Articles

Found 36 Documents
Search

PROBLEM AND SOLUTION REGARDING WASTE IN THE PERSPECTIVE OF AL QUR’AN AND ITS IMPLEMENTATION IN SDG’S Winaryati, Eny; Yulianto, Eko; Hidayah, Fitria Fatichatul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.202 KB)

Abstract

Waste problem is steadily increasing by year. This waste problem is a problem on many levels, therefore, it needs participations from every elements of the society to work together insome sort of commitment based on a consensus and its implementation strategies. The problemof waste and its solution have been discussed in Al Qur?an, including the cause, the kind and place, the effects and the solution of the damage. Al Qur?an covers every aspects of life, even when it is not to be taken literally, because Al Qur?an was delivered in such poetic way it can be perceived in different ways that it will never be out of date till the end of time. Some verses discussing about waste and its solutions.  To realize those goals, on Millennium Summit of the United Nations (UN) in September2000, as much as 189 countries represented by their country heads or government heads signed a declaration titled as Millenium Development Goals (MDGs). There were 8 goals in this MDGs, with the seventh being to ensure the environmental sustainability.  As of September 25th 2015, UN has proclaimed and agreed to adopt the new global development agenda which was known as Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda forSustainable Development? aims to push the environmental progress in sustainable development forward and to handle important issues such as pollutions, food waste, climate change, illegal trading of wild animals, and sustainable production and consumption. In SDGs, those goals werebased on the environment, starting from famine reduction to minimizing the gap in developing sustainable society around the world. It is important to have the participation from every relevant elements to reach those goals, especially the ones regarding environment.
KINERJA SISTEM DRAINASE KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS KOTA PONTIANAK) Suandana, Ruchiat; Nurhayati, -; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The water catchment area of Parit Bansir located in Pontianak City Center, its growth has increased quite rapidly. Changes in land use in the Parit Bansir catcment area resulted in the switching of the crew function from the water catchment area into a permanent building. As  a result of changes in land use it can occur an increase in flow discharge caused by rain water flows directly to the channel without being absorbed by the soil.This study was conducted to assess the performance of drainage channels in Parit  Bansir. Main data of this research are rainfall data, tidal and flowrate data. Those data then processed with frequency analysis, design rain analysis, design discharge analysis, existing cross-sectional  analysis with HECRAS software. The results showed that 2 years return period discharge for upstream area of 2,353 km2 is 2,382 m3/sec, Parit Demang with 1,545 km2 obtained 2,138 m3/sec, Reformasi Channel with 0,883 km2obtained 1,237 m3/sec, Karya Baru channel 0,776 km2 obtained 1,866 m3/sec, Karya Baru-A.Yani Channels with 0,490 km2 obtained 1,218 m3/sec. Based on HECRAS? hidraulics analysis, it is  known that the channel capacity . for existing water level by using the existing discharge of channel sectional capacity still can accomodate the volume of available water. For discharge of 2, 5, 10 and 20 years return period, the channel capacity is insufficient to accomodate the water volume, then the overflowing water will melt out the channel. Based on the analysis of the assessment of drainage network conditions, the performance of drainage network system in Parit Bansir obtained the weight of each channel section are : the upstream channel with 2079,40 m weighted 11,30 %, the middle channel with 2740,15 m weighted 28,64 %, and the downstream channel with 1314,54 m weighted 20,34 %. So the overall weight is 60,28 % implies that the value of drainage network system performance that can be given by Parit Bansir is 60,28 %.   Keywords:drainage channel, HEC RAS, flood, Parit Bansir
ANALISIS LAJU ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG DI PARIT BANSIR KOTA PONTIANAK Supianto, Aris; Nurhayati, -; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah di Parit Bansir Kota Pontianak selain menyebabkan pencemaran, juga menyebabkan terjadinya pendangkalan akibat dari sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen melayang yang dipengaruhi pasang surut di bagian hilir Parit Bansir Kota Pontianak. Penelitian imenggunakan data primer berupa hasil pengukuran hidrometri (lebar, kedalaman, kecepatan), data pasang surut, perhitungan debit aliran, dan sampel air. Data diambil pada kondisi pasang surut selama 30 jam. Laju angkutan sedimen melayang dihitung dari hasil perkalian antara konsentrasi sedimen dengan debit aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkutan sedimen melayang di bagian hilir (muara) saat kondisi pasang sebesar 0,086 mg/s, sedangkan saat kondisi surut adalah besar 0,075 mg/s.Kata kunci: Sedimen melayang, Parit Bansir, TSS.  
KARAKTER PRO-LINGKUNGAN: 3S PLUS 6R MENUJU INSAN “NGERTI-NGERASA-NGELAKONI” Yulianto, Eko
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12116

Abstract

Kerusakan lingkungan di Indonesia termasuk kategori ?parah?. Hal ini akan berdampak munculnya global warming, banjir, dan persebaran wabah penyakit. Adanya permasalahan ini maka diperlukan suatu solusi. Salah satu solusi mendasar yaitu penguatan karakter ?pro-lingkungan? pada generasi muda. Pelestarian lingkungan telah didukung oleh pemerintah, salah satunya tentang sampah, dalam UU No.18 Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun 2012. Peraturan tersebut mengamanatkan pengelolaan sampah dari paradigma ?buang? menjadi pengolahan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan untuk keberlanjutan dimuat dalam pendidikan karakter ?pro-lingkungan?. Pendidikan karakter pro-lingkungan diimplementasikan pada tingkat dasar, menengah, tinggi, maupun umum. Karakter pro-lingkungan dapat ditumbuhkan dengan falsafah sentuh tanah-sentuh air-sentuh budaya (3S) dan falsafah rethink-reduce-replace-repair-reuse-recycle (6R) secara simultan dengan dimensi moral knowing, moral feeling dan moral action hingga masyarakat memperoleh ?ngerti-ngerasa-ngelakoni? artinya mengerti, menginsyafi dalam hati dan melakukan suatu tindakan nyata.Kata kunci: karakter, pro-lingkungan, 3S, 6R PRO-ENVIRONMENTAL CHARACTER: 3S PLUS 6R BEING HUMAN ?NGERTI-NGERASA-NGELAKONI?AbstractThe damage of environment in Indonesia was categorized as "severe". This would result in the emergence of global warming, floods, and the spread of diseases. The existence of this problems, we need a solution. One of the fundamental solution is strengthening the character of "pro-environment" to the younger generation. The environmental sustainability has been supported by the government, one of the rubbish in UU No. 18 Tahun 2008 and PP. No. 81 Tahun 2012. The regulation mandates of waste management paradigm "waste" into a continuous processing. The environmental management for sustainability loaded in education of pro-environmental character. The education of pro-environmental character implemented on elementary level, secondary level, higher level, or the public. The education of pro-environmental character can be grown with a philosophy of ?sentuh tanah, sentuh air, dan sentuh budaya? (3S) and rethink-reduce- replace-repair-reuse- recycle (6R) with the moral dimension of moral knowing, moral feeling and moral action  to obtain something called society ?ngerti-ngerasa-ngelakoni" those means to understand, to realize and to be performed a real actionKeywords: character, pro-environmental, 3S, 6R
KAPASITAS TAMPUNG SALURAN DI DAERAH TANGKAPAN AIR PARIT DEMANG KOTA PONTIANAK Martyawati, Anugrah Henny; Nurhayati, -; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parit Demang merupakan daerah tangkapan air (DTA) yang terletak di Kota Pontianak dengan penggunaan lahan sebagai kebun warga dan permukiman. Semakin bertambahnya pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan rumah dan pangan akan  meningkat, sehingga    mengakibatkan alih  fungsi  lahan. Perubahan penggunaan lahan akan mempengaruhi fluktuasi debit aliran air pada saat musim kemarau dan musim hujan. Tujuan penelitian ini  adalah  menentukan kapasitas tampung saluran  pada  saat  debit  maksimum untuk mengatasi  aliran  limpasan.     Analisis  hidrologi  dan  hidrolika  pada  saluran  Parit  Demang  dilakukan berdasarkan data primer dan sekunder. Hasil pengamatan debit aliran di saluran yang dilakukan saat musim kemarau diperoleh sebesar 0,09 m3/detik. Debit rencana sebesar 1,654 m3/detik masih dapat ditampung saluran dengan kapasitas saluran eksisting sebesar 1,785 m3/detik. Kata Kunci: Debit Aliran, Kapasitas Saluran, Parit Demang, Kota Pontanak
A Reinterpretation of the Baturetno Formation: Stratigraphic Study of the Baturetno Basin, Wonogiri, Central Java Putra, Purna Sulastya; Yulianto, Eko
Indonesian Journal on Geoscience Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6356.081 KB) | DOI: 10.17014/ijog.2.3.125-137

Abstract

DOI:10.17014/ijog.2.3.125-137This paper focuses on the Quaternary Baturetno Formation. An earlier research concluded that the black clay of the Baturetno Formation formed as a ‘palaeolake’ deposit. The ‘palaeolake’ was interpreted to form due to the shifting course of the Bengawan Solo Purba River in relation to Pliocene tectonic tilting in the southern Java. The stratigraphy of the Baturetno Formation was observed in the western part of the Baturetno Basin, and based on marker beds, the Baturetno Formation was classified into three units: (1) Gravel unit (GR) in the upper part, (2) clay unit (CU) in the middle part, and (3) sand-gravel unit (SG) in the lower part. There are floating gravel fragments of andesite, claystone, coral, and limestone with diameters of up to 10 cm in the clay unit. The particle size of sediment reflects the environment, but the lake deposition occurs under very quiet conditions. The occurrence of these fragments within the clay cannot be explained if the clay was deposited within a lake environment. The occurrence of floating fragments in the black clay of Baturetno Formation can best be explained through mudflow process. The cohesive strength of the mudflow is responsible for the ability of large fragments to float within the mud matrix. In general, the Baturetno Formation is inferred to be an alluvial fan deposit. The presence of sand, gravel, and mud are characteristics of alluvial fan deposits.
KOMPETENSI PROGRAM STUDI DIPLOMA TEKNIK PERKAPALAN DALAM INDUSTRI MARITIM INDONESIA Ridwan, Mohd; Yulianto, Eko
Gema Teknologi Vol 16, No 1 (2010): April 2010 - October 2010
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.671 KB) | DOI: 10.14710/gt.v16i1.319

Abstract

Mohd Ridwan, Eko Yulianto, in paper competency of naval architecture diploma program on Indonesian maritime industry explain that Shipbuilding engineering professionals is part of the leading maritime industry is expected to become the motor of development of national maritime fleet in the implementation of cabotage (Impres No.5, 2005), this will reduce foreign exchange spending nearly 99 trillion rupiah per year due to the use of foreign fleets, and the creation of new jobs as a supporter of the maritime industry. So the presence of workers who have competence in the field of shipbuilding (ship building, naval architecture, marine engineering enginerring and maritime transportation) is urgently needed and their capability to compete with other countries that previously controlled the sea as a source of national income should be the Indonesian government's attention. Keywords: Professional shipbuilding techniques, competency
KAJIAN REVEGETASI LAHAN BASAH KONSERVASI (STUDI KASUS SUNGAI KELIK 2600 HA) Wiranda, Jery; Wibowo, Hari; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kondisi dimana setiap tahun pada musim penghujan air meluap dari saluran pembuang air disebabkan oleh sempitnya saluran-saluran pembuang air yang ada sehingga menyebabkan efek back water dan menghambat proses revegetasi di lahan basah konservasi rawa Nanga Tayap. Untuk mengatasai genangan yang terjadi maka dilakukan pengumpulan data hidrologi, klimatologi data tersebut di proses dengan metode Gumbel, Penman modifikasi. metode Mononobe, rumus rasional, analisa dimensi saluran dan dibantu dengan perangkat lunak ArcMap versi 10.2 dalam menghitung luasan sub DAS. Setelah dilakukan analisa dan perhitungan dengan rumus yang telah disebutkan maka akan diperoleh desain ukuran saluran pembuang air yang dapat menampung limpasan air. Setelah didapatkan ukuran saluran pembuang air maka dibangun sekat kanal/bangunan penahan air tanpa pengatur muka air di saluran pembuang air untuk menjaga agar tanah gambut di lahan basah konservasi Nanga Tayap tetap dalam keadaan basah. Berdasarkan kondisi dilapangan maka terdapat 12 jenis pohon lokal yang berpotensi untuk digunakan dalam revegetasi lahan basah konservasi rawa Nanga Tayap yaitu belangiran/kahui, gelam, gerunggang, jambu-jambu, jelutung, mahang, mendaharan, pulai, tumih, perupuk, sagu, dan terentang.Kata Kunci: Lahan basah, konservasi, revegetasi.
PENENTUAN NILAI KEKASARAN SALURAN DENGAN METODE ENTROPI Elviani, Nova; Wibowo, Hari; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teknik hidrolika, koefisien kekasaran merupakan parameter penting dalam desain bangunan air, pemodelan hidrolik sungai, perhitungan kecepatan aliran, angkutan sedimen, dan ketepatan penentuan kehilangan energi. Pengembangan model matematika pada penerapan teori entropi berdasarkan nilai koefisien kekasaran Manning. Pengembangan terutama untuk mengevaluasi data lapangan dan menghitung debit aliran. Distribusi kecepatan entropi membutuhkan penilaian parameter (? (M)), yang diperoleh melalui hubungan antara kecepatan aliran rata-rata dan kecepatan aliran maksimal. Perbandingan antara kecepatan rata-rata dan maksimum (? (M)) sangat tergantung pada morfologi dasar sungai dengan aliran yang seragam. Hasil penelitian menunjukkan n Manning berbanding terbalik terhadap n Entropi, nManning = -0,052 nEntropi + 0,0204 dengan R2 = 0,1099 dan ? (M) = 0,716 juga nManning = -0,0745 nEntropi + 0,0239 dengan R2 = 0,0532 dan ? (M) = 0,619. Memiliki rasio rata-rata = 1,004 ? 1,509 dan kesalahan absolut rata-rata = 0,271% - 1,048%.Kata Kunci: Entropi, Koefisien Kekasaran Manning, Rumusan Empiris.
MENENTUKAN TEGANGAN PERMUKAAN ZAT CAIR Yulianto, Eko; Rofingah, Jannatur; Finda, Arba; Hakim, Fatih Nuzulil
JURNAL SPEKTRA Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sains Al Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.449 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menentukan tegangan permukaan zat cair dengan metode kenaikan kapiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang didapat, akan di analisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Metode eksperimen dimana menggunakan pipa kapiler sebagai alat untuk menentukan tegangan permukaan dengan metode kenaikan kapiler. Metode kenaikan kapiler yaitu mengukur tegangan permukaan dengan melihat ketinggian air atau cairan yang naik melalui suatu pipa kapiler.Tiga pipa kapiler dengan jari-jari yang berbeda dimasukkan ke dalam bejana yang berisi zat cair (pipa tidak menyentuh dasar bejana), kemudian zat cair tersebut akan naik melalui pipa sehingga dapat dilihat ketinggian zat cair dalam ketiga pipa tersebut. Analisis tersebut dilakukan dengan tiga massa jenis yang berbeda kemudian didapat nilai tegangan permukaan. Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa, tegangan permukaan zat cair terjadi karena perbedaan resultan gaya tarik molekul yang ada di permukaan zat cair atau karena ada gaya adhesi dan kohesi. Tegangan permukaan zat cair dengan menggunakan variasi jari-jari pipa kapiler dan massa jenis zat cair yang berbeda diperoleh kesalahan mutlak ∆ = 0,906.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 12,4% pada massa jenis air. Untuk massa jenis minyak goreng diperoleh kesalahan mutlak yaitu ∆ = 2,965.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 54,4%. Untuk massa jenis oli diperoleh kesalahan mutlak yaitu ∆ = 4,949.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 27,04%. Kata kunci : Tegangan Permukaan, Pipa Kapiler, Massa Jenis Zat Cair