Tati Hernawaty
Universitas Padjajaran Bandung

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Acceptance And Commitment Therapy (ACT) Terhadap Kecemasan Narapidana Wanita: Systematic Review Tania, Mery; Suryani, Suryani; Hernawaty, Tati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.222 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.3695

Abstract

ABSTRAKGangguan kecemasan diperkirakan diidap 1 dari 10 orang. Menurut data National Institute of Mental Health (2005) di Amerika Serikat terdapat 40 juta orang mengalami gangguan kecemasan pada usia 18 tahun sampai pada usia lanjut. Banyak terapi yang dapat digunakan dalam menangani kecemasan diantaranya Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Tujuan dari penelitian dengan menggunakan pendekatan systematic review ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebh tentang seberapa efektif pelaksanaan Acceptance and Commitnment Therapy dalam mengurangi kecemasan. Pencarian literature dilakukan pada search engine, electronic database cEBSCOHOST, Proquest, dan Google Scholar. Kata kunci yang dimasukan ke dalam search engine atau database antara lain “Effectivity Acceptance and Commitment Therapy” And “ Anxiety”. Setelah membaca artikel dan menyeleksinya dengan menggunakan critical appraisal tools crowe 2011 didapatkan 5 artikel yang sesuai. tahapan dalam pelaksanaan Acceptance and Commitment Therapy dalam pelaksanaan ACT terdapat 6 sesi yakni Acceptance, Cognitive Difusion, Mindfullness, Observing self, Value dan Commitment. Narapidana yang dalam keadaan cemas membutuhkan terapy yang tepat dalam menangani kecemasannya diantaranya penggunaan Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Acceptance and Commitment Theapy efektif dalam mengurangi gejala kecemasan di kalangan remaja atau pun orang dewasa. Kesimpulan dalam penurunan kecemasan penggunaan terapi yang tepat dapat mempengaruhi, penggunaan ACT efektif dalam penurunan kecemasan pada rentang usia remaja sampai dewasa lanjut.Kata Kunci : Efektivitas Acceptance And Commitment Therapy, Kecemasan, Narapidana ABSTRACTAnxiety disorders are estimated to be 1 in 10 people. According to data from the National Institute of Mental Health (2005) in the United States there are 40 million people suffering from anxiety disorders at the age of 18 years to old age. Many therapies that can be used in dealing with anxiety include Acceptance and Commitment Therapy (ACT). The purpose of this study by using systematic review approach is to gain a better understanding of how effective the implementation of Acceptance and Commitment Therapy in reducing anxiety. The literature search is done on search engines, electronic database cEBSCOHOST, Proquest, and Google Scholar. Keywords included in search engines or databases include "Effectivity Acceptance and Commitment Therapy" And "Anxiety". After reading the article and selecting it using critical appraisal tools crowe 2011 got 5 articles accordingly. stages in the implementation of Acceptance and Commitment Therapy in the implementation of ACT there are 6 sessions namely Acceptance, Cognitive Difusion, Mindfullness, Observing self, Value and Commitment. Prisoners who are in anxious state need the right therapies in dealing with their anxiety such as the use of Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Acceptance and Commitment Theapy is effective in reducing the anxiety symptoms among teenagers or adults. Conclusions in anxiety reduction in appropriate therapeutic use may affect, ACT use is effective in decreasing anxiety in adolescent to advanced adult age range.Keywords: Effectiveness of Acceptance And Commitment Therapy, Anxiety, Prisoners
PENGARUH TERAPI SUPORTIF KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN BOGOR TIMUR Damayanti, Rika; Hernawaty, Tati
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental illness experienced by 96 people among 12.392 inhabitants in District of Bubulak, West Bogor. At the same time, the knowledge and ability of family are not run well, a serving for psychology health program by Centre of Community Health is not run well, and Family Supportive Group was not exist. The title of this research is The Influence of Family Supportive Group to Family Ability in Taking Care Client with Mental illness in District of Bubulak, West Bogor. The research was aimed to get a comprehensive picture about the influence of Family Supportive Group to family ability in taking care client with Mental illness. Design of the research was using “quasi experimental pre-post test with control group” by using Family Supportive Group intervention. A sample was chosen by using cluster one stage and consist of 74 families with mental illness of client. The group was divided into 2 groups as follows: Group I (Family Supportive Group treatment, 4 times meeting consists of 2 weeks) and Group II (without Family Supportive Group). The family’s cognitive ability, affective ability, and psychomotor ability are valued by using questioner and then the results of questioners are analyzed by using dependent-t test, independent t-test, Chi-Square, and Simple Linear Reggresion method. The research showed a significant increase in family’s cognitive ability, affective ability, and psychomotor ability in taking care client with mental illness. The abilities of the group that treated by Family Supportive Group were increase highly and significantly compare to the group without Family Supportive Group. It is recommended to form and to conduct Family Supportive Group to families who have client with mental illness in community. 
Pengaruh Terapi Suportif Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien Gangguan Jiwa di Kecamatan Bogor Timur Damayanti, Rika; Hernawaty, Tati
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1, No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.753 KB) | DOI: 10.24042/kons.v1i1.310

Abstract

Penyakit jiwa yang dialami oleh 96 orang antara 12.392 jiwa di Kecamatan Bubulak, Bogor Barat. Pada saat bersamaan, pengetahuan dan kemampuan keluarga tidak berjalan baik, pelayanan untuk program kesehatan psikologi oleh Pusat Kesehatan Masyarakat tidak berjalan dengan baik, dan Kelompok Pendukung Keluarga tidak ada. Judul penelitian ini adalah Pengaruh Kelompok Keluarga Pendukung terhadap Kemampuan Keluarga dalam Merawat Klien dengan Penyakit Jiwa di Kabupaten Bubulak, Bogor Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pengaruh Kelompok Pendukung Keluarga terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan penyakit jiwa. Rancangan penelitian menggunakan uji coba pre-post kuasi eksperimental dengan kelompok kontrol dengan menggunakan intervensi Kelompok Pendukung Keluarga. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster satu tahap dan terdiri dari 74 keluarga dengan penyakit jiwa klien. Kelompok ini dibagi menjadi 2 kelompok sebagai berikut: Kelompok I (Perawatan kelompok keluarga pendukung, 4 kali pertemuan terdiri dari 2 minggu) dan Kelompok II (tanpa Kelompok Pendukung Keluarga). Kemampuan kognitif keluarga, kemampuan afektif, dan kemampuan psikomotor dinilai dengan menggunakan kuesioner dan kemudian hasil kuesioner dianalisis dengan menggunakan metode dependent-t test, independent t-test, Chi-Square, dan Simple Linear Reggresion. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan kognitif keluarga, kemampuan afektif, dan kemampuan psikomotor dalam merawat klien dengan penyakit jiwa. Kemampuan kelompok yang ditangani oleh Kelompok Pendukung Keluarga meningkat secara signifikan dan signifikan dibandingkan kelompok tanpa Kelompok Pendukung Keluarga. Dianjurkan untuk membentuk dan untuk melakukan Kelompok Pendukung Keluarga kepada keluarga yang memiliki klien dengan penyakit jiwa di masyarakat.
Pengalaman Hidup Kader Kesehatan dalam Mendukung Proses Recovery di Melong Kota Cimahi Tania, Mery; Suryani, Suryani; Hernawaty, Tati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.621 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5050

Abstract

Kader kesehatan memiliki peran dalam penyediaan akses informasi dan pendidikan kesehatan, memberikan dukungan sosial, advokasi dari tindakan diskriminasi serta melakukan pemberdayaan atas kemampuan yang dimiliki ODGJ sehingga dapat hidup produktif dalam proses recovery. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas hidup dan prognosis penyakit pada ODGJ. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman hidup kader kesehatan dalam mendukung proses recovery pada ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Melong Asih Kota Cimahi. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu kader kesehatan. Jumlah partisipan ditentukan melalui purposive sampling sehingga didapatkan 6 pastisipan yakni kader kesehatan yang berpendidikan minimal SMA, berpengalaman minimal 6 bulan dan kooperatif. Pengalaman kader kesehatan digali melalui wawancara mendalam dan metode Colaizzi (1978) digunakan untuk analisa data. Hasil penelitian diperoleh 6 tema yaitu obat membantu proses recovery ODGJ, tulus ikhlas penting dalam mendukung proses recovery ODGJ, perasaan takut dalam menghadapi ODGJ, hambatan kader dalam menangani stigma ODGJ, walaupun lelah tapi puas mendukung proses recovery dan pelatihan dibutuhkan untuk optimalisasi peran kader. Dua tema merupakan new insight dalam penelitian ini yaitu tulus ikhlas penting dalam mendukung proses recovery ODGJ dan walaupun lelah tapi puas mendukung proses recovery. Disimpulkan bahwa dalam mendukung proses recovery ODGJ peran dari kader kesehatan ikut terlibat. Pengalaman yang dirasakan kader kesehatan dalam mendukung proses recovery ODGJ merupakan gambaran perasaan, hambatan, dan harapan yang muncul dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan terutama dalam mendukung proses recovery pada ODGJ.
Pengaruh Terapi Suportif Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien Gangguan Jiwa di Kecamatan Bogor Timur Damayanti, Rika; Hernawaty, Tati
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1, No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.753 KB)

Abstract

Mental illness experienced by 96 people between 12,392 people in Bubulak District, West Bogor. At the same time, family knowledge and abilities are not going well, services for psychological health programs by Community Health Centers are not going well, and Family Support Groups are not there. The title of this research is the Effect of Supporting Family Groups on Family Ability in Caring for Clients with Mental Illness in Bubulak Regency, West Bogor. This study aims to obtain a comprehensive picture of the influence of the Family Support Group on the ability of families to care for clients with mental illness. The study design used a quasi-experimental pre-post trial with a control group using the intervention of the Family Support Group. The sample was selected using a single-stage cluster and consisted of 74 families with a client mental illness. This group is divided into two groups as follows: Group I (Care of family support groups, four meetings consisting of 2 weeks) and Group II (without Family Support Groups). Family cognitive abilities, affective abilities, and psychomotor abilities were assessed using a questionnaire, and then the results of the questionnaire were analyzed using the dependent t-test, independent t-test, Chi-Square, and Simple Linear Regression methods. This study shows a significant increase in family cognitive abilities, affective abilities, and psychomotor abilities in caring for clients with mental illness. The ability of the group handled by the Family Support Group is significantly and significantly improved compared to the group without the Family Support Group. It is recommended to form and to conduct a Family Support Group to families who have clients with mental illness in the community.