Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN KAMPANYE PENCEGAHAN HIV AIDS TERHADAP SIKAP PADA PENDERITA HIV/AIDS (ODHA) DI PANGANDARAN (STUDI PADA PELAJAR SMA DI PANGANDARAN) Fuady, Ikhsan; Prasanti, Ditha
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.671 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v3i1.643

Abstract

AbstrakPangandaran sebagai kawasan destinasi wisata menjadi tempat yang rentan penyebaran HIV AIDS. Kegiatan kampanye pencegahan HIV AIDS menjadi hal yng sangat penting dilakukan. Berbagai fihak telah melakukan kegiatan kampenye penceghn penyebaran HIV AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara terpaan kampanye pencegahan HIV AIDS dengan pembentukan sikap kepedulian terhadap penderita HIV AIDS. Pendelitian ini didesan dengan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dan sampel peneitian ini adalah siswa SMA di Pangandaran. Adapun analsis data dilakukan dengan uji korelasi pearson.  Hasil penelitian diketahui bahwa Siswa atau pelajar sebahagian besar relatif sering terkena terpaan kampanye melalui speanduk, poster dan whatapps, sedangkan media elektronik tv dan radio relatif jarang.Adanya hubungan yang kuat antara terpaan kampanye dengan sikap peduli terhdap penderita HIV AIDS.Disarankan diperlukan peningkatan edukasi atau pendampingan bagi remaja tentang pencegahan HIV AIDS banik dalam kampanye langsung ataupun bermedia dalam upaya membangun sikap yang positif dan akhirnya akan memiliki perilaku yang dapat menghindari dari HIV AIDS. Selain itu sikap yang positif juga dapat membangun kepedulian terhadap penderita HIV AIDS.Kata Kunci:kampanye, HIV AIDS, sikap
OPTIMALISASI BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS TENTANG PEMANFAATAN BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG) Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2018): VOLUME 13 NO 1 OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art6

Abstract

Village midwives are a very important source in the therapeutic communication process in rural areas. This communication process can be seen in the distribution of health information and health services provided by the local village apparatus. In this research location in Kertasari sub-district, Bandung district, the authors found one area that optimizes the role of village midwives in the dissemination of health information for the surrounding community, namely Tarumajaya village. This phenomenon is interesting to study because this condition is not necessarily found in all regions. Therefore, the author wants to explain the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in the village of Tarumajaya. This study uses a qualitative approach to the case study method. The author also selected 4 informants who met the research criteria. The data collection techniques used are observation, in-depth interviews, and documentation studies from several literatures that are relevant to the research topic of the author. The results obtained showed that the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in Tarumajaya village included: (1) The existence of village midwives in Tarumajaya Polindes as a credible source / communicator and very helpful in the process of distributing health information; (2) There are messages in the form of various health information delivered by village midwives through various health programs in the village; (3) The coordination of village midwives with other health workers in the nearest health center to facilitate the implementation of health programs; (4) Support from village officials in carrying out health programs; (5) Full trust given by the local community, in terms of being a communicant, to the village midwife, thus supporting the smooth process of disseminating existing health information. Keywords: Utilization, Village Midwives, Information, Health, Kertasari District,                         Bandung Regency 
MEMBANGUN KOMUNIKASI DALAM SINERGI PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANDUNG Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3033

Abstract

The "one data" policy driven by the government through the Ministry of Health is believed to be able to innovate and give a new face to health services. Of course, the improvement of health services starts from the smallest and lowest layers, namely Polindes. Starting from this policy and the finding of relatively low public health service problems, the authors see a health service in Polindes, which contributes positively to improving the quality of public health services. The health service is the author's view of the communication perspective through the study of Communication in the Synergy of Public Health Services Polindes (Village Maternity Post) in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency. The method used in this research is a case study. The results of the study revealed that public health services in Polindes are inseparable from the communication process that exists in the village. The verbal communication process includes positive synergy between the communicator and the communicant. In this case, the communicators are village midwives, village officials, namely the village head and his staff, the sub-district health center, and the active role of the village cadres involved. In contrast, the communicant that was targeted was the community in the village of Tarumajaya. This positive synergy results in a marked increase in public services, namely by providing new facilities in the village, RTK (Birth Waiting Home).   Kebijakan ?one data? yang dimotori oleh pemerintah melalui Kementerian kesehatan diyakini mampu membuat inovasi dan memberikan wajah baru terhadap layanan kesehatan. Tentunya, perbaikan layanan kesehatan tersebut dimulai dari lapisan terkecil dan terbawah yakni Polindes. Berawal dari kebijakan tersebut dan masih ditemukannya masalah pelayanan kesehatan publik yang relatif rendah, penulis melihat sebuah layanan kesehatan di Polindes, yang memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesahatan tersebut penulis lihat dari perpektif komunikasi melaui penelitian Komunikasi dalam Sinergi Pelayanan Kesehatan Publik Polindes (Pos Bersalin Desa) di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan publik di Polindes, tidak terlepas dari adanya proses komunikasi yang terjalin di desa tersebut. Proses komunikasi verbal tersebut meliputi sinergitas positif antara pihak komunikator dan komunikan. Dalam hal ini, komunikator tersebut adalah Bidan Desa, Aparat Desa yakni Kepala Desa beserta staffnya, Puskesmas tingkat kecamatan, serta peran aktif dari para kader desa yang terlibat. Sedangkan komunikan yang menjadi target adalah masyarakat di desa Tarumajaya. Sinergitas positif tersebut menghasilkan peningkatan pelayanan publik yang nyata, yaitu dengan adanya penyediaan fasilitas baru di desa, RTK (Rumah Tunggu Kelahiran).
MAKNA SIMBOL “ZERO” SEBAGAI PESAN NON VERBAL YAYASAN MATAHATI DALAM MENCEGAH PENYEBARAN HIV AIDS DI KAWASAN PANGANDARAN Prasanti, Ditha; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Jurnal Komunikasi IN PRESS
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v12i1.4281

Abstract

This article is the result of a study of health communication studies on HIV AIDS prevention and prevention by the Matahati Foundation in Pangandaran district. Like the iceberg phenomenon, the number of HIV AIDS in Pangandaran district is increasing, so that it attracts the attention of various parties, one of which is the Matahati Foundation. In this article, the method which used is qualitaitv method, in line with the aim of research that is describes the existence of a symbol used by the Matahati Foundation, namely the symbol "ZERO". If examined in communication studies, this ZERO symbol has a certain meaning in relation to the vision and mission of the Matahati Foundation itself. This was later revealed by the author in the discussion section of this article. The results showed that the symbol "ZERO" for the Matahati Foundation had several meanings, including: as a non-verbal message containing the meaning of the hopes of the Matahati Foundation in reducing the prevalence of HIV AIDS rates in Pangandaran district; the meaning of motivation for people with HIV AIDS to try to arrive at "ZERO" HIV AIDS, which means recovery; and the meaning of persuasion for the community to be together in order to achieve "ZERO" HIV AIDS in Pangandaran district. Artikel ini merupakan hasil penelitian kajian komunikasi kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS yang dilakukan Yayasan Matahati di kabupaten Pangandaran. Layaknya fenomena gunung es, angka HIV AIDS di kabupaten Pangandaran semakin meningkat, sehingga menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya adalah Yayasan Matahati. Dalam artikel ini, metode penelitian yang relevan digunakan adalah metode kualitatif, sebagaimana tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan tentang adanya sebuah simbol yang digunakan oleh Yayasan Matahati, yaitu simbol ?ZERO?. Jika diteliti dalam kajian komunikasi, simbol ZERO ini memiliki makna tertentu kaitannya dengan visi misi dari Yayasan Matahati sendiri. Hal tersebut yang kemudian diungkapkan penulis dalam bagian pembahasan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol ?ZERO? bagi Yayasan Matahati tersebut memiliki beberapa makna, di antaranya: sebagai pesan non verbal yang berisi makna harapan Yayasan Matahati dalam menurunkan prevalensi angka HIV AIDS di kabupaten Pangandaran; makna motivasi bagi para penyandang HIV AIDS agar berupaya untuk sampai pada ?ZERO? HIV AIDS, yang berarti sembuh; dan makna persuasi bagi masyarakat untuk bersama-sama dalam rangka mencapai ?ZERO? HIV AIDS di kabupaten Pangandaran.
LITERASI INFORMASI KESEHATAN: PENYULUHAN INFORMASI DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS BAGI MASYARAKAT DI KAWASAN WISATA PANGANDARAN Fuady, Ikhsan; Arifin, Hadi Suprapto; Prasanti, Ditha
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.425 KB)

Abstract

Pangandaran merupakan kabupaten di Jawabarat dengan PAD dominasi dari sektor pariwisata. Perkembangan pariwisata dipangandaran memiliki dampak terhadap penyebaran HIV AIDS. Pengabdian ini dilakakan bertujuan untuk meningkatkan leiterasi infomrasi kesehatan masyarakat pangandaran dalam pencegahan HIV AIDS bagi masyakat. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan, workshop, dan pendampingan bagi masyarakat. Sasaran pengabdian ini adalah masyarakat umum yang beresiko tinggi terakses atau terpapar HIV AIDS. Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang cukup efektif untuk meingkatkan pengetahuan dan literasi masyakat.  Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara berkesinamanbungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan liteasi masyarakatKeywords: literasi, kesehatan, pencegahan , HIV AIDS
PERILAKU KOMUNIKASI PETANI DALAM PENCARIAN INFORMASI PERTANIAN ORGANIK (KASUS PETANI BAWANG MERAH DI DESA SRIGADING KABUPATEN BANTUL) Fuady, Ikhsan; Lubis, Djuara P.; Lumintang, Richard W.E.
Jurnal KMP (Jurnal Komunikasi Pembangunan) Vol. 10 No. 2: Juli 2012
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.419 KB) | DOI: 10.29244/jurnalkmp.10.2.%p

Abstract

Abstraks Sustainable agriculture development holds an important issue now days.  Famers? Communication behaviors in information seeking constitute a pivotal position in order to increase the farmers? autonomy.  The objectives of this research were: (1) to describe farmers? communication behavior of organic agriculture cultivation in red-onion farmers, (2) to analyze the correlation between farmers? communication behavior and red-onion organic agriculture practices, This research was designed qualitatively using survey method.  The data was analyzed using Tau-Kendall Test.  This research produced several results such as: an Organic practice that has been conducted by the farmers was not utterly organic.  The organic performer?s behavior was influenced by communication behavior variable and individual characteristics?.  The farmers? Autonomy was much correlated with farming activities? behavior. Key words: communication behavior, organic agriculture, red - onion
PERSEPSI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN NELAYAN DI PULAU PRAMUKA KEPULAUAN SERIBU Fuady, Ikhsan; Yusnita, Titien
Jurnal KMP (Jurnal Komunikasi Pembangunan) Vol. 14 No. 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.73 KB)

Abstract

Profesi nelayan adalah profesi yang menuntut kekuatan fisik dan ketangguhan mental. Kehidupan nelayandalam mengolah sumber daya laut sangat tergantung pada kondisi alam yang tidak stabil. Oleh sebab itu, para isterinelayan yang lebih dikenal sebagai perempuan nelayan akan melakukan diversifikasi profesi sebagai strategi bertahanhidup. Persepsi masyarakat tentang perempuan nelayan sangat menarik untuk diteliti, mengingat di Pulau PramukaKepulauan Seribu, banyak perempuan nelayan dipercaya masyarakat untuk memegang jabatan RT (rukun tetangga)dan untukmendapat julukan sebagai ?penguasa daratan?.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakatpesisir terhadap kepemimpinan perempuan nelayan dan mengkaji pembagian tugas (division of labor) dalam rumahtangga nelayan pesisir di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan teknikobservasi dan wawancara dengan 25 orang nelayan perempuan dan suaminya yang berprofesi sebagai nelayan sertakepala desa setempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1)terjadi perubahan paradigma terhadapkepemimpinan perempuan yaitu perempuan nelayan lebih dipercaya menjabat Ketua RT, (2)pendapat perempuansangat berpengaruh dalam mengambil keputusan di rumah maupun dalam kehidupan sosial, (3)pembagian tugas(division of labor) dalam rumah tangga nelayan tidak berimbang dimana isteri mengambil alih porsi tanggungjawabyang lebih besar dibandingkan suami mengingat para nelayan pria lebih lama berada di laut dibandingkan di darat.Kata kunci : persepsi, masyarakat pesisir, kepemimpinan, perempuan nelayan
FACTOR ANALYSIS THAT EFFECT UNIVERSITY STUDENT PERCEPTION IN UNTIRTA ABOUT EXISTENCE OF REGION REGULATION IN SERANG CITY Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan; Kuswarno, Engkus
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - July 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.735 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.936

Abstract

This research's purposes are for; (a). To know the influence of internal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city (b). To know the influence of exteenal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city. This research is designed with positivistic paradigm with survey rapproachement, this research population is all of active university student in Sultan Agung Tirtayasa University. The data anlysis in this research uses doubled linear regretion analysis. The analysis result is known generally as individual internal factors and individual external factors have a real effect to university student perception about the existence of syari'ah region regulation. Internal factors that effect the university student perception about the existence of region regulation are cosmopolitan variable, assessment to syari'ah region regulation, and region regulation exeistence expectation. Internal variable has positive effect and significant to perception. Exeternal factors that effect university student perception about the existence of region regulation are syari'ah region regulation characteristic variable and environment characteristic. This external variable has an positive effect and significant to perception. Keywords : perception, policy, syari'ah region regulation.  Penelitian ini bertujuan untuk; (a).  Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor internal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang (b). Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor eksternal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang.  Penelitian ini di desain dengan paradigma positivistik dengan pendekatan survey, populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa aktif di Universitas Sultan agung Tirtayasa. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis diketahui secara umum faktor faktor internal dan ekternal individu memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi mahsiswa akan keberdaaan perda syariah. faktor Internal yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberadaan perda antara lain variabel  kosmopolitan,  penilaian  terhadap perda syariah, serta harapan/ekspektasi keberadaan perda. Variabel internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi. Faktor eksternal  yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberdaan perda antara lain variabel  karakteristik Perda syariah dan  karakteristik Lingkungan. Variabel eksternal  ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi.  Kata kunci: persepsi, kebijakan, perda syariah   
HAMBATAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN KEPADA IBU HAMIL DALAM UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI SERANG (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG HAMBATAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN KEPADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TUNJUNG TEJA, KABUPATEN SERANG) Prasanti, Dhita; Fuady, Ikhsan
Jurnal Nomosleca Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v2i2.606

Abstract

AbstractAs a health worker, midwife should have a good therapeutic communication skills, so that he can establish a relationship of trust with the patient, providing professional satisfaction in obstetric care, and improve the image of the profession of midwifery. But the most important is to apply their knowledge to help their fellow human beings. Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the indicators that should be considered by the midwife. If the Maternal Mortality Rate (MMR) increases, the solution must be found in order to prevent this AKI. This is why researchers are interested to raise the research on Therapeutic Communication Barriers To Midwives Pregnancy Prevention in Maternal. Mortality Rate (MMR). The purpose of this study is the researcher wanted to know how therapeutic communication barriers between midwives to pregnant women in the prevention of maternal mortality is increasing. Based on data obtained from the Department of Health, the maternal mortality is very high in Serang district. Therefore, in this study, the researchers raised the case of therapeutic communication barriers midwives to pregnant women in the district of Serang. In this study, researcher used a qualitative approach with descriptive methods. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation study. The theory of communication shall be used to analyze this research is the theory of symbolic interaction. Results of research have shown that therapeutic communication barriers that occur between midwives to pregnant women in Puskesmas Tunjung Teja Serang Regency is a semantic barriers (language), cultural barriers, and psychological barriers.DOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v2i2.606
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA LONGSOR DI KAKI GUNUNG BURANGRANG KAB. BANDUNG BARAT Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan
Jurnal Kawistara Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.983 KB) | DOI: 10.22146/kawistara.32976

Abstract

West Bandung Regency is an area that has hilly topography and mountains. It causes the area of West Bandung to be prone to landslides. One way that can be done to reduce the risk of landslide disaster is to improve the effective communication network. This study aims to describe and analyze the community communication network In Landslide Preparedness Facing Landslide at Burangrang Mountain Foot Kab. West Bandung. This research method use approach of communication network analysis using Ucinet 6.0. The results showed that the structure of risk communication network network is personalized interlocking (interlocking personal network). The average value of local centrality on this network is 4.113. Based on the results of the analysis that has been done, there are several clicks in the communication network; some actors who act as star in the network; some isolate individuals who do not get or relate to other parties to obtain information related to landslide disaster.