Articles

Found 16 Documents
Search

Relationships between Harmonic Characteristics and Different Types of Voltage Source Chan, Risnidar; Daut, I.; H, Syafruddin; Yusniati, Yusniati
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 10, No 2: June 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.527 KB)

Abstract

This paper discusses about harmonic characteristics due to different types of voltage sources. Usually, the voltage source is sinusoidal. But in actual condition the load that receive voltage sources through the elements where the output voltage of element as input to the load is not pure sinusoidal, for example voltage source at  (PCC) between transformer and linear load and nonlinear load. This research has been done with Schhafner Power Quality Analyzer and PM300 Power Quality Analyzer, was focused to all harmonic characteristics as power, voltage, current, power factor (p.f.), Harmonic Distortion, and harmonic energy losses cost. The load is Induction Motor with Adjustable Speed Drive (ASD) because the Induction Motor with Adjustable Speed Drive (ASD) is one of electronic device causes harmonics. The voltage sources in this research are sine wave, square wave and harmonic order combinations of 3rd, 5th and 7th which can create from Schhafner Power Quality Analyzer.
TELAAH SURFAKTAN UNTUK PROSES ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) DAN PROFIL ADSORPSI SURFAKTAN A-OLEFIN SULFONATES (AOS) Juita, Rohayati; Arnelli, Arnelli; Yusniati, Yusniati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.539 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.27-31

Abstract

Telaah surfaktan untuk proses enhanced oil recovery (EOR) dan profil adsorpsi surfaktan a-Olefin Sulfonates (AOS) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis surfaktan yang dapat digunakan untuk proses enhanced oil recovery (EOR) dan mengetahui profil adsorpsi surfaktan. Penelitian ini terbagi 2 tahap, yaitu tahap pertama adalah screening surfaktan, tahap kedua adalah adsorpsi surfaktan dalam batuan sandstone dan limestone. Screening surfaktan yang dilakukan, meliputi: uji pelarutan di mana surfaktan dilarutkan dalam akuades. Uji compatibility di mana surfaktan dilarutkan dalam air dan formasinya diamati selama 3 hari. Uji thermal stability di mana surfaktan yang lolos compatibility dipanaskan 80°C selama 8 minggu. Adsorpsi surfaktan dilakukan di dalam batuan sandstone (batu pasir silika), pasir bangka, pasir malang dan limestone (batu kapur). Batuan direndam selama 168 jam dalam larutan surfaktan S24 (a-Olefin Sulfonates) 0,6%; 1,2%; 1,8%, disaring kemudian disentrifuge dan diukur absorbansinya dengan spektroskopi UV-Vis. Surfaktan AOS 0,6% dalam batu pasir silika dan surfaktan AOS 1,8% dalam pasir malang tidak teradsorpsi, sehingga cocok untuk proses enhanced oil recovery (EOR).
ANALISA RELE DIFFERENSIAL TYPE SA-1 SEBAGAI PENGAMAN GENERATOR Rahmadhani, Asditio; Yusniati, Yusniati; Nasution, Ramayulis; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 3 (2019): Edisi Oktober
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.903 KB)

Abstract

AbstrakGenerator adalah suatu peralatan yang utama pada sistem pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu perlu dilindungi terhadap bentuk?bentuk gangguan baik itu gangguan hubung singkat diluar generator maupun gangguan pada generator itu sendiri. Terjadinya gangguan hubung singkat pada generator sinkron lebih jarang, jika dibandingkan dengan gangguan jaringan. Gangguan?gangguan yang terjadi pada generator umumnya disebabkan oleh kegagalan isolasi, yang mana hal ini akan mengganggu kontinuitas pelayanan daya listrik. Gangguan?gangguan yang terjadi pada generator harus cepat diamankan sebelum menimbulkan kerusakankerusakan pada generator atau sebelum menimbulkan ketidakstabilan. Oleh karena itu pemilihan jenis rele pengaman perlu dilakukan dengan seksama dengan meneliti frekuensi gangguan, pentingnya saluran yang hendak dilindungi, faktor-faktor teknologi dan ekonominya, dan kelebihan serta kekurangan jenis pengaman tersebut. Rele pengaman harus dapat melindungi saluran dan peralatan terhadap kerusakan dengan cara menghilangkan atau mengisolir gangguan yang terjadi secara cepat dan tepat, selain itu rele pengaman juga berusaha membatasi daerah yang terkena gangguan seminimum mungkin, sehingga mutu dan keandalan penyaluran daya listrik dari generator lebih terjamin. Dalam tulisan ini memberikan gambaran tentang bagaimana cara mengamankan suatu generator dari gangguan yang menyebabkan kerusakan dengan menggunakan Rele Differensial Type SA-1.  Kata Kunci : Generator, Gangguan, Rele Differensial
ANALISA PERBAIKAN RUGI-RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN 380 VOLT DENGAN PEMERATAAN BEBAN Marbun, Josua Jonny Hardianto; Yusniati, Yusniati; Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 3 (2019): Edisi Oktober
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.541 KB)

Abstract

AbstrakPada jaringan tegangan rendah sistem didistribusikan dengan tegangan 380/220 Volt kemudian disalurkan ke rumah penduduk. Dikerenakan beban suplai melalui sistem 1 phasa, maka keadaan beban tak setimbang ini akhirnya akan menyebabkan mengalirnya arus pada phasa netral (arus bocor) yang dihantarkan ke tanah, sehingga timbul rugi-rugi daya penghantar pada netral. Beban tak seimbang ialah beban yang dipikul oleh masing-masing fasa tidak sama besarnya. Oleh karena itu arus yang akan mengalir pada setiap fasanya juga akan berbeda tergantung seberapa besar beban yang ditanggung oleh fasa tersebut. Perbedaan besar arus pada setiap fasanya akan mengakibatkan mengalirnya arus pada penghantar netral. Bila arus pada phasa netral (arus bocor) yang mengalir pada penghantar netral terlalu besar, mengakibatkan  rugi-rugi daya yang ditimbulkan akan semakin besar. Seharusnya bila keadaan sistem benar-benar setimbang, maka rugi-rugi daya yang ada hanyalah pada saluran R, S dan T saja. Untuk mengetahui rugi-rugi daya pada jaringan tegangan 380 Volt, maka kita harus mengetahui atau mencari besar impedansi, besar arus fasa dan netral, serta mencari besar rugirugi daya pada beban. Oleh kerena itu, guna menanggulangi rugi-rugi daya beban tak seimbang kita gunakan cara pemerataan beban.   Kata Kunci : Jaringan Distribusi Skunder, Rugi-Rugi Daya, Arus Netral
Penggunaan Sensor Infrared Switching Pada Motor DC Satu Phasa Yusniati, Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 3, No 2 (2018): JET (Journal of Electrical Technology) Edisi Juni
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan peralihan sensor infrared (IR) pada motor adalah sebuah aplikasi yang umum digunakan dalam industri, antara lain untuk mengontrol motor dan kecepatan hidup dan mati. Sistem ini terdiri dari sensor infra merah yang dirancang dan berfungsi untuk mendeteksi posisi dan kecepatan motor, Sensor adalah sebuah komponen yang terdiri dari pemancar infra merah dan output logika transistor photo dalam bentuk pulsa yang terhubung ke mikrokontroler, mikrokontrolel yang digunakan adalah jenis AT-89551 yang berfungsi sebagai prosessor atau sistem kontrol adalah dengan cara membaca sensor dan kontrol kecepatan motor dengan switching pulsa. Untuk mengendalikan motor, sistem juga dilengkapi dengan rangkaian driver yang berfungsi untuk memperkuat aliran agar dapat menjalankan motor, komponen yang digumakan dalam rangkaian ini adalah mosfet IRF- Z 3205 
JENIS-JENIS LAMUN DI PERAIRAN LAGUNA TASILAHA DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Yusniati, Yusniati
JSTT Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JSTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.508 KB)

Abstract

This research was aimed at identifying and describing kinds of sea grass on Laguna Tasilaha Waterworks, and producing Biology instructional media in the form of a guided book used in conducting instruction.This research was carried out on Laguna Tasilaha Waterworks, Banawa Selatan Sub-district, Donggala Regency, Central Sulawesi Province. Using survey method with tehniques crossing. Futhermore, the result of this research will be developed to learning instrument. Seagrass taken by using plot that placed purposively. The research result has identified that there were six kinds of the sea grass based on two family groups. The first group was Hydrocharitaceae consisting of Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Halophia ovalis. The second group, on the other hand, was Potamegetonaceae comprising Cymodocea rotundata, C. serrulata, and Halodule uninervis. The development result produced the pocketbook. It was validated by 88.40% content, design, and media expert, 81.03% educator assessment, 83.26% small group assessment,  and 91.74% large group assessment. Therefore, the average percentage was 86%. If it was converted into the eligibility criteri, it was eligible and can be used as Biology instructional media.
PERFORMANCE OF WIRELESS POWER TRANSFER WITH VARIOUS RECEIVER POSITIONS BY Yusniati, Yusniati; Herman, A.; Fitra, M.; Fareq, M.; Irwanto, M.; Mahrizal, M.
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this paper, we have study performance of wireless power transfer with various receiver positions are 00, 900, and 1800 developed transmitter, receiver  and 2 structure magnetic resonant couplings. Both of the Transmitter and Receiver couplings are made of enamel coil.  Based on experimental performance of wireless power transfer with various receiver positions by using inductive coupling no effect tilted at 00, 900, and 1800Keywords: Tilted, Power Transfer
Analisa Relai Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Penyulang LM5 Di Gardu Induk Lamhotma Yusmartato, Yusmartato; Yusniati, Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 1, No 2 (2016): JET (Journal of Electrical Technology) Edisi Juni
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang tegangan menengah adalah sarana untuk pendistribusian tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Tetapi dalam kenyataannya penyulang tersebut sering mengalami gangguan, diantaranya adalah gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk melokalisasi gangguan tersebut diperlukan sistemproteksi yang memenuhi persyaratan sensitvfitas, keandalan, selektivitas dan kecepatan, yang semuanya bergantung pada ketepatan setting peralatan proteksinya. Peralatan proteksi yang biasa digunakan untuk penyulang teganganmenengah adalah relai arus lebih (Over Current Relay) dan relai gangguan tanah (Ground Fault Relay), yaitu relai yang berfungsi mengintruksikan pemutus tenaga untuk membuka, sehingga saluran udara tegangan menengah/ saluran kabel tegangan menengah yang terganggu dipisahkan dari jaringan. Pada Skripsi ini akan dibahas tentang perbandingan antara setting relai proteksi hasil perhitungan dengan setting proteksi yang terpasang pada penyulang LM5 di Gardu Induk Lamhotma.
Pemodelan Pengeliminasian Bus-Bus Beban Untuk Penyelesaian Aliran Daya Yusniati, Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 1, No 1 (2016): JET (Journal of Electrical Technology) Edisi Februari
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disajikan sebuah metoda untuk penyelesaian aliran daya dengan model eliminasi bus-bus beban sistem tenaga lisrik untuk kondisi beban statis. Mula-mula system beban dimodelkan dengan menambahkan konstanta eksponensial model daya aktif dan daya reaktif, selanjutnya direfleksikan dalam matrik admittansi bus, selanjutnya mengeliminasi bus-bus beban. Model yang diperoleh merupakan model yang telah direduksi dengan orde matrik sama dengan jumlah bus generator, variable – variable dari model reduksi ini hanya sudut tegangan bus generator dan dihitung dengan metoda Newton-Raphson, sedangkan sudut tegangan dan tegangan bus-bus beban dihitung dengan metoda-metoda langsung. Teknik Pemodelan dengan pengeliminasian bus-bus beban ini diterapkan pada system tenaga IEEE 14 bus 20 saluran, 30 bus 41 salurandan 57 bus 80 saluran dengan model konstanta eksponensial yang bervariasi. Hasil penyelesaian penerapan metoda ini terbukti lebih cepat 20.18 % dibandingkan dengan metoda Newton-Raphson konvensional.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAUN KELOR YANG MENDUKUNG EKONOMI MASYARAKAT DI POSDAYA BERINGIN SAKTI Suhaemi, Zasmeli; Anwar, Wartis; Sumarni, Titi; Irgantoro, Mahyudi; Yusniati, Yusniati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4a (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.764 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4a.254-263.2018

Abstract

Tanaman Kelor (Moringa oleifera) sangat mudah dikembang biakan, dan tidak membutuhkan tanah dengan kualifikasi khusus serta bersifat tahunan, sehingga tidak memberatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Hasil tanaman kelor dapat dijadikan peluang usaha dibidang obat-obatan herbal seperti teh kelor, atau dibuat pangan fungsional seperti Mie Kelor. Dengan adanya usaha tersebut, dapat mengajak masyarakat untuk melakukan pengelolaan tamanan kelor yang bernilai ekonomis atau di konsumsi langsung oleh masyarakat, sehingga tetap sehat serta pendapatan meningkat. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan dan pengolahan tanaman Kelor, dilakukan tahapan: 1) Sosialisasi; 2) Pelatihan, dan 3) Pendampingan. Berdasarkan dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa tanggapan masyarakat akan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi kehidupan sangat tinggi. Ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase hasil implementasi setiap langkah kegiatan. Saat awal kegiatan, 91,30 % peserta yang hadir dalam sosialisasi tanaman Kelor belum mengetahui manfaat tanaman tersebut. Namun diakhir kegiatan 100% peserta pelatihan yang telah diajarkan pembuatan Teh kelor, telah mampu secara mandiri dan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan nama Beringin Sakti. Saat ini teh Kelor hasil olahan masyarakat mitra telah dijual Rp 10.000,- per kemasan isi 25 gram, yang didapatkan dari satu batang tanaman Kelor. Hasil kalkulasi menunjukkan bahwa dengan menanam 40 batang Kelor, dapat menambah pendapatan masyarakat minimal Rp. 1 juta per bulan.