Articles

Found 16 Documents
Search

MANAJEMEN PENGENDALIAN GULMA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.): ANALISIS FAKTOR- FAKTOR PENENTU DOMINANSI GULMA DI KEBUN DOLOK ILIR, SUMATERA UTARA Simangunsong, Yosua Pratama; Zaman, Sofyan; Guntoro, Dwi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.668 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18808

Abstract

 Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan tentang aspek teknis dan manajerial terutama dalam kegiatan manajemen pengendalian gulma. Kegiatan penelitian dilaksankan di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara pada bulan Februari hingga Juni 2016. Analisis vegetasi pada 5 tahun tanam dengan mengambil 30 contoh pada setiap tahun tanam (TT). Pengamatan faktor iklim mikro dan tingkat kesuburuan dilakukan di kebun Cikabayan IPB. Pengamatan iklim mikro harian dilakukan 5 waktu yang berbeda .Faktor- faktor penentu dominansi gulma dianalisis secara korelasi terhadap NJD gulma yang dominan. Hasil uji faktor- faktor penentu dominasi gulma menunjukkan kegiatan pemupukan berkorelasi negatif pada tingkat dominansi A. aciculatus dan tanaman penutup tanah berkorelasi negatif terhadap tingkat dominansi D. ciliaris. Aspek edafik, dan iklim mikro tanaman kelapa sawit, tingkat dominansi gulma R. rundana berkorelasi negatif terhadap suhu udara, berkorelasi positif pada kandungan total unsur hara fosfor di dalam tanah. Tingkat dominansi gulma S. plicata berkorelasi positif terhadap kadar KTK tanah,  pH tanah. Tingkat dominansi gulma P.polystachion berkorelasi positif terhadap kadar kalium dalam tanah. Tingkat dominansi gulma O. nodosa yang mendominasi pada setiap daerah terbuka berkorelasi positif terhadap tingkat intensitas cahaya, dan berkorelasi negatif terhadap tingkat kelembapan.
PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN GULMA COMMELINA DIFFUSA OLEH PEMBERIAN EKSTRAK SEGAR DAUN MIKANIA MICRANTHA Widiastuti, Natalia Puteri; Zaman, Sofyan; Sudradjat
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29648

Abstract

Commelina diffusa Burm. F. diketahui telah resisten terhadap beberapa jenis herbisida sehingga alternatif pengendalian gulma tersebut perlu diketahui. Mikania micrantha merupakan salah satu jenis gulma yang mengandung senyawa alelopati yang dapat menekan pertumbuhan tanaman di sekitarnya sehingga berpotensi digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak daun M. micrantha sebagai bioherbisida untuk menghambat pertumbuhan gulma C. diffusa. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Institut Pertanian Bogor pada bulan April-Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu konsentrasi ekstrak daun M. micrantha sebesar 0.00, 0.33, 0.67, 1.00, 1.33, 1.67, dan 2.00 g bobot basah mL-1, dengan 4 ulangan. Aplikasi ekstrak daun M. micrantha mengurangi jumlah daun, meningkatkan skor toksisitas, dan meningkatkan persentase kematian gulma C. diffusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun M. micrantha menekan pertumbuhan daun C. diffusa sampai 2 minggu setelah aplikasi (MSA). Ekstrak daun M. micrantha bersifat toksik bagi pertumbuhan C. diffusa pada 1 MSA dan menyebabkan kematian C. diffusa mulai 10-15 hari setelah aplikasi. Konsentrasi ekstrak daun M. micrantha yang menyebabkan toksisitas pada C. diffusa adalah 1.15 g mL-1. Kata kunci: bioherbisida, gulma, konsentrasi ekstrak, resisten, senyawa alelopati
PENGENDALIAN GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN BANGUN KOLING Sarjono, Budi Yadhika; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.694 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.3.384-391

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Bangun Koling Estate (BKLE) dari Maret sampai Juni 2014. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pemahaman, keterampilan, dan pengalaman tentang usaha perkebunan kelapa sawit secara umum dan pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit secara khusus. Data dan informasi dikumpulkan dengan metode langsung dan tidak langsung. Penulis mengamati dominansi gulma di pasar pikul BKLE dengan parameter pengamatan yang terdiri atas spesies, frekuensi, kerapatan, dan bobot basah biomassa. Pengamatan lain adalah gejala kerusakan penyemprotan kentosan di piringan 4 minggu setelah aplikasi. Data penilaian gulma dianalisis dengan menggunakan analisis Nisbah Jumlah Dominansi (NJD), sedangkan penyemprotan kentosan dianalisis secara deskriptif. Pasar pikul BKLE didominasi oleh Nephrolepis biserrata, Ageratum conyzoides, Cyperus rotundus, dan Digitaria adscendens. Penyemprotan kentosan menyebabkan banyak kentosan yang mengalami kematian namun masih ada yang tetap tumbuh
PENGELOLAAN PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN BANGUN BANDAR, SUMATERA UTARA Rosa, Rahayu Novrina; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.54 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.3.325-333

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara selama tiga bulan, dimulai pada 13 Februari 2012-12 Mei 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial. Data yang diperoleh adalah data primer (metode langsung) dan data sekunder (metode tidak langsung). Data primer adalah semua informasi yang diperoleh langsung dari pengamatan penulis pada ketinggian pengamatan, diameter batang, daun pelepah untuk jumlah biji di pra pembibitan. Pengamatan jumlah bibit mati (membusuk dan coklat), observasi langsung untuk menentukan kegiatan teknis. Di lapangan dan dibandingkan dengan standar, serta diskusi langsung dengan serikat pekerja dan staf tentang kelapa sawit. data sekunder yang diperoleh dari koleksi peternakan seperti laporan harian, laporan bulanan, laporan tahunan dan arsip taman. Data sekunder meliputi iklim, produktivitas, pupuk, rekomendasi, struktur organisasi dan hal yang berhubungan dengan tenaga kerja. Berdasarkan pengamatan, dalam manajemen pembibitan umum di estate akan baik meskipun masih ada beberapa masalah yang terjadi di lapangan. Persentase tanaman yang tumbuh dengan baik dalam 2 minggu untuk transportasi minggu, yang mencapai 95,98% sehingga kecambah tumbuh dengan sangat baik, tanaman akan digunakan sebagai bahan tanam.
PERIODE KRITIS PERTUMBUHAN KEDELAI HITAM (GLYCINE MAX (L.) MERR) DALAM BERKOMPETISI DENGAN GULMA Gultom, Sandry; Zaman, Sofyan; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.873 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.1.45-54

Abstract

Periode kritis terhadap persaingan dengan gulma menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan tindakan yang tepat dilakukan untuk melakukan pengelolaan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter diatas permukaan laut pada bulan April-Juli 2016. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 12 taraf perlakuan dengan tiga ulangan. Taraf perlakuan terdiri atas bersih gulma dan bergulma (0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-panen). Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan waktunya disesuaikan dengan perlakuan periode kompetisi gulma untuk setiap petak. Berdasarkan hasil penelitian, periode kritis kedelai hitam Mallika adalah 2-6 MST dengan kehilangan hasil panen dari awal tanam hingga panen diperoleh berkisar antara 23.61% hingga 83.54%.
PENGELOLAAN PEMANGKASAN TANAMAN TEH (CAMMELLIA SINENSIS (L.) O. KUNTZE) DI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH, PT TAMBI WONOSOBO, JAWA TENGAH Huda, Ghulam Nurul; Zaman, Sofyan; Supijatno, .
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.3.3.395-404

Abstract

Magang ini dilakukan di Unit Perkebunan Bedakah, PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah dari bulan Februari hingga Juni 2013. Tugas terdiri dari beberapa pekerjaan diantaranya sebagai pekerja lapangan selama satu bulan, sebagai asisten mandor selama satu bulan, sebagai asisten kepala blok selama empat minggu dan asisten kepala bagian kebun selama dua minggu. Tujuan umum adalah untuk memperluas pengetahuan mahasiswa magang tentang aspek teknis dan manajerial perkebunan teh, mengasah keterampilan dan pengalaman kerja. Kegiatan pemangkasan memperhatikan produksi pucuk. Apabila produksi pucuk dianggap stabil pada musim kemarau maka pelaksanaan pemangkasan dapat dilakukan 100 % di semester I. pada gilir pangkas tahun ini semua blok melaksanakan pemangkasan dalam dua semester. Realisasi luas areal yang dipangkas dalam satu tahun tidak selalu sama dengan rencana yang telah ditetapkan sebesar 25 %. Berdasarkan data yang diperoleh dalam kurun waktu lima tahun realisasi pangkasan hanya 17.83 % dari luas areal tanaman menghasilkan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pemangkasan diantaranya kondisi kebun, iklim, dan tenaga kerja.
TREE-BASED WATER FOOTPRINT ASSESSMENT ON ESTABLISHED OIL PALM PLANTATION IN NORTH SUMATERA, INDONESIA Santosa, Edi; Stefano, Indra Mario; Gani Tarigan, Abdul Gani; Wachjar, Ade; Zaman, Sofyan; Agusta, and Herdhata
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.473 KB) | DOI: 10.24831/jai.v46i1.13665

Abstract

ABSTRACTIn a long life cycle of oil palm plantation, sustainable water management is mandatory because irrigation is rarely applied. In order to develop water management for sustainable palm oil production, tree-based water footprint of well-established oil palm plantation was assessed. Field data were collected from February to June 2016 in Dolok Ilir managed by PTPN IV, North Sumatera, Indonesia. Additional data were obtained from interviews on the site and the surrounding estates, reports and references. Results showed that water footprint (WF) for production of fresh fruit bunch (FFB) was 510.69 m3 tonne-1 and crude palm oil (CPO) was 517.79 m3 tonne-1. Green, blue and grey water contributed 94.78%, 0.71% and 4.50% in FFB, and 93.48%, 1.66% and 4.85% in CPO productions, respectively. All green WF was calculated basen on actual value of tree evapotranspiration, therefore, the value was mostly lower than other researchs. Low amount of blue water indicates that the oil palm tree in North Sumatera extracts low amount of ground water. On the other hand, grey water for pollution dilution of fertilizers, pesticides and herbicides were high, i.e., 15.15 m3, 4.77 m3, 3.07 m3 tonne-1 FFB, respectively. It implies that reduction of grey water should be implemented in the near future through precission farming.Keywords: CPO, Elaeis guineensis, precission farming, sustainable production, water footprint
PRODUKSI DAN KUALITAS BERAS DUA VARIETAS PADI AKIBAT REBAH DAN TERENDAM Dulbari, .; Santosa, Edi; Sulistyono, Eko; Agusta, Herdhata; Guntoro, Dwi; Zaman, Sofyan; Koesmaryono, Yonny
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 23 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.186 KB) | DOI: 10.18343/jipi.23.1.74

Abstract

Rice lodging followed by flooding has negatively detriment on the production, however, scientific evident is still rare. As the incident tends to escalate as the impact of extreme weather, hence, research was conducted in order to evaluate rice production and its quality of two rice genotypes treated with lodging-flooding. The experiment was conducted at Leuwikopo Farm IPB Bogor in July-October 2016 using randomized complete block design using two factors, i.e., variety (Way Seputih and Way Apo Buru) and lodging (no lodged [bending 0-18°], lodged [lodged 38-56°], and lodged with flooded [lodged 76-90°]). Rice hill aged 85 days after transplanting was lodged for 15 days. Results showed that lodged with flooded treatment did not increase yield loss although the plant tended to have sterility 5.59-22.00% higher, grain weight 2.05-35.26% lower, and 0.88-10.66% lower value of rice to unhusked ratio. Grains from the lodged-flooded plant had a number of head rice 13.38-15.78% lower, broken rice 0-24.84% higher, and stimulated germination on 1.33-3.40% grains than lodged-without-flooded. It is important to use rice varieties with stable on milling quality to address the lodged-flooded incident.
MANAJEMEN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT DI SUNGAI BAHAUR ESTATE, KALIMANTAN TENGAH Nunyai, Aslina Putri; Zaman, Sofyan; Yahya, Sudirman
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.542 KB) | DOI: 10.29244/agrob.4.2.165-172

Abstract

Kebutuhan minyak nabati yang terus meningkat menyebabkan perlu adanya peningkatan kuantitas dan kualitas minyak nabati dunia. Elaeis guineensis Jacq. merupakan tanaman jenis palma penghasil minyak nabati terbanyak didunia. Kelapa sawit yang tumbuh optimal akan menghasilkan tandan buah yang segar dan minyak yang berkualitas. Budidaya yang tepat mempengaruhi hasil tandan buah segar (TBS) dan salah satu budidaya yang penting adalah pemupukan. Tujuan dilaksanakan kegiatan magang adalah untuk mempelajari kegiatan pengelolaan kebun mulai dari perawatan hingga panen yang dilakukan selama 4 bulan. Metode pelaksanaan magang terdiri dari aspek teknis dan manajerial. Aspek khusus pengamatan manajemen pemupukan konsep 4 tepat pemupukan (4T) yaitu tepat jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsep tepat waktu belum terlaksana dengan baik dan masih perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja serta fasilitas yang lebih baik agar pelaksanaan pemupukan efektif dan efisien.
PENGENDALIAN GULMA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI PERKEBUNAN PADANG HALABAN, SUMATERA UTARA Prasetyo, Hari; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.654 KB) | DOI: 10.29244/agrob.4.1.87-93

Abstract

Kegiatan magang berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2014 di Perkebunan Padang Halaban, Sumatera Utara. Pengamatan vegetasi gulma dilakukan dengan analisis vegetasi pada 4 blok dengan tahun tanam yang berbeda untuk mendapatkan nisbah jumlah dominansi (NJD) dan koefisien komunitas menggunakan indeks kesamaan Bray-Curtis. Gulma yang dominan pada 4 blok termasuk ke dalam golongan rumput. Keempat blok memiliki vegetasi gulma yang tidak homogen. Blok yang memiliki kesamaan vegetasi gulma terdekat hingga terjauh secara berurut adalah blok tanaman tahun ini, tanaman menghasilkan tua, TM muda dan tanaman belum menghasilkan. Biaya pengendalian gulma di pembibitan utama lebih tinggi dibandingkan pre nursery. Biaya pengendalian di TBM lebih tinggi dibandingkan TM.