Diah Yuniarti
Puslitbang Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Jl. Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta 10110

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

MICROCONTROLLER BASED HYDROGEN SULFIDE (H2S) MONITORING IN BIOGAS SYSTEM Yuniarti, Diah; -, Sarjiya; Pertiwiningrum, Ambar
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 1, No 1 (2013): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master Program of Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.835 KB)

Abstract

Energy issue, particularly related to fossil fuel, is one the main issues today. Biogas is a new and renewable energy issued in National Research Agenda (ARN) 2010-2014 to overcome the energy crisis problem. A so called purification process is used to remove contaminants in biogas, including H2S in order to improve the standard requirement of biogas application. In this research, H2S concentration in biogas system is measured and monitored by H2S monitoring system.The hardware system comprises of piping and microcontroller AVR 8535 systems while the software system comprises of codes written in Delphi 7.0 and Code Vision AVR Eval. The result of the system is displayed on LCD or computer to enable the monitoring process by operator. The monitoring of H2S sensor responses will be carried out for recycled BFA size of 60+100 mesh and -200 mesh.Experiment has been conducted for sensor warming up time and response time for H2S and CH4 sensor, calibration process for H2S sensor and filter column. Based on sensor calibration experiment, transfer function of TGS825 sensor from calibration is y = 0.0203x + 27.153. The best adsorption model which represents BFA adsorption of biogas from tofu waste in the research is Thomas model.
Evaluasi Implementasi Green Ict Pada Penyelenggara Telekomunikasi Di Indonesia Yuniarti, Diah; Ariansyah, Kasmad
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.749 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090404

Abstract

Gartner, sebuah lembaga riset yang fokus dalam bidang teknologi informasi pada tahun 2007 telah merilis statistik yang menyatakan bahwa diperkirakan pembuatan, penggunaan dan pembuangan peralatan ICT memberikan kontribusi sekitar 2% dari emisi global CO2 dan diprediksi pada 2020, emisi CO2 ini akan naik menjadi 6%. Kondisi tersebut mendapat respon positif dari Pemerintah Indonesia, pada G20 Summit di Pittsburgh, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmen target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai untuk mendapat gambaran mengenai implementasi Green ICT pada penyelenggara telekomunikasi di Indonesia hingga saat ini. Penelitian dilakukan dengan mengadakan in depth interview dengan informan dari PT Bakrie Telecom, PT Telkomsel dan PT Telkom Tbk di empat kota di Indonesia meliputi Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Bandung. Dari hasil in depth interview dan kajian literatur, ditemukenali bahwa implementasi Green ICT pada penyelenggara Telekomunikasi telah memberi manfaat bagi perusahaan dalam hal efisiensi biaya yang didapat dari efisiensi bahan bakar, sumber daya dan energi. Kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan, implementasi Green ICT juga telah memberikan dampak positif yaitu menurunnya emisi yang dihasilkan dan terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Dampak tersebut juga telah berkontribusi terhadap program pemerintah dalam hal penurunan emisi dan penghematan energi. Akan tetapi masih ditemukenali beberapa kendala seperti belum adanya roadmap Green ICT, mahalnya investasi untuk energi alternatif, belum adanya perusahaan daur ulang dengan biaya yang murah serta kurangnya dukungan masyarakat. Sehingga diharapkan dukungan yang lebih nyata dari pemerintah dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.
Minat Masyarakat dalam Menggunakan Smart Appliances Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 12, No 3 (2014): September 2014
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.821 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2014.120303

Abstract

Harga sumber energi yang semakin naik dari tahun ke tahun dan kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan smart grid. Smart appliance merupakan salah satu komponen penting dalam smart grid. Penerapan smart appliance sejalan dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi energi, mengurangi emisi karbon dan penyediaan energi dari energi terbarukan. Penetrasi telepon bergerak turut memudahkan manajemen energi dan otomatisasi home appliance. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat, yang merupakan aktor aktif dalam konsumsi dan manajemen energi di rumah tangga. Data penelitian dianalisis  dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel enjoyment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dalam menggunakan smart appliance. Sedangkan, variabel compatibility ease of use, relative advantage dan image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan smart appliance.
Analisis SWOT Sampah Antariksa Indonesia Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 1 (2013): March 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.685 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110102

Abstract

Sampah  antariksa didefinisikan sebagai seluruh objek buatan manusia, termasuk pecahan dan elemen di orbit bumi atau yang memasuki atmosfer lagi yang tidak berfungsi. Sampah antariksa yang berasal dari satelit yang tidak  berfungsi  mencapai  17%  dari  total  sampah antariksa yang ada. Keberadaan sampah antariksa di orbit bumi berbahaya karena terdapat  kemungkinan  terjadinya  tumbukan  dengan  satelit  yang  masih berfungsi  dan  tumbukan  antar  sampah  antariksa  serta  dampak  radiasi  dan kerusakan  yang  ditimbulkan  jika  satelit  jatuh  di  permukaan  bumi. Satelit Indonesia yang saat ini masih berfungsi dan satelit yang akan diluncurkan berpotensi dalam menambah jumlah sampah antariksa. Dengan demikian, penelitian ini mengkaji kondisi mengenai penanganan sampah antariksa Indonesia, dibatasi pada sampah antariksa yang berasal dari satelit yang sudah habis masa operasinya atau satelit yang sudah tidak berfungsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SWOT kualitatif  yang dianalisis dari data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dapat dilakukan terkait sampah antariksa Indonesia diantaranya merevisi regulasi terkait keantariksaan dan mengembangkan teknologi untuk mitigasi sampah antariksa.
Kebutuhan Frekuensi untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR) Pita Lebar di Indonesia [Frequency Requirement for Broadband Public Protection and Disaster Relief (PPDR)in Indonesia] Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.411 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2015.130101

Abstract

Permintaan akan pengembangan aplikasi Public Protection and Disaster Relief (PPDR) pita lebar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan kebutuhan untuk tanggap bencana yang lebih efisien dan efektif.  Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan frekuensi PPDR pita lebar di Indonesia yang meliputi kejadian harian (PP1) dan kejadian  darurat besar (PP2) pada pita frekuensi 400 MHz dan 800 MHz. Teknik pemodelan dan simulasi digunakan untuk menghitung kebutuhan frekuensi berdasarkan data skenario dan jumlah kejadian yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan frekuensi untuk mengakomodasi kejadian PP1 diperkirakan sebesar 2x10 MHz. Sedangkan, kebutuhan frekuensi untuk kejadian PP2 diperkirakan sebesar 2x20 MHz untuk LTE FDD atau 30 MHz untuk LTE TDD. *****Demands regarding on application development of broadband Public Protection and Disaster Relief (PPDR) are increasing in recent years as more requirements on more efficient and effective disaster responses. This research identified broadband PPDR frequency requirements in Indonesia, comprising of daily incidents (PP1) and large emergency incidents (PP2) at 400 MHz and 800 MHz frequency bands. Modelling and simulation techniques are used to calculate frequency requirement based on scenario and number of incidents data obtained. Research result shows frequency requirements to accommodate PP1 incidents is estimated at 2x10 MHz. Meanwhile, frequency requirement to accommodate PP2 incidents is estimated at 2x20 MHz for LTE FDD or 30 MHz for LTE TDD.
Studi Perkembangan dan Kondisi Satelit Indonesia Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 2 (2013): June 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.867 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110203

Abstract

Satelit merupakan suatu benda yang beredar di ruang antariksa dan mengelilingi bumi, berfungsi sebagai stasiun radio yang menerima, memproses dan memancarkan kembali sinyal komunikasi radio. Indonesia menjadi Negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Beberapa satelit Indonesia yang telah diluncurkan, saat ini berada dalam kondisi yang tidak berfungsi. Satelit yang tidak berfungsi merupakan kontributor sampah antariksa yang keberadaannya di orbit bumi cukup berbahaya. Penelitian ini membahas perkembangan dan kondisi satelit Indonesia selama 37 tahun terakhir untuk mendapatkan gambaran mengenai status satelit Indonesia sebagai penyumbang sampah antariksa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari 18 satelit Indonesia yang diluncurkan, terdapat tiga buah satelit yang gagal dioperasikan. Selain itu, terdapat beberapa satelit yang telah mencapai akhir masa operasinya.
Analisis Kesiapan Industri Manufaktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Negeri Untuk Mendukung Implementasi Green-ICT Pada Sektor Telekomunikasi Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 3 (2012): September 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.166 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100305

Abstract

Industri TIK merupakan bagian dari industri masa depan yang terdiri atas industri perangkat, infrastruktur/jaringan dan aplikasi/konten. Akhir-akhir ini, aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam menciptakan kesinambungan industri, termasuk industri TIK atau yang dikenal dengan istilah TIK hijau. Implementasi TIK Hijau pada penyelenggara telekomunikasi masih menemui beberapa kendala yaitu efisiensi rendah dan investasi tinggi pada penggunaan perangkat TIK berbasis energi alternatif. Selain itu, rencana implementasi TIK Hijau di lembaga pemerintah maupun swasta masih dibayangi isu terkait kekuatan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan industri manufatur TIK dalam negeri untuk mendukung implementasi TIK Hijau pada sektor telekomunikasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan indikator attitude, policy, practice, technology dan governance yang dimodifikasi pada Green IT Readiness Model oleh Molla, Alemayehu, et.al. Berdasarkan analisis LSR, secara umum lima responden industri manufaktur dikategorikan memiliki sikap positif. Indikator yang perlu mendapatkan perhatian dari responden yang tergolong memiliki sikap negatif adalah indikator policy dan governance.