Articles

Found 17 Documents
Search

ENVIROMENTAL SOCIO-ECONOMIC VALUE FOR CAPTURE FISHERIES RESOURCES AT JATIGEDE RESERVOIR, SUMEDANG, WEST JAVA PROVINCE Nurhayati, Atikah; Herawati, Titin; Lili, Walim; Yustiati, Ayi; Nurruhwati Matindas, Isni
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/16202025262

Abstract

Sumedang District is one of the areas where Jatigede Reservoir is built, which is primarily for hydroelectric power generation and other derivative functions such as drinking water supply, irrigation, flood control, tourism, and capture fisheries. Research aims to examine how the potential of capture fisheries resources and socio-economic values for local communities. This method used quantitative description of the performance of costs and benefits. The data used in this reserach are primary data and secondary. Primary data with judgment sampling as many as 30 respondents. Based on the research gap analysis for the social aspects of the local communities affected by the construction of reservoirs Jatigede contradiction between the expectations of the people to utilize the reservoir Jatigede based derivative function with local government regulations, so there is still social conflicts in society.Results of Analytic Network Process levels of jatigede reservoir function based on economic value the main function of hydroelectric power plants is socio-economic value for residents affected by the construction of Jatigede reservoir, one of which is capture fisheries, which should be given by the local government regulations regarding catchment zones, types of fishing gear are allowed and security protection for fishing in reservoirs Jatigede, institutional strengthening Jatigede fishing in reservoirs.Environmental aspects by taking into account the aquatic habitat in the Jatigede reservoir,which can be used for fisheries with due respect to the conservation of fishery resources, especially for endemic fish by periodically restocking, so that socio-economic and environmental values can be synergistic in utilizing the Jatigede reservoir.
BIOAKUMULASI ION TEMBAGA PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS L.) DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL), BANTUL Pratiwi, Dian Yuni; Nugroho, Andhika Puspito; Yustiati, Ayi
Akuatika Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v4i2.25260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ion tembaga (Cu) pada kolam fakultatif dan kolam pematangan di IPAL, Sewon, Bantul serta mempelajari kemampuan bioakumulasi ion tembaga (Cu) pada tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus L.). Penelitian ini dilaksanakan di IPAL, Sewon, Bantul dan di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Ikan Nila sebagai hewan uji diletakkan di kolam pematangan dan kolam fakultatif IPAL, Sewon, Bantul selama dua minggu. Ikan Nila tersebut kemudian diambil setiap minggu. Sampel berupa otot, hati, dan insang dari ikan nila didestruksi dengan metode digesti basah. Kandungan ion tembaga pada kolam dan ikan nila ditentukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil menunjukkan bahwa kandungan ion tembaga (Cu) di kolam fakultatif dari minggu ke 0 sampai 2 berkisar 0,076-0,088 mg/l, sedangkan di kolam pematangan berkisar 0,024-0,030 mg/l. Nilai ini masih di bawah ambang standar baku mutu. Ion tembaga dapat terkumulasi pada hati dan insang ikan Nila. Ion tembaga lebih banyak terakumulasi di hati dibandingkan insang, dan tidak dapat terakumulasi pada otot ikan nila.
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) MELALUI PEMBERIAN NAUPLIUS ARTEMIA YANG DIPERKAYA DENGAN MINYAK IKAN DAN MINYAK JAGUNG Prastyanti, Katisya Abrina; Andriani, Yuli -; Yustiati, Ayi; Sunarto, Sunarto
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.15725

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva rajungan (P. pelagicus) melalui pemberian nauplius Artemia yang diperkaya dengan minyak ikan dan minyak jagung. Penelitian ini dilakukan di Panti Pembenihan Family Portunidae, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Larva yang baru menetas (zoea 1) dipelihara dalam wadah plastik 20 L yang diisi 15 L air laut dengan kepadatan larva 50 ind/L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu : A (tanpa pengayaan), B (100% minyak ikan + 0% minyak jagung), C (75% minyak ikan + 25% minyak jagung), D (50% minyak ikan + 50% minyak jagung), E (25% minyak ikan + 75% minyak jagung), F (0% minyak ikan + 100% minyak jagung). Parameter utama yang diamati adalah kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak. Analisis statistik dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva P. pelagicus. Pemberian nauplius Artemia yang dipperkaya 75% minyak ikan dan 25% minyak jagung mempunyai kelangsungan hidup terbaik sebesar 12,89% dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,12 mm.
Pengaruh Kepadatan Pada Pengangkutan dengan Suhu Rendah Terhadap Kadar Glukosa dan Darah Kelulusan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yustiati, Ayi; Pribadi, Sofan Sidiq; Rizal, Achmad; Lili, Walim
Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.83 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan pada pengangkutan dengan suhu rendah terhadap kadar glukosa darah dan kelulusan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober 2016 di Laboratorium Basah dan Kolam Percobaan, Ciparanje Unpad. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan berupa kepadatan ikan sebanyak 5 ekor/L, 10 ekorLl, 15 ekor/L dengan pemingsanan, serta 10 ekor/L tanpa pemingsanan sebagai pelakuan kontrol. Pemingsanan dilakukan dengan cara penurunan suhu air menjadi 10±0,1 ºC. Pengamatan yang dilakukan terhadap kelulusan hidup setelah pengangkutan, kadar glukosa darah, kelulusan hidup setelah pemeliharaan pasca pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan kepadatan 15 ekor/l menunjukan hasil terbaik, yaitu kelulusan hidup setelah pengangkutan 98,33 %, kadar glukosa darah 192 mg/dL serta kelulusan hidup setelah pemeliharaan pasca pengangkutan 88,33 %.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BIJI TURI HASIL FERMENTASI PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) -, Rambo; Yustiati, Ayi; Dhahiyat, Yayat; Rostika, Rita
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2017 di Hachery Gedung Perikanan dan Ilmu Kelautan  Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan tepung biji turi (0%) , 1%, 2%, 3% dan perlakuan 4% sebagai pakan uji yang bertujuan untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan nila. Penambahan tepung biji turi hasil fermentasi dengan dosis sebanyak 3% menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan harian ikan nila tertinggi yaitu 3,51% selama 40 hari.  
TINGKAT KEBERHASILAN PEMIJAHAN IKAN KORIDORAS ALBINO (CORYDORAS AENEUS) DENGAN SUBSTRAT YANG BERBEDA PADA KOLAM SEMEN Amjad, Jamil; Yustiati, Ayi; Suryana, Asep Agus Handaka; -, Rosidah; Zidni, Irfan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan derajat pemijahan tertinggi menggunakan substrat yang berbeda pada kolam semen. Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Basah dan Kolam Percobaan, Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2017 sampai Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (Substrat Paralon), B (Substrat Fiber) C (Substrat Kaca), D (Substrat Keramik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat terbaik untuk pemijahan ikan koridoras albino pada kolam semen adalah substrat paralon dengan jumlah telur 2.303 butir, jumlah telur terbuahi terbanyak 484 butir, jumlah telur menetas 376 larva, dan kelangsungan hidup tertinggi 248 ekor.
PENGARUH PERBEDAAN WARNA CAHAYA LAMPU TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILEM (OSTEOCHILUS HASSELTI) Utomo, Banu Sulistyo; Yustiati, Ayi; Riyantini, Indah; -, Iskandar
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari warna cahaya lampu yang optimal terhadap laju pertumbuhan ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari  pada bulan Februari 2017 hingga bulan April 2017 di Laboratorium Fisiologi Hewan Air Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan A tanpa pemberian cahaya, perlakuan B dengan warna cahaya putih, perlakuan C dengan warna cahaya biru, perlakuan D dengan warna cahaya merah, dan perlakuan E dengan warna cahaya kuning. Padat tebar sebanyak 40 ekor/akuarium dengan pemberian pakan sebesar 5% dari biomassa ikan nilem. Parameter yang diamati yaitu derajat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna cahaya biru menghasilkan derajat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 19,17% diikuti warna cahaya putih sebesar 11,67%, warna merah sebesar 10%, warna kuning 10%, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 3,33% . Warna cahaya putih dan biru menghasilkan laju pertumbuhan harian yang lebih tinggi dari perlakuan lain yakni sebesar 1,89% diikuti warna kuning sebesar 1,80%, warna merah sebesar 1,74%, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 0,63%.  Warna cahaya kuning memberikan nilai konversi pakan terendah sebesar 0,64 diikuti warna cahaya biru sebesar 0,81, warna cahaya putih sebesar 0,83, warna cahaya merah sebesar 0,86, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 0,99.
PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI EKSTRAK ENZIM KASAR PAPAIN DAN BROMELIN PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Faisal, Demas; Rostika, Rita; Yustiati, Ayi; Andriani, Yuli; Zidni, Irfan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak enzim kasar papain dan bromelin dalam pemanfaatan pakan dan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan nila. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017 di karamba jaring apung BPPPU Waduk Cirata. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (tanpa EEKP & EEKB), B (EEKP 3,25% & EEKB 2,50%) C (EEKP 3,50% & EEKB 2,25%), D (EEKP 3,75% & EEKB 2%), E (EEKP 4% & EEKB 1,75%) dan F (EEKP 4,25% & EEKB 1,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi dosis ekstrak enzim kasar papain sebanyak 3,25% dan ekstrak enzim kasar bromelin sebanyak 2,5% yaitu SR 96%, EP 91.13%, LPH 3,61% dan PER 3,61%.
EMBRIOGENESIS DAN KARAKTERISTIK LARVA PERSILANGAN IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) JANTAN DENGAN IKAN BAUNG (HEMIBAGRUS NEMURUS) BETINA -, Ardhardiansyah; Subhan, Ujang; Yustiati, Ayi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kolam percobaan Ciparanje dan Laboratorium Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, mulai dari bulan Desember 2016 hingga Februari 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan embriogenesis dan karakteristik perkembangan larva persilangan ikan patin siam jantan dengan ikan baung betina. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu eksperimetal dengan analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan menganalisis tingkat keberhasilan hibridisasi. Derajat pembuahan pada ikan patin siam, ikan hibrid dan juga ikan baung masing-masing 92,57%, 91,47% dan 46,20%. Proses embriogenesis sampai dengan penetasan larva pada ikan patin siam lebih cepat dibandingkan dengan ikan hibrid dan juga ikan baung yaitu dengan waktu berturut turut yaitu 19 jam 40 menit, 21 jam 10 menit, dan 23 jam 30 menit. Derajat penetasan telur pada ikan patin, ikan hibrid dan juga ikan baung masing-masing 86,12%, 80,93% dan 56,16%. Derajat kelulushidupan ikan patin siam, ikan hibrid, dan juga ikan baung masing-masing 76,30%, 24,69% dan 51,61%. Karakteristik morfologi larva hibrid meliputi bentuk kepala, bentuk tubuh, bentuk sirip ekor dan sirip adipose cenderung intermediate yang merupakan perpaduan dari kedua indukan, sedangkan bentuk sirip anal, sirip dada, sirip punggung lebih mengarah kepada ikan baung. Abnormalitas pada larva ikan hibrid terjadi pada bagian tubuh dengan persentase larva yang abnormal sebesar 34,75%.
POLA PERTUMBUHAN IKAN KELABAU (OSTEOCHILUS MELANOPLURUS) DI SUNGAI KAMPAR, ROKAN HILIR DAN SIAK, PROVINSI RIAU Yustiati, Ayi; Asiah, Nur
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol 6, No 2 (2018): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.171 KB) | DOI: 10.36706/jari.v6i2.7153

Abstract

ABSTRACTThe research aim to determine growth pattern of kelabau carp caught by sempirai net used in Kampar, Rokan Hilir and Siak River, Riau province. This research was conducted on April to July 2017 in Biologi Perikanan Laboratory Fisheries and Marine Faculty Universitas Riau. The method used in this research is survey with descriptive quantitative data analyze. Parameters observed includes distribution of total length, relation of length and weight, and condition factor. Kelabau carp which caught in Kampar Desa Teluk Paman as much as 26 fishes, in Kampar Desa Langam as much as 35 fishes, in Rokan Hilir as much as 52 fishes, in Siak as much as 12 fishes. Kelabau carp which caught in Kampar River has the smallest size 110 mm and the largest size of 472 mm, in Rokan Hilir River has the smallest size of 95 mm and the largest size of 315 mm, and in Siak river has the smallest size of 249 mm and the largest size of 510 mm. Relation of length and weight kelabau carp in Kampar Desa langam and Rokan Hilir River is allometrik positive it means the weight increase faster than the length. Condition factor kelabau carp in Kampar Desa Teluk Paman ranged from 2,48-2,77, in Kampar Desa Langam ranged from 1,24-4,96, in Rokan Hilir ranged from 1,21-2,99, and in Siak ranged from 0,77-1,11. Key words: Kelabau, growth, kampar, rokan hilir, siak