Articles

Found 22 Documents
Search

Karakteristik Kerupuk Berbahan Dasar Sagu dengan Subtitusi dan Fortifikasi Rumput Laut Pakaya, Sri Tatin; Yusuf, Nikmawatisusanti; Mile, Lukman
Jurnal Nike VOL 2, NO 4, 2014
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.755 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terpilih dan karakteristik kerupuk berbahan dasar sagu yang disubstitusi dan fortifikasi dengan rumput laut K. Alvarezii. Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi rumput laut yang berbeda yaitu 30g, 40g, 50g, 60g dan 70g. Pada tahap formulasi melakukan uji organoleptik (hedonik) terhadap parameter produk terdiri atas kenampakan, warna, aroma, rasa dan tekstur. Tahap karakterisasi yang dianalisis adalah komposisi kimia produk terbaik terdiri atas kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan serat pangan. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa produk terpilih pada formulasi A dengan komposisi tepung sagu 50% dan rumput laut 50%. Hasil analisis uji Kruskall wallis menunjukkan bahwa substitusi rumput laut berpengaruh nyata terhadap kenampakan, warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil uji proksimat produk terpilih mengandung air 6,22%, abu 3,59%, protein 5,855%, lemak 42,68%, karbohidrat 31,295%, dan serat pangan 11,36%. Kata kunci: Kerupuk rumput laut, K. alvarezii, Sagu, Metroxylon sp., Organoleptik dan Kimiawi
FORMULASI COOKIES UDANG REBON | FORMULATION OF REBON SHRIMP COOKIES Gobel, Riska Van; Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOLUME 4 NOMOR 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula cookies terpilih yang disubstitusi dengan tepung udang rebon (Mysis sp.). Penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu pembuatan tepung udang rebon dan formulasi cookies udang rebon. Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi tepung udang rebon 10%, 15% dan 20%. Analisis data yang digunakan untuk pengujian organoleptik yaitu Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan, dan untuk penentuan produk terpilih dilakukan dengan uji Bayes. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tepung udang rebon memberikan pengaruh yang nyata terhadap rasa, aroma, tekstur, kenampakan dan warna. Cookies yang disubstitusi tepung udang rebon dengan konsentrasi 10% adalah produk terpilih. This study aims to determine the selected cookie formula substituted with rebon shrimp flour (Mysis sp.). This research consists of 2 stages, namely making shrimp meal flour and formulation of shrimp cookies. The treatment in this study was the concentration of rebon shrimp flour 10%, 15% and 20%. Analysis for organoleptic testing is Kruskal Wallis followed by Duncan's follow-up test, and for the determination of the selected products carried out by the Bayes test. Organoleptic test results showed that rebon shrimp flour had a significant effect on taste, aroma, texture, appearance and color. Cookies substituted with rebon shrimp flour with a concentration of 10% are selected products. Katakunci: cookies, udang rebon; Mysis sp.; organoleptik Keywords: cookies; rebon shrimp; Mysis sp.; organoleptic
ANALISIS MUTU IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP.) SEGAR SELAMA PENYIMPANAN MENGGUNAKAN LARUTAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI PENGAWET ALAMI Nai, Yusri Dj.; Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jambura Fish Processing Journal VOLUME 1 NOMOR 2 JULY 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.287 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu ikan Layang (Decapterus sp.) segar yang direndam menggunakan larutan Ekstrak daun Kelor (Moringa oleifera). Perlakuan pada penelitian ini yaitu penggunaan larutan daun kelor 75% dengan lama penyimpanan 0, 3, 6, 9, 12, 15 dan 18 jam. Parameter yang diuji adalah karakteristik organoleptik melalui uji mutu hedonik yaitu kenampakan mata, insang, tekstur, daging, bau dan lendir, serta TPC dan pH. Analisis data yang digunakan untuk mutu hedonik adalah Kruskall wallis. Data analisis Kimia dan mikrobiologi menggunakan RAL (Anova). Hasil yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan daun kelor 75% mampu mempertahankan mutu ikan Layang (Decapterus sp.) segar hingga penyimpanan 12 jam dengan kriteria bola mata rata, kornea agak keruh, pupil agak keabu-abuan; insang warna merah mudah atau coklat mudah dengan sedikit lendir agak keruh, lapisan lendir agak keruh, tekstur lunak, agak elastis bila ditekan dengan jari, bau segar, spesifik jenis kurang, dan sayatan daging sedikit kurang cemerlang,jaringan daging kuat. pH 6,24 dan nilai ALT yaitu 5,63 CFU/g, hasil yang diperoleh sesuai SNI 2729.2013 tentang mutu dan keamanan ikan segar
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK FLAVONOID BUAH MANGROVE SONNERATIA ALBA TERHADAP BAKTERI VIBRIO ALGINOLITYCUS | ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF FLAVONOID EXTRACT FROM MANGROVE FRUIT OF SONNERATIA ALBA AGAINST VIBRIO ALGINOLITYCUS BACTERIA Karim, Zulfandi; Sulistijowati, Rieny; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOLUME 6 NOMOR 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak flavonoid buah mangrove S. alba terhadap bakteri V. alginolitycus. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair, uji diameter zona hambat (DZH) menggunakan metode difusi agar. Penggunaan kontrol positif Chloramphenicol dan kontrol negatif aquadest sebagai parameter pembanding. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan. Hasil analisis uji lanjut (Duncan) menunjukkan bahwa ketiga perlakuan konsentrasi flavonoid mampu memberikan aktivitas penghambatan yang berbeda nyata terhadap V. alginolitycus yaitu antara konsentrasi 500, 375, dan 250 ppm dengan luas zona hambat sebesar (10,33 mm), (9,23 mm), dan (8,07 mm). Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas penghambatan ekstrak flavonoid pada konsentrasi 500 ppm tergolong kuat, sehingga mempunyai potensi sebagai antibakteri V. alginolitycus yang merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit ice-ice rumput laut Kappaphycus alvarezii. This study aims to determine the antibacterial activity of S. alba mangrove fruit flavonoid extracts against V. alginolitycus bacteria. Antibacterial activity testing is carried out with a minimum inhibitory concentration test (MIC) using the liquid dilution method, the inhibition zone diameter test (DZH) uses the agar diffusion method. The use of Chloramphenicol positive control and aquadest negative control as comparison parameters. This study used a completely randomized design (CRD) with two replications. The results of further test analysis (Duncan) showed that the three treatments of flavonoid concentration were able to provide significantly different inhibitory activity against V. alginolitycus i.e. between concentrations of 500, 375, and 250 ppm with inhibitory zone area of (10.33 mm), (9.23 mm), and (8.07 mm). Based on the results of the study, the inhibitory activity of flavonoid extracts at a concentration of 500 ppm is quite strong, so has the potential as an antibacterial to V. alginolitycus which is one of the bacteria that causes seaweed ice-ice desease of Kappaphycus alvarezii. Katakunci: Sonneratia alba; flavonoid; anti bakteri; Vibrio alginolitycus; KHM; zona hambat Keywords: Sonneratia alba; flavonoid; anti bacterial; vibrio alginolitycus; DZH; inhibition zone
Pengaruh Penambahan Kappaphycus alvarezii terhadap Karakteristik Organoleptik dan Kimiawi Kue Tradisional Semprong Hasan, Liki; Yusuf, Nikmawatisusanti; Mile, Lukman
Jurnal Nike VOL 2, NO 3, 2014
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.55 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruuh penambahan rumput laut K. alvarezii terhadap tingkat penerimaan dan untuk karateristik kimiawi kue semprong yang difortifikaasi rumput laut K. alvarezii. Penelitian ini dilakukan dua tahap yakni penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan suhu dan lama pemasakan kue semprong. Penelitian utama dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan rumput laut dengan konsentrasi berbeda (7,5%, 10%, dan 12,5%) terhadap tingkat penerimaan kue semprong dann karateristik kue semprong. Rancangan percobaan yang digunakan untuk uji hedonik adalah Krusskal-walis dan untuk uji kimiawi adalah rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji lanjut yang digunakan adalah Beda Nyata Terkecil (BNT). Adapun parameter yang diuji adalah organoleptik dan kimiawi. Karakteristik organoleptik terdiri dari kenampakan, aroma, warna, tekstur dan rasa. Karakteristik kimia terdiri dari kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan serat. Hasil uji organoleptik penambahan rumput laut tidak berbeda nyata pada atribut kenampakan, warna, aroma dan rasa. Namun berbeda nyata pada atribut tekstur. Hasil uji kimiawi untuk Kadar air 3,03% - 4,66%, kadar abu 0,32% - 0,75%, kadar protein 9,23% - 9,43%, kadar lemak 8,05% - 9,89%, kadar karbohidrat 75,19% - 76,34% dan serat 1,15% - 1,86%. Penambahan K. alvarezii 12,5% mempengaruhi atribut tekstur. Penambahan K. alvarezii mempengaruhi kadar air, lemak, dan serat. Konsentrasi optimum K. alvarezii yaitu 7,5%. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, fortifikasi, kue semprong, organoleptik, kimiawi.
Formulasi Kerupuk Ikan Gabus yang Disubstitusi dengan Tepung Sagu Laiya, Nofliyanto; Harmain, Rita Marsuci; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOL 2, NO 2, 2014
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.304 KB)

Abstract

Diversifikasi produk perikanan salah satunya adalah kerupuk ikan gabus (Channa striata) yang di substitusi dengan tepung sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula bumbu kerupuk ikan gabus yang disubtitusi dengan tepung sagu. Perlakuan formula tepung sagu dan ikan gabus yaitu A (50:50), B (70:30) dan C (30:70). Kerupuk ikan gabus yang disubstitusi dengan tepung sagu tidak memberikan pengaruh nyata terhadap uji organoleptik skala hedonik kenampakan, aroma dan warna tetapi memberikan pengaruh nyata (p
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Nugget Ikan Layang (Decapterus sp.) yang Disubtitusi dengan Tepung Ubi Jalar Putih (Ipomea batatas L) Utiarahman, Gustiarni; Harmain, Rita Marsuci; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOL 1, NO 3, 2013
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.203 KB)

Abstract

Salah satu hasil diversifikasi produk perikanan adalah nugget ikan layang (Decapterus sp.) yang disubtitusi dengan tepung ubi jalar (Ipomea batatas L). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik nugget ikan layang yang disubtitusi dengan tepung ubi jalar, dan untuk mengetahui karakteristik kimia serta organoleptiknya. Eksperimen dilakukan dengan 3 (tiga) perlakuan perbandingan tepung tapioka dan tepung ubi jalar berbeda, yaitu Formula A (2:1), Formula B (1:1), dan Formula C (1:2). Substitusi tepung ubi jalar terhadap tepung tapioka tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap uji organoleptik skala hedonik warna dan kenampakan tetapi memberikan pengaruh nyata (p
Karakteristik Organoleptik Dodol Ketan yang Dikemas dengan Edible Coating dari Kitosan Rajungan Selama Penyimpanan Suhu Ruang Yahya, Kristiana; Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOL 3, NO 3, 2015
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.973 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu dodol ketan yang dikemas dengan edible coating dari kitosan rajungan (Portunus pelagicus) selama penyimpanan pada suhu ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang menggunakan 2 perlakuan, yaitu (1) faktor konsentrasi kitosan dengan taraf 0% (kontrol), 1%, dan 2% dan (2) faktor lama penyimpanan yaitu 0, 5, 10, dan 15 hari, sehingga rancangan percobaannya menggunakan RAL faktorial 3x4 dengan 2 kali ulangan. Uji yang dilakukan pada setiap perlakuan yakni uji organoleptik. Hasil penelitian organoleptik yang dianalisis menggunakan uji segitiga untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil uji pembedaan segitiga menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi kitosan 2% berbeda dari perlakuan tanpa kitosan dan konsentrasi kitosan 1%. Konsentrasi kitosan 2% dapat mempertahankan parameter warna dan tekstur hingga hari ke-15, dan parameter aroma dan rasa diatas penyimpanan hari ke-10 dibanding perlakuan dengan konsentrasi lainnya. Kata kunci: Dodol ketan, edible coating, kitosan rajungan
Formulasi Selai Lembaran dari Campuran Rumput Laut dan Buah Nanas Ismail, Gustin H.; Yusuf, Nikmawatisusanti; Mile, Lukman
Jurnal Nike VOL 3, NO 4, 2015
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.621 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh formula selai lembaran dari campuran rumput laut K. alvarezii dan buah nenas terbaik berdasarkan nilai organoleptik hedonik selai lembaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni tahun 2014 di Desa Dunggala Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Provinsi Gorontalo. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu, penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Hasil penelitian pendahuluan untuk lama pemasakan berdasarkan trial and error yaitu selama 60 menit sehingga selai dapat dibuat dalam bentuk lembaran. Hasil penelitian utama tentang karakteristik selai lembaran campuran antara bahan rumput laut dan buah nenas disimpulkan bahwa formula terpilih adalah selai lembaran dengan perbandingan bahan rumput laut dan buah nenas sebesar 1:2. Kata kunci: selai lembaran, K. alvarezii, nanas, organoleptik
Rendemen, Titik Gel dan Titik Leleh Gelatin dari Tulang Ikan Tuna (thunnus sp.) yang Diproses dengan Menggunakan Cuka Aren (arenga pinnata) Zulkifli, Mohamad; Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti
Jurnal Nike VOL 1, NO 3, 2013
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.243 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi gelatin dari tulang ikan tuna dengan menggunakan asam alami cuka aren dan mempelajari pengaruh cuka aren terhadap karakteristik kimia dan fisik gelatin yang dihasilkan. Pada penelitian pendahuluan dilakukan fermentasi cuka aren dengan fermentasi spontan selama satu bulan dan menganalisis kadar asam asetat. Pada penelitian utama dilakukan ekstraksi tulang tuna dengan menggunakan 3 perlakuan yaitu perbandingan volume cuka hasil fermentasi (ml) dengan berat ikan tuna (g) yang terdiri atas G1 (3:1); G2(5:1) dan G3(7:1). Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan. Gelatin yang dihasilkan dikarakterisasi kimia yaitu kadar proksimat dan pH serta karakterisasi fisik yaitu rendemen, titik gel dan titik leleh. Gelatin tulang ikan tuna yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki rendemen antara 2.81 - 6.09%, titik gel berkisar 10C, titik leleh berkisar 37C yang masih menyerupai gelatin komersial. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan volume cuka aren yang digunakan berpengaruh nyata terhadap abu, lemak dan protein namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rendemen, titik gel, titik leleh dan kadar air gelatin tulang ikan tuna yang dihasilkan. Kata kunci : cuka aren, gelatin, karakteristik fisik dan kimia.