Yosua Yosua
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGOLAHAN ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI BAHAN BAKU FURFURAL MELALUI PRETREATMENT PEMANASAN RESISTIVE Hendrawan, Yusuf; Yosua, Yosua; Ulfa, Siti Mariyah
TEKNOTAN Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.869 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n2.1

Abstract

Pada kajian ini, penulis bermaksud untuk mengetahui pengaruh proses pretreatment resistive heating pada proses pembuatan furfural dari bahan alang-alang dan juga untuk mengetahui karakter furfural yang dihasilkan. Rancangan percobaan terdiri dari 2 faktor, faktor 1 yaitu konsentrasi NaOH (0,01; 0,05; 0,09 M) dan faktor 2 yaitu suhu pretreatment (65, 75, 85 °C). Hasil penelitian menunjukan bahwa pretreatment pemanasan resistive dapat menghasilkan rendemen furfural yang lebih banyak dibanding dengan rendemen tanpa pretreatment dan juga konsentrasi NaOH dan suhu pretreatment berpengaruh terhadap jumlah rendemen furfural hasil hidrolisis. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan suhu pemanasan 65°C dengan konsentrasi NaOH  0,01 M, yaitu didapatkan rata-rata rendemen furfural sebanyak 7,34%. Karakterisasi melalui pengukuran massa jenis, kromotografi lapis tipis (KLT), spektrofotometri UV-Vis, spektrofotometri FTIR, dan gas chromatography (GC) menunjukan bahwa karakter furfural yang didapat memiliki kemiripan dengan furfural standar.Kata kunci: Alang-alang, Furfural, Pretreatment, Resistive, Lignoselulosa
Model Sistem Tagihan Listrik dan Pengendali Arus dengan Menggunakan Sensor Arus Yosua, Yosua; HN, Djoko; M. Isa, Sani
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.932 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i1.309

Abstract

KWh meter merupakan suatu alat yang menghitung jumlah pemakaian listrik yang mengalir melewatinya. Permasalahannya  total pemakaian listrik yang tertera pada kWh meter masih dalam satuan kWh, pembatasan arus listrik menggunakan MCB. Perancangan model sistem billing listrik dan pengendalian arus bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan membuat sebuah alat yang dapat berfungsi sebagai penghitung jumlah pemakaian listrik yang sudah dikonversi kedalam satuan rupiah, sekaligus dapat membatasi arus yang dapat mengalir ke beban. Perancangan ini terdiri dari modul sensor arus, modul ADC, modul mikrokontroler, modul interface, modul relay, dan menggunakan komputer sebagai pengendali alat ini. Hasil pengujian menunjukkan alat ini dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan untuk berfungsi sebagai sistem billing sekaligus pengendali arus.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KUE ULAT SUTRA DENGAN PROPORSI TEPUNG KETAN (Oryza sativa L. var glutinosa) DAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas L) Yosua, Yosua; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silkworm cookies is a snack its has shape and looks like a silkworms. The raw materials of cookies are glutinous rice flour, eggs, margarine and salt or sugar. The main raw material commonly used was glutinous rice flour, but in this study glutinous rice flour was combined with one of the horticultural products, namely yellow sweet potato. The low technology applied to post-harvest and low prices make yellow sweet potatoes as an option in making silkworm cookies to increase the economic value of yellow sweet potatoes and extend the shelf life in flour form. The business analysis of the silkworm cookies proportion of glutinous rice flour and yellow sweet potato flour began by looking for its fixed capital costs, depreciation, variable costs, annual fixed costs, annual non-fixed costs, total cost for one year. Then determined the Cost of Goods Sold (HPP), Break Event Points (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C), determined the profit in one day. Based on the results of the business analysis calculation, the silkworm cookies with the proportion of glutinous rice flour and yellow sweet potato flour making is worth making with HPP IDR 4,278/pack, the selling price by taking 40% profit obtained IDR. 5,990/pack (50 g), the BEP unit is 9,520 Packs/ Year, the BEP price is IDR 57,022,477 and the R / C is 1.40 so that the business is feasible. Kue ulat sutra merupakan camilan berbentuk memanjang serta mempunyai gerigi menyerupai ulat sutra. Bahan baku dalam pembuatan kue ulat sutra adalah tepung ketan, telur, margarin serta garam atau gula. Bahan baku utama yang biasa digunakan adalah tepung ketan namun dalam penelitian ini tepung ketan akan dikombinasikan dengan salah satu produk hortikultura yaitu ubi jalar kuning. Rendahnya teknologi yang diterapkan pada pasca panen dan harga yang murah membuat ubi jalar kuning menjadi pilihan dalam pembuatan kue ulat sutra sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi ubi jalar kuning dan memperpanjang masa simpan dalam bentuk tepung. Analisa usaha kue ulat sutra proporsi tepung ketan dan tepung ubi jalar kuning diawali dengan mencari biaya modal tetap, depresiasi, biaya variabel, biaya tetap tahunan, biaya tidak tetap tahunan, total biaya satu tahun. Kemudian menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP), Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C), menentukan keuntungan dalam satu hari. Berdasarkan hasil dari hitungan analisa usaha, menunjukkan pembuatan kue ulat sutra proporsi tepung ketan dan tepung ubi jalar kuning layak diusahakan dengan HPP Rp. 4.278/ kemasan, harga jual dengan mengambil keuntungan 40% diperoleh Rp. 5.990/ kemasan (50 g), BEP unit 9.520 Kemasan / Tahun, BEP harga Rp. 57.022.477 dan R/C 1,40 sehingga usaha layak dijalankan.
Penerapan Flocking Behavior Untuk Pergerakan Berkelompok Non Player Character pada 2D Endless Runner Game Yosua, Yosua; Jonemaro, Eriq Muh. Adams; Akbar, Muhammad Aminul
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.421 KB)

Abstract

 2D Endless Runner Game merupakan game dimana seorang player akan bergerak maju terus menerus, dimana pada game ini tidak memiliki titik akhir dan juga memiliki rintangan yang membuat player menjadi tertantang untuk bermain. Rintangan yang ada pada beberapa game Endless ada beberapa macam, untuk penelitian ini game yang dibuat akan memiliki rintangan, mulai dari obstacle dan pergerakan kelompok. Pergerakan Kelompok dalam game endless ini memiliki rintangan dimana ada lawan yang berjumlah banyak akan bergerak secara bersamaan untuk menyerang player. Untuk kelompok yang dapat menyerang player ini akan diterapkan pada NPC yang bergerak secara bersamaan. Untuk pergerakan berkelompok sendiri salah satu nya yaitu Flocking. Flocking merupakan teknik paling popular dari kecerdasan buatan yang dapat menggerakan suatu kelompok.Dalam pergerakan flocking kadang memiliki saat dimana pergerakan tersebut akan tertahan maka dari itu akan di gunakan pathfinding yaitu A* agar pergerakan kelompok tidak tertahan. Dari permesalahan tersebut peneliti akan membuat game dengan pergerakan kelompok lawan yang memiliki Flocking Behavior. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flocking dapat diterapkan di pergerakan berkelompok dan FPS yang dihasilkan berpengaruh terhadap jumlah NPC dalam kelompok, hasil ini dibuktikan dengan pengujian 3 NPC menghasilkan FPS berkisar 43,6 dan dengan 8 NPC menghasilkan FPS berkisar 33,7. NPC juga berhasil sampai ke tujuan tanpa ada yang terhambat.