Amat Zuhri
STAIN Pekalongan

Published : 9 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : RELIGIA

Ilmu Kalam dalam Sorotan Filsafat Ilmu Zuhri, Amat; Ula, Miftahul
RELIGIA Vol 18 No 2: Oktober 2015
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.626

Abstract

Melihat ilmu kalam dari sisi epistemologi, secara umum akan ditemukan tiga persoalan pokok, yaitu tentang sumber-sumber ilmu kalam itu, bagaimana pengetahuan itu dapat diketahui dan apa ukuran suatu pengetahuan itu disebut benar atau valid. Berkaitan dengan pertanyaan ketiga, sejarah telah mencatat bahwa di antara para penganut aliran-aliran kalam yang ada selalu mengklaim bahwa aliran yang dianutnya adalah yang benar sementara aliran yang lain adalah salah. Maka dalam penelitian ini penulis akan mencoba melihat kembali aliran-aliran kalam yang ada dengan menggunakan pendekatan tiga teori kebenaran, yaitu korespondensi, koherensi dan pragmatism. Tujuannya adalah untuk melihat ilmu kalam tidak hanya dari sisi epistemologi tapi juga dari sisi aksiologi sehingga sekarang ini tidak perlu lagi memperdebatkan mana yang lebih benar di antara aliran-aliran kalam yang ada, tetapi melihat mana yang lebih cocok untuk dipegang sesuai dengan situasi dan kondisi zaman.
KECENDERUNGAN TEOLOGI MATURIDIYAH SAMARKAND Zuhri, Amat
RELIGIA Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.177

Abstract

Al-Maturidi – a prominent figure of Maturidiyah of Samarkand branch – is Abu Hanifah’s follower who uses ratio much in religious view including in theological thought. In fact, Maturidiyah of Samarkand’s thought is closer to Mu’tazilah’s one because they use ratio in the same way, but Maturidiyah of Samarkand is still grouped into Ahl al- Sunnah wa al-Jama’ah group, which is a derivation of Asy’ariyah view, even though Asy’ariyah does not use ratio much in theological thought.
TASAWUF DALAM SOROTAN EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Zuhri, Amat
RELIGIA Vol 19 No 1: April 2016
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v19i1.658

Abstract

Aspek ajaran Islam seringkali dibagi secara dikotomis menjadi aspek syari’at dan hakikat. Aspek syari’at adalah ajaran yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah berkenaan dengan aqidah, ibadah, akhlak, sosial, ekonomi dan aspek kehidupan lainnya yang bersifat lahiriyah dalam bentuk legal-formal atau identik dengan fikih. Karena bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah maka ilmu syari’at digolongkan sebagai ilmu yang menggunakan epistemologi bayani. Sedangkan hakikat adalah aspek ajaran dalam Islam yang lebih menekankan pada penghayatan batin sehingga digolongkan sebagai ilmu yang menggunakan epistemologi irfani. Yang termasuk dalam hakikat ini adalah Tasawuf. Pembagian secara dikotomis seperti ini secara tidak langsung menimbulkan pemahaman bahwa tasawuf bukanlah bagian dari syari’at. Maka tidak jarang ada pihak-pihak yang menganggap bahwa tasawuf adalah salah satu bentuk penyimpangan dalam Islam atau setidaknya tidak memperhatikan aspek syari’at. Selain dianggap mernyimpang, tasawuf juga sering dianggap sebagai ajaran yang tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan. Benarkah tasawuf itu tidak memperhatikan aspek syari’at dan tidak memiliki nilai-guna untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan? Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menjawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan menggunakan metode analisis Critical Discouse Analysis (CDA). Secara aplikatif, pembahasannya dimulai dengan mendeskripsikan sejarah dan faktor penyebab munculnya aliran-aliran tasawuf dalam Islam serta pokok-pokok ajaran tasawuf. Adapun pendekatan yang digunakan adalah filsafat ilmu. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ajaran tasawuf juga menekankan aspek syari’ah  sehingga tidak melulu hanya menggunakan epistemologi irfani. Selain itu nilai-nilai tasawuf juga memiliki nilai-guna untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan.
TASAWUF EKOLOGI (Tasawuf Sebagai Solusi dalam Menanggulangi Krisis Lingkungan) Zuhri, Amat
RELIGIA Vol 12 No 2: Oktober 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v12i2.188

Abstract

Human beings’ greed in exploiting nature excessively happens because of two things. First, human beings focus on their function as leader more. Second, they lose their awareness that they should be responsible for their in the presence of God. This attitude surely will cause nature damage that it, finally, brings about ecological damage. Therefore, nature damage can be coped with Islamic spiritual values that are promoted by tasawuf. Some of them are zuhud, wara’, faqir, fana-baqa, wahdat al-wujud and insan kamil. By internalizing those teachings, someone will be able to control himself in utilizing nature and increase his awareness to maintain nature with love.