Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANFAATAN DAN POTENSI PEMASARAN PAKU POHON (CYATHEA CONTAMINANS WALL. EX HOOK.) STUDI KASUS MASYARAKAT DI KECAMATAN PANCUR BATU DAN KECAMATAN SIBOLANGIT Gultom, Henny E. N.; Patana, Pindi; yunasfi, yunasfi
Peronema Forestry Science Journal Vol 1, No 1 (2012): Peronema Forestry Science Journal
Publisher : Program studi Kehutanan USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tumbuhan paku pohon saat ini umumnya digunakan sebagai media tanaman anggrek. Bagian tumbuhan paku pohon yang digunakan untuk menempelkan tanaman anggrek adalah bagian akar. Sumber tumbuhan paku pohon yang digunakan berasal dari hutan dan lahan di sekitar tempat tinggal masyarakat. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan dan potensi pemasaran tumbuhan paku pohon serta teknik pemanenan dan upaya budidaya tumbuhan paku pohon oleh masyarakat desa di Kecamatan Pancur Batu dan Kecamatan Sibolangit. Penelitian dilakukan pada bulan April ? Mei 2012 dengan metode survey dan menilai secara ekonomi tumbuhan paku pohon yang digunakan dan dipasarkan oleh masyarakat desa di Kecamatan Pancur Batu dan Kecamatan Sibolangit. Berdasarkan hasil wawancara, tumbuhan paku pohon yang umumnya dimanfaatkan dan dipasarkan sebagai media tanaman anggrek adalah berupa batangan, potongan kecil, pot bunga, dan serabut. Total nilai ekonomi tumbuhan paku pohon di Desa Bintang Meriah, Kecamatan  Pancur Batu sebesar Rp 480.480.000,00/tahun dan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit sebesar Rp 848.160.000,00/tahun.   Kata Kunci: cyathea contaminans, nilai ekonomi, paku pohon, pemanfaatan.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT MAGNET BAHAN ABSORBER Ni(0,5-x)NdxFe2,5O4 HASIL SINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI Yunasfi, Yunasfi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.1805

Abstract

Telah dilakukan analisis struktur mikro dan sifat magnet bahan penyerap gelombang mikro Ni(0,5-x)NdxFe2,5O4 hasil sintesis dengan dengan metode kopresipitasi. Serbuk Ni(0,5-x)NdxFe2,5O4 (x = 0,0; 0,2 dan 0,4) disintesis dengan mencampurkan serbuk NiCl2, NdCl3 danFeCl3 sesuai dengan perbandingan molnya masing-masing. Identifikasi fasa dengan XRD (X-ray diffraction) menunjukkan telah terbentuknya komposit  Ni(0,5-x)NdxFe2,5O4 dengan munculnya fasa NiFe2O4, NdFeO3 dan Fe2O3. Pengamatan morfologi dengan SEM (Scanning Electron Microscope) menunjukkan terbentuknya butiran yang tidak homogen dengan ukuran antara 100 nm – 200 nm. Sifat magnet sampel yang dianalisis dengan VSM (vibrating sample magnetometer) menunjukkan bahwa sampel berperilaku ferromagnetik, nilai Ms semakin rendah (pada rentang 36,6 – 21,8 emu/g) sedangakan nilai Hc semakin besar (pada rentang 140,5 – 191,5 Oe) seiring dengan penambahan kandungan ion Nd3+. Sedangkan kemampuan penyerapan gelombang mikro yang diukur dengan VNA (Vector Network Analyzer) menunjukkan nilai RL (reflection loss) maksimum oleh sampel x = 0,2 sekitar -24 dB pada frekuensi 10,60 GHz. Berarti bahwa serbuk Ni(0,3)Nd0,2Fe2,5O4 mampu menyerap gelombang mikro sebesar ~94 % pada frekuensi 10,60 GHz.  
Dekomposisi serasah daun mangrove Rhizophora apiculata di Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Sari, Kusuma Widya; Yunasfi, Yunasfi; Suryanti, Ani
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i2.308

Abstract

Mangrove menghasilkan serasah yang akan mengalami proses dekomposisi yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber hara bagi tanaman dan juga merupakan sumber makanan bagi ikan serta invertebrata yang penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dekomposisi serasah daun R. apiculata dan mengetahui kandungan unsur hara karbon (C), nitrogen (N) dan fosfor (P) pada serasah daun Rhizophora apiculata yang dilepas selama proses dekomposisi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2017 di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun dengan penentuan stasiun berdasarkan pengamatan ketersediaan jenis mangrove R. apiculata. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun R. apiculata pada hari ke-90 yaitu pada stasiun I bernilai 13,04 stasiun II bernilai 11,42 dan stasiun III bernilai 10,24. Kandungan unsur hara karbon selama proses dekomposisi 90 hari yaitu stasiun I sebesar 16,24 %, stasiun II sebesar 15,29% dan stasiun III sebesar 15,42 %. Unsur hara nitrogen yang terdekomposisi pada hari ke 90 yaitu stasiun I sebesar 2,69%, stasiun II sebesar 2,57 % dan stasiun III sebesar 2,75%. Kandungan unsur hara fosfor selama proses dekomposisi 90 hari yaitu stasiun I 0,02 %, stasiun II 0,02 % dan stasiun III 0,01 %.Mangroves produced litter that will undergo decomposition process which used as a source of nutrients for plants and also source of food for fish and important invertebrates. The purpose of this research is to measure the decomposition of Rhizophora apiculata leaf litter and to know the content of carbon (C), nitrogen (N) and phosphorus (P) nutrient in leaf litter of R. apiculata released during the decomposition process. The research was conducted from February to May 2017 in Bagan Asahan Village, Tanjungbalai District, Asahan Regency, North Sumatera Province. The method of this research used purposive sampling and determined three stations sampling based on observation of availability R. apiculata mangrove species. The result showed that decomposition rate of R. apiculata leaf on the 90 day at station I was 13,04, station II was 11,42, and station III was 10,24. The content of carbon nutrients during the 90 day decomposition process in station I was 16.24%, station II was 15.29% and station III was 15.42%. Nitrogen nutrient elements decomposed on the 90 day were station I was 2.69%, station II was 2.57% and station III was 2.75%. Phosphorus nutrient content during 90 day decomposition process was 0,02% for station I, 0,02% for station II and 0,01% for station III.
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SIFAT LISTRIK FILM TIPIS GRAFIT Astuti, Astuti; Yunasfi, Yunasfi; Pratiwi, Putri
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Fisika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.79 KB)

Abstract

Penelitian ini mengenai pengaruh iradasi Gamma terhadap sifat listrik film tipis grafit. Film tipis grafit dideposisi dengan  menggunakan metode DC-Unbalanced Magnetron Sputtering. SEM digunakan untuk melihat morfologi permukaan dan ketebalan sampel. Lapisan tipis grafit diperoleh dengan permukaan yang homogen dengan ketebalan    12,08 μm. Pengukuran sifat listrik dilakukan dengan menggunakan LCR-meter, dengan variasi dosis radiasi dari sinar Gamma. Konduktivitas tertinggi diperoleh dengan pemberian dosis radiasi sebanyak 400 kGy, yaitu 0,6372 μS/cm. Konduktivitas lapisan tipis grafit meningkat seiring dengan meningkatnya  dosis radiasi yang diberikan.   Katakunci: DC-Unbalanced Magnetron Sputtering: grafit, lapisan tipis, radiasi         Gamma
Pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Sitohang, Pesta Saulina; Yunasfi, Yunasfi; Muhtadi, Ahmad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.343

Abstract

Pantai Bali terletak di Batu Bara dengan luas sekitar 637,22 ha dengan luas kawasan pesisir sekitar 30,6% dari total area. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi sarana dan prasarana pendukung di Pantai Bali dan membuat pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling untuk wawancara. Konsep manajemen ekowisata Pantai Bali sepenuhnya bergantung kepada pemerintah daerah dan memberikan izin kepada publik sebagai pengelola.Bali Beach is a located in Batu Bara with an area of approximately 637.22 ha which is a coastal area about 30.6% of the total area. This study aims to inventory of facilities and supporting infrastructurein Bali Beach and create patterns of mangrove ecotourism management at Bali Beach. This research was conducted in March to April 2014.  Research method used was purposive sampling for interviews. The oncept of Bali Beach ecotourism management entirely to local governments and gives permission to public as the manager.
Struktur komunitas biologi di Danau Pondok Lapan, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Rais, F. F.; Azmi, N.; Ariska, D.
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.339

Abstract

Danau Pondok Lapan (DPL) adalah sebuah danau buatan yang terdapat di Kabupaten Langkat. Danau ini berfungsi sebagai sumber air, irigasi, resapan air tanah bagi masyarakat sekitar, pengendali banjir, dan kegiatan pemancingan ikan. Sampai saat ini data-data tentang danau tersebut sangatlah terbatas. Data-data terkait sumberdaya yang terdapat di danau sangat diperlukan untuk pengelolaan yang lebih tepat. Diantara beberapa data yang dimaksud adalah organisme penyusun danau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi biologis DPL dengan melihat keragaman jenis dan struktur komunitas nekton, benthos dan plankton di perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari - April 2015. Hasil pencacahan plankton di DPL ditemukan 52 jenis dari 10 kelas. Ada 6 kelas dari kelompok pitoplankton dan 4 kelas dari kelompok zooplankton. Jumlah genus paling banyak ditemukan jenis fitoplankton dan zooplankton masing-masing dari kelas Chlorophyceae berjumlah 18 genus dan dari kelas Cladocera sebesar 5 genus. Nekton yang ditemukan terdapat 2 kelas yaitu Actinopterygii dan Malacostrata.Terdapat 5 Ordo nekton yang ditemukan, yaitu 4 ordo dari jenis ikan dan 1 ordo dari jenis udang. Benthos yang ditemukan hanya 3 jenis dari kelas gastropoda, yaitu Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata dan Campeloma decisum. Struktur komunitas plankton, nekton dan benthos relatif tidak stabil serta ada kecenderungan didominansi oleh jenis tertentu.Pondok Lapan Lake (PLL) is an artificial lake located in Langkat regency. The lake its function as source of water, irrigation, catchment area, flood control, and fishing activities. Until recently data about this lake, are limited. The data related to the resource contained in the lake is very necessary for a more appropriate management. Among some of these data are organisms that inhabit the lake. This research aims to study the biological conditions of PLL to see the diversity and community structure of nekton, benthos and plankton. Sampling was conducted in February - April 2015. PLL enumeration results in the plankton found 52 species of 10 classes. There are 6 classes of groups pitoplankton and 4 classes of zooplankton groups. Nekton found there are 7 types of two classes, namely Actinopterygii and Malacostrata. Benthos found only 3 species of gastropod class, namely Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata and Campeloma decisum. Community structure benthos, nekton and plankton are relatively unstable and there is a trend happening dominance by a particular type
FUNGI PADA BATANG POHON Paraserianthes falcataria DAN ASOSIASINYA DENGAN Xystrocera festiva (Coleoptera : Cerambycidae) Yunasfi, Yunasfi; Hadi, Soetrisno; Rahayu, Gayuh; Santoso, Teguh
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 4 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.4.251-259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis fungi yang berkembang pada batang pohon Paraserianthes falcataria yang diserang oleh Xystrocera festiva. Fungi diisolasi dari kulit dan kayu gubal pada beberapa tahap gerekan X. festiva. Acremonium sp. 1 berhasil diisolasi dari kulit batang. Pada permukaan kayu gubal ditemukan Trichoderma virens dan Acremonium sp. (aff. Acremonium sp. st. imperfect Nectria arenuloides). Trichoderma harzianum dan Acremonium sp. (aff. Acremonium sp. st. imperfect N. cyathea) ditemukan pada terowongan kayu gubal yang dibuat oleh X. festiva. Acremonium spp. juga terdapat pada larva dan imago X. festiva. Hal ini menunjukkan adanya interaksi antara Acremonium spp. dengan X. festiva. Terdapat indikasi bahwa T. virens dan T. harzianum menekan perkembangan Acremonium spp. pada batang pohon P. Falcataria.
Morphometry and Pollution Load Capacity of Lake Pondok Lapan in Langkat Regency, North Sumatra Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Marufi, M.; Rizki, A.
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morphometry is necessary to know the physical characteristics of a lake and how much the ability of the lake to receive pollutant loads. Determination of water quality status and pollution load capacity of lake water is very important to do with the utilization of lake by the community for cultivation activity of floating net cage (KJA). This study aimed to determine the characteristics of morphometry and bathymetry of the lake, determine the status of water quality and the capacity of lake pollution load. The study was conducted in January–March 2015. Mapping was done by making a path of 100 trajectories which was then processed with ArcView. The observation station for water quality consisted of 4 stations. The status of water quality was determined by the Pollution and Storage Index method based on PerMen LH. No. 115 of 2003. The capacity of lake pollution loud refers to PerMen LH. 28 of 2009. The results showed that Lake Pondok Lapan area reached 63,472.78 m2 (6.35 ha) with a maximum depth of 4.15 m. This lake is classified as a closed water, aerobic, with a residence time of 11–12 days. The depth of compensation is at a depth of 2.61–2.85 m. The water discharge coming out of the lake ranges 12,963.45–14,111.71 m³ per day. The status of water quality of Lake Pondok Lapan is categorized as uncontaminated with score 0 for the Storet method and 0.46–0.86 for Pollution Index method. Lake pollution load capacity is of 1.98 kg of phosphorus per year.
STATUS LIMNOLOGIS DANAU SIOMBAK, MEDAN, SUMATRA UTARA Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Leidonald, Rusdi; Sandy, Sarah D.; Junaidy, Adil; Daulay, Achmad T.
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Siombak terletak di pesisir Kota Medan, sehingga perairannya dipengaruhi oleh pasang surut. Danau ini berfungsi sebagai resapan air, pengendali banjir, area kegiatan penangkapan ikan dan biota perairan lain, serta tempat wisata. Berbagai kegiatan di danau ini menyebabkan perubahan kualitas lingkungan perairan danau. Untuk menjaga kelestarian danau tersebut, maka diperlukan upaya pengelolaan yang tepat. Pengelolaan danau seharusnya diawali dengan pemahaman yang baik tentang sifat dan ciri-ciri perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status limnologis Danau Siombak melalui analisis morfometri, aspek fisika, kimia, dan biologi perairan, serta status trofik perairan. Morfometri mencakup dimensi permukaan dan bawah permukaan. Parameter fisika meliputi suhu, Total Suspended Solid (TSS), kejernihan air, daya hantar listrik (DHL), dan salinitas. Parameter kimia meliputi pH, oksigen terlarut (DO), Biological Oxygen Demand (BOD5), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrat, dan fosfat. Parameter biologi mencakup struktur komunitas nekton dan bentos. Pengukuran morfometri danau dilakukan pada bulan April 2014 pada saat pasang dan surut. Pengukuran kualitas air dan pengambilan data biologi dilakukan pada bulan Mei–Juli 2014 pada saat pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Siombak memiliki luas 41,44 ha dengan kedalaman maksimum 5 m saat pasang dan 4 m saat surut. Berdasarkan aspek fisika, kimia, dan biologi perairan, Danau Siombak tergolong perairan terbuka yang dipengaruhi oleh pasang surut, bersifat asin, dan berkadar oksigen tinggi, dengan waktu tinggal air danau (Rt) selama 15,65 jam dan debit (Q) sebesar 3,7 x 107 m3/jam saat pasang dan 3,0 x 107 m3/jam saat surut. Konsentrasi fosfat yang tinggi mengindikasikan perairan ini sudah tercemar. Namun, kualitas air Danau Siombak masih sesuai untuk kegiatan perikanan. Komunitas bentos dan nekton relatif tidak stabil. Komunitas bentos didominansi oleh Blue Mussel (Mytilus edulis) saat pasang (57%) dan Red-rimmed Melania (Melanoides tuberculata) saat surut (41,34%). Komunitas nekton didominasi oleh Blue Panchax (Aplocheilus panchax) baik pasang (74,07%) maupun surut (64,79%). Secara umum, perairan Danau Siombak tergolong eutrofik.
Kelimpahan dan pola pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) di hutan mangrove Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara Siringoringo, Yenni Ningsih; Desrita, Desrita; Yunasfi, Yunasfi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.320

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem mangrove yang memegang peranan yang sangat penting. Hutan mangrove yang ada di Kelurahan Belawan Sicanang sudah banyak mengalami konversi lahan seperti tambak dan pemukiman. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas habitat dan penurunan populasi untuk sumberdaya kepiting bakau akibat terjadinya kerusakan daerah asuhan dan mencari makan biota ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi mangrove, untuk mengetahui kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata), untuk mengetahui pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) di Hutan Mangrove Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian berlangsung pada Mei - Juni 2016. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi adalah purposive sampling dan dibagi menjadi 3 stasiun berdasarkan aktivitas yang berbeda. Struktur populasi kepiting bakau (Scylla serrata) ditinjau dari kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata), hubungan lebar karapas dengan bobot tubuh, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi. Kualitas habitat kepiting bakau (Scylla serrata) dilihat dari kualitas air, tekstur substrat, C-organik, dan pasang surut. Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata) 16300 - 17000 ind/ha, dengan pola pertumbuhan allometrik negatif (b<3), faktor kondisi berkisar antara 0 - 1 yang tergolong ke dalam pipih atau tidak gemuk. Kualitas air dan substrat yang dikaji termasuk ke dalam kualitas air yang menunjang kehidupan kepiting bakau (Scylla serrata), tekstur substrat yaitu lempung berpasir dan lempung liat berpasir, serta C-organik < 1% tergolong sangat rendah, dimana tipe pasang surutnya adalah mixed prevailing semidiurnal.Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the keystone species in the mangrove ecosystem, which had a very important role. Mangrove forests existed in Village Belawan Sicanang have been many experienced land conversion as embankment and settlements. These conditions led to degradation in habitat quality and population decline for mangrove crab due to the occurrence of the damage to the nursery ground and the feeding ground. The research aimed to determine abundance mangrove crabs and to determine the growth of mangrove crab. The research took place in May - June 2016. The method used in the determination of the location is purposive sampling and divided into 3 stations based on different activities. The mangrove crab population structure in terms of the abundance of mangrove crab, carapace width relation with body weight, growth pattern, and factor condition. The quality habitat mangrove crab viewed the water quality, the substrate texture, C-organic, and tides. The results showed that the growth pattern was negative allometric (b < 3), factor condition ranges between 0 - 1 which classified into flat or not fat. The water quality and substrate were assessed included in the water quality that supported life mangrove crab, the substrate texture was sandy loam and sandy clay loam, C-organic classified < 1% was very low, the type of tides was mixed semidiurnal prevailing.