Adang H G
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka - BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, 15314

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH REGENERASI KOLOM ALUMINA ASAM TERHADAP RECOVERY DAN KUALITAS 99MTC HASIL EKSTRAKSI PELARUT MEK DARI 99MO HASIL AKTIVASI NEUTRON G, Adang H; S, Yono; W, Widyastuti
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 3 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.951 KB) | DOI: 10.17146/urania.2016.22.3.3186

Abstract

ABSTRAKPENGARUH REGENERASI KOLOM ALUMINA ASAM TERHADAP RECOVERY DAN KUALITAS 99mTc HASIL EKSTRAKSI PELARUT MEK DARI 99Mo HASIL AKTIVASI NEUTRON. Melalui kerjasama antara PTRR-BATAN, Chiyoda dan JAEA Jepang telah dilakukan pemurnian 99mTc dari 99Mo hasil aktivasi neutron dengan menggunakan metode kromatografi kolom alumina asam terhadap hasil ekstraksi MEK (Metil Etil Keton). Pemurnian 99mTc dengan metode kolom alumina asam hanya dapat digunakan satu kali dan pemurnian berikutnya harus diganti dengan kolom baru. Hal ini dinilai kurang praktis dan juga memerlukan biaya yang mahal. Dalam penelitian ini dicoba penggunaan kolom alumina asam untuk pemurnian 99mTc lebih dari satu kali dengan melakukan proses regenerasi dengan cara melewatkan larutan HNO3 0,1N setiap kali proses pemurnian selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan larutan 99mTc yang dapat digunakan untuk penandaan kit radiofarmaka. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah recovery, profil elusi, pH, kemurnian radiokimia dan kemurnian radionuklida (lolosan 99Mo). Hasil penelitian yang dilakukan selama 5 hari telah diperoleh pH ~5, recovery > 60 %, kemurnian radiokimia > 95 % dan lolosan 99Mo tidak terdeteksi. Dari hasil perlakuan terhadap kolom alumina asam dengan larutan HNO3 0,1 N disimpulkan bahwa kolom alumina asam tidak perlu diganti setiap hari.Kata kunci: 99mTc, 99Mo, MEK, kolom alumina asam, kemurnian radiokimia. ABSTRACTPurification of 99mTc from 99Mo activation using acidic alumina column chromatography system from MEK (Methyl Ethyl Keton) extraction has been carried out through cooperation between PTRR - BATAN, Chiyoda and JAEA Japan. This method has a limitation that acidic alumina column for purification of 99mTc can be used only once, for the next purification acidic alumina column should be replaced with new column, so it is less practical and also requires high cost. This study aims to obtain a 99mTc solution can be use for labelling of a radiopharmaceutical kit. In this study, the used of acidic alumina column for 99mTc purification was tried more than once by regeneration using 0.1N HNO3 solution after purification process is completed. Parameters observed in this study are the percent recovery, elution profile, pH, radiochemical purity and radionuclida purity. The results of observational studies conducted over 5 days has been obtained pH ~ 5,% recovery > 60%, radiochemical purity of > 95% and 99Mo leakage not detected. The treatment of acidic alumina column with 0,1 N HNO3 solution concluded that acidic alumina column does not need to be replaced every day.Keywords: 99mTc, 99Mo, MEK, acidic alumina column, radiochemical purity.
Profil Distribusi dan Klirens Pengkontras CT SCAN AuNP-PAMAM G4- NIMOTUZUMAB disimulasikan menggunakan Senyawa 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB G, Adang H; Pujiyanto, Anung; Mutalib, Abdul; S, Rista A; L, Indrarini; L, Rien; Y, Iyus M; S, Herlan; C, Sutriyo
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.035 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.38

Abstract

Riset nanopartikel emas sebagai senyawa pengkontras CT-Scan telahdimulai sejak 3 tahun lalu di Indonesia. Riset interaksi antibodi monoklonal,khususnya nimotuzumab, dengan reseptor EGFR/HER1 dimulai sejak lima tahun lalu dan telah dimanfaatkan untuk penyiapan senyawa pengkontras MRI (Magnetic Resonance Imaging) spesifik target melalui pelabelan konjugat dendrimer-nimotuzumab dengan radionuklida. Sintesis senyawa AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab untuk diagnosis dan terapi pada kanker paru-paru telah berhasil dilakukan di PTRR dan hasil karakterisasinya dengan menggunakan beberapa metode seperti KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi), SDS (Sodium Dodecyl Sulphate) page elektroforesa dan TEM (Transmission Electron Microscopy) menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah sebagai AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab. Pada penelitian ini telah dilakukan uji pre klinis dari senyawa pengkontras AuNPPAMAM G4-nimotuzumab meliputi uji distribusi dan klirens dengan disimulasikan menggunakan senyawa radioaktiv 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab. Hasil uji distribusi senyawa 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab menunjukkan penimbunan pada beberapa organ seperti ginjal, hati dan limpa, sedangkan dari hasil uji klirens diperoleh waktu paruh biologis senyawa tersebut adalah 11.77 hari. Hasil pemeriksaan terhadap urin dengan menggunakan kolom PD-10 (Sephadex G25) menunjukkan bahwa ~ 85 % yang dikeluarkan lewat urin masih berbentuk AuNP-PAMAM G4- Nimotuzumab. Hasil pencitraan dengan alat autoradiography menunjukkan bahwa sampai dengan 48 jam setelah penyuntikan, akumulasi radioaktivitas yang terdeteksi masih terdapat pada hati. 
KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AUNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AUNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB G, Adang H; P, Anung; Maskur, Maskur; S, Herlan; R, Rien
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.207 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4325

Abstract

KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNPPAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB. Modalitas Computed Tomography Scan (CT-Scan) dapat digunakan untuk diagnosa cedera tulang (bone injuries), visualisasi paru-paru, dada dan untuk mendeteksi kanker. Untuk meningkatkan kualitas hasil pencitraan dengan CT-Scan pada pasien yang akan dicitra, kadang-kadang diberi/dinjeksi terlebih dahulu dengan senyawa pengkontras berbasis iodium. Senyawa pengkontras berbasis iodium mempunyai beberapa keterbatasan yaitu diantaranya harus diimport dari luar negeri, toksisitas yang cukup tinggi dan tingkat pencitraannya masih pada ditingkat anatomi. Nanopartikel emas telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengganti senyawa pengkontras berbasis iodium. Dalam penelitian ini, telah dilakukan penyiapan senyawa pengkontras CT-Scan terarah/ pencitraan tingkat molekulerAu Nano Partikel-PoliAmido Amin Generasi 4-Nimotuzumab (AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab) yang didapatkan dengan mengkonyugasikan AuNP terbungkus PAMAM G4 dengan Nimotuzumab. Karakterisasi hasil konyugasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab, dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS page) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Karakterisasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT memberikan waktu retensi (rt) 5,2 menit yang sama dengan menit AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab yang ditandai radioaktif 198AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab berturut-turut 5,2 menit (detektor UV) dan 5,3 menit (detektor radioaktif).