Endang Dwi Wulansari
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KANDUNGAN TERPENOID DALAM DAUN ARA (FICUS CARICA L.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS Wulansari, Endang Dwi; Lestari, Dewi; Khoirunissa, Mujahidah Asma
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27440

Abstract

ABSTRACT Fig leaves (Ficus carica L.) are known to the public with many health benefits. The content of efficacious compounds in fig leaves such as terpenoids has potential as an antibacterial and needs to be known. This study aims to determine the antibacterial activity of terpenoid content in extracts and fractions of fig leaves (Ficus carica L.) on the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bacteria by contact bioautography. Extraction was carried out by stratified soxhletation with n-hexane and ethyl acetate. Separation was carried out by coloum vacuum liquid chromatography (VLC) method. The wells diffusion method is used as the antibacterial activity test, while the TLC contact bioautography test is carried out to determine the antibacterial activity of the terpenoid content in the extracts and fractions. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) have antibacterial activity against MRSA with a diameter of inhibitory zone 0.111 ± 0.003; 0.328 ± 0.026, 1.044 ± 0.115 cm, and show significant differences. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) contain terpenoids. The fraction of ethyl acetate and ethanol extracts of fig leaves (Ficus carica L.) contains terpenoid compounds which can provide antibacterial activity against MRSA by TLC contact bioautography. Keywords:       fig leaves, Ficus carica L., antibacterial, Methicillin-Resistant S. aureus.  ABSTRAK Daun ara (Ficus carica L.) dikenal masyarakat dengan banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Kandungan senyawa berkhasiat dalam daun ara seperti terpenoid berpotensi sebagai antibakteri dan perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak maupun fraksi daun ara (Ficus carica L.) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara KLT bioautografi kontak. Ekstraksi dilakukan dengan cara soxhletasi bertingkat dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi kolom vakum cair (KVC). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, sedangkan uji bioautografi kontak dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak dan fraksi. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan diameter zona hambat berturut-turut 0,111±0,003; 0,328±0,026, 1,044±0,115 cm, dan menunjukkan perbedaan signifikan. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung terpenoid. Fraksi dari ekstrak etil asetat dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung senyawa terpenoid yang dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap MRSA secara KLT bioautografi kontak. Kata kunci : daun ara, Ficus carica L., antibakteri, Methicillin-Resistant S. aureus
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) Kusmita, Lia; Wulansari, Endang Dwi; Supiyanti, Wiwin
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.473 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis. 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) Supiyanti, Wiwin; Wulansari, Endang Dwi; Kusmita, Lia
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.473 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8071

Abstract

Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis. 
Topical Anti-inflammatory Activity of Bangle (Zingiber cassumunar Roxb). Ethanolic Extract in Mice Induced By Carrageenan Wulansari, Endang Dwi; Wahyuono, Subagus; Marchaban, Marchaban; Widyarini, Sitarina
Majalah Obat Tradisional Vol 23, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.451 KB) | DOI: 10.22146/mot.34640

Abstract

Rhizome of bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) is one of the materials that are traditionally used in the traditional preparation to maintain skin from redness. The content of chemical compound in bangle rhizomes has many benefits, including inhibition of the inflammatory processes. This study aims to determine the topical anti-inflammatory activity of ethanolic extract of bangle rhizomes in mice induced by carrageenan. Thirty five female Swiss mice were used in this study. Animals were divided into 7 group of five: normal group, carrageenan 2% group, carrageenan 2% group plus control of basis (Biocream®), carrageenan 2% group plus 2.5% hydrocortisone cream, and carrageenan 2% group plus cream of ethanolic extract of bangle rhizomes with the concentration of 1%, 2.5% and 5% w/w. Carrageenan 2% was injected subcutaneously in all treatment group except normal group. The skinfold thickness of mice was measured every 1 hour for 6 hours after carrageenan injection. Results of this study shows that there is a significant differences between treatment groups (p <0.05) compared to carrageenan 2% treated group. To conclude, ethanolic extract of bangle rhizomes has topical anti-inflammatory in mice induced by carrageenan. 
SENYAWA FENOLIK DALAM FRAKSI AKTIF KULIT BUAH ELEIODOXA CONFERTA YANG BERPOTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Sasmito, Selvia Pratiwi Tri; Wulandari, Wulandari; Wulansari, Endang Dwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28961

Abstract

ABSTRACTEleiodoxa conferta (Griff.) Buret fruit peel which is a material that is not widely used, hasbeen studied for antibacterial activity against Streptococcus mutans. Extraction was carriedout using solvents with stratified polarity, n-hexane, dichloromethane and methanol. Antibacterialactivity test showed that the methanol extract of Eleiodoxa conferta fruit peel can provideinhibition of bacterial growth greater than n-hexane and dichloromethane extracts.Methanol extract was fractionated using liquid vacuum chromatography (KVC) to obtainedactive fractions containing phenolic compounds. The content of phenolic compounds in theactive fractions of methanolic extract of Eleiodoxa conferta fruit peel produce zone of growthinhibition of Streptococcus mutans bacteria by TLC-contact bioautography test.Keywords: Eleiodoxa conferta, fruit peel, phenolic compounds, antibacterial, StreptococcusmutansABSTRAKKulit buah asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff.) Buret.) yang merupakan bahan yang tidakbanyak dimanfaatkan, dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut dengan polaritas bertingkat yaitu nheksana,diklorometana, dan metanol. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak metanolkulit buah asam paya dapat memberikan daya hambat pertumbuhan bakteri lebih besar dariekstrak n-heksan dan diklorometana. Ekstrak metanol difraksinasi dengan menggunakankromatografi vakum cair (KVC) untuk mendapatkan fraksi aktif yang mengandung senyawafenolik. Kandungan senyawa fenolik dalam fraksi aktif ekstrak metanol kulit buah asam payamenghasilkan zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan uji KLTbioautografikontak.Kata kunci : Eleiodoxa conferta, kulit buah asam paya, senyawa fenolik, antibakteri, Streptococcusmutans
KANDUNGAN TERPENOID DALAM DAUN ARA (FICUS CARICA L.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS Wulansari, Endang Dwi; Lestari, Dewi; Khoirunissa, Mujahidah Asma
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29274

Abstract

ABSTRACT Fig leaves (Ficus carica L.) are known to the public with many health benefits. The content of efficacious compounds in fig leaves such as terpenoids has potential as an antibacterial and needs to be known. This study aims to determine the antibacterial activity of terpenoid content in extracts and fractions of fig leaves (Ficus carica L.) on the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bacteria by contact bioautography. Extraction was carried out by stratified soxhletation with n-hexane and ethyl acetate. Separation was carried out by coloum vacuum liquid chromatography (VLC) method. The wells diffusion method is used as the antibacterial activity test, while the TLC contact bioautography test is carried out to determine the antibacterial activity of the terpenoid content in the extracts and fractions. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) have antibacterial activity against MRSA with a diameter of inhibitory zone 0.111 ± 0.003; 0.328 ± 0.026, 1.044 ± 0.115 cm, and show significant differences. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) contain terpenoids. The fraction of ethyl acetate and ethanol extracts of fig leaves (Ficus carica L.) contains terpenoid compounds which can provide antibacterial activity against MRSA by TLC contact bioautography. Keywords:       fig leaves, Ficus carica L., antibacterial, Methicillin-Resistant S. aureus.  ABSTRAK Daun ara (Ficus carica L.) dikenal masyarakat dengan banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Kandungan senyawa berkhasiat dalam daun ara seperti terpenoid berpotensi sebagai antibakteri dan perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak maupun fraksi daun ara (Ficus carica L.) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara KLT bioautografi kontak. Ekstraksi dilakukan dengan cara soxhletasi bertingkat dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi kolom vakum cair (KVC). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, sedangkan uji bioautografi kontak dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak dan fraksi. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan diameter zona hambat berturut-turut 0,111±0,003; 0,328±0,026, 1,044±0,115 cm, dan menunjukkan perbedaan signifikan. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung terpenoid. Fraksi dari ekstrak etil asetat dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung senyawa terpenoid yang dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap MRSA secara KLT bioautografi kontak. Kata kunci : daun ara, Ficus carica L., antibakteri, Methicillin-Resistant S. aureus