Nunung Yuniarti
Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy, Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Prevalensi dan Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Nuryah, Atik; Yuniarti, Nunung; Puspitasari, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.045 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47911

Abstract

Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menjadi masalah kesehatan terkini di dunia terkait angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pola resistensi bakteri juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu sehingga diperlukan data yang sistematis mengenai prevalensi dan pola kepekaan bakteri S. aureus untuk mencegah resistensi dan mendapatkan outcome klinik yang baik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi MRSA dan kesesuaian penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik pasien di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cohort study. Sebanyak 332 pasien yang terinfeksi S. aureus dan 31 pasien dengan infeksi MRSA untuk menentukan prevalensi MRSA, serta sebanyak 23 pasien untuk mengetahui hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik pasien yang dianalisis dengan menggunakan Chi Square. Penelitian ini dilakukan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten secara retrospektif periode Januari 2015 - Desember 2018. Hasil prevalensi MRSA terus meningkat dari tahun 2015 hingga tahun 2018 yaitu 7,69%, 5,63%, 10,85%, dan 12,94%, sedangkan hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara penggunaan antibiotik terhadap clinical outcome dan hasil analisis bivariat terhadap karakteristik pasien menunjukkan usia (p=0,825), jenis kelamin (p=0.144), ruang perawatan (p=0,130), infeksi penyerta (p=0,704), dan ruang perawatan (p=0,602) juga tidak memiliki hubungan bermakna terhadap clinical outcome pada pasien dengan infeksi MRSA di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.Kata Kunci: kesesuaian antibiotik, MRSA, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
KONSTRUKSI STRUKTUR TIGA DIMENSI FITOESTROGEN HASIL KONVERSI DARI SMILES STRING REPRESENTATIONS UNTUK SIMULASI PENAMBATAN MOLEKULER MENGGUNAKAN SOFTWARE PLANTS Istyastono, Enade Perdana; Yuniarti, Nunung
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.534 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.12820

Abstract

Fitoestrogen merupakan senyawa memiliki aktivitas biologis penting bahkan seringkali berpotensi sebagai agen kemoprevensi kanker. Fitoestrogen didefinisikan sebagai senyawa-senyawa alami dari tanaman yang memiliki efek estrogenik atau anti estrogenik. Meskipun demikian, sejauh ini belum ditemui basis data yang menyediakan struktur-struktur fitoestrogen secara komprehensif. Hal ini dapat menghambat penemuan obat berbantukan komputer ketika ketersediaan basis data sangat penting untuk melakukan penapisan virtual guna validasi retrospektif atau perancangan obat berbasis struktur. Penelitian yang disampaikan di artikel ini mencoba mengumpulkan struktur-struktur fitoestrogen secara komprehensif dan melakukan preparasi untuk membuat struktur-struktur tersebut dalam bentuk tiga dimensi dengan aplikasi SPORES1.3 dan siap menjadi berkas masukan untuk simulasi penambatan molekuler PLANTS1.2. Struktur-struktur siap ditambatkan tersebut kemudian disimpan dalam jaringan sebagai phytoestrogens.zip dan bisa diunduh di http://molmod.org/phytoestrogens.zip. Database ini memuat 30 struktur fitoestrogen dengan total 53 konfigurasi yang berbeda yang siap menjadi input simulasi penambatan molekuler.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DAN KURKUMINOIDNYA TERHADAP EFEK ANALGETIK PADA MENCIT Wicaksono, Arko Jatmiko; Yuniarti, Nunung; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.4 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek analgetik dari minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), kurkuminoid, dan kombinasi keduanya. Penyarian kurkuminoid dilakukan dengan pelarut etil asetat dan heksan. Minyak atsiri diperoleh dari hasil destilasi air-uap. Uji analgetik dilakukan dengan metode formalin tes (20µL formalin 1%, intraplantar) terhadap mencit jantan galur Swiss (30±5g), umur 2 bulan. Kelompok uji meliputi CMC-Na 0,5 % p.o. (kontrol negatif), indometasin 4 mg/kgBB p.o. dan i.p. (kontrol positif), kurkuminoid 48 mg/kgBB p.o., minyak atsiri 24mg/kgBB p.o, serta kombinasinya p.o. Injeksi formalin dilakukan 1 jam setelah pemejanan sampel. Data licking time diambil pada fase I (menit 0-5) dan fase II (10-30menit) setelah injeksi formalin. Fase I mengindikasikan nyeri yang terjadi pada daerah susunan saraf pusat (SSP) sedangkan fase II pada daerah perifer. Hasil uji terhadap fase I menunjukkan daya analgetik indometasin p.o sebesar (4,96±3,26 %) dan i.p. (4,54±1,65%). Kurkuminoid dan minyak atsiri masing-masing (1,22±0,89%) dan (28,8±8,48%), sedangkan campuran (42,14±5,6%). Kurniawan (2007) melaporkan bahwa besarnya daya analgetik fase I pada morfin 5 mg/kgBB p.o. adalah (69,68±2,17%). Pada fase II minyak atsiri memiliki daya analgetik sebesar (74,63±1,97%), campuran minyak atsiri (24mg/kgBB) dan kurkuminoid (48 mg/kgBB) memiliki daya analgetik sebesar (67,56±0,59%), indometasin i.p. (49,46±1,08%) dan p.o (49,82±0,91%), serta kurkuminoid (44,80±1,46%).
PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI LARUT AIR EKSTRAK ETANOLIK PISANG KAPAS (Musa paradisiaca L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SECARA IN VIVO DAN PELACAKAN SENYAWA AKTIFNYA Yuniarti, Nunung; Maulawati, Rina Nur; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.089 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp55-61

Abstract

Buah pisang merupakan salah satu pangan Indonesia yang memiliki berbagai khasiat. Dalam masyarakat, pisang kapas (Musa paradisiaca L.) dikenal sebagai pencahar atau laksan sehingga dapat digunakan untuk pengobatan sembelit. Sebuah penelitian melaporkan bahwa ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas dapat berkhasiat sebagai antidiabetes. Namun, belum dilakukan fraksinasi terhadap ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas serta uji aktivitasnya sebagai antidiabetes. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas sebagai antidiabetes pada tikus serta pelacakan senyawa aktifnya.  Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa oral yaitu dengan tikus normal yang dibebani glukosa. Waktu pembebanan glukosa adalah 60 menit, baik pada kelompok kontrol (CMC Na) maupun pada kelompok perlakuan. Semua perlakuan diberikan secara peroral dan dosis tunggal. Kadar glukosa darah ditetapkan secara enzimatis dengan reagen GOD-PAP. Kromatografi kertas digunakan untuk pemeriksaan kualitatif senyawa yang terkandung di dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas.  Pemberian fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas dosis 0,25 g/kgBB menurunkan kadar glukosa darah sebesar 22,28 ± 0,76 %. Senyawa yang terdapat dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas adalah senyawa pereduksi, asam-asam amino, atau reduktor lain, seperti sakarida selain glukosa dan asam-asam tanaman.  
Estrogenic effect of ethanolic extract of Sambung Nyawa leaves (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) in rat Sari, Ika Puspita; Yuniarti, Nunung
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 15 No 4, 2004
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.137 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp158-162

Abstract

Sambung Nyawa leaves (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) has been used traditionally as a cancer medicine especially for ovary cyst and uteri cancer. Previous studies found that ethanolic extract of Sambung Nyawa leaves had asparaginase inhibitor and antiangiogenic activity. This research was done to determine estrogenic effect of ethanolic extract of Sambung Nyawa leaves in rats due to activity in ovary and uteri related to estrogen. Sixty female rats (30 immature rats for uterine weight assay) were grouped into a negative control (group I) namely carboxy methyl cellulose sodium (CMC sodium) 0.1 %, group II as a positive control namely ethynile  estradiole in CMC sodium 0.1 %. Group III,IV and V were ethanolic extract of Sambung Nyawa at doses 595, 1445 and 3512.5 mg/kg body weight (bw). Group I to V were administered orally for 3 consecutive days at single dose. Group VI was given ethanolic extract of Sambung Nyawa at dose 595 mg/kg bw for 5 consecutive days at single dose. We determined uterine weight and vaginal cornification as the indicator of estrogenic effect in rats. The results had shown that group II, IV, V and VI increased uterine weight significantly when compared with group I (negative group) such as 85.2 to 306.4 % (p<0.05). Group V and VI had shown an increase of the uterine weight higher than ethynil estradiole (p<0.05).Key words : Sambung Nyawa, the ethanolic extract, uterine weight,
Determination of antioxidant activity of dehydrozingerone through hydroxy radical scavengers using deoxyribosa method Nugroho, Agung Endro; Yuniarti, Nunung; Estyastono, Enade Perdana; ., Supardjan; Hakim, Lukman
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 17 No 3, 2006
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.727 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp116-122

Abstract

Dehydrozingerone (4-(4-hydroxy-3-methoxyphenyl)-3-buten-2-one) is an analog of curcumin which is termed as half-curcumin. The compound is isolated from ginger (Zingiber officinale). Nevertheless, this compound still has a phenolic hydroxy moiety responsible for antioxidant activity. The research was performed to obtain information on the antioxidant activity of dehydrozingerone through hydroxy radical scavengers.The study was performed according to a hydroxy radical scavenging procedur. In this method, reaction between hydroxy radical, resulted from phenton reaction, and deoxyribosa produces malonedealdehyde. Incubation in thiobarbituric acid at low pH produced violet-coloured solution (complex MDA-TBA).The results showed that dehydrozingerone has antioxidant activity through hydroxy radical scavengers with ES15 value of 48.36 μM. The antioxidant activity of dehydrozingerone was lower than curcumin, with ES15 value of 25.01 μM. Besides, exchange of phenolic hydroxy moiety by salting with potassium could deplete its antioxidant activity. Based on these facts, it can be concluded that phenolic hydroxy moiety of dehydrozingerone was important for its antioxidant activity through hydroxy radical scavengers.Key words : dehydrozingerone, curcumin, antioxidant, radical hydroxy, Zingiber
Effect of aspirin on pi-class of rat kidney glutathione S-transferase activity Yuniarti, Nunung; Martono, Sudibyo; A.M., Supardjan
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 16 No 2, 2005
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.919 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp87-93

Abstract

The nonsteroids antiinflammatory compounds like curcumin and its analogues, indomethacine, and sulfasalazin have been reported to have an inhibitory effect on GST activity on an in vitro study. The aim of this research is to find out the effect of aspirin on pi-class of rat kidney GST activity in vitro using ethacrynic acid (EA) as a specific substrate for its GST class.Glutathione activity can be measured by conjugating GSH and EA catalyzed with GST. The product can be measured spectrophotometrically to result in a rate (Δ absorption/min). With the same method, aspirin was added as an inhibitor. Decreasing conjugation product indicated that there was an inhibitory activity of aspirin.The aspirin inhibitory activity using EA and CDNB (1-chloro-2,4-dinitrobenzene) as substrates are 9,090% (Extrapolated IC50 6665,03 μM) and 14,087% (Extrapolated IC50 4102,0 μM), respectively. These results have shown that aspirin can not inhibit pi-class of rat kidney cytosolic GST activity using EA and CDNB (1-chloro-2,4-dinitrobenzene) as substrates.Key words: aspirin, GSTP, kidney.
Synthesis of a potential angiogenesis inhibitor compound: 2-benzylidene cyclohexane-1,3-dione Istyastono, Enade Perdana; Yuniarti, Nunung; ., Jumina
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 20 No 1, 2009
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.187 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp1-8

Abstract

Synthesis of an aromatic cyclic enadione, 2-benzylidene-cyclohexane-1,3-dione (a potential angiogenesis inhibitor), has been done using benzaldehide (50 mmole) and cyclohexane-1,3-dione (50 mmole) as starting materials and NaOH 1.0 N as a catalyst. Odorless and white needle-shape powder has been achieved. The powder was 252.7 mg (2.53 %) and the purity of the powder was 88.81 %. Its melting point was 214.8 oC. The purity of the product was examined by gas chromatography, while the structure elucidation was done using IR spectrometer, 1H-NMR spectrometer, and GC-MS.IR spectrometer showed that the compound had a -C=O bond conjugated to an alkene or a phenyl moiety, methylen groups, and alkene’s -C–H bonds. 1H-NMR spectrometer showed that the compound had benzene moiety and methylen moieties, which were in α and β position to a carbonyl group. GC-MS showed that the molecular weight of the compound was 200 atomic mass unit.Key words: Angiogenesis inhibitor, synthesis, 2-benzylidene-cyclohexane-1,3-dione.
Active cutaneous anaphylaxis-inhibitory activity of Gamavuton-0 potassium (K-GVT-0) Nugroho, Agung Endro; Yuniarti, Nunung; Istyastono, Enade Perdana; ., Supardjan; Hakim, Lukman
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 18 No 2, 2007
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.154 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp63-70

Abstract

Potassium Gamavuton-0 is a salt form of 1,5-bis(4’-hydroxy-3’-methoxyphenyl)-1,6-heptadiene-3,5 dione or gamavuton-0. Structure modification to a salt form is expected to result in a soluble compound which should have a better bioavailability. The purpose of this experimental study was to evaluate the inhibitory effects of potassium gamavuton-0 on active cutaneous anaphylaxis reaction induced by ovalbumin as an antigen.The study was performed using an active cutaneous anaphylaxis method followed by histopathological observation. The rats were subcutaneously sensitised by ovalbumin (OVA) and Al(OH)3 twice on the days of 0 and 7, and finally were challenged by ovalbumin on the day of 14 to induce active cutaneous anaphylaxis reaction. In order to determine the mast cells on the inflammation tissues, the specimens were stained with 0.1 % Alcian Blue (pH 0.3) and nuclear fast red. Under light microscopy, mast cells were identified as blue granules against a pale red backgound.The results showed that potassium gamavuton-0 at the doses of 20 and 40 mg/kg BW could inhibit the pigmentation area of vascular permeability on rats dorsal skin. It indicated that this compound has the inhibitory effect on active cutaneous anaphylaxis reaction with ED30 value of 28.26 mg/kg BW. Nevertheless, inhibitory effect of potassium gamavuton-0 was still lower than that of cromolyn sodium, a mast cell degranulation inhibitory drug. Histopathologically, the mechanism of inhibitory effect of potassium gamavuton-0 on active cutaneous anaphylaxis reaction is suggested through the inhibition on mast cell degranulation process responsible for releasing inflammation mediators such as histamine, serotonin.Key words: Gamavuton-0 potassium, anaphylaxis, mast cell, ovalbumin
PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI LARUT AIR EKSTRAK ETANOLIK PISANG KAPAS (Musa paradisiaca L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SECARA IN VIVO DAN PELACAKAN SENYAWA AKTIFNYA Yuniarti, Nunung; Maulawati, Rina Nur; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.089 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8141

Abstract

Buah pisang merupakan salah satu pangan Indonesia yang memiliki berbagai khasiat. Dalam masyarakat, pisang kapas (Musa paradisiaca L.) dikenal sebagai pencahar atau laksan sehingga dapat digunakan untuk pengobatan sembelit. Sebuah penelitian melaporkan bahwa ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas dapat berkhasiat sebagai antidiabetes. Namun, belum dilakukan fraksinasi terhadap ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas serta uji aktivitasnya sebagai antidiabetes. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas sebagai antidiabetes pada tikus serta pelacakan senyawa aktifnya.  Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa oral yaitu dengan tikus normal yang dibebani glukosa. Waktu pembebanan glukosa adalah 60 menit, baik pada kelompok kontrol (CMC Na) maupun pada kelompok perlakuan. Semua perlakuan diberikan secara peroral dan dosis tunggal. Kadar glukosa darah ditetapkan secara enzimatis dengan reagen GOD-PAP. Kromatografi kertas digunakan untuk pemeriksaan kualitatif senyawa yang terkandung di dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas.  Pemberian fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas dosis 0,25 g/kgBB menurunkan kadar glukosa darah sebesar 22,28 ± 0,76 %. Senyawa yang terdapat dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas adalah senyawa pereduksi, asam-asam amino, atau reduktor lain, seperti sakarida selain glukosa dan asam-asam tanaman.