Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH E-SCAFFOLDING DALAM THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DINAMIKA PARTIKEL Albab, Akhmad Fauzul; H, Supriyono Koes; Zulaikah, Siti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.163 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8173

Abstract

Abstract: This study aimed to examine the effect of e-learning based Think Pair Share cooperative learning model toward higher order thinking skills of students. This study was conducted at SMAN 1 Jember for X grade students and used factorial design. Two experimental groups (TPS with E-Scaffolding and TPS with scaffolding) were compared with a control group (TPS). This research was carried out to 180 students. The results showed that there is a difference in high-order thinking skills among groups of students who take the e-scaffolding in the TPS, scaffolding in TPS, and TPS learning; there is a difference in high-order thinking skills among groups of students with different prior knowledge levels; and there is no interactional effect among e-scaffolding in TPS, scaffolding in TPS and TPS strategy and the student’s prior knowledge on high order thinking skills.Key words: e-scaffolding, think pair share, high order thinking, prior knowledge.                                                                                   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis e-learning yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam bentuk E-Scaffolding terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jember untuk siswa kelas X ini dengan menggunakan rancangan faktorial. Dua kelompok eksperimen (TPS dengan E-Scaffolding dan TPS dengan Scaffolding) dibandingkan dengan sebuah kelompok kontrol (TPS). Penelitian dilaksanakan terhadap sampel sebanyak 180 siswa yang dipilih secara acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran e-scaffolding dalam TPS dengan pembelajaran scaffolding dalam TPS maupun siswa dengan pembelajaran TPS; terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mempunyai tingkat kemampuan awal berbeda; dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi e-scaffolding dalam TPS, scaffolding dalam TPS, dan TPS dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.Kata kunci: e-scaffolding, think pair share, kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan awal.
PENGGUNAAN BEKI DAN HOU GA II SEBAGAI MODALITAS TOUI (DEONTIK) DALAM DRAMA HANZAWA NAOKI EPISODE 1-10 KARYA KATSUO FUKUZAWA ZULAIKAH, SITI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.447 KB)

Abstract

Kata Kunci   : Modalitas, toui, beki, hou ga ii Bahasa memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sosial, sehingga banyak orang mempelajari bahasa selain bahasa ibu yang lebih dulu dipahaminya dan sudah menjadi kebiasaan. Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa asing yang diminati di negara Indonesia. Bahasa Jepang mempunyai banyak ciri khusus, salah satunya adalah dalam pembentukan struktur kalimat, kalimat berfungsi untuk menyampaikan makna. Fungsi dan makna dalam suatu kalimat ditentukan oleh  predikat.  Penggolongan bentuk, fungsi, makna dalam satuan bahasa disebut kategori gramatikal. Dalam bahasa Jepang modalitas termasuk dalam ketegori gramatikal dalam predikat. Lebih sempit  terdapat modalitas toui, yaitu modalitas yang digunakan untuk menyatakan kewajiban atau saran. Di antara bentuknya terdapat beki dan hou ga ii yang mempunyai kemiripan makna, yaitu keduanya mengandung makna saran. Berdasarkan latar belakang tersebut, diadakan penelitian yang berjudul “Penggunaan Beki dan Hou ga ii sebagai Modalitas Toui (Deontik) dalam Drama Hanzawa Naoki Episode 1-10 Karya Katsuo Fukuzawa”.  Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : (1) Apakah perbedaan penggunaan beki dan hou ga ii sebagai modalitas toui, dan (2) Apakah kedua bentuk tersebut dapat disubtitusikan dalam penggunaannya.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diambil berasal dari drama Hanzawa Naoki karya sutradara Katsuo Fukuzawa. Adapun cara menganalisisnya yaitu dengan menguraikan situasi percakapan, mengsubtitusikan, menganalisis dan membuat tabel kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beki dan hou ga ii termasuk dalam modalitas toui, yaitu modalitas yang menyatakan kewajiban atau saran. Dalam pengungkapan makna saran, penggunaan beki lebih didasarkan pada pertimbangan moral dan sosial, sedangkan penggunaan hou ga ii didasarkan pada pertimbangan praktis.Penulis menyarankan kepada pembelajar, khususnya pembelajar bahasa Jepang maupun sastra Jepang untuk meneliti lebih lanjut mengenai modalitas.
Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Strategi Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving Siswa Kelas X SMA (Halaman 108 s.d. 112) Rahmat, Maulidi; -, Muhardjito; Zulaikah, Siti
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 54 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.167 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24384

Abstract

Penerapan strategi pembelajaran di kelas masih bersifat teacher centered yang belum dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa serta keaktifan siswa dalam pembelajaran. Strategi Thinking Aloud Pair Problem solving merupakan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir, keaktifan siswa dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan; 1) apakah strategi pembelajaran thinking aloud pair problem solving berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, 2) bagaimanakah pengaruh strategi pembelajaran thinking aloud pair problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan embedded research design. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu siswa kelas X IPA 2 SMAN 7 Malang. Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa; 1) strategi pembelajaran thinking aloud pair problem solving berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, 2) pengaruh strategi pembelajaran thinking aloud pair problem solving berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan.
PENGUKURAN RESISTIVITAS DAN DIELEKTRISITAS TANAH PERKEBUNAN APEL: SEBUAH LANGKAH AWAL DALAM STUDI AGROGEOPHYSICS Zulaikah, Siti; Prayekti, Era Budi; Pramono, Nugroho Adi; Laksono, Yoyok Adisetyo; Munfarikha, Ninik; Hikma, Rizka Amirul; Kurniawan, Husni Cahyadi
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengukuran resistivitas dan dielektrisitas tanah perkebunan Apel di Malang. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan metode Geolistrik dan dielektrisitas dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode Geolistrik dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole dengan teknik sounding –mapping pada tiga lintasan area perkebunan seluas 1800 m2 dan satu lintasan pada area lapangan di sebelah perkebunan. Sementara itu, metode GPR diterapkan pada dua pohon apel untuk mengidentifikasi sistem perakaran apel. Pengukuran resistivitas dilakukan di perkebunan Apel desa Bengkaras Pujon, Malang sedangkan GPR dilakukan di perkebunan Poncokusumo Malang. Dari hasil pengolahan data resistivitas dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh hasil nilai resistivitas dari keempat lintasan adalah: lintasan pertama 4,83 – 22094 Wm, lintasan kedua 6,69 – 4947 Wm, lintasan ketiga 14,1 – 178 Wm dan lintasan keempat 4,50 – 20025 Wm. Dari data tersebut secara keseluruhan belum dapat dibedakan dengan jelas nilai resistivitas antara daerah perkebunan dengan bukan perkebunan di lingkungan penelitian. Sementara itu dari pengukuran GPR diperoleh jangkauan pengukuran mencapai kedalaman 2,18 meter dan jangkauan kedalaman akar apel 1.9 meter. Rentang nilai konstanta dielektrik yang diperoleh 0,1 – 8,8 F/m. Nilai konstanta dielektrik akar 4,9 F/m. Kata kunci: Resistivitas, dielektrisitas, tanah, perkebunan apel AbstractThe resistivity and dielectric properties of Apple’s soil plantation area in Malang have been measured.  Resistivity measurement was done using geo-electrical methods and dielectric properties was measured using ground penetrating radar (GPR). Configuration of geo-electrical methods in this research is dipole-dipole and sounding –mapping technique. We have three line measurement of geo-electrical measurement for an area 1800 m2 and one line on the football yard beside of the apple plantation in Bengkaras village Pujon, Malang. Meanwhile, GPR methods was conducted on two apple trees to identify apple root system in apple plantation in Poncokusumo village Malang. The result of this research based on data analysis using Res2dinv software shows the resistivity value of four line, that are 4,83 – 22094 Wm for line number one, 6,69 – 4947 Wm  for second line, 14,1 – 178 Wm for line number three and 4,50 – 20025 Wm for line number four. From the data, generally, we cannot distinguish clearly of resistivity value of apple plantation and football yard. On the other hand, GPR measurement we can describe the maximum depth of penetrate is about 2,18 meter and the depth of root system is about 1.9 meter. The range of dielectric value is between 0,1 to 8.8 F/m and the dielectric constant of root is about 4,9 F/m. Keywords: Resistivity, dielectric, soil, apple plantation
Prospek dan Manfaat Kajian Kemagnetan Batuan pada Perubahan Iklim dan Lingkungan Zulaikah, Siti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemagnetan batuan telah dikaji dan dikembangkan di Indonesia sejak abad 19. Kajian tersebut dimulai dengan aplikasinya pada paleomagnetisme, yaitu pelacakan arah medan magnetik bumi di masa lampau dan berlanjut hingga awal abad 20, kajian kemagnetan batuan telah merambah pada aplikasi perubahan iklim dan lingkungan dalam bidang yang dikenal magnetoclimatology dan environmental magnetism. Aplikasi kajian kemagnetan batuan ini dituntun oleh keberadaan mineral magnetik pada sedimen atau tanah, yang mana jenis, morfologi, jumlah dan bentuk ukuran bulir mineral magnetik berubah karena perubahan iklim dan lingkungan. Selanjutnya perubahan iklim dan lingkungan dimasa lampau yang dapat digunakan sebagai petunjuk prediksi iklim mendatang, dapat ditelusuri dari keberadaan mineral magnetik pada sedimen. Kondisi iklim lampau dan lingkungan dapat ditelusuri sejauh usia batuan yang digunakan sebagai sampel. Cara inilah yang digunakan peneliti untuk menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara sifat magnetik batuan dan iklim serta lingkungan yang sepintas terdengar aneh. 
Diagnosis Miskonsepsi Siswa SMA di Kota Malang pada Konsep Suhu dan Kalor Menggunakan Three Tier Test Wahidah S., Sri Nurul; Kusairi, Sentot; Zulaikah, Siti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 2, No 3 (2016): Juli
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.526 KB) | DOI: 10.29303/jpft.v2i3.295

Abstract

Misconception is one of the cause of students' learning difficulties, especially on physics. Misconceptions experienced by students needs to be diagnosed and its results used to improve learning. Its result should be delivered to students to help them learn better, so that these misconceptions can be corrected. In this regard, it should be developed diagnostic instruments which can provide information quickly and accurately one of them is a three-tier test. The aim of this study was to investigate whether the three-tier test able to identify student misconceptions. The sample of this study was 136 students of senior high school in Malang. Besides using written tests, interviews were conducted on several students to verify the results of the three-tier test. Conclusions of this study is the three-tier test that has been developed on Temperature and Heat topic is able to identify misconceptions students quickly and accurately.
Perbandingan Financial Distress Bank Syariah Di Indonesia Dan Bank Islam Di Malaysia Sebelum Dan Sesudah Krisis Global 2008 Menggunakan Model Altman ZScore Zulaikah, Siti; Laila, Nisful
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol 3, No 11 (2016): November-2016
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.29 KB) | DOI: 10.20473/vol3iss201611pp900

Abstract

This study aims to find out the comparison between the prediction of financial distress of Islamic Banks in Indonesia and that of Islamic Banks in Malaysia before and after the global crisis 2008 using quantitative method and purposive sampling. The prediction of financial distress was done by using Altman Z-score measuring. The technique used to examine the financial distress is Mann-Whitney, and for those after the crisis were examined using Independent sample T-test. The result of this research shows that there is a significant difference between Islamic banks in Indonesia and those in Malaysia either before or after the global crisis 2008 with 5% significance level. The Islamic banks in Indonesia are in secure zone either before or after the crisis. However, the Islamic banks in Malaysia are in grey areawhich cannot be made sure of the bankruptcy either before or after the crisis.
PENGUKURAN RESISTIVITAS DAN DIELEKTRISITAS TANAH PERKEBUNAN APEL: SEBUAH LANGKAH AWAL DALAM STUDI AGROGEOPHYSICS Zulaikah, Siti; Prayekti, Era Budi; Pramono, Nugroho Adi; Laksono, Yoyok Adisetyo; Munfarikha, Ninik; Hikma, Rizka Amirul; Kurniawan, Husni Cahyadi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 1 (2015): SPEKTRA, Volume 16 Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.531 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pengukuran resistivitas dan dielektrisitas tanah perkebunan Apel di Malang. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan metode Geolistrik dan dielektrisitas dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode Geolistrik dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole dengan teknik sounding –mapping pada tiga lintasan area perkebunan seluas 1800 m2 dan satu lintasan pada area lapangan di sebelah perkebunan. Sementara itu, metode GPR diterapkan pada dua pohon apel untuk mengidentifikasi sistem perakaran apel. Pengukuran resistivitas dilakukan di perkebunan Apel desa Bengkaras Pujon, Malang sedangkan GPR dilakukan di perkebunan Poncokusumo Malang. Dari hasil pengolahan data resistivitas dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh hasil nilai resistivitas dari keempat lintasan adalah: lintasan pertama 4,83 – 22094 Wm, lintasan kedua 6,69 – 4947 Wm, lintasan ketiga 14,1 – 178 Wm dan lintasan keempat 4,50 – 20025 Wm. Dari data tersebut secara keseluruhan belum dapat dibedakan dengan jelas nilai resistivitas antara daerah perkebunan dengan bukan perkebunan di lingkungan penelitian. Sementara itu dari pengukuran GPR diperoleh jangkauan pengukuran mencapai kedalaman 2,18 meter dan jangkauan kedalaman akar apel 1.9 meter. Rentang nilai konstanta dielektrik yang diperoleh 0,1 – 8,8 F/m. Nilai konstanta dielektrik akar 4,9 F/m.  Kata kunci: Resistivitas, dielektrisitas, tanah, perkebunan apel.   Abstract The resistivity and dielectric properties of Apple’s soil plantation area in Malang have been measured.  Resistivity measurement was done using geo-electrical methods and dielectric properties was measured using ground penetrating radar (GPR). Configuration of geo-electrical methods in this research is dipole-dipole and sounding –mapping technique. We have three line measurement of geo-electrical measurement for an area 1800 m2 and one line on the football yard beside of the apple plantation in Bengkaras village Pujon, Malang. Meanwhile, GPR methods was conducted on two apple trees to identify apple root system in apple plantation in Poncokusumo village Malang. The result of this research based on data analysis using Res2dinv software shows the resistivity value of four line, that are 4,83 – 22094 Wm for line number one, 6,69 – 4947 Wm  for second line, 14,1 – 178 Wm for line number three and 4,50 – 20025 Wm for line number four. From the data, generally, we cannot distinguish clearly of resistivity value of apple plantation and football yard. On the other hand, GPR measurement we can describe the maximum depth of penetrate is about 2,18 meter and the depth of root system is about 1.9 meter. The range of dielectric value is between 0,1 to 8.8 F/m and the dielectric constant of root is about 4,9 F/m.  Keywords: Resistivity, dielectric, soil, apple plantation.
MODEL PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Zulaikah, Siti; Saifudin, Saifudin
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 9, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v9i3.631

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat perputaran persediaan, tingkat perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor indutri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Penelitian ini untuk menganalisis secara empiris apakah antara perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas secara parsial dan simultan.      Sampel pada penelitian ini berjumlah 23 perusahaan sektor indutri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode regresi linier berganda.      Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tiga variabel yaitu perputaran kas, perputaran piutang, dan struktur modal berpengaruh terhadap Profitabilitas. Sedangkan dua variable yaitu perputaran persediaan dan perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Dan pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa melalui Pendekatan Conceptual Problem Solving pada Materi Termodinamika Azizah, Dewi Nur; Sutopo, Sutopo; Zulaikah, Siti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.53 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11766

Abstract

Abstract: Problem solving skills are one of the goals of physics learning. A certain strategy is needed to help students improve problem-solving skills. The conceptual problem solving approach is a problem-solving approach where students are guided through problem solving using appropriate physical principles. The purpose of this study is to know the improvement student’s problem solving skill through conceptual problem solving approach on the thermodynamic topic. The method of this study is one group pretest-posttest design. The subjects of this study 32 students of class XI MIPA high school in Kediri. This results that conceptual problem solving approach can improve student's problem solving skills on thermodynamic topic with the value of N-Gain 0,36 and effect size 2,6.Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan pada pembelajaran fisika. Diperlukan strategi tertentu untuk membimbing siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Pendekatan conceptual problem solving merupakan pendekatan pembelajaran dimana siswa dibimbing menyelesaikan masalah menggunakan prinsip fisika yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan conceptual problem solving pada topik termodinamika. Metode penelitian yang digunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI MIPA salah satu SMA di kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan conceptual problem solving dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan N-Gain sebesar 0,36 dan effect size sebesar 2,6.