Articles

Found 17 Documents
Search

PF-16 TRADITIONAL CHINESE VETERINARY MEDICINE APPROACH FOR CANINE INFLAMMATION BOWEL DISEASE THERAPY Ichsanniyati, Zulfa; Zaenab, Siti; Satrio, Bagus
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.316 KB)

Abstract

IBD is thought to originate as a consequence of a deregulation of mucosal immunity in predisposed animals3. The loss of tolerance to antigens (food, intestinal bacteria, etc.) is one of the most studied mechanisms that could justify the development of chronic intestinal inflammation1,4,6. The main difficulties in treating dogs with IBD originate from an incomplete understanding of the pathophysiological basis of these diseases. Mostly therapi will fall between steroid and other immunosupresive drug, metronidazole antibiotic and novel food. However this case usually recurrence without unidentifying aethiology.Chronic indigestion or secondary to the inflammation in chronnic recurence IBD mostly cause by the Damp that accumulate in the spleen and intestine2. Damp interferes Spleen to transforming and transporting food which leads to lose stool. Damp that to long accumulate in the Spleen will damage Spleen Yang and Qi. The Spleen will lose one of it main function to controlling the Blood which is keeps the blood circulating within vessels, prevent extravassasion leading to bloody diarrhea and anemia7. 
PF-15 SURGICAL MANAGEMENT FOR MEDIAL PATELLAR LUXATION WITH TROCHLEAR BLOCK RECESSION AND LATERAL IMBRICATION METHODS IN LABRADOR RETRIEVER DOG Zaenab, Siti; Satriawan, Ivan; Zulfiati, Eva; Arifah, Sukmasari; Suwito, Benda A
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.415 KB)

Abstract

Medial patellar luxation is a displacement of the patella from the trochlear sulcus[1]. Medial patellar luxation is one of the common cause of lameness in small-breed dogs, but it also occurs in large-breed dogs[1]. This case report will reveal how to diagnose and treat medial patellar luxation
PF-13 FRACTURE FIXATION BETWEEN OS LUMBALIS II AND III ON A THREE MONTH OLD KITTEN USING PARALLEL TECHNIQUE Zaenab, Siti; Satriawan, Ivan; Alamsari, Osye S; Zulfiati, Eva; Alifianti, Benda; Hidayati, .; Noviana, Deni
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.274 KB)

Abstract

Spinal fractures, luxations, and fracture- luxations in dogs and cats are common and are often the result of vehicular injury. Other frequent causes of injury include animal attacks or falling from a height. Reports that describe the distribution of spinal column injuries indicate that they affect the lumbar vertebrae most frequently, followed by sacrococcygeal, thoracic, and cervical vertebrae2,3.
PF-12 COLECTOMY BY RECTAL- PULL THROUGH TECHNIQUE FOR COLONIC TUMOR IN EIGHT YEARS OLD DOG Zaenab, Siti; Alamsari, Osye; Zulfiati, Eva; Dirgahariyawan, Tri Cahyo
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.383 KB)

Abstract

Dogs are one of those independent carnivores. However, dogs are also susceptible to digestion disease. In addition to diarrhea, obstruction or constipation, diseases that can also interfere with the digestive system are tumors of the digestive tract. Guyton, 2005).Tumor or neoplasm disease is one of the most important medical problems for immediate treatment. The cause of tumor is very varied and very complex (Tjarta, 2002). Percentage incidence of tumor disease in animals, especially dogs is quite high. Until now, the prevention of tumor disease is generally done by surgery, radiation and chemotherapy.  
Penerapan Model Pair Checks Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Kelas VI Zaenab, Siti
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3, Agustus 2017
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v2i3.91

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) seringkali dianggap sulit sehingga banyak siswa yang gagal atau mencapai nilai (prestasi belajar) yang relatif rendah. Untuk itu perlu dilakukan tidakan guna mengatasi permasalahan tersebut. salah satu tindakan yang tepat adaah dengan menerapkan model pembelajaran pair cheks. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi gejala alam dengan  model pembelajaran Pair Checks (pasangan mengecek). Hasil penelitian menunjukkan adanya eningkatan prestasi beajar IPS setelah menggunakan model ini. Anak yang memenuhi KKM telah melebihi angka ketuntasan kelas.
ANALISIS PERBANDINGAN BENTUK JARINGAN PEMBULUH TRAKEA PADA PREPARAT MASERASI BERBAGAI GENUS PIPER SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Kurniawati, Feby; Zaenab, Siti; Wahyuni, Sri
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.156 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3326

Abstract

ABSTRAKSITujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis perbandingan bentuk jaringan pembuluh trakea pada preparat maserasi berbagai tanaman genus Piper dan menerapkannya sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan tanaman dengan Genus Piper yang digunakan adalah Piper betle, Piper crocatum, Piper betle var nigra, Piper nigrum dan Piper retrofacum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan pembuluh trakea pada berbagai genus Piper memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda. Adapun perbedaan ini terdapat pada bentuk penebalan dinding sekunder dan bentuk khusus struktural meliputi panjang unsur diameter unsur pembuluh dan bentuk unsur pada irisan melintang. Adapun data hasil perbandingan bentuk jaringan pembuluh trakea tersebut kemudian digunakan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul yang melalui proses validasi oleh ahli media dan ahli materi.Kata Kunci: jaringan pembuluh, trakea, maserasi, genus Piper
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI BAHAN TAMBAHAN (SINGKONG, PEPAYA, NASI AKING) DALAM BERBAGAI PERBANDINGAN TERHADAP KUALITAS TEMPE CAMPURAN SEBAGAI MEDIA LEAFLET MATERI BIOTEKNOLOGI SMA KELAS XII Bisyria, Fatih; Zaenab, Siti; Rofieq, Ainur
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.551 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3325

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan tambahan (singkong, pepaya, nasi aking) dan perbandingannya yang paling optimal terhadap kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe campuran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian True Experiment Design dan Studi Pengembangan. Design yang digunakan adalah Faktorial Contras Ortogonal Design. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan faktor pertama jenis bahan (kedelai-singkong, kedelai-pepaya, kedelai-nasi aking) dan faktor kedua perbandingan kedelai: bahan tambahan (50%:50%, 60%:40%, 70%:30%). Data berupa kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe. Teknik Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian Dua Faktor dan Uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan perbandingan tidak berpengaruh terhadap kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe campuran. Kadar protein pada keseluruhan tempe campuran masih berada di atas standar SNI yaitu minimal 16,00 %. Tempe kontrol (kedelai murni) memiliki kandungan protein paling tinggi dengan nilai 19,37%. Pada tempe campuran yang memiliki kadar protein paling tinggi yaitu tempe campuran nasi aking dengan kadar protein 18,42 %. Kadar air pada keseluruhan tempe campuran masih berada di bawah standar SNI yaitu maksimal 65,00 %. Tempe kontrol (kedelai murni) memiliki kadar air paling rendah dengan nilai 46,63%. Pada tempe campuran yang memiliki kadar air paling rendah yaitu tempe campuran nasi aking dengan kadar air 47,73 %. Bahan tambahan nasi aking berpengaruh paling baik terhadap sifat organoleptik tempe campuran yaitu dengan rerata nilai 4,93 (sangat suka). Kata Kunci: Tempe Campuran, Bahan Tambahan, Kadar Protein, Kadar Air, Organoleptik
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Pendekatan Problem Posing di Kelas X IPA 1 SMA Negeri 9 Malang Zaenab, Siti
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 1, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3171.64 KB) | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2451

Abstract

Penelitian ini berawal dari guru masih cenderung  menggunakan metode ceramah, siswa kurang diberi latihan tentang kemampuan penalaran matematis dalam membuat dan menyelesaikan sebuah permasalahan. Pendekatan Problem Posing merupakan pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa agar mengembangkan kemampuan penalaran matematisnya dalam membuat soal dan menyelesaikan soal. Sehingga pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Problem Posing. Hasil penelitian dari keterlaksanaan pembelajaran matematika melalui pendekatan Problem Posing yang dilakukan oleh guru dan siswa pada dua pertemuan terlaksana dengan baik. Dari hasil analisis siswa I,II,III,dan IV diperoleh rata-rata siswa tidak dapat menyajikan pernyataan matematika dalam bentuk diagram dengan benar.
Implementasi Lesson Study Untuk Meningkatkan Pelaksanaan Pendekatan Scientific Guru IPA SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang Chamisijatin, Lise; Zaenab, Siti; M.Si, Sukarsono
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 1, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.473 KB) | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2447

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Pada pembelajaran IPA pendekatan scientific dapat diterapkan melalui keterampilan proses sains. Pendekatan scientific akan berhasil melalui penerapan keterampilan proses pada pembelajaran IPA yang disajikan dengan strategi dan metode yang tepat. Untuk itu perlu usaha guru dalam penerapannya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kegiatan Lesson Study.Kegiatan ini bertujuan untuk pendampingan pembuatan perencanaan dan pelaksanaan Lesson Study dalam  mengembangkan pemahaman dan pelaksanaan pendekatan scientific guru IPA SMP Muhammadiyah  6 Kabupaten Malang. Setelah kegiatan ini diharapkan guru IPA SMP Muhammadiyah  6 Kabupaten  Malang dapat membuat perencanaan danpelaksanaan Lesson Study untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan pendekatan scientific. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang pada semester Ganjil 2014/2015. Kegiatan  Pengabdian ini terdiri dari: (1) Diskusi Lesson Study. (2) Pendampingan dalam pembuatan perencanaan Lesson Study (3)Pendampingan dalam pelaksanaan Lesson Study. (4) Pendampingan dalam refleksi Lesson Study. (5) Pendampingan dalam tindak lanjut Lesson Study.Hasil Kegiatan Pengabdian di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang adalah: Guru-guru IPA di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang, yang pada awalnya belum memahami dan belum pernah melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan Lesson Study, dengan pendampingan yang intensif akhirnya dapat menerapkan Lesson Studysebagai wahana untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan scientific. Disamping itu, guru-guru IPA SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencerminkanpendekatan scientific, keterampilan untuk menyelenggarakan pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan scientific, dan dapat melakukan pengamatan pelaksanaan pembelajaran, serta dapat menemukan permasalahan pelaksanaan Lesson Study dan alternatif solusinya. Selain itu, bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi yang sedang melaksanakan PPL di SMP Muhammadiyah 6 Malang juga memperoleh pengalaman secara langsung penerapan Lesson studydalam pelaksanaan pembelajaran, karena mereka terlibat secara aktifdalam pembelajaran, baik sebagai guru model maupun sebagai observer.
THE ANALYSIS ON THE CHLORINE CONTENTS IN RICE CIRCULATION IN PASAR BESAR OF MALANG AS THE BIOLOGICAL LEARNING RESOURCE Rosita, Dewi; Zaenab, Siti; Budianto, Moch. Agus Krisno
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 1 (2016): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.767 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i1.3386

Abstract

This research aimed to investigate the chlorine contents in rice circulation in Pasar Besar of which findings were supposed to be applicable as Biological learning resource. This research was officially conducted at March 29 – April 6 2016 in Putra Indonesia Malang Laboratory. This research was of descriptively quantitative design since the main aim of this research was to describe the chlorine contents in rice. The sampling technique engaging regarding this research was purposive sampling with two repetitions in total. The sample of rice that was going to be analyzed was originally from Pasar Besar comprised 19 types (considering the brands), they were: Piala, Mentari, Padi Wangi, Bintang Biru, Rosita Super, Kancil, Bintang Mas, Bulan Mas, Puteri,  Lombok, Maknyus, Apel, Manggis, Mangga, Cucak Rowo, Beras Padi, Raja Boga dan Monas. In addition, the methods accommodated in terms of testing the reaction included testing the color reaction test, testing the iodometric titration, and measuring the average percentage of chlorine contents in the whole sample.  Moreover, this research revealed that the 19 types sample of rice taken from Pasar Besar is 0 % or negative of chlorine contents. Consequently, they were safe to consume.