Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya

DOMINASI LAKI-LAKI TERHADAP PEREMPUAN BUGIS Zainal, Zainal
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 5 No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3, Oktober 2016
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.229 KB)

Abstract

Tulisan ini ingin menemukan logika marginalisasi perempuan pada kebudayaan Bugis dengan menggeser orientasi gerakan feminisme yang melihat kecendrungan besar memperhadapkan secara “head to head” antara laki-laki dan perempuan sebagai dua kutub bermusuhan yang terpisah dengan konteks kulturalnya. Fokusnya pada konteks kultural yang mengkondisikan laki- laki dan peremp uan sehingga terbelah menjadi dua kutub yang saling bermusuhan. Pada titik ini persoalan terletak pada sistem patriarkhi yang bermesraan dengan logika kapitalisme pasar. Metode yang digunakan adalah penelitian etnografi guna melacak kode-kode tersembunyi dan logika marginalisai yang terjadi dibalik peristiwa. Data etnografis ditafsir secara krititis guna menemukan tafsir berupa deskripsi mendalam (thick description) tentang dominasi laki-laki yang memarginalkan kaum perempuan dalam kebudayaan Bugis. Dengan demikian maka tujuan penelitian yaitu menemukan akar masalah berupa sistem dan struktur tersembunyi yang menjadi dasar dari praktek kebudayaan. Data diambil berupa cuplikan-cuplikan kasus yang kemudian ditafsir menjadi titik-titik fokus yang penting. Pada kebudayaan Bugis ada tiga titik penting bagaimana sistem patriarki bersama sekutunya kapitalisme pasar menyemai pengkondisian ketimpangan, di mana perempuan dan laki-laki sebagai kaum muda mengalami kekerasan simbolik secara sistemik. Titik pertama: Ranah keluarga. Titik Kedua: Uang belanja dalam proses ritual perkawinan orang Bugis, titik ketiga: konteks Bahasa, wacana (perbincangan sehari-hari) dan kode tersembunyi pada kebudayaan Bugis. Akhirnya ditemukan bahwa akar masalah ketimpangan gender sebenarnya terletak pada sistem dan struktur pada kebudayaan Bugis, yang mana di sini kategori seks dan gender, kelas sosial, pranata sosial dan karakter sosial laki-laki dan perempuan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.