Articles

Found 9 Documents
Search

PENINGKATAN STATUS BESI DAN KEBUGARAN FISIK PEKERJA WANITA USIA SUBUR Indriani, Yaktiworo; Khomsan, Ali; Sukandar, Dadang; Riyadi, Hadi; Zuraida, Reni
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 6 No. 3 (2011)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.291 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2011.6.3.178-185

Abstract

The study aims were to (1) assess the nutritional status, adequacy level, and physical fitness of the nonpregnant reproductive female workers, and (2) analyze the effect of micronutrients supplementation on their iron status and physical fitness. This research employed experimental design of double blind, completely randomized design by involving 338 households of female workers. The experimental unit consists of 39 female workers whose hemoglobin level were 80-125 g/L. However, five of them were drop out due to pregnancy or sickness. The treatments applied in the study were three capsules containing: (1) iron and folic acid (BF), (2) multi-vitamin and mineral (MVM), which contains of 15 different vitamins and minerals, and (3) placebo (P). The body mass index of the female workers were thin 12 percent, normal 70 percent and overweight 18 percent. Most of their nutritional intake of vitamin C, calcium and iron were deficient but they had a good to superior of physical fitness. After 10 weeks of three days per week supplementation, BF significantly increased the hemoglobin (p
Perbedaan Kepuasan Pasien Peserta Askes Di Puskesmas & Praktek Dokter Keluarga Sebuah Balai Pengobatan Swasta Di Bandar Lampung Sulyaprilawati, -; Zuraida, Reni
Juke Unila Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Juke Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients satisfaction or consumers satisfaction is one of the few indicators to measure the quality of healths services by using satisfaction measurements survey. The aim of this research are to know the difference health satisfactions level and the difference of health services satisfaction of insurance participant patients (askes) at The Executive Health Service 1st Stage Puskesmas and familys doctor practice Clinical Centre in Bandar Lampung. This research is using escriptive-comparative method with cross sectional approach and accidental sampling. The sample consisted of 100 health insurance patients at public health centre and 99 patients at familys doctor practice. The analysis of this research is looking for the difference of means value statistically. To find out the difference meaning of value mean, this research is using Mann-Whitney U test as hypothesiss test. The result of the research showed that the difference health satisfactions  level of insurance patients between The Executive Health Service 1st Stage public health centre and familys doctor practice is in the range enough until good (mean for the answer = 3,35 dan 3,46), there are differences satisfaction to the doctors service factor and to the access of healths service factor (p = 0,002 dan p = 0,000), then there are no differences satisfaction to the physical movement factor and administrations service factor (p = 0,126 dan p = 0,112)
Pengaruh Pemberian Kalsium Terhadap Panjang Kranium Fetus Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Setelah Pemberian Etanol Zuraida, Reni; Mahmud, Nurlis; Warganegara, Efrida; Mauludi, Radinal
Juke Unila Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Juke Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calcium is an essential element in the human body primarily on bone metabolism processes. Calcium is needed to activate the osteoblast in producing bone matrix. Calcium metabolism in human body could be inhibited by ethanol. Someone who consumes ethanol will suffer hypocalcemia. Consequently activating process of the osteoblast producing of bone matrix will be imbalanced and bone structure will be abnormal. The purpose of this study was to determine the effect of calcium supplementation on the length of white rat fetus cranium in organogenesis phase of Sprague Dawley strain that had been treated by ethanol. This study uses an experimental research design using 20 rats (Rattus norvegicus) of Sprague Dawley strain pregnant females aged 10-16 weeks which randomly selected were divided into five groups. The results showed that the average cranium length from analysis of one way ANOVA p value = 0.000. Post Hoc LSD cranium length with five groups compared with each other p = 0.000. Can be concluded that the existence of the effect of calcium supplementation on the length of white rat (Rattus norvegicus) fetus cranium that had been treated by ethanol
PENATALAKSANAAN RHEUMATOID ARTHRITIS PADA PETANI WANITA USIA LANJUT MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Azizah, Nailul; Zuraida, Reni
Jurnal Medula Vol 9, No 4 (2020): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun ditandai sinovitis erosif, simetris, dan membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga perlu dukungan keluarga dalam penatalaksanaanya. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan keluhan pasien yaitu nyeri pada sendi proximal interphalangeal digiti I-V dextra et sinistra. Faktor risiko internal pada pasien yaitu kurangnya pengetahuan tentang penyebab RA, faktor pencetus, cara mengatasi gejala akut, diet dan olahraga yang disarankan. Faktor risiko eksternal pada pasien yaitu keluarga kurang memperhatikan diet dan olahraga yang disarankan pada pasien dan tidak menggunakan sepatu dan sarung tangan tahan air serta melakukan gerakan repetitif tanpa istirahat saat bertani. Kunjungan kedua dilakukan intervensi dengan metode family conference menggunakan media poster. Kunjungan ketiga didapatkan keluhan nyeri sendi berkurang karena pasien mengonsumsi piroxicam 10 mg dan mengoleskan obat gosok pada lokasi yang nyeri. Pasien sudah konsumsi buah dan susu secara rutin serta berolahraga peregangan otot seminggu tiga kali selama 30 menit. Keluarga mengingatkan diet dan olahraga yang sesuai. Saat bertani menggunakan sepatu dan sarung tangan tahan air serta istirahat disela-sela gerakan repetitif. Terdapat peningkatan pengetahuan pasien tentang penyebab, faktor pencetus, cara mengatasi gejala akut, diet, dan olahraga yang sesuai untuk RA, ditandai dengan meningkatnya skor post test sebesar 40.Kata kunci: Diet, olahraga, penatalaksanaan holistik, rheumatoid arthritis
Faktor Risiko Pola Makan dan Hubungannya dengan Penyakit Jantung pada Pria dan Wanita Dewasa di Provinsi Lampung Zuraida, Reni
Juke Unila Vol 5, No 9 (2015)
Publisher : Juke Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Perubahan gaya hidup seperti pola makan yang menjurus ke sajian siap santap yang tidak sehat dan tidak seimbang karena mengandung kalori, lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan disinyalir menjadi faktor risiko meningkatnya prevalensi penyakit jantung. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor risiko pola makan dan hubungannya dengan penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan disain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menganalisis  faktor risiko pola makan yang berhubungan dengan penyakit jantung antara lain kebiasaan konsumsi sayur dan buah, kebiasaan konsumsi makanan berlemak, kebiasaan makanan asin, kebiasaan konsumsi alkohol pada pria dan wanita dewasa di Provinsi Lampung. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari data Riset Kesehatan Dasar 2007 Provinsi Lampung oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Indonesia. Prevalensi penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa di Provinsi Lampung adalah 3,8 %. Terdapat hubungan antara konsumsi makanan asin dengan penyakit jantung (OR=1,17). Tidak terdapat hubungan antara riwayat konsumsi alkohol dalam 12 bulan terakhir dengan penyakit jantung (p=0,226). Didapatkan konsumsi sayur dan buah merupakan faktor protektif terhadap penyakit jantung (OR=0,83). Simpulan, penderita jantung Provinsi Lampung harus memperhatikan pola makan meliputi mengurangi konsumsi makanan asin dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah. [JuKe Unila 2015; 5(9):18-22]
Peranan Sistem Repong Damar Terhadap Pendapatan, Asupan Makan Dan Status Gizi Balita : Studi Kasus Di Desa Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Eka Saputri, Desmayanti; Bakri, Samsul; Zuraida, Reni
Jurnal Sylva Lestari Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl1363-70

Abstract

ABSTRACT  Regions Special Purpose or KDTI (Ministry of Forestry decree No.47/Kpts-II/1998) Repong Damar indigenous forest area of 29,000 ha which is a best practice community-based forest management in the western part of Lampung Province yet known about its capacity to ensure the sustainability of human resource development primarily critical starting at the age of five or its called toddlers. This study was doing from March to April 2014 in the village of Pahmungan District of the West Pesisir. The purpose of this research is: Knowing the linkage between population and income damar tree tenure, household food expenditure, protein intake toddlers, health status and nutritional status of toddlers. Data acquisition was done through interviews to collect data ownership damar tree population, income, food expenditure, health status and food intake (food recall) as the basis for determining the toddler nutritional status of children is calculated by the method of anthropometry (Ministry of Health, 2010). Parameter optimization using the software Minitab 16. The conclusions has proven there is a real link between the role of damar agroforest system to income, health status, and nutritional status of toddlers. Found relations or real relationship between income of damar agroforest [YI] with a population of damar tree with a model [YI]i= -0.1770 +0.023150[PHN]i. Furthermore simultaneously discovered the real relationship between food expenditure (YII) with [YII] as illustrated by the model [YII]i= 1.1546 +0438 [YI]. Further simultaneously discovered the real relationship between protein intake toddlers [YIII] with food expenditure [YII] with the model [YIII]i= 17 012 +3703 [YII].  Keyword: Repong damar, income, health status and nutritional status of toddlers
Uji Kepekaan Antibiotik Terhadap Pseudomonas aeroginosa Penyebab Sepsis Neonatorum Rukmono, Prambudi; Zuraida, Reni
Sari Pediatri Vol 14, No 5 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.048 KB) | DOI: 10.14238/sp14.5.2013.332-6

Abstract

Latar belakang. Kematian neonatal akibat sepsis neonatorum masih sangat tinggi, salah satu kemungkinan disebabkan kegagalan terapi antibiotik. Pseudomonas aeroginosa sebagai salah satu penyebab sepsis neonatorum kemungkinan sudah resisten terhadap beberapa antibiotik.Tujuan. Mengetahui resistensi Pseudomonas aeruginosa terhadap beberapa antibiotik.Metoda. Dilakukan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi target adalah pasien yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Level II Neonatal Rumah Sakit Abdul Moeloek Lampung (RSAM), selama periode Juli−Desember 2010. Kriteria inklusi, pasien menunjukkan gejala klinis sepsis neonatorum. Kriteria eksklusi, pasien yang meninggal sebelum diambil spesimennya. Pasien diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan biakan. Biakan yang tumbuh dan dicurigai sebagai koloni kuman diidentifikasi. Uji kepekaan dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer (disc diffusion technique). Interpretasi National Committee for Clinical Laboratory Standard.Hasil. Terdapat 14 jenis antibiotik yang diteliti >50% resisten terhadap Pseudomonas aeruginosa seperti ampisilin, eritromisin, amoksisilin, sefuroksim, seftriakson, gentamisin, tetrasiklin, sefadroksil, piperasilin, trimetroprim, tobramisin, kotrimoksazol, nalidiksid, sulfonamid kompleks. Sedangkan 11 macam antibiotik yang diteliti >50% sensitif di antaranya meropenem, klindamisin, amikasin, norfloksasin, siprofloksasin, ofloksasin, fosfomisin, seftazidim, netilmisin, kanamisin. Antibiotik lini pertama di Unit Perawatan Intensif Level II Neonatal RSAM yaitu ampisilin dan gentamisin, lini kedua seftazidim dan amikasin sedangkan lini ke tiga adalah meropenem.Kesimpulan. Pseudomonas aeroginosa telah resisten terhadap 14 jenis antibiotik, sehingga para klinisi harus berhati-hati dalam memilih antibiotik terutama golongan sefalosporin.
PENATALAKSANAAN GIZI BURUK DAN STUNTING PADA BALITA USIA 14 BULAN DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Hardani, Muty; Zuraida, Reni
Jurnal Medula Vol 9, No 3 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gambaran dari status gizi kurang yang kronik sejak awal kehidupan. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis pasien, menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif, serta melakukan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine yang bersifat family-approach dan patient-centered. Pasien adalah seorang balita berusia 14 bulan dengan BB 8 kg, PB 72 cm, dan IMT 15.4. Pada pemeriksaan status gizi menurut indikator BB/U dan PB/U didapatkan hasil z-score -3.0 SD sampai dengan <-2.0 SD sehingga pasien didiagnosis mengalami gizi kurang serta stunting. Pada pasien didapatkan risiko internal yaitu kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai anjuran gizi seimbang, tidak mencuci tangan, tidak menggunting kuku, dan bermain di tempat kotor. Risiko eksternal pada pasien yaitu kurangnya penghasilan orangtua, lingkungan yang padat penduduk, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai penyakit pasien, kebutuhan gizi anak, serta PHBS. Pada keluarga pasien dilakukan intervensi mengenai anjuran gizi seimbang, dampak yang dapat ditimbulkan dari kurangnya gizi dan stunting, pentingnya sanitasi rumah tangga, dan PHBS dalam 4 kali kunjungan rumah. Setelah evaluasi didapatkan pengetahuan terhadap gizi seimbang, sanitasi, dan PHBS meningkat.Kata kunci: Gizi kurang, gizi seimbang, kedokteran keluarga, stunting
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA REMAJA LAKI-LAKI DENGAN URTIKARIA KRONIK TANPA ANGIOEDEMA ET CAUSA RANGSANGAN FISIK Debora, Veronica; Zuraida, Reni
Jurnal Medula Vol 9, No 4 (2020): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urtikaria adalah kelainan kulit yang ditandai oleh peninggian kulit mendadak dan/atau disertai angioedema. Urtikaria kronik ditandai dengan berulangnya gatal-gatal/angioedema lebih dari enam minggu. Penyakit tersebut merupakan masalah klinis yang umum dan penting dalam perawatan dan pengobatan sehingga menjadi tantangan diagnostik dan terapeutik. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan keluhan pasien yaitu muncul bentol-bentol kemerahan terasa gatal di bagian leher, dada, punggung, kedua lengan dan kedua paha. Faktor risiko internal pada pasien yaitu kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit yang dialami, serta faktor penyebab/faktor yang memengaruhinya dan cara pencegahan penyakit yang dialami, pola berobat kuratif, lifestyle: sering berenang di sungai pada siang hari, kebiasaan mandi yang kurang bersih dan tidak teratur. Faktor risiko eksternal pada pasien yaitu keluarga berobat ke layanan kesehatan jika keluhan sudah mengganggu (kebersihan di sekitar luar rumah kurang), lingkungan tempat tinggal dan tempat bermain pada daerah pemukiman yang padat dan dikelilingi persawahan. Kunjungan kedua dilakukan intervensi dengan metode family conference menggunakan media leaflet bergambar. Kunjungan ketiga didapatkan keluhan bentol-bentol kemerahan dan rasa gatal berkurang karena pasien diberi terapi farmakologis berupa loratadine 10 mg dan dexamethasone 0,5 mg. Pasien sudah memiliki pola gaya hidup yang lebih baik seperti menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Terdapat peningkatan pengetahuan pasien tentang penyakit yang dialami, serta faktor penyebab/faktor yang memengaruhinya dan cara pencegahan penyakit yang dialami, ditandai dengan meningkatnya skor post test sebesar 6 poin.Kata Kunci: Angioedema, penatalaksanaan holistik, rangsangan fisik, remaja, urtikaria kronis