Articles

Found 36 Documents
Search

ANALYSIS OF SACHARIDE MONOMER AND FUNCTIONAL GROUPS OF FE- DIETARY FIBER COMPLEX AT ACID CONDITION BOILING Yuanita, Leny
Jurnal ILMU DASAR Vol 10 No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.704 KB)

Abstract

The aim of the study was to describe the changes of sacharide monomer and functional groups of Fe-dietary fiber complex at boiling with acidic medium. The research was designed as the Pre test-Post test Control Group, the treatment of variation pH (pH 3 and 7) and boiling time (raw and 35 minutes). The dependent variables were sacharide monomer of dietary fiber and functional groups of Fe-dietary fiber complex. FeSO4. 7 H2O was added as source of mineral Fe. The results of the study showed: 1) At pH 3-boiling time 35? treatment, no changes to kinds of dietary fiber sacharide monomer, however changes of monomer content. 2) At pH 3-35? treatment, the Fe binding both to lignin and cellulose at ?OH groups, but it was not able to bind hemicellulose. At raw-pH 7, the Fe binding to lignin at ?OH, -COOH groups; to cellulose at ?OH, -CH2-O-CH2-, -COO groups; while to hemicellulose at ?OH groups.
PENGEMBANGAN BERTANYA KRITIS BERBASIS INKUIRI (BKBI) UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA Santoso, Tri; Yuanita, Leny
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8174

Abstract

Abstract: Curriculum 2013 recommended that the learning is done with a scientific approach.  The key to the success of this learning approach is the student ability to ask critical questioning. Some studies of chemistry learning show students have difficulty to ask critical questions (Katchevich & Hofstein, 2013; Eshach et al., 2014; Santoso, 2014). These problem can certainly reduce the level of activity of students in constructing their own knowledge based on what is becoming a problem for him. To overcome these problems, it is necessary the development of inquiry learning that involves students asking question during the learning takes place. This article describes the development of learning ?critical question - inquiry based for learning Chemistry", which is derived from theoretical studies that have been validated by several experts of learning science.Key words: ask question, inquiryAbstrak:  Kurikulum 2013 merekomendasikan agar pembelajaran dilakukan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). Kunci keberhasilan pendekatan pembelajaran ini adalah kemampuan siswa mengajukan pertanyaan kritis. Beberapa hasil studi pembelajaran kimia terungkap bahwa pertanyaan siswa yang muncul sangat sederhana  dengan frekuensi aktivitas mengajukan pertanyaan rendah (Katchevich & Hofstein,2013; Eshach et al., 2014; Santoso, 2014). Keadaan  seperti  ini  tentu  dapat mengurangi tingkat aktivitas mahasiswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri berdasarkan apa yang menjadi masalah bagi dirinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu pengembangan pembelajaran inkuiri yang melibatkan siswa bertanya selama pembelajaran berlangsung. Artikel ini memaparkan pengembangan pembelajaran ?bertanya kritis berbasis inkuiri (BKBI) untuk pembelajaran Kimia?, yang diperoleh dari hasil kajian teoritik yang telah divalidasi oleh beberapa ahli pembelajaran sains.Kata kunci: bertanya, inkuiri
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN “CERDAS” BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA PEMBELAJARAN IPA Winarti, Atiek; Yuanita, Leny; Nur, Muhamad
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 45, No 1: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v45i1.7183

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran ?CERDAS? berbasis teoriMultiple Intelligences Howard Gardner. Kevalidan model dinilai oleh lima validator, sedangkankeefektifan model dilihat dari perkembangan multiple intelligences dan penguasaan konsep siswasetelah implementasi model CERDAS. Pengembangan model pembelajaran menggunakan disainpengembangan Plomp. Data diambil dengan teknik tes, angket dan observasi. Data validitasmodel dan perkembangan kecerdasan majemuk (multiple inteligences) siswa dianalisis secaradeskriptif, sedangkan data penguasaan konsep tahap II dan tahap III masing-masing dianalisismenggunakan uji Wilcoxon signed rank test dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Model CERDAS valid baik isi maupun konstruk dengan skor 4,04 (skor maksimal 5,0). (2) ModelCERDAS efektif digunakan dalam pembelajaran IPA dengan indikator berikut: (i) implementasimodel CERDAS mampu meningkatkan empat jenis kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasanintrapersonal, interpersonal, kinestetik, dan visual spasial (ii) kelompok uji coba yang menerapkanmodel CERDAS menunjukkan peningkatan penguasaan konsep dan ketuntasan belajar lebih tinggidaripada kelompok pembanding
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SMP RSBI BERORIENTASI PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Arfiane, Chusnul; Kardi, Soeparman; Yuanita, Leny
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n1.p44-55

Abstract

The objectives of this research were: 1) to develop appropriate biology instruction materials for the pilot international standard junior high school students, and  2)  to describe the implementation results of the developed biology instruction materials for the pilot international standard junior high school students.  Instructional materials consisted of the lesson plans, the student?s worksheet, the student?s book and the achievement test were developed by implementing reciprocal teaching approach. Research subject for the first implementation of  the developed biology instruction materials was twelve students and the second implementation was  twenty-three students of The Pilot International Standard Junior High School 1 Ngoro Mojokerto. Research Design for the implementation was one group pretest-postest design. The instructional materials had been validated and the results showed that  the instructional materials were appropriate to be implemented.  Observations were made during the implementation of the teaching and learning materials and the results showed that the teaching learning activities were consistent with the instructional implementation plans.  The implementation results showed that all of the students involved were able to meet the minimum competency standard prescribed by the school.  Students activities were dominated by pointing out  important conceps of the text  and asking questions. Most of the students gave positif respons to the instructional process.  So, it could be concluded the developed biology instruction materials for the pilot international standard junior high school students by implementing reciprocal teaching approach for the topic human breathing system were effective to achieve the prescribed competency.Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran biologi SMP RSBI yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran, dan 2) mendeskripsikan hasil penerapan perangkat pembelajaran biologi SMP RSBI.  Perangkat pembelajaran dikembangkan dengan  berorientasi pendekatan reciprocal teaching  pada materi sistem pernapasan manusia. Subyek penelitian adalah perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, buku ajar, lembar kegiatan siswa dan tes hasil belajar.  Subyek penelitian pada tahap ujicoba satu  adalah 12 siswa dan ujicoba dua adalah 23 siswa SMPN 1 Ngoro Mojokerto.  Penerapan perangkat pembelajaran pada saat ujicoba, menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design.  Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah layak untuk  digunakan dalam pembelajaran. Tingkat kesulitan dan keterbacaan buku ajar dan lembar kegiatan siswa berkategori sedang dan tepat untuk pembelajaran. Hasil penerapan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berkategori baik, aktivitas siswa selama pembelajaran didominasi oleh aktivitas menyampaikan konsep penting suatu bacaan dan mengajukan pertanyaan.  Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa semua siswa tuntas pada ujicoba satu dan dua. Sebagian besar siswa  memberikan respon yang positif terhadap  pembelajaran. Disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran biologi SMP RSBI berorientasi pendekatan  reciprocal teaching pada materi sistem pernapasan manusia, efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
PELATIHAN PENILAIAN AUTENTIK DI MGMP KIMIA SMA KABUPATEN MAGETAN Muchlis, Muchlis; Yuanita, Leny; Azizah, Utiya
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n2.p91-101

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa banyak siswa tuntas mencapai tujuan pembelajaran, namun mereka gagal ketika diberikan tugas-tugas nyata atau masalah-masalah kehidupan nyata (penilaian autentik) yang terkait dengan tujuan pembelajaran tersebut. Secara paradigmatik penilaian autentik memerlukan perwujudan pembelajaran autentik (authentic instruction) dan belajar autentik (authentic learning). (Kemendikbud, 2014c). Sebagian guru yang tergabung dalam MGMP Kimia Kabupaten Magetan sebenarnya telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013, namun belum sepenuhnya diterapkan dalam pembelajaran. Pemahaman dan terbatasnya contoh-contoh konkret instrumen penilaian autentik menjadi kendala terwujudnya penilaian autentik dalam pembelajaran. Oleh karena itu, PKM-Wilayah Binaan diusulkan dan dilakukan untuk mengetahui ?hasil pelatihan penilaian autentik di MGMP Kimia SMA Kabupaten Magetan? ditinjau dari: 1) pemahaman materi penilaian autentik, 2) kemampuan peserta pelatihan dalam menyusun RPP berbasis penilaian autentik, 3) kemampuan peserta pelatihan dalam menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran di kelas, dan 4) respon peserta pelatihan terhadap kegiatan pelatihan penilaian autentik. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa hasil pelatihan penilaian autentik di MGMP Kimia SMA Kabupaten Magetan adalah baik, dengan didukung oleh data dan fakta bahwa: 1) pemahaman materi penilaian autentik peserta pelatihan dalam kategori tuntas, 2) kemampuan peserta pelatihan dalam menyusun instrumen penilaian autentik dalam kategori baik dan sangat baik, 3) kemampuan peserta pelatihan dalam menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran di kelas mendapatkn kategori baik, dan 4) respon peserta pelatihan terhadap kegiatan pelatihan penilaian autentik menunjukkan respon positif.
BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN YACON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI ALAM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ARGOSARI, KECAMATAN SENDURO, KABUPATEN LUMAJANG Yuanita, Leny; Puspitasari, Rinie Pratiwi; Wikandari, Prima Retno; Sabtiawan, Wahyu Budi; Sari, Dhita Ayu Permata
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v2n2.p23-29

Abstract

Target utama yang diharapkan melalui kegiatan Program KKN-PPM meliputi dua hal yaitu 1) memberdayakan masyarakat dan mengembangkan potensi alam, 2) memberi keterampilan mahasiswa keterampilan bersosialisasi dan memecahkan masalah di masyarakat. Luaran utama dari kegiatan ini adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat melalui budidaya dan pemanfaatan tanaman yacon di desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan KKN-PPM dilakukan selama 3 bulan dimulai pada bulan April sampai dengan Juli 2016. Namun untuk pelaksanaan evaluasi hasil budidaya tetap dilakukan sampai panen umbi yacon (sekitar 8 bulan). Hasil kegiatan: Yacon merupakan tanaman yang sesuai untuk ditanam di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tanaman tersebut telah berhasil ditanam dan diolah menjadi teh yacon oleh petani di desa tersebut. Mahasiswa KKN telah mampu bersosialisasi dengan masyarakat Desa Argosari melalui program penanaman yacon. Mahasiswa juga menunjukkan sikap tanggung jawab yang dapat dilihat dari perawatan tanaman yacon selama kegiatan KKN. Mahasiswa telah mampu mengembangkan keterampilan mereka, khususnya dalam hal bercocok tanam yacon. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama KKN meliputi pelatihan penanaman yacon, penanaman bibit, dan perawatan tanaman yacon.
MINUMAN DAUN YACON SEBAGAI PRODUK UNGGULAN MASYARAKAT SENDURO Yuanita, Leny; Retno Wikandari, Prima; Pratiwi, Rinie; Budi Sabtiawan, Wahyu; Ayu P.S, Dhita
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p73-77

Abstract

The target of the community service was the empowerment of the community of Argosari Village, Senduro to produce a ready-to-sell yacon leaf drink. This activity involved lecturers, students, farmer groups, and villagers. There were three stages in this activity, including preparation, implementation, and evaluation.The training included making yacon leaf drink and packaging of product. The community service were conducted for 8 months starting from February to September 2017. The product was a ready-to-sellyacon leaf drink with certificate number of P-IRT No. 2133508030333-22. In addition, the students have been able to socialize with Argosari Village community through yacon processing program and P -IRT permit arrangement.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPEL REPRESENTASI DALAM MEMBANGUN MODEL MENTAL MAHASISWA TOPIK STOIKIOMETRI REAKSI Sunyono, Sunyono; Yuanita, Leny; Ibrahim, Muslimin
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Issues examined in this study is whether learning by using multiple representations model (SiMaYang) more effective in build mental models than conventional learning? The design of this study is a pretest and posttest control group design. The research sample taken randomly by stratified random sampling technique to obtain the experimental and control classes. The results of the research show that (1) SiMaYang learning model more effective in building student mental models compared to learning model that has been used by basic chemistry lecturers. (2) Implementation of SiMaYang learning model was able to build student mental models in learning of stoikiormetry topic. (3) After the implementation of SiMaYang model, student mental models on the topic of stoichiometry formed by the categories of "good" and "very good", with the characteristics of "consensus" and "target". Findings indicated thatmacro-sumiglcro-symbolic teaching by used SiMaYang model could be enhancing student mental models and learning effectivity of chemical reactions. Implications for instruction are clearly addressed in the discussion and recommended that SiMaYang learning model can be used as an alternative model of effective and efficient learning in developing a high level of understanding.Isu yang dianalisis pada penelitian ini adalah apakah belajar menggunakan model multipel representasi (disebut SiMaYang) lebih efektif dalam membangun mental model dari belajar secara konvensional? Desain penelitian ini adalah pretest dan posttest kelompok kontrol. Sampel penelitian diambil secara acak dengan teknik sampling acak bertingkat untuk mendapatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran SiMaYang lebih efektif dalam membangun model mental mahasiswa dibandingkan model pembelajaran yang telah digunakan dosen kimia dasar. (2) implementasi model pembelajaran SiMaYang dapat membangun model mental mahasiswa dalam belajar topik stoikiometri. (3) setelah implementasi model SiMaYang, model mental mahasiswa pada topik stoikiometri terbentuk pada kategori baik dan sangat baik, dengan karakteristik konsensus dan target. Temuan mengindikasikan bahwa pengajaran macro-sumiglcro-symbolic menggunakan model SiMaYang dapat meningkatkan model mental mahasiswa dan efektivitas reaksi kimia. Implikasi petunjuk secara jelas dibahas pada diskusi dan direkomendasikan bahwa model pembelajaran SiMaYang dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mengembangkan tingkat pemahaman yang tinggi.Kata kunci: model mental, representasi multipel, SiMaYang
THE EFFECT OF PECTIC SUBSTANCES, HEMICELLULOSE, LIGNIN AND CELLULOSE CONTENT TO THE PERCENTAGE OF BOUND IRON BY DIETARY FIBER MACROMOLECULES: ACIDITY AND LENGTH BOILING TIME VARIATION Yuanita, Leny
Indonesian Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21742

Abstract

The aim of the study is to find the effect of dietary fiber components content to the percentage of bound iron by dietary fiber macromolecules at acidity and length of boiling time variation. Yard long bean super green variety as dietary fiber sources. The factorial design was applied at pH 4 and 7 with boiling time of 0 (raw), 5, 15, and 25 minutes; the content of dietary fiber components and percentage bound iron as dependent variables. Two way analysis of variance, least significant difference, and multiple regression analysis were applied. Significance level (?) = 5%.The results of the study reveal that acidity, length of boiling time, and its interaction have effect to the bound iron, but have no effect on pectic substances, hemicellulose and lignin. Decreasing pH and increasing boiling time will increase in cellulose, due to the formation of resistant starch. The content of dietary fiber components has no effect on percentage bound iron; pectic substances and hemicellulose have positif effect, while lignin and cellulose have negatif effect on percentage bound iron.
APAKAH GURU SEBAGAI PENCIPTA MISKONSEPSI PADA SISWA? , SUYONO; YUANITA, LENY; ROHMAWATI, LAILY
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini sengaja dikemas dalam judul kalimat tanya karena hasil akhir dari penelitian yang dilakukan belum sampai kepada jawaban atas pertanyaan itu. Penelitian yang telah dilakukan adalah mengidentifikasi miskonsepsi kimia yang terjadi baik pada siswa maupun pada guru kimia di SMA. Untuk mendekatkan temuan penelitian kepada pertanyaan pada judul, maka identifikasi miskonsepsi dilakukan pada substansi kimia yang sama yaitu asam basa. Pengelompokan siswa maupun guru kimia ke dalam tiga status yaitu tahu konsep, tidak tahu konsep, dan miskonsepsi menggunakan metode CRI (Certainty of Response Index). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: (1) masih didapati sejumlah siswa (rerata 11,5% dari sampel penelitian) yang berada pada status miskonsepsi pada asam basa dan (2) masih didapati sejumlah guru kimia (22,7% dari sampel penelitian) yang berada pada status miskonsepsi pada asam basa. Terdapat perbedaan sebaran dan intensitas miskonsepsi sub-sub konsep asam basa antara siswa SMA dan guru kimia. Telah diperoleh data awal untuk melakukan riset lanjutan untuk menjawab pertanyaan yang dijadikan judul artikel saat ini. Kata Kunci: asam basa, metode CRI, miskonsepsi This article deliberately packaged in the question sentence title because the final results of the research carried out has not come to an answer this question. This  Research has been done is to identify the chemical misconceptions that occur both on the students and the chemistry teachers in senior high school. To bring the  research findings to the question in the title, so the identification of misconceptions performed on the same chemical substance that is acid-base. Grouping students and chemistry teachers into three groups, namely matering   concept,  unknowing  the concept, and misconceptions using CRI (Certainty of Response Index). The results obtained from this study: (1) was found to be a number of students (mean 11.5% of the study sample) who are on misconceptions on acid-base status and (2) was found to be a chemistry teacher (22.7% of the study sample) misconceptions that are on the acid-base status. There are differences in the distribution and intensity of misconceptions sub-acid-base concepts among high school students and chemistry teachers. Preliminary data have been obtained to conduct further research to answer questions that used the title of the current article. Key words: acid-base, CRI method, misconceptions