Yunilda Yunilda
Pusat Radioisotope dan Radiofarmaka, BATAN, Serpong.

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI STABILITAS KIT CAIR TETROFOSMIN PADA BERBAGAI KONDISI PENYIMPANAN Yunilda, Yunilda
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 6 NO.1 FEBRUARi 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.207 KB)

Abstract

Tetrofosmin radiopharmaceutical compound that is being developed by PTRR BATAN for use as myocardial perfusion imaging agent and cancer diagnostic agent in nuclear medicine. The aim of this study is observe the stability of this liquid kits after stored in various condition to determine its expire date various condition. The stability test was done of 1 hour, 3 hours, 5 hours and 7 hours after labeling. The radiochemical was determined its radiochemical purity has to be ? 90 %. Analysis of radiochemical purity was carried out by separation method which using Sep-Pak C18 cartride. Storage condition of tetrofosmin kit was carried out at various temperatures as in the deep freezer (-800C), freezer (-180C), refrigerator (2-60C) and cool box (2-60C). The result showed that the liquid tetrofosmin kits stored in deep freezer, freezer, refrigerator were stable up to 23 months, 8 weeks and 4 days respectively. Simulation of stability test after stored in a cool box was done by observing the temperature of cool box, and the result showed that the temperature in the cool box was constant as in refrigerator for up to 24 hours. Tetrofosmin which has been labeled with technetium-99m can with stand up 7 hours. It is concluded that expiry date of liquid tetrofosmin kit related with storage temperature, the lower the temperature the longer the expiry date of the kits
PREPARASI KIT CAIR TETROFOSMIN UNTUK DETEKSI KANKER DAN PERFUSI JANTUNG Widyastuti, Widyastuti; Setyowati, Sri; Rustendi, Cecep Taufik; Yunilda, Yunilda
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 15, No 2 (2012): JURNAL PRR 2012
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPREPARASI KIT CAIR TETROFOSMIN UNTUK DETEKSI KANKER DAN PERFUSI JANTUNG.Kit tetrofosmin yang ditandai dengan teknesium-99m telah digunakan secara luas di bidang kedokteran nuklir untuk deteksi perfusi jantung dan deteksi kanker, yang dikenal dengan nama Myoview. Telah dilakukan pembuatan kit cair tetrofosmin untuk ditandai dengan teknesium-99m sebagaistudi awal dalam pengembangan radiofarmaka 99mTc-tetrofosmin untuk mempelajari teknik pembuatan,pengujian dan kestabilannya dalam penyimpanan. Metode uji kemumian radiokimia menggunakankromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi kertas (KK) dan pemisahan dengan kolom SepPak CI8 telah divalidasi menggunakan larutan perteknetat 99mTcdan 99mTc-tetrofosmin dari kit impor (Myoview) sebagaistandar. Karakterisasi tetrofosmin, 99mTcdan 99mTc-tetrofosmin menggunakan kromatografi cair kinerjatinggi (HPLC) telah dilakukan dan menunjukkan perbedaan waktu retensi yang cukup signifikan antara99mTc dan 99mTc-tetrofosminyaitu 6 dan 8 menit. Pengujian kemumian radiokimia terhadap 3 batch kit tetrofosmin yangdilakukan menggunakan KLT dengan fase diam ITLC-SG dan eluen campuran aseton dan diklorometan (35 : 65), KK denganfase diam kertas Whatman-3 dan eluen etil asetat serta kolom Sep Pak CI8 dengan eluen larutan NaCI fisiologis (salin) menunjukkan kemumian radiokimia rata-rata 85,89%(SD=I,44%) dan stabil pOOapenyimpananan di suhu -80°C hingga 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kit tetrofosmin dalam bentuk cair telah berhasil dibuat dan dapat ditandai dengan 99mTc-dengan kemumian radiokimia yang cukup tinggi meskipun belum sesuai dengan persyaratan kit pada umumnya.Kata kunci : 99mTc-Tetrofosmin,kemumian radiokimia, diagnosis, perfusi jantung.ABSTRACTPREPARATION OF TETROFOSMIN FROZEN KIT FOR CANCER DETECTION ANDMYOCARDIAL PERFUSION.Tetrofosmin labeled with technetium-99m has been widely used in nuclear medicine as myocardial perfusion imaging agent and for use in cancer detection, with brand name of Myoview. Preparation of tetrofosmin liquid kits labeled with 99mTchas been carried out as a preliminary study in development of tetrofosmin radiopharmaceuticals which focuses in the techniques of preparation, quality control and stability study upon storage. Analytical methods using thin layer chromatography (TLC), paper chromatography (PC) and SepPak Cl8 have been validated using pertechnetate 99mTcand 99mTctetrofosmin from commercial product (Myoview) as standards. Characterisation of tetrofosmin, 99mTcclan99mTc-tetrofosminusing HPLC has also been carried out which showed significant difference in retention time between 99mTcand 99mTc-tetrofosmini.e 6 and 8 minute. Radiochemical purity testing in 3 batches of tetrofosmin kits uses TLC with ITLC-SG and mixture of acetone and dichloromethane (35:65), PC with Whatman-3 and ethyl acetate as eluants and SepPak Cl8 cartridge eluted with saline showed radiochemicalpurity of 85,89% (SD=I,44%) which was stabile up to 2 months upon storage in -80°C. Results showed thatwet preparation of tetrofosmin kits can be labeled with 99mTcwith high labeling efficiency although notsufficiently high as stated in the common requirements of radiopharmaceuticals.Key-words: 99mTc-tetrofosmin,radiochemical purity, diagnosis, myocardial perfusion
FORMULASI KIT MIBI SEBAGAI PREPARAT PENATAH JANTUNG Widyastuti, widyastuti; A., Hanafiah; Yunilda, Yunilda; A., Laksmi; Setiyowati, Sri; Yulianti, Veronika
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 2, No 1/2 (1999): JURNAL PRR 1999
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI KIT MIBI SEDAGAI PREPARAT PENATAH JANTUNG. Sediaan 2-methoxy-isobutyl-isonitrile (MIBI) telah diketahui sebagai preparat penatah perfusi miokardial (otot jantung) yang telah ditandai dengan 99mTc. Sediaan ini menghasilkan gambaran yang sama baiknya dengan sediaan Talium-201Tl, dan dapat menggantikan sediaan 201Tl karena mempunyai beberapa keunggulan. Kit MIBI ini dibuat dari senyawa MIBI yang disintesis di P2RR-BATAN yang telah melalui karakterisasi dan serangkaian uji kualitas. Formula kit MIBI yang digunakan mengacu pada formula yang digunakan oleh produk impor (CardioliterR, kit MIBI buatan Dupont), dan pengujian kualitas dilakukan dengan membandingkan beberapa parameter terhadap produk impor tersebut. Parameter yang digunakan dalam uji kualitas ini meliputi kemurnian radiokimia, biodistribusi (perbandingan % radioaktivitas di jantung dan hati), dan gambaran organ menggunakan gamma kamera pada manusia. Hasil percobaan menunjukkan kemurnian radiokimia rata-rata 95%, biodistribusi di jantung dan hati memberikan rasio 0,7, 1,5 dan 2,53 berturut-turut pada waktu pencacahan 10, 30 dan 60 menit setelah penyuntikan. Hasil pengujian pada manusia menunjukkan gambaran yang sangat jelas dan kurang lebih sama dengan yang dihasilkan oleh produk impor. Dari percobaan ini telah diketahui pula kondisi pengeringan kit yang baik, yang menghasilkan kit dengan kekeringan yang cukup baik dan waktu daluwarsa lebih dari 6 bulan. FORMULATION OF MIBI KIT AS A HEART IMAGING AGENT. 99mTc labelled 2-methoxy-isobutyl-isonitrile (MIBI) has been known as an imaging agent for myocardial perfusion. This radiopharmaceutical preparation gives the same satisfactory result as Thalium-201Tl, and presumably could replace 201Tl because of some advantages. MIBI kit was formulated from MIBI ligand produced by RPC­ BATAN which has been characterized and tested for quality. The formula used in this research referred to the formula of imported product (Cardiolite, MIBI kit produced by Dupont), and the quality control testing was performed by comparing some parameters to the imported product. The parameters used for QC testing were radiochemical purity, biodistribution in mice and heart imaging in human volunteer using gamma camera. The result of the experiment showed that the radiochemical purity was 95 % in average, biodistribution in heart to liver gave the ratio of 0.67, 1.5 and 2.53 respectively at 10, 30 and 60 minutes after injection. The result of clinical testing in some volunteers gave contrast images as good as given by Cardiolite. The optimum condition of freeze drying has been found, and the kit can be used for more than 6 month.
STABILITAS DAN UJI PRAKLINIS 99M TC-EC UNTUK RADIOFARMAKA PENATAH FUNGSI GINJAL Astuti, Laksmi Andri; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Setiyowati, Sri; Yunilda, Yunilda; Widjaksana, Widyastuti
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 16, No 1 (2013): JURNAL PRR 2013
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSTABILITAS DAN UJI PRAKLINIS99mTc-EC  UNTUK RADIOFARMAKA  PENATAH  FUNGSIGINJAL.Radiofarmaka telah menunjukkan manfaat yang nyata dan spesifik dalam pelayanan kesehatanterutama untuk diagnosis  antara lain untuk diagnosis fungsi ginjal. Saat ini telah dilakukan  preparasi99mTcEC untuk penatah fungsi ginjal melalui beberapa tahapan, yaitu: karakterisasi EC (Ethylene-dicysteine)dengan FT-IR dan pengujian titik leleh, formulasi kit  EC,   penandaan kit basah EC dengan99mTc dilakukandengan menambahkan99mTc perteknetat dari generator99Mo/99mTc. Hasil penandaan dianalisis denganmenggunakan  kromatografi kertas,  sedangkan uji stabilitas kit basah EC dilakukan untuk menentukanwaktu kadaluwarsanya, uji biodistribusi menggunakan hewan percobaan mencit dan pencitraan dengankamera Gamma dengan tikus Wistar. Hasil analisis dengan FT-IR menunjukkan bahwa EC yang akandigunakan sudah  memenuhi persyaratan untuk digunakan formulasi, Uji stabilitas untuk sediaan yang belumdilabel menunjukkan sediaan masih stabil sampai 5 bulan. Pengujian kestabilan99mTc-EC pada suhu kamarmenunjukkan kemurnian radiokimia masih stabil sampai 4 jam setelah penandaan, hasil uji biodistribusidengan hewan percobaan mencit menunjukkan cacahan tertinggi pada kandung kemih sedangkan pencitraandengan Kamera Gamma menunjukkan hasil pencitraan yang cukup jelas di area ginjalKata kunci : radiofarmaka,99mTc, EC (Ethylene-dicysteine ), diagnosis,fungsi ginjal.ABSTRACTSTABILITY AND PRECLINICAL TESTS OF99mTc-EC  RADIOPHARMACEUTICALS  FORRENAL FUNCTION  IMAGING.Radiopharmaceuticals have shown a real and spesific usefulness inmedical services, especially for diagnosis  of several  diseases such as renal function imaging. Preparation of99mTc-EC  and its analysis have been carried out. The preparation consisted of several steps, characterizationof EC with FT-IR, formulation of EC kit, labeling of EC with99mTc followed by radiochemical purity testingusing paper chromatography. Stability test of EC kit is to know The expired date has been carried out.Biodistribution test on normal mice was carried out while imaging in wistar rat using gamma camera TheFT-IR and melting point analysis results showed that EC can be  used for formulation of EC kit. Theradiochemical purity of99mTc-EC is analysed with paper chromatography with the result is  higher than 95%.  The stability test showed that  EC kit was stable until 5 months and the  labeled EC at room temperaturewas stable after  4  hour incubation post labeling, biodistribution test on mice showed higher uptake inbladder,while imaging with gamma camera showed quite clearly in the kidney area.Key words: radiopharmaceutical,99mTc, EC(Ethylene-dicysteine ), diagnosis, renal function
Upaya Meningkatkan Budaya Menulisa Siswa Tunagrahita pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Kamus Bergambar di Kelas VII-VIII. C SLB Al-Azhar Bukittinggi Yunilda, Yunilda
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 3 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan Proses pembelajaran menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan selama ini  untuk siswa Berkebutuhan Khusus kategori tunagrahita ringan masih dalam taraf menulis nama benda atau kalimat yang sangat sederhana sehingga siswa tidak mempunyai kesempatan untuk membangun sendiri ide-idenya dan mengaitkan materi dengan kehidupan siswa, terlihat bahwa pada umumnya siswa tunagrahita dikelas tersebut mampu membaca dan menulis tetapi masih sulit dalam menulis sesuatu yang ia lihat atau rasakan. Sehubungan dengan permasalahan diatas, melalui Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan, penerapan media Musbar (Kamus Bergambar) dapat meningkatkan budaya menulis siswa tunagrahita pada mata pelajaran bahasa Indonesia karena pembelajaran bagi anak tunagrahita membutuhkan media yang kongret beranjak ke media semi kongrit dan mendekati abstrak yang menarik  berisi gambar-gambar yang berkaitan dengan kehidupan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diawali dengan perencanaan tindakan, penerapan tindakan, mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan, dan melakukan refleksi, dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan. Keempat tahap tersebut dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian, dimana setiap siklus difokuskan tentang menulis pengalaman/karangan sederhana dan menulis puisi yang berkaitan dengan gambar. Penelitian ini dilaksanakan di SLB Al-Azhar Bukittinggi dengan subjek penelitian kelas VII-VIII.C yang terdiri dari siswa tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan budaya menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan  upaya peningkatkan budaya menulis ini dengan melaksanakan 2 program yaitu :   1). To week?s story, (Kegiatan ini merupakan pembiasaan siswa tunagrahita  untuk menulis menulis pengalamannya dalam bentuk karangan singkat satu minggu satu karangan, 2). One week one poety, (satu minggu satu puisi) dan hasil terbukti dari hasil ditunjukkannya     peningkatan     hasil      dari observasi awal tidak ada yang mampu dan hanya 1 orang siswa (25%)  yang kurang mampu pada siklus I 1 Orang siswa (25%) yang mampu dan pada siklus II meningkat menjadi 3 orang (75%) yang mampu dan 1 orang (25%) yang kurang mampu. dari jumlah keseluruhan 4 orang siswa.   Berdasarkan    standar    tersebut,  penelitian tindakan kelas ini menunjukkan hasil.