfermentasi, dan perlakuan CF2 adalah complete feed fermentasi berbasis pod kakao. Replikasi masing-masing perlakuan sebanyak 6 ekor domba. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis variansi pola searah dan hasil yang berbeda dilanjutkan dengan uji beda mean Duncan new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pod kakao terfermentasi pada complete feed maupun pakan complete feed fermentasi berbasis pod kakao tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, protein, maupun bahan organik tercerna, serta tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Nilai serat kasar tercerna secara in vivo terbaik terdapat pada pakan perlakuan CF2.(Kata kunci: Pod kakao, Fermentasi anaerob, Inokulum mikrobia, Complete feed, Domba)
PENGELOLAAN BIOMASSA TANAMAN DALAM BIOINDUSTRI PERKEBUNAN MENDUKUNG PENGEMBANGAN BIOENERGI PLANT BIOMASS MANAGEMENT IN PLANTATIONS BIOINDUSTRY SUPPORTING BIOENERGY DEVELOPMENT Wulandari, Suci; Sumanto, Sumanto; Saefudin, Saefudin
Perspektif Vol 18, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/psp.v18n2.2019.135-149

Abstract

Biomassa tanaman perkebunan dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan, dan bioenergi. Hasil penelitian dan perkembangan teknologi telah mendorong pemanfaatan biomassa bagian-bagian tanaman tersebut. Tanaman perkebunan memiliki potensi besar untuk menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan energi terbarukan. Pemetaan potensi biomassa telah banyak dilakukan pada tanaman perkebunan, seperti pada: tebu, kakao, kelapa sawit, kemiri sunan, jarak pagar, kopi, kelapa dalam, karet dan teh. Pengembangan sistem produksi pangan dan biomassa untuk pembangkit energi melalui sistem multi tanam berbasis komoditas perkebunan telah dikembangkan.  Di Kabupaten Aceh Timur telah dilakukan pengembangan sistem agroindustri juga memanfaatkan semua produk samping, mendorong daur ulang dan pemanfaatan residu. Pemanfaatan potensi bioenergi masih dihadapkan pada berbagai kendala distribusi, kontinuitas pasokan bahan dan aspek ekonomi. Menyikapi hal tersebut langkah strategis dapat dilakukan melalui: analisis neraca karbon, alokasi lahan, pemanfaatan lahan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, dukungan teknologi, fokus pada nilai tambah yang tinggi dan perbaikan tata kelola. Selanjutnya perbaikan pada pengembangan sistem pangan energi terpadu dapat ditempuh melalui: (1) sosialisasi dari inovasi teknologi, (2) membentuk kawasan-kawasan pertanian terpadu di daerah sentra pengembangan dan (3) memperkuat kelembagaan petani untuk mengembangkan agroindustri.   ABSTRACTBiomass from estate crops can be used for food, feed, and bioenergy. The results of research and technological developments have encouraged the utilization of biomass of these plant parts. Plantation crops have great potential to produce biomass that can be utilized in the development of renewable energy. Mapping of biomass potential has been carried out in plantation crops, such as: sugar cane, cocoa, oil palm, candlenut, jatropha, coffee, deep coconut, rubber, and tea. The development of food and biomass production systems for energy generation through a commodity-based multi-cropping system has been developed. In East Aceh District an agro-industrial system development has also been carried out utilizing all byproducts, encouraging recycling and utilizing residues. The utilization of bioenergy is still faced with various distribution constraints, continuity of material supply and economic aspects. In response to this, strategic steps can be taken through carbon balance analysis, land allocation, land use, sustainable use of resources, technology support, focus on high added value and improved governance. Furthermore, improvements to the development of integrated energy food systems can be pursued through (1) socialization of technological innovations, (2) establishing integrated agricultural areas in plant centers and (3) strengthening farmer institutions to develop agro-industries. 
BENTUK DAN FUNGSI TRADISI MERDI DESA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PADA TAHUN 1985 DAN 2012 DI DESA KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN (KAJIAN PERUBAHAN BUDAYA) Wulandari, Suci
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.446 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) perubahan bentuk tradisi merdi desa pada tahun 1985 dan 2012 di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (2) makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (3) fungsi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Desa Krangsambung, waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah informan yang dianggap menguasai tentang tradisi merdi desa, sedangkan data dalam penelitian ini adalah informasi dari hasil wawancara dengan informan tradisi merdi desa. Instrumen penelitian menggunakan handphone untuk merekam dan kamera untuk mengambil gambar serta merekam. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) Perubahan bentuk tradisi merdi desa yang terjadi pada tahun 1985 dan 2012 yaitu sudah adanya pembentukan sistem organisasi, adanya pelaksanaan tahlilan, dan kendhuri di perempatan desa dengan perwakilan beberapa orang saja. Perubahan penggunaan sesaji yaitu hanya menggunakan lima sesaji pokok dalam prosesi tradisi merdi desa. (2) Makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa sebagai wujud rasa syukur terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang didapat dan menjaga agar tanaman pertanian terhindar dari hama, dan untuk mempererat persatuan warga desa Karangsamung. Sesaji yang digunakan meliputi: kepala, darah, dan kaki kambing kendhit yang dibungkus dengan kain kafan, degan ijo, pisang raja, pisang ambon, kembang telon, uncet, wedang kopi, wedang teh, wedang jembawuk, wedang putih yang diberi daun tawa, jajan pasar, kecambah, kangkung, daging ayam, tempe, rokok, minyak duyung, kemenyan, pocong padi, beras kuning, air leri, kemenyan, bahan kinang, dan daun-daunan. (3) fungsi tradisi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat masih sama dan tidak mengalami perubahan, yaitu sebagai wujud rasa syukur masyarakat Karangsambung terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang diperoleh dan sebagai sarana pemersatu antar warga masyarakat Karangsambung.       Kata Kunci: Bentuk, fungsi, merdi desa