Zamzani Zamzani
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN KALIMAT PADA KARANGAN BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA DI JAWAHARLAL NEHRU UNIVERSITY NEW DELHI, INDIA Sainik, Paramvir Chandra; Zamzani, Zamzani
LingTera Vol 2, No 1: Mei 2015
Publisher : LingTera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.44 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan kalimat yang meliputi kesalahan diksi, frasa, konjungsi, dan preposisi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa satuan-satuan ungkapan kalimat yang muncul dalam 9 karangan berbahasa Indonesia mahasiswa Jawaharlal Nehru University, India. Hasil analisis kesalahan kalimat menemukan kesalahan diksi, frasa, preposisi dan konjungsi pada karangan mahasiswa Jawaharlal Nehru University (JNU) New Delhi India semester 1 dan 2 tahun pelajaran 2012/2013. Jumlah kesalahan diksi mencapai 61.8% dari seluruh kesalahan kalimat yang ditentukan, sekaligus sebagai kesalahan yang paling banyak terjadi. Kesalahan kalimat terbesar berikutnya adalah frasa sebanyak 23,6%. Selanjutnya adalah kesalahan konjungsi, yakni sebanyak 10,7%. Kesalahan yang paling sedikit adalah kesalahan preposisi sebanyak 3,9%, yang menunjukkan bahwa tingkat penguasaan preposisi adalah unsur dalam kalimat yang paling mudah dipahami. Penguasaan kata baku adalah salah satu faktor kunci penguasaan kalimat. Banyak kesalahan kalimat berkaitan dengan kata baku yang kurang tepat. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ERROR ANALYSIS OF SENTENCES IN INDONESIAN COMPOSITION OF STUDENTS IN JAWAHARLAL NEHRU UNIVERSITY, NEW DELHI, INDIA   Abstract This research is aimed to detect and describe the types of sentence errors that include errors in the diction, phrase, conjunction, and preposition. The type of this research is qualitative research by using descriptive method. The data source of this research is obtained from 9 compositions in Indonesian language of Jawaharlal Nehru University Students, India. The analysis result found a phenomenon of errors in the diction, phrase, preposition, and conjunction of the students’ compositions in Jawaharlal Nehru University (JNU) New Delhi India in the first year of academic year 2012/2013. The number of errors in the diction reaches 61.8% of the whole sentence errors, and this matter shows the case that often happens among the students. The second biggest error found is the errors of the phrase. It reaches 23.6%. Conjunction errors are in the amount of 10.7%, and error in preposition is the least of all, 3.9%, which shows that the mastery of preposition as the element of sentence as the easiest point to learn. Thus, it can be known and concluded that the orientation of the observation held shows that the mastery of the standard or the basic forms of word is one of the keys of mastering sentence for there are many errors in relation with the basic form of words.Keywords: error analysis, error of diction, phrase, conjunction, and preposition.
EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DALAM PENDIDIKAN BERBASIS KERAGAMAN BUDAYA Zamzani, Zamzani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.902 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v1i2.6288

Abstract

Language as a means and a cultural product. Language activities cannot be separated from the activities of thinking with a specific cultural framework. The view point that human beings cannot think without language, strenghten the existence of language as a means of culture when thinking is seen as part of the spiritual culture. Humans as homo symbolicum 'the creature who use the symbol' whose scope is broader than homo sapiens 'thinking beings.' In the context of Indonesia?who shows diversity, the diversity in many aspects?the existence of Indonesian language in the diversity of language and local culture in Indonesia has become an important topic to be questioned. When associated with education in Indonesia, Indonesian language has a central role in the development of intellectual, social, and emotional of learners and the supporting success in all of fields of study, in addition to the role of regional languages which cannot be ignored.
REPRESENTASI KEKUASAAN PADA BENTUK GRAMATIKAL TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (POWER REPRESENTATION IN THE GRAMMATICAL FORM OF TEACHER’S SPEECH ACTS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING) Triana, Putri Meinita; Zamzani, Zamzani
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.877 KB) | DOI: 10.26714/lensa.9.1.2019.77-89

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian pragmatis kritis yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana representasi kekuasaan pada bentuk gramatikal tindak tutur guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Pandak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian ini berupa tuturan guru selama pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan data penelitian ini berupa representasi kekuasaan yang terdapat pada tindak tutur guru saat proses kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kekuasaan guru ditunjukkan melalui penggunaan (1) kalimat positif-negatif, (2) modus kalimat, (3) modalitas, dan (4) pronomina persona.Kata kunci: representasi, kekuasaan, bentuk gramatikal, tindak tuturABSTRACTThis research includes critical pragmatic research, which aims to describe how the representation of power in the grammatical form of teacher speech acts in learning Indonesian in Pandak 4 Public Middle School. This type of research is qualitative research with content analysis methods. The source of this research data is in the form of teacher speech during Indonesian language learning, while the research data is in the form of representation of power contained in teacher speech acts during the process of learning Indonesian. The results of the study show that the representation of teacher power is shown through the use of (1) positive-negative sentences, (2) mode of sentences, (3) modalities, and (4) personal pronouns.
THE FUNCTIONS OF ILLOCUTIONARY SPEECH ACTS USED BY TEACHERS IN THE CLASSROOM INTERACTIONS Armistany, Petra; Zamzani, Zamzani
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1 (2019): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v14i1.6444

Abstract

This research aims to describe the functions of illocutionary speech acts used by teachers in learning interactions in class. The research method used in this study is qualitative descriptive. The data collection techniques in this study are observing and taking notes. The source of data in this study is teachers’ speech acts in learning interactions at State Vocational High School (SMK Negeri) 1 Klaten. The data used is the teachers’ oral speech on Mathematics, Science, History, and Accounting subjects in thelearning interactions at SMK Negeri 1 Klaten which has one conception or main idea. According to the results of the study, there are five functions of illocutionary speech acts used by the teacher in the learning interactionsin the class. The five functions include assertive functions in the form of stating and complaining; directive function in the form of commanding and advising; expressive function in the form of greeting and praising; commissive function in the form of promising and offering something; declarative function in the form of giving a name. Of the five functions, directive function is used most frequently, in which the teachers giving more commands.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KECERDASAN MAJEMUK YANG BERORIENTASI PADA PARTISIPASI MAHASISWA UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS KARYA ILMIAH Sholeh, Khabib; Rokhman, Fathur; Rustono, Rustono; Zamzani, Zamzani
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mendeskripsi keterterapan model pembelajaran kecerdasan majemuk yang berorientasi pada partisipasi mahasiswa (KMP) pada substantasi isi dan fleksibilitas struktur desain model dan keefektifan model pembelajaran kecerdasan majemuk yang berorientasi pada partisipasi mahasiswa (KMP) yang dihasilkan melalui peningkatan prestasi menulis karya ilmiah. Dalam penelitian ini digunakan model penelitian dan pengembangan (research & development). Untuk menguji kecocokkan model (fit model) atau model hipotetik secara konseptual dan teoretis didukung oleh data empiris, instrumen dengan responden mahasiswa, dianalisis menggunakan confirmatory factor analisys (CFA) dengan program Lisrel. Instrumen dengan responden pendidik dianalisis dengan analisis faktor menggunakan program SPSS for Windows. Pengembangan model selain dilakukan melalui tahap deskriptif, evaluatif, dan eksperimen juga dilengkapi dengan uji secara kuantitatif menggunakan structural equetion modeling (SEM) dengan program Lisrel. Hasil pengembangan berupa draf model KMP yang divalidasi tim ahli dengan skor rata-rata sebesar 3,70 (dapat digunakan dengan revisi kecil). Model KMP dinilai sebagai model yang baik (4,02) dilihat dari aspek kekomprehensifan, kepraktisan, dan keekonomisan penggunaan model. Analisis uji kesesuaian model hipotetik KMP dengan data lapangan  berdasarkan data uji implementasi, diperoleh hasil a) Semua variabel tampak memiliki nilai muatan faktor (λ)  > 0,3; b) Chi-Square = 0,61, df = 1, ρ-value = 0,43 (> 0,05); c) RMSEA sebesar 0,00 (< 0,08); dan d) GFI = 0,99 (> 0,90). Hasil analisis tersebut menunjukkan adanya kesesuaian  model KMP dengan data lapangan. Rerata kemampuan berpikir kritis-kreatif pada eksperimen 3 untuk kelompok kontrol adalah 68,31, sedangkan kelompok eksperimen sebesar 74,88. Artinya, perlakuan dengan model KMP berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Hasil uji t hitung = 15,066 > t tabel = 1,98. Perbedaan nilai rerata itu dinyatakan signifikan dan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah.
Penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran membaca untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan menemukan gagasan utama Hamidah, Nur; Zamzani, Zamzani
LingTera Vol 3, No 1: May 2016
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.69 KB) | DOI: 10.21831/lt.v3i1.8474

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan menemukan gagasan utama paragraf melalui penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran membaca. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, pada wawancara, pengisian lembar check list, dan uji kompetensi. Setiap pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran membaca dicatat oleh kolaborator dalam sebuah catatan lapangan. Selama tindakan, aktivitas siswa selalu dipantau dan diberi skor sesua kriteria yang ditentukan. Sementara itu, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menemukan gagasan utama paragraf dilakukan uji kompetensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode inkuiri dalam pembelajaran membaca, ada peningkatan aktivitas dan kemampuan menemukan gagasan utama paragraf. Pada pembelajaran sebelum tindakan, aktivitas siswa mempunyai skor rata-rata atau mean 10,81 meningkat menjadi 13,68 pada tindakan siklus I, dan meningkat lagi menjadi 14,95 pada siklus II. Dilihat dari segi hasil, pembelajaran membaca dengan menggunakan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa berupa kemampuan menemukan gagasan utama paragraf. Skor rata-rata uji kompetensi sebelum tindakan 6,04, meningkat menjadi 7,86 pada uji siklus I, dan meningkat lagi menjadi 8,32 pada uji siklus II.Kata Kunci: aktivitas siswa, gagasan utama paragraf, metode inkuiri. The implementation of inquiry methods in the reading learning to improve the activity and ability on finding the main idea AbstractThis research is action research that aims at increasing the activity and the ability to find the main idea of a paragraph through the implementation of the inquiry methods in the reading learning. Data collected by way of observation, interviews, check list, and competency tests. Each execution of actions in reading learning was recorded by collaborators in a field note. During the action, active students were closely monitored and scored according to the criteria specified. In the meantime, a competency test was given to find out the the students' skills in finding the main idea of the paragraph. The results of this study indicate that there is an improvement in the student?s activity and the ability to find the paragraph main idea. In The learning prior to the action, the student?s activity had an average score of 10.81 and increased to 13.68 in the first cycle of action and increased again to 14.95 in the second cycle. In terms of performance, the inquiry method could improve student?s ability to find the paragraph main idea. The competency average score was 6.04 before the action and increased to 7.86 in the first cycle test, and increased again to 8.32 in the second cycle test.Keywords: student?s activeness, the paragraph main idea, inquiry method
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Pudyastuti, Larissa Amadea; Zamzani, Zamzani
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.264 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis implikatur percakapan, (2) mendeskripsikan fungsi tuturan berimplikatur percakapan, dan (3) mendeskripsikan alasan penggunaan implikatur per-cakapan khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini ialah tuturan guru bahasa Indonesia, sedangkan data dalam penelitian ini berupa implikatur percakapan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan konteks. Data diperoleh dengan teknik rekam dan observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil pe-neli­tian ini menunjukkan bahwa (1) jenis implikatur percakapan yang digunakan oleh guru adalah im­plikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Penggunaan implikatur percakapan umum dan khusus menggambarkan komunikasi yang natural dan humanis antara guru dengan siswa dalam suasana yang hidup dan dinamis. (2) Fungsi tuturan berimplikatur percakapan berupa fungsi asertif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi komisif. (3) Alasan digunakannya implikatur perca-kapan ialah untuk memperhalus ucapan agar siswa tidak tersinggung dan untuk memberikan perintah tidak langsung.