Articles

Found 16 Documents
Search

MANAJEMEN ALIRAN INFORMASI UNTUK PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.437 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3900

Abstract

Aliran informasi merupakan suatu proses dinamis yang terjadi di dalam suatu organisasi, khususnya proses mendistribusikan pesan atau informasi. Seluruh informasi yang ada di dalam organisasi perlu dikeloladengan baik agar dapat meningkatkanefisiensi koordinasi dan giliran berikutnya adalah agar dapat meningkatkan kinerja organisasi. Agar arah aliran informasi itu dapat sesuai dengan kepentingan organisasi, maka harus ada sebuah lembaga yang diberi tanggung jawab untuk mengelola. Dalam budaya organisasi, lembaga yang seringkali dipercaya sebagai pengendali informasi ini misalnya Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations. Dengan pengelolaan aliran informasi dalam organisasi maka diharapkan berbagai informasi penting dapat segera ditindaklanjuti secara proporsional, dan giliran berikutnya diharapkan dapat  mengoptimalkankinerja organisasi.
KEARIFAN PEMBANGUNAN BERBASIS SUMBER DAYA MANUSIA Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.766 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3740

Abstract

Program pembangunan merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan peningkatan derajat kesejahteraan suatu bangsa. Diperlukan kemampuan untuk secara krif memilih strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat. Pilihan tersebut adalah pada kearifan pembangunan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), yakni program pembangunan yang dilaksanakan dengan mendasarkan diri pada logika human centered development. Dengan pola kearifan pembangunan ini, berarti SDM ditempatkan sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan menekankan pada inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta peningkatan daya kreasi.
KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK MENDUKUNG KINERJA PERKANTORAN Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.893 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3849

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu faktor untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi perkantoran. Komunikasi efektif dan tingkat kinerja perkantoran berhubungan secara positif dan signifikan. Memperbaiki komunikasi perkantoran berarti memperbaiki kinerja perkantoran. Argumentasi ini didasari oleh sebuah logika bahwa semua pekerjaan di dalam perkantoran pada kenyataannya saling berhubungan. Kurang baiknya kinerja sebuah devisi akan berpengaruh negatif pada devisi lain serta terhadap perkantoran itu sendiri. Komunikasi meningkatkan keharmonisan kerja dalam perkantoran. Sebaliknya apabila komunikasi tidak efektif. maka koordinasi akan terganggu. Akibatnya adalah disharmonisasi yang akan mengganggu proses pencapaian target dan tujuan perkantoran.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN FENOMENOLOGIS DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7002.73 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i3.3908

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pada gradasi yang lebih tinggi, maka setiap upaya meningkatkan kualitas pendidikan perlu dilakukan melalui penelitinan. Supaya penelitian dapat memberikan informasi atau temuan yang akurat, maka perlu menggunakan metode penelitian yang tepat. Fenomenologi merupakan salah satu altematif pendekatan untuk diimplementasikan dalam rangka melakukan penelitian dan kajian keilmuan kependidikan. Dalam pandangan fenomenologi, gejala proses pendidikan itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti tidak akan melaksanakan penelitiannya hanya berdasarkan variabel, tetapi keseluruhan geja1a empiris itu meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Implementasi pendekatan fenomenologis telah menambah variasi metodologi riset untuk memahami persoalan­persoalan pendidikan, sehingga pada akhirnya diperoleh temuan­ temuan aktual guna meningkatkan pembaharuan pelayanan publik termasuk pendidikan.
PEMETAAN KOMPETENSI, TUGAS, DAN PEKERJAAN SEKRETARIS DI DUNIA KERJA Aw, Suranto; Rosidah, Rosidah; Kumoro, Joko
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.521 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai: (1) kompetensi kerja; (2) bidang tugas; dan (3) jenis-jenis pekerjaan profesi sekretaris di dunia kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, memfokuskan pada usaha melacak informasi dari para praktisi administrasi perkantoran atau sekretaris, dan memetakan hasil pelacakan tersebut secara sistematis. Subjek penelitian ini adalah praktisi sekretaris di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan histogram, serta dilengkapi penjelasan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat tiga kategori kompetensi sekretaris yaitu: kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus (tambahan); (2) Bidang tugas sekretaris mencakup: komunikasi, administrasi perkantoran, mengelola keuangan, dan legal (hukum); dan (3) Jenis-jenis pekerjaan yang secara rutin dikerjakan seorang sekretaris mencakup: bertelepon, berkomunikasi secara interpersonal, menggunakan media komunikasi, menerima tamu, mengelola keluhan pelanggan, mengoperasikan komputer, mengatur otomatisasi pekerjaan kantor, mencari informasi lewat internet, mengurus surat, mengelola arsip, mengatur perjalanan dinan pimpinan, mengatur penggunaan perlengkapan kantor, mengatur pertemuan/rapat, membuat laporan, mengelola kas kecil, dan mengurus pekerjaan di bidang legal (hukum).
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI BAGI SISWA DI SMKN 1 GODEAN SLEMAN Aw, Suranto; Widiarti, Pratiwi Wahyu; Hastasari, Chatia
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi Vol. XVI No. 1 Februari 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.433 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i1.24480

Abstract

Abstrak: Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Dasar Komunikasi Bagi Siswa di SMKN 1 Godean Sleman. Studi evaluasi ini bertujuan untuk mengungkap keefektifan program pelatihan keterampilan dasar komunikasi bagi siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMKN 1 Godean Sleman. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi program pelatihan dari Kirkpatrick yang mencakup empat tahap: reaction, learning, behavior, result. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif.  Subjek penelitian adalah peserta pelatihan dan pendampingan keterampilan dasar komunikasi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan teknik interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap: (1) Reaction : tanggapan peserta terhadap pelatihan sangat positif, karena mendukung kompetensi siswa; (2) Learning: menunjukkan peserta memperoleh sumber belajar dan pengalaman dari pelatihan; (3) Behavior: adanya perubahan keterampilan dalam berkomunikasi; (4) Result: meningkatnya keterampilan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.  Abstract: AN EVALUATION OF COMMUNICATION BASIC SKILLS TRAINING PROGRAM AT SMK N 1 GODEAN SLEMAN. This evaluation research aims to investigate the effectiveness of the basic communication skills training program for students of grade XI of Office Administration Skills Competency at SMK 1 Godean Sleman. This research is evaluation research employing Kirkpatrick's training program evaluation model which includes four stages, namely: reaction, learning, behavior, and results. This research utilizes a qualitative approach. The research subjects include participants of training and mentoring of basic communication skills. Data collection uses interview and observation techniques. Data were analyzed using an interactive technique of Miles and Huberman. The results of the research are: (1) Reaction: participants' responses to training were very positive because the training could enhance their competence; (2) Learning: participants get learning resources and experience from training; (3) Behavior: a change regarding the participants communication skills occur; (4) Results: students communication skills in everyday life increases. Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Aw, S., Widiarti, P. W., & Hastasari, C. (2019). Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Dasar Komunikasi Bagi Siswa di SMKN 1 Godean Sleman. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(1), 11-20. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i1.24480
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KEJURUAN BERORIENTASI PASAR KERJA MELALUI UJI KOMPETENSI KEAHLIAN Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4721.571 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3862

Abstract

Fenomena pasar kerja pada era global sekarang ini, ditandai oleh semakin tingginya kompetisi untuk memperoleh kesempatan kerja. Dengan demikian lulusan sekolah kejuruan semakin dituntut untuk menguasai kompetensi yang unggul. Realitas tersebut perlu secara sungguh-sunggu diantisipasi dengan peningkatan mutu pendidikan. Dalam konteks initah siswa, khususnya siswa Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) yang profesional.
KONTRIBUSI EVALUASI UNTUK EFISIENSI PENGELOLAAN PROGRAM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7307.847 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i2.3923

Abstract

Evaluasi adalah proses untuk menentukan seberapa jauh efisiensi pengelolaan program dan kebijakan pendidikan telah tercapai. Hal ini mengandung maksud bahwa dengan evaluasi, para pengambil kebijakan memperoleh informasi akurat sejauhmana efisiensi tersebut telah tercapai. Dengan informasi tersebut maka program pendidikan itu dapat ditinjau kembali untuk menyusun langkah-langkah dan kegiatan-kegiatan yang lebih efisien. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa evaluasi akan menghasilkan sejumlah informasi. dan berdasarkan lnformasi itu dapat dilakukan pengambilan keputusan secara komprehensif. Kontribusi evaluasi ialah sumbangsih evaluasi melalui temuan­temuan dan rekomendasinya untuk perbaikan program dan kebijakan pendidikan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERKANDUNG DALAM TAYANGAN ”MARIO TEGUH GOLDEN WAYS” Aw, Suranto
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Oktober 2016, TH. VI, No.2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.915 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v6i2.12048

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) profil acara Mario Teguh Golden Ways; (2) sinopsis jalannya acara Mario Teguh Golden Ways; (3) cakupan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tayangan Mario Teguh Golden Ways; dan (4) pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan karakter melalui tayangan Mario Teguh Golden Ways. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (content analysis). Unit analisis pada penelitian ini adalah episode ?Pancing Cinta? yang ditayangkan 13 September 2015. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Profil acara Mario Teguh Golden Ways yang ditayangkan oleh Metro TV menunjukkan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian media televisi melaksanakan fungsi edukasi dalam pembinaan karakter masyarakat. (2) Cinta itu harus diperjuangkan. Cinta itu harus dipancing. Kadang-kadang perlu pengorbanan. Memancing cinta identik dengan cara memancing ikan oleh pemancing hebat. Siapkan perangkatnya: lanjeran, senar, kail, dan umpan. (3) Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tayangan MTGW episode ?Pancing Cinta? mencakup: (a) disiplin, menaati norma dan peraturan; (b) santun, hormat, baik dan rendah hati; (c) cinta Tuhan dan mensyukuri pemberian-Nya; (d) kemandirian, tanggap (peka), tatag (tahan uji), tanggon (dapat diandalkan), niat baik, dan tanggung jawab; (e) kejujuran; (f) dermawan, tolong menolong, kerjasama, mendatangkan kebahagiaan. (4) Pendekatan yang digunakan dalam proses pendidikan karakter melalui tayangan MTGW adalah pendekatan holistik (holistic approach). Kata Kunci: pendidikan karakter, mario teguh golden ways, pancing cinta THE CHARACTER EDUCATION VALUES CONTAINED IN THE PROGRAM MARIO TEGUH GOLDEN WAYS Abstract: The purpose of this study is to describe: (1) profile of the program Mario Teguh Golden Ways; (2) coverage of the character education values contained in the program Mario Teguh Golden Ways; and (4) the approach used in the learning process of character education through the program Mario Teguh Golden Ways. This study is a content analysis. The analysis unit in this study is the episode "Pancing Cinta" which aired 13 September 2015. The results of the study are as follows. (1) The profile of the program Mario Teguh Golden Ways broadcasted by Metro TV, showed that this program is one of the real form of television media's concern to carry out the education function in character building in society; (3) The character education values contained in the program MTGW episode "Pancing Cinta" includes: (a) Discipline, obey norms and regulations; (b) Polite, respectful, kind and humble; (c) Love God and grateful for His gifts; (d) Independence, responsive (sensitive), Tatag (resilient), tanggon (reliable), good intentions and responsibility; (e) Honesty; (f) Generous, mutual help, cooperation, bring happiness; (4) The approach used in the character education process through the program MTGW is a holistic approach. Keyword: Character Education, Mario Teguh Golden Ways, Pancing Cinta
EVALUASI PROGRAM REVITALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA YANG RELEVAN DENGAN ETIKA KOMUNIKASI DI SEKOLAH Aw, Suranto
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB)

Abstract

Secara konseptual, kearifan lokal adalah nilai-nilai yang diaktualisasikan, atau dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan jati diri suatu komunitas dalam batas kolektivitas tertentu. Kearifan lokal merupakan local genius sehingga merupakan kekayaan luar biasa yang di miliki Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi yang sistematik untuk mengidentifikasi seperangkat nilai-nilai kearifan dalam Budaya Jawa, kemudian mengevaluasi keefektifan program revitalisasi kearifan lokal tersebut bagi warga sekolah. Studi ini merupakan studi evaluasi dengan model CIPP. Wawancara dan pengamatan digunakan dalam pengumpulan data. Analisis data mengikuti model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi proses pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan membuat kesimpulan. Hasil evaluasi menunjukkan: (1) Konteks, adanya kesesuaian antara perencanaan program dengan kebutuhan; (2) Input, komitmen guru dan ketersediaan sarana prasarana; (3) Proses, cara yang dilakukan oleh sekolah untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Budaya Jawa di sekolah mencakup pengawasan, membuat peraturan, penggunaan pakaian adat, pembinaan kemampuan berbahasa Jawa; (3) Produk, nilai-nilai kearifan local Budaya Jawa yang direvitalisasi sebagai acuan etika komunikasi mencakup: empan papan, ajining dhiri gumantung kedaling lathi, lembah manah andhap asor, manjing ajur-ajer, jembar segarane, aja adigang adigung adiguna, nglurug tanpa bala menang tanpa ngasorake sekti tanpa aji, hamemayu hayuning bawana.