Indhira Asih Vivi Yandari
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MERANCANG MEDIA HANDS ON ACTIVITY SERTA LEMBAR KERJA EKSPLORATIF PENDAMPING Yandari, Indhira Asih Vivi; Nindiasari, Hepsi; Khaerunnisa, Etika; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 11 Nomor 1 Februari 2018
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.529 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v11i1.2983

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the lack of ability of student teachers of mathematics FKIP University of Sultan Ageng Tirtayasa in developing worksheets and media exploratory hands on activity. Based on observations in the course clump of learning (planning, strategies and evaluation) and the implementation of microteaching done by the students, obtained the fact that students in developing a worksheet is a collection of questions and do not require the capability of understanding the concept of the student. In addition, student teachers are still rarely use the media in learning, due to difficulties in designing and creating instructional media. Hence the need for teaching material that can be used as guides student teachers to develop explorative and media worksheet hands on activity. Thus the formulation of the problem and the purpose of this study is how to develop teaching material based worksheets and media exploratory hands on activity. The method used in this research is the development method includes preliminary studies, draft development, testing and development of the final product.The results of this research is a module consisting of four units, units of learning theory, the difference unit worksheets and job sheets, media unit hands on activity and worksheet exploratory unit. In each unit consists of several sub-units that correspond to the unit. Based on the results of expert testing and limited trials showed that the worksheet-based development modules exploratory and hands on activity worthy of media used. Keywords: Teaching Material, Worksheet Explorative, Media Hands on Activuty
PENGGUNAAN MEDIA MONOPOLI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Yandari, Indhira Asih Vivi; Kuswaty, Maya
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar (JPSD) UNTIRTA
Publisher : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.636 KB) | DOI: 10.30870/jpsd.v3i1.1037

Abstract

peserta didik. Peranan media pembelajaran sangat penting dalam upaya peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik melalui penggunaan media monopoli. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, desain penelitian nonequivalent control group design. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling, karena menggunakan sampel yang sudah ada pada kelompok dikelas V SDN XI Cilegon. Pada penelitian ini kelas VA sebagai kelas eksperimen menggunakan media monopoli dan kelas VB sebagai kelas kontrol menggunakan media replika bangun datar. Hasil uji dua pihak dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh thitung= 2,29 dan ttabel= 2,005 maka terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan media monopoli dengan peserta didik yang menggunakan media replika bangun datar. Hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata skor gain menggunakan uji-t (uji satu pihak kanan) taraf signifikan 0,05 diperoleh thitung= 3,25 dan ttabel= 1,67 maka peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan media monopoli lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan media replika bangun datar.Kata kunci: media monopoli, kemampuan pemahaman konsep matematis The ability of understanding mathematical concepts is the ability to be possessed learners. The role of learning media is very important in improving the ability of understanding mathematical concepts learners. This study aims to determine differences and increase the ability of understanding mathematical concepts as learners through the use of monopoly media. This research used a quasi-experimental research, design nonequivalent control group design. The sampling technique used purposive sampling, because it uses existing samples in the group of class 5th SDN XI Cilegon. In this study, class VA as an experimental class using the monopoly media and class VB as controls class use the media replica flat wake. The test results of two parties with a significant level of 0.05 obtained thitung = 2.29 and ttabel = 2.005 then there are differences in the ability of understanding mathematical concepts learners who use the monopoly media with learners who use the media replica flat wake. The results of test calculations the difference between two average score gain using t-test (test of the right hand) 0.05 significance level obtained thitung = 3.25 and ttabel = 1,67 the increased ability of understanding mathematical concepts that learners acquire learning by using monopoly media is better than on the ability of understanding mathematical concepts that learners acquire learning by using media replica flat wake.Keywords: monopoly media, the ability of understanding mathematical concepts.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF TUTORIAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP Rafianti, Isna; Setiani, Yani; Yandari, Indhira Asih Vivi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 11 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.894 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v11i2.3759

Abstract

This research is motivated by rapid technological developments. More and more effort needs to be done in the utilization of technology results in learning. Teachers are expected to be able to use the tools provided from the school and not be covered by tools that are compatible with the development and turn of the times. Besides being able to use the tools available, teachers can also be used to create media that will be used as an available medium. One of the media used is interactive, in addition to junior high school students using tutorials to make it easier to use. The purpose of this research is to develop interactive learning in junior high school mathematics. The research was conducted in accordance with the research and development procedures consisting of: 1) preliminary study, 2) research planning, 3) development design, 4) preliminary field testing, 5) initial reference trial. In the preliminary stage of the field test, interactive teaching materials was validated by mathematicians, educational experts and multimedia specialists to assess the validity level of the product, which states that it is highly valid. In addition, limited tests were conducted on nine students to see the feasibility response that the results declared feasible, meaning interactive teaching materials learning math tutorial interesting to learn or use. Keywords: Interactive Teaching Materials, Tutorials
VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS SPARKOL VIDEOSCRIBE: INOVASI PADA PERKULIAHAN SEJARAH MATEMATIKA Pamungkas, Aan Subhan; Ihsanudin, Ihsanudin; Novaliyosi, Novaliyosi; Yandari, Indhira Asih Vivi
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika PRIMA, Vol. 2 No. 2, July 2018
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v2i2.705

Abstract

Video pembelajaran merupakan salah satu jenis media yang mengutamakan kekuatan suara dan gambar. Sejarah matematika merupakan mata kuliah pilihan dimana jenis materi dalam mata kuliah ini bersifat faktual, sehingga dalam proses pembelajarannya dosen lebih mengedepankan metode ceramah, presentasi dan diskusi. Untuk lebih mengefektifkan proses perkuliahan maka akan disusun suatu inovasi pembelajaran yaitu dengan mengembangkan video pembelajaran berbantuan aplikasi sparkol videoscribe. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan video pembelajaran berbantuan aplikasi sparkol videoscribe pada mata kuliah sejarah matematika serta mendeskirpsikan langkah pembelajaran yang mendukungnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang meliputi tahap concept, design, collecting materials, assembly, test drive dan distribution. Kelayakan pengembangan video pembelajaran diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penilaian ahli isi mata kuliah mencapai kategori baik, ahli media pembelajaran mencapai kategori baik dan validasi kelompok kecil mencapai kategori baik. Adapun langkah pembelajaran yang dilaksanakan di kelas sebagai berikut: Pendahuluan: membagi mahasiswa ke dalam beberapa kelompok; Inti: Mengamati video, membuat pertanyaan/tanggapan, dan dikusi kelompok; Akhir: kesimpulan dan refleksi.Kata Kunci: Video Pembelajaran, Sparkol Videoscribe, Sejarah Matematika
The Role of Habits of Mind (HOM) on Student's Mathematical Problem Solving Skills of Primary School Yandari, Indhira Asih Vivi; Supartini, Supartini; Pamungkas, Aan Subhan; Khaerunnisa, Etika
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v10i1.4018

Abstract

The research aims to describe the role of habits of minds on the student?s mathematical problem solving skills. Habits of mind studied are persisting, metacognition, thinking flexibly, and applying past knowledge to a new situation. The method used in this research is quantitative correlational. Samples were taken as much as 49 fifth grade students at SDN Walantaka 1. Data collection techniques using HOM scale and essay tests. Based on data analysis results obtained average habits of mind score of 68.26 including into medium category and problem solving skills of 53.68 in low category. The results of the regression test on a significant level of ? = 0.05 obtained a conclusion that there is a significant influence between habits of mind on the mathematical problem solving, with a contribution of 67.40%. Based on the findings, the habits of mind plays an important role in problem solving and teachers should be able to develop that aspect. 
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PAKEM PADA MATERI BILANGAN PECAHAN DI SD Ilahiyah, Nihlatul; Yandari, Indhira Asih Vivi; Pamungkas, Aan Subhan
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 6, No 1 (2019): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v6i1.4127

Abstract

Modul merupakan salah satu bahan bahan ajar yang mempunyai peran besar dalam kegiatan belajar mengajar. Pengembangan modul yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan yaitu modul yang menyajikan pembelajaran mandiri, interatif, menyenangkan dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul matematika berbasis Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), pada materi bilangan pecahan di kelas III Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil validasi menunjukkan bahwa modul matematika berbasis PAKEM pada materi bilangan pecahan di kelas III Sekolah Dasar dinilai sangat layak, hal ini terlihat dari nilai rata-rata sebesar 87,75%. Modul ini juga mendapatkan respon sangat baik dari peserta didik, hal ini terlihat dari nilai presentase sebesar 97%. Dapat disimpulkan bahwa modul ini menarik bagi siswa dan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang digunakan siswa untuk mempelajari bilangan pecahan.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SD Yandari, Indhira Asih Vivi; Nailah, Nailah
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 11 No 01 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/primary.v11i01.1998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini diperkuat dengan hasil di sekolah yang menunjukkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada salah satu SD di Kabupaten Serang. Pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa dan tujuan dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pencapaian akhir dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model Teams Games Tournament (TGT). Metode yang digunakan dalam penellitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas IV di SDN Kragilan 1. Dua kelas diambil secara acak dari empat kelas yang ada, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan kelas kontrol yang mendapat model pembelajaran kooperatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen tes berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan instrumen non-tes berupa angket respon siswa terhadap pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah sebesar 0,75 dengan kategori tinggi untuk kelas eksperimen dan 0,65 dengan kategori sedang untuk kelas kontrol. Rata-rata pencapaian akhir kemampuan pemecahan masalah sebesar 15,56 dengan kategori baik untuk kelas eksperimen dan 14,17 dengan kategori sedang untuk kelas kontrol. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian akhir dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik daripada pembelajaran yang menggunakan model kooperatif.