Munawir Yusuf
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Antara Job Insecurity dan Konflik Peran dengan Performansi Kerja Karyawan di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Wijayanti Setiawan, Paulina; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Job Insecurity dan Konflik Peran dengan Performansi Kerja Karyawan di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo       Relationship Between Job insecurity and Role Conflict with Work Performance of the Employees in Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo     Paulina Wijayanti Setiawan, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Pencapaian tujuan organisasi untuk bertahan dalam era globalisasi akan terlaksana bila karyawan menunjukkan performansi kerja yang baik. Diperlukan strategi peningkatan performansi kerja secara terus-menerus. Apabila strategi yang ditetapkan tidak direncanakan dan dilaksanakan dengan optimal justru akan berdampak negatif, salah satunya timbul job insecurity. Job insecurity yang dirasakan karyawan dalam jangka panjang akan berdampak pada performansi kerjanya. Ditambahkan dalam suatu organisasi kecenderungan terjadinya konflik peran tidak dapat dihindarkan. Konflik peran akan berpengaruh negatif terhadap performansi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dan konflik peran dengan performansi kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sejumlah 62 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive quota sampling, dengan kriteria subjek adalah karyawan berusia minimal 20 tahun, masa kerja minimal 6 bulan, dan latar belakang pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala job insecurity dengan reliabilitas 0,872, skala konflik peran dengan reliabilitas 0,818, dan skala performansi kerja dengan reliabilitas sebesar 0,892. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 48,300 > Ftabel = 3,153 serta R sebesar 0,788. Hal ini berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dan konflik peran dengan performansi kerja. Nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,621 artinya job insecurity dan konflik peran secara bersama-sama memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 62,1% terhadap performansi kerja. Dengan sumbangan masing-masing 34,35% untuk variabel job insecurity dan 27,74% untuk konflik peran. Kata kunci: performansi kerja, job insecurity, konflik peran.
Hubungan antara Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi Kharisia Equata, Zhaifa; Yusuf, Munawir; Rejeki Andayani, Tri
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi       The Relationship between Perception of Junior Taekwondo Athletes in Training Program with Achievement Motivation     Zhaifa Kharisia Equata, Munawir Yusuf, Tri Rejeki Andayani Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     ABSTRAK   Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk mengerjakan sesuatu supaya menjadi lebih baik atau lebih efisien dari sebelumnya. Persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan adalah penilaian, penafsiran dan pandangan atlet junior terhadap pelaksanaan pedoman latihan yang telah direncanakan oleh pelatih. Atlet junior yang pernah mengalami kegagalan saat bertanding, pada kejuaraan selanjutnya akan mengalami kondisi bahwa atlet takut gagal lagi. Adanya dukungan dari pengurus, pelatih serta teman-teman latihan akan menambah semangat serta motivasi atlet, maka ketakutan akan kegagalan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan dengan motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan studi populasi 50 atlet taekwondo junior Kota Surakarta, dengan ciri usia 13-18tahun dan aktif mengikuti latihan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan validitas 0,302 – 0,886 serta reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,949 dan Skala Motivasi Berprestasi dengan validitas 0,452 – 0,873 serta reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,962. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,531; p = 0,000 (p < 0,05) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan dengan motivasi berprestasi pada atlet taekwondo junior. Semakin positif persepsi pada program latihan, maka akan semakin tinggi motivasi berprestasi pada atlet taekwondo junior. Kata kunci: persepsi pada program latihan, motivasi berprestasi, atlet taekwondo junior
Hubungan antara Employee Satisfaction dan Budaya Organisasi dengan Employee Engagement pada Karyawan Tetap PT. BPD Jawa Tengah Cabang Utama Semarang Ayu L, Amanda; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Employee Satisfaction dan Budaya Organisasi dengan Employee Engagement pada Karyawan Tetap PT. BPD Jawa Tengah Cabang Utama Semarang The Relationship between Employee Satisfaction and The Organizational Culture and The Employee Engagement on The Permanent Employee Of PT. BPD Central Java Semarang Main Branch Amanda Ayu Lintangsari, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Karyawan merupakan aset paling penting dalam suatu organisasi. Dalam dua dekade terakhir para karyawan menghadapi era globalisasi dan kompetisi internasional, yang dapat memberikan dampak negatif dalam hubungan karyawan dengan perusahaan, seperti kehilangan pekerjaan, ketidakpastian pekerjaan, ambiguitas dan kecemasan tinggi (Cartwright dan Copper, 2006). Maka untuk mempertahankan hubungan karyawan dan keterikatan sumber daya manusia pada organisasi, diperlukan usaha yang tepat yaitu melalui peningkatan employee engagement. Tingginya employee satisfaction dan budaya organisasi akan membantu meningkatkan employee engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara employee satisfaction dan budaya organisasi dengan employee engagement pada karyawan; 2) hubungan positif antara employee satisfaction dengan employee engagement pada karyawan; 3) hubungan positif antara budaya organisasi dengan employee engagement pada karyawan tetap PT. BPD Jawa Tengah Cabang Utama Semarang. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT. BPD Jawa Tengah Cabang Utama Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 karyawan. Sampling menggunakan proportionate stratified random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Employee engagement, Skala Employee satisfaction, dan Skala Budaya Organisasi. Skala Employee engagement terdiri dari 28 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,921. Skala Employee satisfaction terdiri dari 33 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,947. Skala Budaya Organisasi terdiri dari 35 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,924. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi dua prediktor, diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,776; p=0,000 (p<0,05), yang berarti hubungan antara employee satisfaction dan budaya organisasi dengan employee engagement kuat. Sedangkan F hitung 44,767 > F tabel 3,153. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara employee satisfaction dan budaya organisasi dengan employee engagement pada karyawan tetap PT. BPD Jawa Tengah Cabang Utama Semarang. Secara parsial menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara employee satisfaction dengan employee engagement dengan (r) sebesar 0,320; p=0,000 (p<0,05) dan ada hubungan positif yang signifikan antara budaya organisasi dengan employee engagement yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,558; p=0,000 (p<0,05). Nilai R2 (R Square) sebesar 0,603, yang berarti dalam penelitian ini, employee satisfaction dan budaya organisasi secara serentak memberi sumbangan efektif sebesar 60,3% terhadap employee engagement. Dengan sumbangan masing-masing 18,35% untuk variable employee satisfaction dan 41,93% untuk variable budaya organisasi. Kata kunci: employee engagement, employee satisfaction, budaya organisasi
Hubungan antara Persepsi Kepemimpinan Wanita dan Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja Karyawan Bidang Layanan PT BNI Tbk. Wilayah Malang Tri Handayani, Ria; Yusuf, Munawir; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 3 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Persepsi Kepemimpinan Wanita dan Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja Karyawan Bidang Layanan PT BNI Tbk. Wilayah Malang     Relationship Between Perception of Woman Leadership and Work Motivation with Work Discipline In PT BNI Tbk. Malang     Ria Tri Handayani, Munawir Yusuf, Nugraha Arif Karyanta Program StudiPsikologiFakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Disiplin kerja merupakan sikap yang menunjukkan ketaatan karyawan pada perusahaan. Hal yang mempengaruhi disiplin kerja antara lain persepsi kepemimpinan wanita dan motivasi kerja. Persepsi kepemimpinan wanita adalah kepemimpinan yang mencerminkan dan mengekspresikan nilai-nilai perempuan. Motivasi kerja adalah suatu keinginan yang dipengaruhi kemauan individu untuk berperilaku atau bertindak.   Tujuan penelitian ini: 1. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi kepemimpinan wanita dan motivasi kerja dengan disiplin kerja, 2. Hubungan antara persepsi kepemimpinan wanita dengan disiplin kerja, serta 3. Hubungan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja di PT BNI Tbk. wilayah Malang. Populasi penelitian adalah karyawan bidang layanan yang memiliki pemimpin berjenis kelamin perempuan di PT BNI Tbk. wilayah Malang. Sampling yang digunakan yakni simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 61 orang. pengumpulan data dengan menggunakan skala persepsi kepemimpinan wanita, skala motivasi kerja, serta skala disiplin kerja.   Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, dengan nilai F-hitung= 17,519 > F-tabel= 3,156 dan R= 0,614, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan wanita dan motivasi kerja dengan disiplin kerja. Secara parsial, terdapat hubungan yang rendah antara persepsi kepemimpinan wanita dengan disiplin kerja (dengan t-hitung= 2,205 > t-tabel= 2,002, dan rpar.x1y sebesar 0,278) serta terdapat hubungan yang sedang antara motivasi kerja dengan disiplin kerja (dengan t-hitung= 4,744 > t-tabel= 2,002, dan rpar.x2y sebesar 0,529). Kesimpulan: 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan wanita dan motivasi kerja dengan disiplin kerja karyawan. 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan wanita dengan disiplin kerja karyawan. 3. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja karyawan.   Kata Kunci: persepsi kepemimpinan wanita, motivasi kerja, disiplin kerja, karyawan  
Hubungan antara Moral Judgment Maturitydengan Perilaku Menyontek pada Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surakarta Maria Veronikha K, Tri; Yusuf, Munawir; ., Machmuroch
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 4 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Moral Judgment Maturitydengan Perilaku Menyontek pada Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surakarta     The Relationship between Moral Judgment Maturitywith Academic Dishonesty Behavior of Class X in SMA Negeri 8 Surakarta     Tri Maria Veronikha K, Munawir Yusuf, Machmuroch Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK   Kecurangan dalam dunia pendidikan dengan cara menyontek sering kali dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan tugas-tugas di sekolah baik tugas harian maupun ujian. Perilaku menyontek berkaitan dengan aspek moral karena dianggap sebagai perbuatan yang mengarah pada indikasi ketidakjujuran.Kematangan pertimbangan moral (moral judgment maturity) merupakan bagian dari perkembangan individu yang harus dioptimalkan.Moral judgment maturity yang optimal akan membuat individu mampu mengambil keputusan-keputusan moral yang memperhatikan kepentingan orang-orang lain secara luas dan terhindar dari suatu keputusan moral berwawasan sernpit yang dapat merugikan diri mereka sendiri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan antara moral judgment maturity dengan perilaku menyontek pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Surakarta. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara moral judgment maturity dengan perilaku menyontek pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Surakarta.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Surakarta dengan sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling.Pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala perilaku menyontek dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,900 dan skala Sociomoral Reflection Measure—Short Form(SRM-SF) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,656. Teknik analisis data menggunakan  analisis korelasi product moment, dengan bantuan komputer program SPSS for Windows release versi 20.0. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,245; p = 0,014 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan yang negatif yang signifikan antara moral judgment maturity dengan perilaku menyontek pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Surakarta. Peranan atau sumbangan efektif moral judgment maturity dengan perilaku menyontek = 6%,  ditunjukkan oleh nilai Rsquare =0,060. Subjek dalam penelitian ini pada umumnya memiliki tingkat moral judgment maturity yang tinggi ditunjukkan oleh persentase sebesar 86%, dan mempunyai tingkat perilaku menyontek yang sedang ditunjukkan dengan persentase sebesar 79%.   Kata kunci:moral judgment maturity, perilaku menyontek
Hubungan antara Motivasi Intrinsik dan Self-Efficacy dengan Keterlibatan Kerja pada Karyawan Bagian Konveksi P.T. Dan Liris Sukoharjo Rafika Rahmi, Ema; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 5 Mar (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Motivasi Intrinsik dan Self-Efficacy dengan Keterlibatan Kerja pada Karyawan Bagian Konveksi P.T. Dan Liris Sukoharjo The Relationship between Intrinsic Motivation and Self-Efficacy with Job Involvement on the Employees in Garment Division of P.T. Dan Liris Sukoharjo Ema Rafika Rahmi, Munawir Yusuf , Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret ABSTRAK Keterlibatan kerja yang dimiliki karyawan merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap kemajuan organisasi, berhasil atau tidak dalam mencapai tujuannya, karena karyawan yang mempunyai keterlibatan kerja yang tinggi akan menunjukkan sikap kerja yang penuh perhatian dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang tinggi. Motivasi intrinsik dibutuhkan untuk mendorong karyawan melakukan pekerjaan secara tulus dengan tujuan memperoleh kepuasan dan memperoleh kesenangan dari partisipasi dalam bekerja tanpa memperhatikan reward yang diperoleh. Self-efficacy dibutuhkan untuk mendorong karyawan meyakini kemampuannya dalam mencapai tujuan atau hasil yang diharapkan.Motivasi intrinsik dan self-efficacy yang tinggi pada karyawan dapat berperan dalam meningkatkan keterlibatan kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik dan self-efficacy dengan keterlibatan kerja.Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian konveksi P.T. Dan Liris Sukoharjo sejumlah 923 orang. Sampel penelitian ini adalah karyawan bagian konveksi P.T. Dan Liris Sukoharjo sejumlah 90 karyawan.Sampling penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala keterlibatan kerja dengan jumlah aitem valid 25 dengan reliabilitas 0,859, skala motivasi intrinsik sejumlah 30 aitem valid dengan reliabilitas0,843, dan skala self-efficacysejumlah 26 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,853. Analisis data menggunakan teknik analisis linear regresi berganda, diperoleh p-value sebesar 0,00 < 0,05 dan Fhitung49,480 >Ftabel= 3,104serta R sebesar0,729. Hal ini berarti terdapat hubungan antara motivasi intrinsik dan self-efficcay dengan keterlibatan kerja. Nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,532 artinya motivasi intrinsik dan self-efficacysecara bersama-sama memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 53,2% terhadap keterlibatan kerja. Sumbangan relatif motivasi intrinsik terhadap keterlibatan kerja adalah 52,93% dan sumbangan relatif self-efficacy terhadap keterlibatan kerja adalah 47,04%. Sumbangan efektif yang diberikan motivasi intrinsik terhadap keterlibatan kerja adalah 28,17% dan sumbangan efektif variabel self-efficacy terhadap keterlibatan kerja adalah 25,04%. Kata kunci: (keterlibatan kerja, motivasi intrinsik, self-efficacy, karyawan)
Hubungan antara Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS Qoyimatun Nashriyah, Sifa; Yusuf, Munawir; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 5 Mar (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS     Relationship Between Self Adjustment and Family Social Support with Career Maturity on the Students of Communication Department FISIP UNS   Sifa Qoyimatun Nashriyah, Munawir Yusuf, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Remaja memiliki tugas perkembangan yang harus dilaluinya sebelum mencapai tahap dewasa. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah memilih dan mempersiapkan karir. Kematangan karir yang dimiliki mahasiswa diduga terkait dengan penyesuaian diri dan dukungan sosial keluarga yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial keluarga dengan kematangan karir pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS; (2) Hubungan antara penyesuaian diri dengan kematangan karir pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS; (3) Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kematangan karir pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS angkatan 2011 dan 2012 dengan sampel penelitian sebanyak 77 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data penenelitian dikumpulkan dengan skala kematangan karir, skala penyesuaian diri, dan skala dukungan sosial keluarga. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama menggunakan analisis regresi ganda, selanjutntya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara penyesuaian diri dan dukungan sosial keluarga secara bersama-sama dengan kematangan karir yang ditunjukkan koefisien korelasi (R) regresi ganda sebesar 0,526, p<0,05 dan Fhitung 14,130 > Ftabel 3,120; ada hubungan positif antara penyesuaian diri dengan kematangan karir yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,429, p<0,05; serta ada hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan kematangan karir dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,266, p<0,05. Nilai R2 sebesar 0,276 artinya dalam penelitian ini penyesuaian diri dan dukungan keluarga secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 27,6% terhadap kematangan karir. Kata Kunci: kematangan karir, penyesuaian diri, dukungan sosial keluarga
Hubungan Antara Ketidakamanan Kerja dan Ketidakpuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada Karyawan Kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo Sundari, Purwi; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 1 Jun (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Ketidakamanan Kerja dan Ketidakpuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada Karyawan Kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo       Correlation Between Job Insecurity and Job Dissatisfaction Toward Turnover Intention On Contract Employees In PT. Dan Liris Sukoharjo     Purwi Sundari, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan memiliki peran sentral dalam menggerakkan roda perkembangan dan laju produktivitas perusahaan, oleh karena itu perlu dipelihara agar tetap dapat berproduksi dengan baik. Keamanan kerja dan kepuasan kerja memiliki arti penting bagi karyawan kontrak. Apabila ketidakamanan kerja dan ketidakpuasan kerja dalam suatu perusahaan tinggi maka dapat menyebabkan meningkatnya angka turnover yang akan berdampak pada efisiensi dan efektivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara ketidakamanan kerja dan ketidakpuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo; 2) Hubungan antara ketidakamanan kerja dengan intensi turnover pada karyawan kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo; 3) Hubungan antara ketidakpuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak PT. Dan Liris Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 193 karyawan kontrak. Teknik Sampling menggunakan Simple Random Sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Intensi Turnover dengan validitas sebesar 0,248-0,671 dan Reliabilitas Alpha 0,790; Skala Ketidakamanan Kerja dengan validitas 0,264-0,671 dan Reliabilitas Alpha 0,744; Skala Ketidakpuasan Kerja dengan validitas 0,281-0,624 dan Reliabilitas Alpha 0,799. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,617; p=0,000 (p<0,05) dan Fhitung 39,074 > Ftabel 3,07. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketidakamanan kerja dan ketidakpuasan kerja dengan intensi turnover. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketidakamanan kerja dengan intensi turnover dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,242 dengan p=0,006 (p<0,05) serta nilai thitung= 2,805 (>ttabel= 1,979), dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketidakpuasan kerja dengan intensi turnover yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,409 dengan p=0,000 (p<0,05) serta nilai thitung= 5,054 (>ttabel= 1,979). Kata Kunci: intensi turnover, ketidakamanan kerja, ketidakpuasan kerja
Hubungan antara Persepsi Kualitas Interaksi Atasan- Bawahan dan Motivasi Intrinsik Dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Outsourcing Di PT. Coca-Cola Amatil Central Java Asmaradita, Novia; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 2 Sep (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relationship Between Perceveid Of Leader-Member Exchange  and Intrinsic Motivation with Organizational Citizenship Behavior in Outsourcing  Employee at PT. Coca-Cola Amatil Central Java   Novia Asmaradita, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Salah satu usaha untuk mendukung keberhasilan sebuah perusahaan adalah mengupayakan karyawan yang mampu berperilaku extra-role, yang disebut dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Tingginya persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dan motivasi intrinsik akan membantu meningkatkan tingkat OCB pada karyawan outsourcing yang oleh banyak pihak dianggap memiliki posisi yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan karyawan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dan motivasi intrinsik dengan OCB; 2) hubungan antara persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dengan OCB; 3) hubungan antara motivasi intrinsik dengan OCB pada karyawan outsourcing di PT. Coca-Cola Amatil Central Java. Subjek penelitian adalah karyawan outsourcing di PT. Coca-Cola Amatil Central Java sebanyak 77 orang. Sampling menggunakan proportionate stratified random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui Skala OCB yang terdiri dari 35 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,915, Skala Persepsi Kualitas Interaksi Atasan-Bawahan yang terdiri dari 25 aitem dan koefisien reliabilitas 0,909, serta Skala Motivasi Intrinsik yang terdiri dari 40 aitem dan koefisien reliabilitas 0,936. Analisis data melalui teknik regresi linier berganda, diperoleh R sebesar 0,633; p=0,000 (p<0,05); dan Fhit 24,700 > Ftab 3,739 yang berarti, ada hubungan antara persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dan motivasi intrinsik dengan OCB. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dengan OCB dengan nilai korelasi 0,335 dan p = 0,000 (p < 0,05) dan ada hubungan antara motivasi intrinsik dengan OCB dengan nilai korelasi 0,530 dan p = 0,000 (p < 0,05) . Nilai R2 (R square) sebesar 0,400 yang berarti dalam penelitian ini persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan dan motivasi intrinsik secara serentak memberi sumbangan efektif sebesar 40% terhadap OCB. Kata Kunci: organizational citizenship behavior, persepsi kualitas interaksi atasan-bawahan, motivasi intrinsik
Hubungan antara Burnout dan Locus of Control Eksternal dengan Intensi Turnover pada Tenaga Penjualan P.T. Budimas Makmur Mulia Surakarta Hidayat, Taufik; Yusuf, Munawir; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 4 Mar (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Burnout dan Locus of Control Eksternal dengan Intensi Turnover pada Tenaga Penjualan P.T. Budimas Makmur Mulia Surakarta    The Relationship between Burnout and External Locus of Control with Turnover Intention on the Salespeople of P.T. Budimas Makmur Mulia Surakarta The Relationship between Burnout and External Locus of Control with Turnover Intention on the Salespeople of P.T. Budimas Makmur Mulia Surakarta     Taufik Hidayat, Munawir Yusuf, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Intensi turnover merupakan salah satu indikasi efektivitas dan stabilitas organisasi. Organisasi yang memiliki tingkat turnover tinggi, berarti kurang mampu mengelola dan mempertahankan sumber daya manusia dengan baik sehingga keinginan individu untuk berhenti dan berpindah kerja meningkat. Tingginya tingkat intensi turnover pada tenaga penjualan dapat diprediksikan berhubungan dengan burnout yang dialami dan locus of control eksternal. Burnout adalah keadaan stres akumulatif yang ditandai kelelahan fisik-emosional serta sikap negatif terhadap pekerjaan. Locus of control eksternal merupakan kecenderungan atau keyakinan individu bahwa keberhasilan dan kegagalan disebabkan faktor di luar kontrol dirinya. Burnout dan locus of control eksternal diidentifikasikan sebagai faktor internal yang mempengaruhi intensi turnover. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif-korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dan locus of control eksternal dengan intensi turnover. Penelitian ini merupakan penelitian populasi pada 61 tenaga penjualan. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen pengumpulan data, antara lain skala intensi turnover, skala burnout, dan skala locus of control eksternal. Skala intensi turnover terdiri dari 38 aitem, dengan ri(x-1) 0,326 – 0,781 dan reliabilitas (α) = 0,952. Skala burnout terdiri dari 21 aitem, dengan ri(x-1) 0,325 – 0,779 dan reliabilitas (α) = 0,890. Skala locus of control eksternal terdiri dari 23 aitem, dengan ri(x-1) 0,325 – 0,597 dan reliabilitas (α) = 0,870. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai F hitung = 16,166 > F tabel = 3,156 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R = 0,598 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara burnout dan locus of control eksternal dengan intensi turnover. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara burnout dengan intensi turnover, dengan t hitung = 3,850 > t tabel = 2,002 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) ; serta tidak terdapat hubungan antara locus of control eksternal dengan intensi turnover, dengan t hitung = 0,634 < t tabel = 2,002 dan nilai signifikansi 0,528 (p > 0,05). Kesimpulannya, yaitu (1) semakin tinggi burnout dan locus of control eksternal, maka semakin tinggi pula intensi turnover, (2) semakin tinggi burnout, maka semakin tinggi intensi turnover, (3) locus of control eksternal yang tinggi, belum tentu intensi turnover juga tinggi. Selain itu, diketahui nilai R2 (R Square) sebesar 0,358 yang berarti total sumbangan efektif burnout dan locus of control eksternal terhadap intensi turnover adalah 35,8%. Kata kunci : intensi turnover, burnout, locus of control eksternal