Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Serbuk Gelatin Terhadap Sifat Mekanik Dan Biodegradabilitas Plastik Campuran Polietilen Tereftalat Bekas Dan Pati Sagu -, Resalina; Dt. Basa, Sri Mulyadi; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.1.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan serbuk gelatin terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas plastik campuran polietilen tereftalat bekas dan pati sagu. Pada penelitian ini dibuat sampel dengan 4 macam variasi penambahan serbuk gelatin yaitu 0 g, 5 g, 10 g dan 15 g. Sampel tersebut dikubur selama 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Kemudian dilakukan pengujian sifat mekanik (kuat lentur dan kuat tarik) dan biodegradabilitas dari sampel. Hasil menunjukkan bahwa serbuk gelatin kurang mempengaruhi kekuatan lentur sampel, nilai kuat lentur tertinggi dimiliki sampel tanpa penambahan serbuk gelatin. Nilai kuat tarik tertinggi dimiliki sampel dengan penambahan serbuk gelatin sebanyak 5 g, yaitu sebesar 505,411 N/mm2. Sampel yang paling cepat terdegradasi adalah sampel dengan penambahan serbuk gelatin sebanyak 15 g.
Pengendalian Laju Korosi pada Baja API 5L Grade B N Menggunakan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Murti, Eri Aidio; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.172-178.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengendalian laju korosi pada baja API 5L Grade B N menggunakan ekstrak daun gambir dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0%. Medium korosif yang digunakan adalah NaCl dan H2SO4 1 M. Empat sampel direndam dalam medium korosif tanpa inhibitor, 4 sampel direndam pada medium korosif dengan penambahan inhibitor dan 4 sampel direndam dalam larutan inhibitor selama 24 jam, kemudian direndam di dalam medium korosif. Lama perendaman bervariasi yaitu 1, 5, 10 dan 15 hari Metode yang digunakan adalah metode kehilangan berat untuk menentukan laju korosi dan nilai efisiensi. Laju korosi berkurang dengan kenaikan konsentrasi inhibitor. Nilai efisiensi tertinggi mencapai 94,65% pada medium korosif NaCl 1 M dan 89,79% pada medium korosif H2SO4 1 M dengan kenaikan konsentrasi inhibitor 2%. Hasil foto SEM permukaan baja memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun gambir mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci: baja API 5L Grade B N, efisiensi inhibisi, ekstrak daun gambir, inhibitor, laju korosi
Perencanaan Perawatan Mesin Pengupas Kulit Pinang Erizal, Ihsan Putra; Yetri, Yuli; Nusyirwan, Nusyirwan
Jurnal Teknik Mesin Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.11.1.173

Abstract

Planner engine maintenance is an important thing to streamline the production process. Care planning for areca nut peeler has been carried out which includes the engine frame, electric motor, pulleys, V-belts, reservoirs, and spindle shaft. These components are expected to work optimally so that satisfying results are obtained. The care of the areca peeling machine consists of preventive treatments, repair treatments, total treatments. Preventive care consists of cleaning, lubrication and periodic checks. Repair treatments include blade maintenance, bearing maintenance, pulley care and belt. While total maintenance is carried out after the engine has been operating long enough. The results of treatment planning are made in the form of a treatment table. While the results of the maintenance process that has been done by the machine can operate properly and can produce maximally.
PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA HARDOX 450 Malfinora, Anike; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.4.222-228.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan serangkaian uji korosi dan analisis struktur mikro terhadap baja Hardox 450.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan medium korosif H2SO4 3% dan Na2SO4 3%.  Metode yang digunakan adalah metode weight loss untuk pengukuran laju korosi dan metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi beserta potensial korosi.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor.  Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1% hingga 10% dengan lama perendaman lima hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variasi konsentrasi yang diberikan laju korosi terbesar terjadi pada baja tanpa penambahan inhibitor, sedangkan laju korosi berkurang dengan penambahan inhibitor, terlihat dari kurva Tafel yang menunjukkan penurunan Ikorosi.  Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi.  Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10%, untuk medium korosif H2SO4 mencapai 63,89% dan untuk medium Na2SO4 mencapai 56,61%.  Hal ini menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun kakao efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium H2SO4 dan Na2SO4.  Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja Hardox 450 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun kakao mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci : laju korosi, inhibitor, efisiensi, weight loss, potensiodinamikAbstractThe corrosion test and microstructure analysis of Hardox 450 steel have been done.  This research was performed using H2SO4 3% and Na2SO4 3% corrosive mediums.  The method used were weight loss for measuring the corrosion rate and potentiodynamic method to see the value of corrosion current and corrosion potential.  Steel immersed in the corrosive medium with the addition and without addition of inhibitors.  Concentration variation of inhibitor used was from 1% to 10% with five days immersion time.  The result based from concentration variation was used showed that the corrosion rate occured in the steel without the addition of inhibitors, whereas the corrosion rate decreases with the addition of inhibitors, by the Tafel curves showed a decreases Icor.  The greater concentration of the inhibitor is added then the value of corrosion rate will lower and corrosion inhibition efficiency will increase.  Greatest efficiency values both for medium corrosive obtained at inhibitor concentration 10%, 63,89% in H2SO4 and 56,61% in Na2SO4.  It shows that the cocoa leaf extract inhibitor is efficient in controlling corrotion rate in H2SO4 and Na2SO4 medium corrosive.  From the optical photograph analysed on the surface morphology of Hardox 450 steel showed that the addition of cocoa leaves extract suffered less corrosion.Keywords: corrosion rate, inhibitor, efficiency, weight loss, potentiodynamic
Pembuatan Cetakan Pasir Dan Proses Pemesinan Untuk Komponen Blok Pompa Pada Mesin Pompa Air Merk Matrix Model Mtx-22c Firdaus, Firdaus; Rakiman, Rakiman; Effiandi, Nota; Yetri, Yuli
Jurnal Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.11.2.166

Abstract

Reverse Engineering (RE) is a process in manufacturing that aims to reproduce or recreate existing models, either components, sub-components, or products without using existing design documents or working drawings. Through this reverse engineering idea, the process of making the Pump Block component is started with making part and mold design, making sand casting, then finished with machining processes. The machining process that is carried out is the turning process, the milling process, and the drilling process which is assisted by using jigs and fixture to make it easier on finishing the Pump Block parts in the machining process. By using the processes, so it is produced the similar pump block that is resemble with desired original object.
Pengaruh Variasi Panjang Serat Ampas Tebu dan Serbuk Kulit Buah Kakao Terhadap Sifat Fisis, Mekanis, dan Konduktivitas Termal Papan Partikel Suryani, Rahmi; Muldarisnur, Mulda; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.199-204.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas tebu dan kulit kakao untuk pembuatan papan partikel dengan memvariasikan panjang serat tebu 1 sampai 5 cm dan serbuk kulit kakao yang lolos ayakan 60 mesh dengan perbandingan massa 50:50 menggunakan perekat isosianat sebanyak 16% dari massa sampel. Pengujian yang dilakukan yaitu uji fisis berupa densitas, kadar air, dan daya serap air. Uji mekanis berupa kuat lentur dan kuat patah serta uji konduktivitas termal. Hasil pengujian didapatkan nilai densitas berkisaran antara 0,95 - 1,3 g/cm3, nilai kadar air 0,100 - 0,135% dan nilai daya serap air 0,205 - 0,605%. Nilai kuat lentur berkisaran 6270 - 10800 kg/cm2, nilai kuat patah 17800  - 27500 kg/cm2, nilai konduktivitas termal berkisaran 0,00701  - 0,00924 W/mºC. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa panjang serat ampas tebu mempengaruhi nilai uji fisis, mekanis, dan konduktivitas termal papan partikel. Papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03-2105-2006, namun pada pengujian mekanis uji kuat lentur nilai yang dihasilkan belum memenuhi standar dan nilai densitas papan yang didapatkan lebih tinggi dari standar.Kata kunci: serbuk kakao, papan partikel, konduktivitas termal.
Modifikasi Polipropilena Sebagai Polimer Komposit Biodegradabel dengan Bahan Pengisi Pati Pisang dan Sorbitol Sebagai Platisizer Ningsih, Ely Sulistya; Mulyadi, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Penelitian tentang modifikasi polipropilena sebagai polimer komposit biodegradabel dengan bahan pengisi pati pisang dan sorbitol sebagai plastisizer telah dilakukan. Untuk mengetahui kualitas komposit yang dihasilkan maka dilakukan analisis uji kuat tarik dan kuat lentur, uji FTIR dan uji biodegradasi. Hasil analisis uji menunjukkan bahwa dari 5 jenis komposit yang dirancang, komposit dengan penambahan pati 2 gram memiliki sifat mekanik yang terbaik dimana nilai kuat tarik : 2,11 MPa dengan nilai modulus elastis : 45,78 MPa,  dan nilai kuat lentur : 26,20 MPa. Hasil analisis uji biodegradasi menunjukkan  lama penguburan optimum yaitu selama 40 hari dimana nilai persen massa yaitu 29,44 % dan degradibilitas 0.007 mg/hari.  Dari hasil analisa FTIR terlihat gugus fungsi yang ditemukan yaitu O-H, C=C, C-C(O)-C, dan C-H. Setelah dilakukan penguburan tanpa penambahan pati pisang tidak ditemukan gugus baru, namun pada penambahan pati pisang ditemukan gugus baru yaitu C-O dari pemutusan ikatan pada gugus C-C(O)-C.
Pengaruh Ukuran Partikel Kulit Buah Kakao Terhadap Sifat Fisik, Mekanik dan Termal Papan Partikel dari Kulit Buah Kakao dan Serat Ampas Tebu Salamah, Ummi; Muldarisnur, Mulda; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.205-211.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan papan partikel dari kulit buah kakao dan serat ampas tebu yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran partikel serbuk kulit buah kakao yang ditinjau dari sifat fisik, mekanik dan termal papan partikel. Parameter yang diukur adalah kadar air, densitas, daya serap air, kuat lentur, kuat patah, dan termal. Papan partikel ini dibuat dengan 5 variasi serbuk kulit buah kakao yaitu lolos ayakan 149, 177, 250, 400, dan 841 µm dengan panjang serat ampas tebu 3 cm. Komposisi bahan kulit buah kakao dan ampas tebu adalah 50:50 dan kadar perekat isosianat 16%.  Hasil sifat fisik didapatkan adalah nilai kadar air berkisar 9,27-13,05%, nilai densitas berkisar 0,89-1,23 g/cm3 dan nilai daya serap air berkisar 11,13-52,28%. Hasil uji sifat mekanik didapatkan adalah nilai kuat lentur 2,8×103-7,8×103 kg/cm2 dan nilai kuat patah berkisar 1,43×104-2,48×104 kg/cm2. Hasil pengujian sifat konduktivitas termal didapatkan berkisar 7,26×10-3-9,0×10-3 W/m°C. Ukuran partikel kulit buah kakao yang baik sebagai bahan pembuatan papan partikel adalah lolos ayakan 149 µm.Dari keseluruhan hasil pengujian disimpulkan bahwa ukuran partikel serbuk kulit buah kakao mempengaruhi pada sifat fisik, mekanik dan termal papan partikel. Semakin kecil ukuran partikel serbuk kulit buah kakao maka nilai densitas, kuat lentur, kuat patah dan konduktivitas termal papan partikel akan semakin tinggi. Pada pengujian kadar air dan daya serap air semakin kecil ukuran partikel kulit buah kakao maka semakin rendah nilai pengujian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanik papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar SNI 03-2105-2008 kecuali pada pengujian densitas dan kuat lentur. Berdasarkan persentase densitas papan partikel maka papan partikel yang dihasilkan termasuk jenis papan partikel berkerapatan tinggi.Kata kunci: serbuk kakao, papan partikel, konduktivitas termal, sifat fisik, sifat mekanik.
PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT KAKAO SEBAGAI ADITIF CAT UNTUK PENGENDALIAN LAJU KOROSI PADA PAKU KONSTRUKSI KAPAL KAYU Putra, Harri Biora; Affi, Jon Affi; Gunawarman, Gunawarman; Yetri, Yuli
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : INOVTEK POLBENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.871 KB)

Abstract

Corrosion on wooden nails is very detrimental because it shortens the life of the ship. Although the used spikes have been coated with corrosion resistance material, corrosion rate is still very harmful. Therefore that additional effort is required for  reducing the corrosion rate of these spikes. Research has been done by comparing the giving of cocoa peels extract as a paint mixer to corrosion rate. As a comparison has also been done nails without paint and nails painted without additional cocoa peels extract. Calculation of corrosion rate is done by weight loss method. The addition of cocoa peels extract showed significant effect on corrosion rate, it can be explained cocoa peels containing secondary metabolite compound one of them is tannin. The tannin compound in the extract can form complex compounds with Fe (III) on the metal surface, so that the corrosion reaction rate will decreas.Keywords: cocoa peels extract, corrosion, weight loss.
RANCANG BANGUN MESIN AMPLAS DENGAN SISTEM MEKANIS BELT Ikma Putra, Arief; Yetri, Yuli; Maimuzar, Maimuzar
Jurnal Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.11.2.169

Abstract

Sanding work is a stage that is carried out before entering the finishing process to remove defects and smooth the surface of the object. The main purpose of making sanding machines with this mechanical belt system is to help and simplify the sanding process. The method for making sanding machines with mechanical belt systems is: needs analysis, problem analysis and specifications, problem statements, concept design, technical analysis, work drawing and tool testing. The results of the design of the sanding machine with a mechanical belt system are obtained in the form of a design with a working drawing of a sanding machine with a mechanical belt system. The sanding machine with a mechanical belt system has specifications that are 500 mm long, 350 mm wide, and 1400 mm high. The source of driving the sanding machine with a mechanical belt system is an electric motor ¼ HP with 2800 rpm rotation. The transmission system uses pulleys. The sanding machine with a mechanical belt consists of several components, namely the engine frame, electric motor, pulleys, tables, belt aplas, and adjustment of the belt strength of the sandpaper. The belt pulley used is from ST 37 with a diameter of 25 mm and pulley rotation of 2800 rpm. Frame construction uses hollow iron measuring 40x40x3 mm from ST 37 material. The table uses 590x150 acrylic material.