Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN GAME EDUTAINMENT BERBASIS SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Mahfi, Fauzi Khoirul; Marzal, Jefri; Saharudin, Saharudin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1: Edisi Januari 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v11i1.9901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah pengembangan serta melihat kelayakan dari sebuah game edutainment berbasis smartphone yang digunakan sebagai media pembelajaran berorientasi pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan prosedur pengembangannya menggunakan model ADDIE. Adapun prosedur pengembangannya terdiri dari analisis masalah, analisis materi, validasi kesenjangan kinerja, desain produk, validasi ahli media dan ahli materi, uji coba perorangan, uji coba kelompok, dan implementasi. Subjek dalam penelitian ini  adalah siswa kelas VIII SMPN 7 Kota Jambi. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi ahli media dan materi, lembar penilaian guru, lembar penilaian siswa, dan angket persepsi siswa, serta soal tes kemampuan berpikir kreatif. Dari hasilpenelitiandiperoleh temuanbahwa mediapembelajaran game edutainmentyang dikembangkanvalid ditinjau dari penilaian ahli media yang menyatakan bahwa mediavalid danrerataskorvalidasimateri seesar  4,1.Gameedutainmentyang dikembangkan praktis ditinjau dari hasil angket penilaian guru dengan rerata skor sebesar 4,2dan rerataskorangketpenilaiansiswasebesar4,7. Gameedutainmentyang dikembangkan efektif ditinjau dari hasil pre-test dan post-test kemampuan berpikir kreatif siswadiperoleh skor peningkatan sebesar 0,65 dengan kriteria peningkatan sedang dan dari hasil persepsi siswa, diperoleh tingkat persetujuan adalah pada kategori setuju untuk setiap indikatornya
PEMEROLEHAN PENGETAHUAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI Dewi, Rina Kusuma; Kamid, Kamid; Saharudin, Saharudin
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.5 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v9i1.5624

Abstract

Abstrak    Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah ada pengetahuan Matematika yang muncul pada anak usia 3-4 tahun (2) Untuk mengetahui bagaimana anak usia dini memperoleh pengetahuan Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif. Tekhnik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara serta dokumentasi kegiatan permainan anak dengan menggunakan media puzzle angka, telur warna, balok susun, dan puzzle bergambar. Hasil penelitian menunjukan media bermain yang edukatif untuk anak bisa memunculkan pengetahuan matematika yang sesuai dengan perkembangan usianya. Hal ini dilihat dari kemampuan anak yang telah mampu: (1) memasangkan benda-benda yang berkaitan (pairing) melalui media puzzle angka, pemerolehan pengetahuan matematikanya dengan cara mencocokkan ukuran bentuk kepingan puzzle (trial and error) dan secara berulang-ulang, mengenali bentuk yang sesuai pada kepingan puzzle dan selanjutnya anak paham akan bentuk ukuran dan menyebutkan lambang bilangan pada puzzle angka (2) mengelompokkan berdasarkan warna (matching). Melalui media telur warna pemerolehan pengetahuan matematika ditunjukkan dengan kemampuan anak mengindentifikasi warna (3) mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari yang kecil ke besar atau sebaliknya (seriation). Kata kunci : pengetahuan matematika, anak usia dini   Abstrack The purpose of this study are (1) to find out whether there is mathematical knowledge that arises in children aged 3-4 years (2) to find out how early childhood children acquire mathematical knowledge. The method used in this research is qualitative with a narrative approach. Data collection techniques using observation sheets, interviews and documentation based on children's play activities using media Puzzle Figures, Color Eggs, Stacking Beams, and Picture Puzzles.Results of the research showed that the tools of early childhood education have succeeded to encourage math sciences for early childhood aged 3-4 years old. This can be seen from the ability of early childhood who have been able to: (1) pair objects that are paired through Number Puzzle media, gain mathematical knowledge by matching the size of the puzzle pieces (trial and error) and repeatedly, recognizing shapes which is appropriate in the puzzle piece and then the child understands the shape of the size and mentions the number symbol on the number puzzle (2) grouping according to matching. Through Egg media Color acquisition of mathematical knowledge is indicated by the ability of children to identify colours (3) sort objects based on size from small to large or vice versa (seriation). Key Words: math sciences, early child hood
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEORI APOS PADA MATERI STATISTIKA DAN PELUANG maki, muhammad; Marzal, Jefri; Saharudin, Saharudin
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2018): Edumatica | Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.37 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v8i2.4991

Abstract

Multimedia pembelajaran merupakan suatu kombinasi dari berbagai media yang dirancang atau diprogram secara terstruktur dan interaktif untuk menyajikan konsep pembelajaran. Hendaknya dipersiapkan multimedia pembelajaranuntuk membantu memudahkan pembelajaran agar siswadapat memahamikonsepdanmerepresentasikan konsep pembelajaran matematika.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia pembelajaran matematika berbasis teori APOS (aksi, proses, objek dan skema) dan efektivitasnya terhadap pembelajaran pada materi statistika dan peluang yang valid menurut ahli. Efektivitas pembelajaran diukur denganpeningkatan kemampuan representasi matematis dan multimedia dipersepsikan dengan baik oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengembangkan multimedia pembelajaranmatematika dan instrumen yang digunakan adalah angket penilaianahli materi dan ahli desain pembelajaran, angket tanggapan guru dan siswa, persepsi siswa, dan tes hasil kemampuan representasi matematis siswa. Dari hasil analisis tes kemampuan representasi didapat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa pada kategori tinggi, berdasarkan uji gain untuk materi statistika skor yang diperoleh 0,7 dan materi peluang skor uji gain diperoleh 1,3. Dan hasil analisis dari angket persepsi siswa didapat persentase 95% menunjukkan kategori ?sangat positif?. Dapat disimpulkan multimedia pembelajaran yang dikembangkan sangat baik dan dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Sehingga multimedia pembelajaran efektiv digunakan oleh guru dan siswa SMA khususnya pada pembelajaran materi statistika dan peluang.Kata Kunci : Multimedia Pembelajaran, Teori APOS, Efektivitas Multimedia learning is a combination of various media that are designed or programmed in a structured and interactive way to present the concept of learning. Multimedia learning should be prepared to help facilitate learning so students can understand the concept and represent the concept of mathematics learning. The purpose of this study was to develop a multimedia learning mathematics based on APOS theory (actions, processes, objects and schemes) and its effectiveness on learning in statistical materials and valid opportunities according to experts. The effectiveness of learning is measured by increasing the ability of mathematical representations and multimedia are well perceived by students. This type of research is development research that develops multimedia mathematics learning and the instruments used are questionnaires for assessment of material experts and expert learning design, questionnaires of teacher and student responses, student perceptions and test results of studentsmathematical representation abilities. From the results of the analysis of the representation ability test obtained an increase in students mathematical representation ability in the high category, based on the gain test for statistical material the score obtained was 0,7 and the probability material gain test score was 1,3. And the results of the analysis of the student perception questionnaire obtained a percentage of 95% showed the category ?very positive?. It can be concluded that multimedia learning that is developed is very good and can improve students mathematical representation abilities. So that effective multimedia learning is used by teachers and high school students, especially in learning statistical materials and opportunities.Keywords: Learning Multimedia, APOS Theory, Effectiveness
KATEGORI DAN EKSPRESI LINGUISTIK DALAM BAHASA SASAK PADA RANAH PERTANIAN TRADISIONAL: KAJIAN ETNOSEMANTIK Syarifuddin, Syarifuddin; Saharudin, Saharudin
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4308

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori dan ekspresi lingustik bidang pertanian Sasak tradisional di pulau Lombok, yang dikaitkan dengan konteks sosio-kultural masyarakat tani setempat. Untuk tujuan tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara untuk analisis data digunakan analisis komponen. Analisis dipusatkan pada leksikon dan ekspresi linguistik pada ranah pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam ranah pertanian itu selalu memunculkan istilah-istilah yang menjadi ekspresi/kategori linguistiknya. Ekspresi linguistik itu berbentuk kategori verba dan nomina. Urutan pengklasifikasian/ pengategorian terhadap ekspresi linguistik—baik nomina maupun verba—pun disesuaikan dengan rangkaian proses aktivitas pertanian dan hasil yang diperoleh. Untuk itu, pengategorisasiaan yang ada didasarkan pada komponen makna generik yang menyesuaikan proses dan hasil—verba dan nomina—dalam ranahnya itu.Kata Kunci: kategori dan ekspresi linguistik, analisis komponensial, etnosemantik.
THE EFFECT OF INSTRUCTIONAL MEDIA POWER POINT -BASED AND EMOTIONAL INTELLIGENCE ON DESCRIPTIVE WRITING ABILITY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS CLASS VII SMPN 8 MUARO JAMBI Puspayanti, Puspayanti; Saharudin, Saharudin; Herman, Budiyono
JAMBI-ENGLISH LANGUAGE TEACHING Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.382 KB)

Abstract

This research aims to determine the effect of the use of instructional media power point-based and emotional intelligence on descriptive writing skill of Junior High School students number eight Muaro Jambi class seven. This is quantitative with quasi-experimental study which was conducted in two classes, class VII D as the experimental class (has treatment) and class VII F as a control class (has no treatment). Overall results of the research showed that there is no effect of the use of instructional media power point-based and emotional intelligence on descriptive writing skill of Junior High School students class seven at 95% level of significant. This is because of three hypotheses proposed; only one hypothesis stated that H1 received. The rest, hypothesis two and three H0 received. The results of hypotheses testing to hypotheses one, two, and three, are: (1) There is an effect of instructional media power point-based on descriptive writing skill of Junior High School students, (2) There is no effect of emotional intelligence on descriptive writing skill of Junior High School students, (3) There is no interaction between instructional media power point-based and emotional intelligence. It is true that the result of hypothesis testing on hypothesis one that there is an effect of instructional media power point-based, but the effect is not significant.Keywords: instructional media, power point -based, emotional intelegence, descriptive writing ability 
Relationship Between Emotional Intelligence and Learning Saharudin, Saharudin
AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.375 KB)

Abstract

   This study is a correlational research that aims to find the relationship between emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph. This study used survey method with correlation with the number of 105 students in MTs and equal Classes VII District of East Praya, Central Lombok, West Nusa Tenggara province and selected randomly. Instrument in the form of questionnaires and tests validated through testing expertise and the calculation of Pearson Product Moment and reliability testing done using Cronbach Alpha. Verification of the hypothesis is done by regression analysis and found the regression model, and the correlation coefficient between emotional intelligence, learning motivation with English writing skills description paragraph. The results showed that the relationship between emotional intelligence with English writing skills description paragraph is .341 (α .05). The relationship between learning motivation and English writing skills description paragraph is .153 (α, .05). Found a correlation coefficient of emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph is .580 (α, .05). Based on these results it can be concluded that English writing skills description paragraph can be influenced by emotional intelligence and students learning motivation.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PUNGTUASIPADA KARYA TULIS SISWA KELAS XI IPAMADRASAH ALIYAHRAUDLATUSSHIBYAN NW BELENCONG GUNUNG SARI Saharudin, Saharudin; Saputra, Agus; Khotimah, Khusnul; Nasrullah, Arif; Hidayat, Rahmad
JCES | FKIP UMMat Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : JCES | FKIP UMMat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.619 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan Penyuluhan Penggunaan Pungtuasi pada Karya Tulis Siswa Kelas XI IPA MA Raudlatusshibyan NW Belencong Gunung Sari dilaksanakan dengan dasar sering abainya penutur bahasa Indonesia terhadap aturan berbahasa Indonesia lisan dan tulis. Pengabaian aturan itu dilakukan secara sadar dan tidak sadar. Pengabaian aturan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat awam, tetapi juga dilakukan oleh kaum terpelajar di lingkungan perguruan tinggi serta instansi-instansi pemerintah.Kegiatan dilaksanakan di MA Raudlatusshibyan NW Belencong dengan melibatkan siswa kelas XI IPA.  Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi, diskusi, dan pemecahan masalah dalam bentuk soal-soal. Materi penyuluhan adalah penggunaan pungtuasi berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sesuai dengan Permendikbud nomor 50 tahun 2015.            Kegiatan penyuluhan dapat dikatakan berhasil berdasarkan serapan peserta terhadap materi yang dibuktikan dengan kemampuan peserta dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Peserta merasa kegiatan semacam ini penting karena membuat mereka sadar bahwa penggunaan pungtuasi yang mereka pahami sebelumnya masih terdapat banyak kekeliruan. Untuk itu, kegiatan semacam ini perlu digalakkan demi terjaganya bahasa Indonesia yang baik, terutama benar.Kata Kunci: penyuluhan, penggunaan pungtuasi, karya tulis.Abstract: Elucidation activity of Punctuation Usage on Student Writing Class XI IPA MA Raudlatusshibyan NW Belencong Gunung Sari is implemented on the basis of frequent Indonesian speakers’ misuses on Indonesian oral and written rules. The ignorance of the rules is done consciously and unconsciously. The ignorance of rules is not only done by ordinary people, but also done by educated people in the environment of universities and government agencies.The activity was held in MA Raudlatusshibyan NW Belencong by involving students of class XI IPA. Activities are carried out in the form of giving materials, discussion, and problem solving in the form of questions. The extension material is the use of punctuation based on the Spelling General Guidelines of Indonesia in accordance with Permendikbud number 50 of 2015.This elucidation activity can be said to succeed based on participants absorption of the material as evidenced by the ability of participants in solving the given problem. Participants feel this kind of activity is important because it makes them aware that the use of punctuations that they understand before there are still many mistakes. For that, this kind of activity should be encouraged in order to maintain good Indonesian usage.Keywords:elucidation, punctuation usage, academic writing.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SD INPRES KALEKE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR Yuliana, Yuliana; Syamsuddin, Syamsuddin; Saharudin, Saharudin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 7 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas I SD Inpres Kaleke dalam membaca permulaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Inpres Kaleke. Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Inpres Kaleke dengan penggunaan media gambar. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dilakukan pada siswa kelas I SD Inpres Kaleke dengan jumlah siswa 28 orang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa penggunaan media gambar dapat  Hal ini dapat dilihat pada siklus I presentase ketuntasan klasikal mencapai 40,21.  pembelajaran ini belum mencapai KKM 75%. Dilanjutkan pada siklus II yang keberhasilan pembelajaran mencapai presentase ketuntasan klasikal yaitu, 76,19. Dalam hal ini terjadi kenaikan sebesar 35,98 %. Dengan capaian, dapat dikatakan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran membaca permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas satu SD Inpres Kaleke. Kata Kunci:     Membaca Permulaan, Media Gambar
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Naratif dalam bahasa indonesia melalui teknik Mind Mapping Saharudin, Saharudin
AL-Muta'aliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 1 (2019): Pendidikan dan Pendidikan Dasar
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.761 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai peningkatanketerampilan menulis teks naratif dalam bahasa Indonesia tentang lingkungan sekolah melalui teknik mind mapping di kelas IV SDN 2 Semoyang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN2semoyang.Penelitian di kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan desain PenelitianTindakan Kelas menggunakan metode spiral atau siklus dari Stephen Kemmis danMC. Tanggart. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui tahapan perencanaan,pelaksanaan, dan observasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan instrument tes berupa soal pemahaman berupa uraian, instrumentpemantau tindakan pembelajaran menggunakan teknik mind mapping dan catatanlapangan. Hasil yang diperolehpenelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan pemahaman konsep siswapada materi lingkungan sekolahdengan menggunakan teknik mind mapping.Persentase kemampuan pemahaman konsep siswa pada siklus I 63,33%, dansiklus II mencapai 86,66%. Pemahaman siswa meningkat karena efektifitaspembelajaran melalui penerapan teknik mind mapping. Hasil dari data yangdikumpulkan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia padamateri lingkungan sekolahmenggunakan teknik mind mapping dapatmeningkatkan keterampilan pemahaman konsep siswa yang diukur melalui lembartes dan pengamatan tindakan yang dilakukan pada siklus I, dan siklus II. Implikasidari hasil penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep yang diperolehakan semakin meningkat jika dalam pembelajaran menggunakan teknik yangtepat, efektif, dan menyenangkan.
SESENGGAK DALAM BAHASA SASAK: CITRAAN METAFORIS DAN SIGNIFIKANSINYA Saharudin, Saharudin
Adabiyy?t: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.018 KB) | DOI: 10.14421/ajbs.2010.09104

Abstract

The aims of this research are to describe the metaphorical image in sêsênggak (Sasak proverbs) which is based on the types of reference as the target domain (tenor) and source domain (vehicle); and to uncover the meaning or significance. The data are collected through participant observation method and in-depth interview with key informants. The results show, on one hand, that the sociocultural background of the Sasak community gives the most dominant contribution in sêsênggak’s lexicon (language). On the other, that socio-cultural background has much mpression on the various humanitarian issues involving sêsênggak, which is created to control (directive-prohibitive) and to evaluate the attitude or behavior of a person or a certain group of people. On that ground, sêsênggak was born from some unique mixtures of the natural environment and the socio-cultural organization of thoughts, opinions, memories, senses, experiences, knowledge, imaginations, creativities, sensitivities, intelligences, as well as consciousness, which are based on the rules, the laws, and the societal structures. These mixtures become a united, coherent, rational, and organized expression in the framework of language and conscience.