Articles

KONDISI TERUMBU KARANG PULAU KASIAK PARIAMAN PROPINSI SUMATRA BARAT PASCA GEMPA BUMI PADANG 30 SEPTEMBER 2009 Thamrin, Thamrin; Siregar, Yusni Ikhwan; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Delpopi, M.
Jurnal Perikanan dan Kelautan - UNRI Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey of coral reefs ecosystem was conducted around Kasiak Island waters,about 3 mill in front of Pariaman City, West Sumatera Province in July 2011. The aimof this study is to find out the effect of earthquake in 30 September 2009 to the condi-tion of coral reefs in Kasiak Island, which was occurred in the waters around 5 km infront of Padang City. The earthquake had affected in the big scale to the buildings inPariaman and Padang City, and caused many people was killed. However, from theresults to the coral reef kondision araoun Kasiak Island showed that no effect of theearthquake to the coral reef ecosystem. Then, condition of coral reefs is very good in 3m dept of the island, however their condition is very different with the deeper waters(7 m dept).
Analisa Hubungan Singkat Satu Fasa Ketanah Untuk Koordinasi Setting Ground Fault Relay (GFR) Pada Penyulang Feeder 20 Kv (GI Batu Sangkar Feeder Tigo Jangko ) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Bahri, Samsul
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.833 KB)

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang dihubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay pada Gardu Induk (GI) Batu Sangkar pada express feeder untuk jarak 0% 0,6805 dt dan untuk feeder Tigo Jangko 0,3detik. Begitu juga pada jarak 100 % maka settingan waktu relay untuk Exspress feeder adalah 2,1367 dan untuk feeder Tigo Jangko adalah 0,9431 dt.
PEMETAAN TINGKAT DISTORSI HARMONIK PADA GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Zulkarnaini, Zulkarnaini; Andres, Andres
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2201.452 KB)

Abstract

Harmonik menyebabkan bentuk gelombang arus tidak Sinusoidal murni sebab sudah terdistorsi. Pada umumnya peralatan elektronik merupakan beban nonlinear seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sen sitif termasuk komputer. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung kampus ITP . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 434. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di gedung kampus ITP . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDv) di Gedung kampus ITP berada pada rentang 1,9% – 3,4% sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDi) adalah 7,2%-350,6% .
PENGARUH HARMONIK AKIBAT PENGGUNAAN VARIABLE SPEED DRIVE TERHADAP PIRANTI BRIDGE CRANE PLTU TELUK SIRIH (2X112MW) Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.258 KB)

Abstract

PLTU Teluk Sirih (2X112MW) menggunakan Bridge Crane dengan Variable Speed Drive sebagai sistem kontrol. Variable Speed Drive merupakan beban non-linear dan dicurigai menjadi sumber distorsi harmonik pada tegangan dan arus yang mengalir pada piranti Bridge Crane. Dilakukan pengukuran pada sisi masukan dan keluaran sistem kontrol piranti masing-masing motor Bridge Crane. Dari hasil pengukuran diketahui jika terjadi distorsi pada arus, tegangan masukan dan keluaran. Hasil pengukuran yang dimasukkan dalam perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar yang ada menunjukkan bahwa nilai Total Harmonic Distortion tegangan piranti Bridge Crane yang tertinggi yaitu sebesar 0.048% masih dalam batas aman sebesar 5%. yang ditetapkan standar IEEE 519-1992. Sementara nilai Individual Harmonic Distortion arus khususnya orde ke-5 piranti Motor Hoist pada Bridge Crane yang tertinggi sebesar 22A telah melewati ambang batas maksimum yang ditetapkan standar IEC 1000-3-2 sebesar 1.14A, nilai Total Demand Distortion tertinggi piranti Trolley Motor pada Bridge Crane sebesar 63% telah melewati standar nilai Total Demand Distortion IEEE 519-1992 sebesar 15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Variable Speed Drive mengandung harmonik yang menyebabkan distorsi tegangan dan arus pada piranti-piranti Bridge Crane.
EVALUASI KOORDINASI RELAY PROTEKSI PADA FEEDER Zulkarnaini, Zulkarnaini; Saputra, Eko
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.865 KB)

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi dan pengaman ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang di hubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay incoming Sijunjung dan GH Tanjung Ampalu seting waktu relay adalah 0,9 second dan 0,6 second dan untuk penyulang (feeder) Pelangki, Muaru dan Kumanis settingan waktu adalah 0,3 detik.
STUDI ANALISA PERHITUNGAN BIAYA TOTAL TAHUNAN PENYULANG (FEEDER) DISTRIBUSI 20 KV TAHUN 2013 (Aplikasi GI PIP ke Feeder II Air Pacah) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Rahmad, Donny
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.811 KB)

Abstract

Saluran distribusi 20 KV merupakan bagian terpenting dari sistem tenaga listrik terutama dalam penyaluran energi lsitrik ke konsumen. Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini maka penambahanjaringan distribusi juga meningkat. Sebagai pedoman untuk penambahan jaringan distribusi dimasa datang,maka diperlukan suatu kajian tentang analisa biaya penyulang (feeder). Untuk menghitung biaya feeder salurandistribusi 20 KV, dilakukan perhitungan Biaya Ekivalen Investasi Penyulang Tahunan (BTI), Biaya EnergiEkivalen Tahunan (BTE), Biaya Ekivalen Demand Tahunan (BTD). Hasil penjumlahan biaya-biaya diatas makadiperoleh Biaya Total Tahunan dari Penyulang (TBT) yang berbeda sesuai dengan panjang dan besarnya beban masing-masing saluran. Hasil penelitian ini memperlihatkan beban paling tinggi terjadi pada bulan Mei yaitu75,53 ampere menyebabkan Biaya Total Tahunan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 417.154.453,3. Beban palingrendah terjadi pada bulan Januari yaitu 35,46 ampere menyebabkan Biaya Total Tahuan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 416.983.422,9.
EVALUASI KOORDINASI OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR) PADA FEEDER GH LUBUK BUAYA Zulkarnaini, Zulkarnaini; Hakim, Ujang Rahman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.139 KB)

Abstract

Tingkat keandalan distribusi tenaga listrik PT. PLN (Persero) Area Padang Rayon Tabing masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh: Pertama, pada tahun 2012 ini terjadi perubahan pada pembangkitan daerah sumatera bagian tengah sehingga berpengaruh terhadap nilai MVA short circuit yang ada di GI PIP. Kedua, adanya penambahan beban pada Feeder Adinegoro yang harus memikul beban Feeder Air Tawar sehingga beban meningkat dua kali lipat dari semula (70 A menjadi 134 A) dan panjang jaringan juga menigkat dari 11.87 kms menjadi 40.57 kms. Setelah dilakukan analisa terhadap perubahan arus gangguan yang muncul serta koordinasi setting relay proteksi GH Lubuk Buaya, didapati bahwa nilai setting arus OCR moment pada incoming dan masing-masing Feeder di outgoing GH perlu dilakukan perubahan karena kurang efektif. Setting arus instan terlalu kecil sehingga menyebabkan relay pada incoming akan sama-sama merasakan arus gangguan hubung singkat 2 untuk jarak gangguan kurang dari 30 % panjang masing-masing outgoing. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip (pemutusan) yang terjadi pada penyulang. Dimana Setting ulang waktu kerja pada rele outgoing di set 0,3 sec dan untuk setting waktu kerja incoming GH Lubuk Buaya di set 0,6 dimana ada grading time sebesar 0,3 sec. Setting ulang ini dimaksudkan agar rele tidak sampai trip lagi akibat arus Inrush dari trafo-trafo distribusi yang memang sudah tersambung di jaringan distribusi, sewaktu PMT penyulang tersebut dimasukkan. Sehingga untuk mengkoordinasikan kembali dapat digunakan setting relay hasil analisa yang terdapat pada tabel Incoming dan Outgoing Feeder GH Lubuk Buaya ,
APLIKASI PROSES ANAMMOX DALAM PENYISIHAN NITROGEN MENGGUNAKAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET Zulkarnaini, Zulkarnaini; Afrianita, Reri; Putra, Ilham Hagi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3725

Abstract

ABSTRACTAnammox process is a more practical alternative in biological nitrogen removal compared to conventional nitrification-denitrification processes. This process conducted at the optimum temperature of 370C. Indonesia, as a tropical country, has the potential for the application of anammox processes to remove nitrogen in wastewater. The purpose of this study was to analyze the efficiency of nitrogen removal in the anammox process using the Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) reactor at ambient temperature with variations in the hydraulic retention time (HRT) of 24 hours and 12 hours, at the laboratory scale. Samples are measured twice a week using a UV-Vis spectrophotometer. As a seeding sludge for start-up, the reactor was inoculated with granular anammox bacteria genus Candidatus Brocadia. At the stable operation, the ratio of ?NO2--N:?NH4+-N and ?NO3--N:?NH4+-N approach the stoichiometry of the anammox process were 1.20 and 0.21, respectively. The performance of nitrogen removal with 24-hour HRT obtained a maximum nitrogen removal rate (NRR) of 0.113 kg-N/m3.d with nitrogen loading rate (NLR) 0.14 kg-N/m3.d, and at 12-hour HRT, maximum NRR  of 0.196 kg-N/m3.d with NLR 0,28 kg-N/m3.d. Ammonium Conversion Efficiency (ACE) and Nitrogen Removal Efficiency (NRE) maximum for HRT 24 hours were 82% and 77%, respectively while HRT 12 hours were 72% and 68%, respectively. The anammox process operated stably in the tropical temperature with a temperature range of 23-280C on a laboratory scale using the UASB reactor.Keywords: anammox, nitrogen, temperature, tropical, uasb.ABSTRAKProses anammox menjadi alternatif yang lebih efektif dalam penyisihan nitrogen secara biologi dibandingkan dengan proses konvensional nitrifikasi-denitrifikasi. Proses ini berlangsung optimum pada suhu 370C. Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi untuk aplikasi proses anammox untuk menghilangkan nitrogen pada air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiensi penyisihan nitrogen pada proses anammox menggunakan Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) reaktor pada suhu ambien dengan variasi Waktu Tinggal Hidrolik (WTH) 24 jam dan 12 jam, pada skala laboratorium. Sampel diukur dua kali setiap minggu menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sebagai seeding sludge (lumpur biakan) untuk start-up (memulai) reaktor digunakan bakteri anammox genus Candidatus Brocadia berbentuk granular. Berdasarkan hasil pengukuran, didapatkan nilai rasio ?NO2--N:?NH4+-N dan ?NO3--N:?NH4+-N mendekati stoikiometri proses anammox yaitu 1,20 dan 0,21. Kinerja penyisihan nitrogen dengan WTH 24 jam didapatkan nilai tingkat penyisihan nitrogen (TPyN ) maksimum 0,113 kg-N/m3.h pada tingkat pemuatan nitrogen (TPN) 0,14 kg-N/m3.h, dan WTH 12 jam nilai TPyN  maksimum 0,196 kg-N/m3.h pada TPN 0,28 kg-N/m3.h. Nilai efisiensi konversi amonia (EKA) dan efisiensi penyisihan nitrogen (EPN) maksimum pada WTH 24 jam berturut-turut adalah 82% dan 77%, sedangkan pada WTH 12 jam berturut-turut adalah 72% dan 68%. Penelitian membuktikan bahwa proses anammox dapat berlangsung stabil pada daerah tropis dengan suhu terukur 21-290C pada skala laboratorium menggunakan UASB reaktor. Kata kunci: Anammox, nitrogen, temperatur, tropis, uasb.
PERUBAHAN DAN KERENTANAN PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA NELAYAN BERBASIS PERIKANAN TERUBUK DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Afrizal, Afrizal; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Amrifo, Victor
Berkala Perikanan Terubuk Vol 46, No 2 (2018): JULI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.57 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.46.2.21-33

Abstract

The objective of this research is to collect fishery based household livelihood vulnerability database, to know government efforts in reducing the vulnerability and to maintain the sustainability of fisherman's livelihoods based on terubuk. The research method is conducted qualitatively by involving informants directly or indirectly with fishing activities and fishery business terubuk. The results showed that the change of livelihood of fisherman fishery-based fishermen was caused by environmental change either from ecological asphek or from social culture asfek. Being a fisherman is a derivative work of the ancestors, the sources of vulnerability that occurs not only from natural capital (fish terubuk) but also socially, economically, and politically, the vulnerabilities of fishery-based fishery-based households are initially shaky. This vulnerability is a seasonal trend and is a habit for fishermen. 
PRODUCTION AND MARKETING OF CATFISH HATCHERY BUSINESS (CLARIAS SP) IN HANGTUAH VILLAGE PERHENTIAN RAJA SUB-DISTRICT KAMPAR REGENCY RIAU PROVINCE Sarlina, Lovita; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Hendrik, Hendrik
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2020): Edisi 1 Januari - Juni 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study was aimed to determine how much seed production and know the marketing channels and marketing areas for catfish seeds in the Hangtuah village. The research method used in this study is a survey method with 21 respondents. Based on research results, the amount of catfish seed production in Hangtuah Village Perhentian Raja Sub-District Kampar Regencyin one year size 2-3 cm can produce 171.528.205 fish seeds, size 3-4 cm can produce 132.646.154fish seeds, and size 4-6 cm can produce 26.405.128 fish seeds. Total seed production in Hangtuah Village in one year is 330.579.487 fish seeds. The marketing of catfish seeds is marketed in the area of riau province and outside the riau province. Size 2-3 cm are more widely marketed around hangtuah villages while size 3-4 cm is marketed outside of riau province such as North Sumatera, Jambi, and South Sumatera.Keywords:  Production, Marketing, Fish Seed, Hangtuah District