Articles

PENGARUH UMUR PETIK DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.) Purwantiningsih, Budi; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
el–Hayah Vol 2, No 2 (2012): EL-Hayah (Vol 2, No 2, Maret 2012)
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.304 KB) | DOI: 10.18860/elha.v2i2.2209

Abstract

Anggur merupakan salah satu buah berserat yang digemari oleh banyak orang, ka-rena rasanya enak, manis, segar dan mengandung gizi tinggi terutama vitamin C dan A. Kan- dungan  vitamn  C  dipengaruhi  oleh  umur  pemetikan  dan  lama  penyimpanan.  Jenis penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Penelitian dilaku-kan pada bulan Agustus-September, untuk pengambilan sampel anggur langsung dari Wono-asih, Probolinggo dengan pemetikan 95,105, 115 hari dengan lama penyimpanan 0,3,6, dan 9 hari. Uji kadar vitamin C menggunakan metode titrasi yodium yang kemudian dianalisis menggunakan anava dua arah dan dilanjutkan dengan UJD 5%. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa ada pengaruh umur petik dan lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C pada buah anggur serta terdapat interaksi umur petik dengan lama penyimpanan. Vitamin C tertinggi terdapat pada umur petik 105 hari dengan lama penyimpanan 3 hari.
KAJIAN KOMPOSISI SERANGGA POLINATOR TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill) DI DESA PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Apituley, Frank Leonardo; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
el–Hayah Vol 2, No 2 (2012): EL-Hayah (Vol 2, No 2, Maret 2012)
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.927 KB) | DOI: 10.18860/elha.v2i2.2213

Abstract

Pohon apel merupakan salah satu jenis pohon yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Bunga apel tergantung pada serangga penyerbuk atau serangga polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi serangga kanopi yang berpotensi sebagai polinator bunga apel dan menganalisis pola kunjungannya. Pengamatan serangga dilakukan secara visual. Pengukuran faktor lingkungan (suhu, kelembaban, dan cahaya). Analisis data struktur komunitas serangga pada saat musim berbunga dan berbuah didapatkan dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon Wienner).  Pola kunjungan dan komposisi serangga polinator dilakukan dengan membandingkan saat musim berbunga dan musim berbuah. Parameter yang dibandingkan diversitas, kelimpahan dan komposisi. Diversitas dan  dan  kelimpahan dibandingkan dengan uji  anova, sedangkan komposisi dibandingkan dengan IBC (Indeks Bray Curtis). Pola kunjungan harian serangga polinator bunga apel dianalisis dengan membandingkan rata-rata kunjungan pada periode I, II, III, IV, dan V. Serangga polinator yang dikoleksi pada perkebunan apel musim bunga lebih tinggi yakni (363 individu) dari pada musim buah (151 individu). Nilai indeks keanekaragaman serangga polinator pada saat musim berbunga lebih tinggi (2,08) dibandingkan musim buah (1,27). Kelimpahan serangga polinator antara musim bunga dan buah signifikan P < 0,001. Kesamaan serangga polinator antara musim bunga dan buah denga indeks Bray Curtis sebesar 0,76 untuk musim bunga (AC, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 12.00-13.15) dan 0,74 untuk musim buah (AB, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 09.00-10.15). Analisis faktor lingkungan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya terhadap kelimpahan serangga polinator didapatkan korelasi yang positif dengan nilai R-square yakni 43,2%.  
EFEK BLOK REFUGIA (AGERATUM CONYZOIDES L., AGERATUM HOUSTONIANUM L., COMMELINA DIFFUSA L.) TERHADAP POLA KUNJUNGAN ARTHROPODA DI PERKEBUNAN APEL DESA PONCOKUSUMO, KABUPATEN MALANG wardani, fevilia suksma; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control
Keanekaragaman Arthropoda Kanopi yang Berpotensi Polinator pada Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Lahan Apel Bumiaji jumiatin, ervin; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.76 KB)

Abstract

Desa Bumiaji adalah salah satu wilayah penghasil buah apel di Jawa Timur. Namun, selama beberapa dekade terakhir produktivitas tanaman apel di Bumiaji menurun. Salah satu penyebabnya adalah aplikasi pestisida, dan penurunan komposisi Arthropoda sebagai polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda polinator tanaman ape dimusim bunga dan buah, mengetahui komposisi dan struktur komunitas Arthropoda kanopi, dan mengetahui hubungan faktor lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban) dan dilakukan pencuplikan empat hari sekali sebanyak empat kali pada bulan Juli sampai desember 2012. Pencuplikan dilakukan dengan metode jebakan ember (pan trap) warna biru dan kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah keseluruhan Arthroposa kanopi yang ditemukan sebanyak 1121 individu, dari 9 odo, 33 famili. Nilai indeks diversitas (Shannon-wiener) musim bunga lebih tinggi (H’=3.1) dibanding musim buah (H’=2.7). Persentase kelimpahan Arthropoda polinator pada musim bunga lebih tinggi yaitu 25% dan 21% pada musim buah. Nilai KR dan INP paling tinggi bejana kuning musim bunga ditemukan pada famili Vespidae yaitu 6.1% dan 13%. Pada bejana biru di musim bunga kelimpahan dan INP tertinggi dari famili Formicidae yaitu sebesar 8.9% dan 18.3%. Kelimpahan dan INP pada bejana kuning musim buah tertinggi ditemukan pada famili Colletidae 4.4% dan 12%. Sedangkan pada bejana biru musim buah , kelimpahan relatif dan INP tertinggi dari ordo Formicidae sebesar  11.4% dan 19.9%. Tingkat kesamaan komposisi antar dua musim dihitung dengan indeks Bray-Curtis yaitu sebesar 0.66 pada musim bunga dan 0.83 pada musim buah. Berdasarkan uji Pearson-Correlation, kelembaban berkorelasi negatif dengan kelimpahan. Kata kunci : Faktor lingkungan, kelimpahan, komposisi, musim bunga, polinator.
Diversitas Arthropoda Tanah di Lahan Kebakaran dan Lahan Transisi Kebakaran Jalan HM 36 Taman Nasional Baluran Halli, Mustofa; Agung, I Dewa; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.955 KB)

Abstract

Aim of this experiment to determine arthropods diversity at HM36 Baluran National park after burned and to know it relation with human activity. This experiment held in November 2013. Taking sample using pit fall trap methods at burned land and transition land after burned with two sampling spot and three pit fall jam for each spot. Sample identified with morphological analyze and abundance measurement, Frequency, relative abundance, frequency abundance, and  importance value rank. Diversity analyze using Shannon-Wiener index and Bray Curtis Index to determine similarity level for each location. After burned land has 2.05 and 1.04 at transistion land after burned from diversity analyze. Formicidae dominating at every location of sampling. Each location is different each other with only 25% of Bray Curtis analyze measurement. Abiotic and Colony domination effecting diversity level and environment condition.   Keyword : Pit fall trap, Importance value rank, Shannon wiener index, Bray Curtis index
Adaptasi Ekologi Dan Persepsi Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Konservasi Mangrove Di Dusun Klayar Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Ahmad, Nuril; Yanuwiadi, Bagyo; Soemarno, Soemarno
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.435 KB)

Abstract

Tujuandilakukannya penelitian adalah untuk :1. Menganalisis adaptasi ekologi (strategi, proses dan dampak), sejak dicanangkannya program konservasi mangrove (2003) sampai dengan kondisi pada saat dilakukannya penelitian di Dusun Klayar pada tahun 2011, 2.Menganalisis persepsi masyarakat pesisir secara umum dalam upaya melaksanakan konservasi mangrove sebagai bagian integral masyarakat dan lingkungan Di Dusun Klayar Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, 3.Menentukan titik-titik kritis adaptasi ekologi masyarakat pesisi.Metode Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Muhadjir (1992), yaitu penelitian kualitatif positivistik.Pendekatan kualitatif positivistik merupakan sebuah tipe penelitian kuantitatif bersifat deskriptif.Hasil Penelitian, yaitu : Pertama adalah adanya hubungantimbal balik antara budaya yang berkembang di dusun Klayar dengan lingkungan mangrove sehingga masyarakatdusun Klayarmengembangkan strategi adaptasi ekologidalam upaya konservasi mangrove; antara lain : 1.Pengadaan bibit, 2. Membuat tempat persemaian, 3. Membuat media semai, 4. Penyemaian bibit, 5. Pemeliharaan, 6.Penyapihan bibit, 7.Pengangkutan bibit , 8.Pengayaan dan penanaman, 9.Pemeliharaan dan pemantauan tanaman, yang Keduaadalah masyarakat dusun Klayar memandang bahwa lingkungan  mangrove memiliki manfaat yang sangat penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, penahan gelombang laut, manfaat ekonomi, sosial-budaya dan sebagai pengendali kelestarian keanekaragaman hayati; yang Ketiga adalah titik kritis perubahan lingkungan biotik dan abiotik, yaitu : lingkungan mangrove mengalami kerusakan, sehingga masyarakat dusun Klayar secara sadar melakukan koping untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang rusak atau sebaliknya. Dari koping tersebut menghasilkan dua tingkah laku, yaitu tingkah laku koping yang berhasil dan tidak berhasil.Kontribusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah kontribusi baik secara teoritis maupun praktis tentang strategi adaptasi ekologi dan persepsi masyarakat pesisir dalam upaya konservasi mangrove sehingga dapat menjadi pedoman pengelolaan lingkungan pesisir terutama lingkungan mangrove.   Kata Kunci : Adaptasi Ekologi, Persepsi, Titik Kritis, Konservasi Mangrove
Potential Soursop Leaf Extract, Soursop Seeds and Mahogany Seeds for Grayak Caterpillar Control (Spodoptera litura L.) Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo; H., Hiasinta Guruh; Fathoni, M.; Bedjo, Bedjo
Natural B Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Natural B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.486 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2013.002.01.13

Abstract

This research objective is to compare the effect of extracts of soursop leave, sousop seed and mahogany seed on stop feeding, mortality and surviving of pupae and imago of army worm (Spodoptera litura L.). Army worm larvae were collected from Kebun Percobaan Muneng Research Field, Probolinggo and transferred to laboratorium for rearing and treatment. Soursop leaves, soursop seeds and mahagony seeds were extracted by aquades extraction method. Bioassays were conducted by using five concentration variation applied on 10 larvae by dipping method with twice replication. Observation of stof feeding was conducted every 2 hours during 24 hours. Whereas, observation on mortality was done every 24 hours during 168 hours. Result showed that the effect of soursop leave extract on the stop feeding and mortality was better than that of soursop and mahogany seed. This effect was started from 33.3% at 16 HAA (hours after application) increased to 46% at 24 HSA. Interestingly, the effect on survivality of pupae and imago was highest on the application of mahagony extract. The failure of pupation was 70%, and that of imago was 76.6%. This indicates that the effect of soursop leave extract is better for sort time application but on the long-term, the effect of mahogany seed is better than the others. 
Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Spesies Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Oktaviani, Rulik; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.721 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelestarian dan pemanfaatan spesies riparian serta spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator pada vegetasi riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kajian persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara menggunakan rubrik wawancara yang terdiri dari empat variabel (pengetahuan, sikap, tindakan, dan persepsi). Data kualitatif dari hasil wawancara diubah menjadi kuantitatif dengan Skala Likert. Kualifikasi persepsi tiap variabel terdiri dari sangat baik, baik, cukup, buruk, sangat buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di area dekat Tambak mempunyai persepsi paling baik terhadap vegetasi riparian. Hal ini ditunjukkan oleh persentase responden paling besar pada aspek pengetahuan (80%) dan tindakan (72%) dengan kategori baik, serta aspek sikap (92%) dan persepsi (94%) dengan kategori sangat baik. Masyarakat di keempat area belum ada yang mengetahui peran vegetasi riparian sebagai fitoremediator. Namun, dengan persepsi yang baik di tiap area mampu meningkatkan upaya pelestarian vegetasi riparian yang berperan penting sebagai fitoremediasi di Daerah Aliran Sungai Porong.
Eksplorasi Potensi Ekowisata di Kawasan Api Tak Kunjung Pada Kabupaten Pamekasan Susena, Dewi Kartika Sari; Yanuwiadi, Bagyo
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek potensi ekowisata di kawasan Api Tak Kunjung Padam kabupaten Pamekasan dan persepsi masyarakat sekitar tentang potensi ekowisata yang ada. Metode pengambilan data meliputi mendapatkan informasi umum dari Key person dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelusuran pustaka, observasi lapang, pengumpulan data lokasi berdasarkan persepsi masyarakat dengan pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dan wawancara semi terstruktur. Sumber daya alam yang ada di sekitar kawasan objek wisata yang berpotensi untuk mendukung ekowisata yaitu, objek wisata Api Tak Kunjung Padam, umbi bentul (Colocasia esculenta L.), lahan pertanian Singkong (Manihot esculenta Crantz), Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.), Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Jagung (Zea mays L.), rengginang lorjuk, jubada, kaldu kokot, rujak dan campur madura. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa hasil panen dari lahan pertanian dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menambah perekonomian dengan cara dijual di kawasan Api Tak Kunjung Padam maupun di pasar. Masyarakat setempat juga belum banyak mengetahui potensi sumber daya tersebut untuk dimanfaatkan sebagai pendukung konservasi lingkungan secara umum di wilayah tersebut. Kata Kunci : Api Tak Kunjung Padam, ekowisata, Persepsi.
Studi Pengelolaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Domestik Komunal di Kota Blitar, Jawa Timur Prisanto, Denny Eko; Yanuwiadi, Bagyo; Soemarno, Soemarno
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.06 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aspek-aspek kelembagaan, pembiayaan, teknis, dan kualitas lingkungan, dalam pengelolaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) domestik komunal di Kota Blitar. Data dan informasi dikumpulkan dari kelompok - kelompok pengelola IPAL domestik komunal, masyarakat pengguna IPAL domestik komunal, masyarakat pengguna badan air yang menjadi tempat pembuangan effluen IPAL dan SKPD terkait yang terdiri dari Badan Lingkungan Hidup Kota Blitar, Bappeda Kota Blitar, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kota Blitar dan Kelurahan Sukorejo serta Kelurahan Pakunden Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pengelolaan IPAL domestik komunal adalah : Aspek kelembagaan yang memiliki 6 indikator berada pada posisi sedang  dengan nilai rata – rata 50,39 %, Aspek keuangan yang memiliki 3 indikator berada pada posisi buruk dengan nilai rata – rata 36, 35 %, Aspek teknis yang memiliki 2 indikator berada pada posisi baik dengan nilai rata – rata 77,61 %, Aspek kualitas lingkungan  yang memiliki 2 indikator berada pada posisi baik dengan nilai rata – rata 62,61 %. Dari hasil tersebut aspek kelembagaan dan aspek keuangan memerlukan perhatian yang lebih serius. Semua stakeholder menyetujui pentingnya keberadaan IPAL domestik komunal, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk menjamin keberlanjutan pengelolaannya. Rekomendasi yang diusulkan untuk keberlanjutan pengelolaan IPAL domestik  adalah Strategi-Stabilisasi. Strategi ini terdiri atas beberapa program pengembangan , yaitu (1) kapasitas kelembagaan dan masyarakat pengguna IPAL, (2) inovasi kelembagaan dan pembiayaan IPAL domestik komunal, (3) alternatif pembiayaan pengelolaan IPAL domestik komunal dari pihak eksternal, (4) optimalisasi peran kelompok kerja sanitasi dalam pengelolaan IPAL domestik komunal, dan (5) peran serta pengelola IPAL domestik komunal dalam kegiatan paguyuban IPAL Kota Blitar.Kata-kunci : IPAL domestik komunal, strategi stabilisasi, keberlanjutan
Co-Authors Abdallah, Rawidh Said Abdul Hakim Achmad Wicaksono Affandi, Aminudin Agung Sih Kurnianto Agus Dwiyanto, Agus Agus Suman Al Kawan, Fatima Ramdan Muhamed Albab, Albert Ulul Amin Setyo Leksono Aminudin Afandhi Amrullah Amrullah Andri Maulidi Antariksa Antariksa ardhanys wari putri Arief Rachmansyah Asus Maizar Suryanto Hertika, Asus Maizar Suryanto Atik Triwahyuni, Atik Bachtiar Rachmad Sugiyono Bagus Priambodo Bambang Tri Rahardjo Bedjo Bedjo Budi Prasetyo Budi Purwantiningsih Cahyani Cahyani Catur Retnaningdyah Denny Eko Prisanto, Denny Eko Dewi Kartika Sari Susena Diana Arfiati Djati, M Sasmito Endah Kusumaningrum, Endah Endang Arisoesilaningsih ervin jumiatin fevilia suksma wardani Fikri, Galih El Fikri, Galih El Frank Leonardo Apituley Galih El Fikri, Galih Hamidi, Faris Handayani, Anisa Kusumaningtyas Handayani, Anisa Kusumaningtyas Hanin Niswatul Fauziah Hanoe, Emanuel M.Y Hiasinta Guruh H. I Dewa Agung iin nursaidah Imam Hanafi Imansyah, Raditya Wahyu Istiqomah, Titis Jati Batoro Kemal Iqbal, Kemal Kristin Widyasari Kurniawan, Herianto Kusumayanti Putri, Wahyu Laily, Sophia Liliek Sulistyowati Luchman Hakim Lukman Hakim M Asmuni Hasyim M. Fathoni M. Pudjihardjo Muhammad Attar Muhammad, Habibi Indra Murdani, Daniel Mustofa Halli Nia Kurniawan Nuddin Harahab Nur Hayati, Mutia Nuril Ahmad Oktaviani, Rulik Oktaviani, Rulik Oky A.I. Polii, Oky A.I. Paulinus, Paulinus Pinoa, Herwic Krisjuardto Rahmat Hidayat Rajaguni, Muhammad Iqbal Revalda Amanda Yacoba Bribka Salakory, Revalda Amanda Yacoba Bribka Ria Pravita Sari Riyadi, Arief Rudi Hartono Saktiawan, Yusup Serafinah Indriyani Shahub, Lubna Ahmed Abo Al-Qassem Siska Puspa Wardhani Prasetya Soemarno Soemarno Sri Karindah Sri Utami Sulistyono, Rudy Sumarno Sumarno Tawati, Faiza Wagistina, Satti Wijayanti, Dyah Ayu Wijayanti, Dyah Ayu Wike, Wike Wiwin Maisyaroh Yenny Risjani Zaenal Fanani Zulfaidah Penata Gama Zulfaidah PG Zulfaidha Zulia, Zulfaidha Zulharman Zulharman, Zulharman