Farzand Abdullatif
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU CURAH HUJAN SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN SENSOR KECEPATAN ALIRAN FLUIDA DENGAN EFEK HALL Abdullatif, Farzand; , Hartono; Uletika, Niko Siameya
Prosiding Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Prosiding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun sistem pemantau curah hujan menggunakan sensor aliran air dengan efek Hall. Penelitian dimaksudkan untuk membuat sebuah sistem yang dapat memantau curah hujan secara real time. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian diawali dengan membuat sensor aliran fluida dengan konsep efek Hall. Sensor yang telah dibuat diintegrasikan dengan komputer menggunakan interface DAQ NI USB 6009. Guna keperluan akuisisi data diperlukan pemrograman yang dilakukan menggunakan software LabView 7.1. Sensor yang telah diintegrasikan dengan komputer yang telah terprogram menghasilkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi curah hujan. Hasil karakterisasi yang dilakukan terhadap sensor menunjukkan sensor aliran air dengan efek Hall sudah berhasil menunjukkan respon berupa tegangan. Namun demikian karakterisasi terhadap waktu respon dan kestabilan masih kurang responsif dan kurang sensitif.
OPTIMIZATION OF COLLIMATOR NEUTRON DESIGN FOR BORON NEUTRON-CAPTURE CANCER THERAPY (BNCT) BASED CYCLOTRON 30 MeV Payudan, Aniti; Haryadi, Aris; Abdullatif, Farzand
Indonesian Journal of Physics and Nuclear Applications Vol 2 No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/ijpna.v2i3.128-136

Abstract

This research in BNCT has a goal to design a collimator that can be used for cancer therapy. Simulations were carried out by MCNPX software. A collimator is designed by cyclotron 30 MeV as a neutron generator. Independent variables varied were material and thickness of each collimator’s component to get five of IAEA’s standard of the neutron beam. The result is two collimator designs that can pass all IAEA’s standard. Those designs are cyclotron collimator I and cyclotron collimator II. Collimator designs obtained are tube collimator consisting of a cylindrical target 7Be length of 1.4 cm and radius 1 cm, a lead wall with thickness 23 cm, cylindrical heavy water moderator (D2O) with radius 3 cm. Filter Cd-nat for cyclotron collimator I with a thickness of 1 mm and a radius 3 cm. Cyclotron collimator II uses 60Ni with a thickness of 5 cm as a filter. The radius aperture is 3 cm. These two collimator designs can be used for cancer treatment with BNCT. Dosimetry calculation and manufacture of prototypes are needed to test the application of this design.
SENSOR KEBOCORAN ARUS LISTRIK WATER HEATER ELEKTRIK hartono, hartono; Sugito, Sugito; Abdullatif, Farzand
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v6i2.1504

Abstract

An electric current sensor detecting current leak into water flowing out from a water heater has been constructed. The sensor is made of a copper electrode implanted in a PVC pipe. It is subjected to tests in which the voltage is varied at constant resistance and otherwise the resistance is varied at constant voltage. The variation of the AC voltage is conducted from 0 to 220 volt whereas that of the resistance is from 1 KW to 100 KW. The 1 KW resistance is meant to represent the resistance of human skin in wet condition and the 100 KW represents that of dry insulated skin. Analysis shows that unpainful shock sensation surges at 30 V, 5.16 mA, with 1 KW resistance. In  the current leak condition at 220 V, unpainful shock is sensed at body resistance of 42 KW with 4,99 mA current.
TINJAUAN MENGENAI MASSA BOSON TERA NETRAL Z’ DALAM VARIAN MODEL SIMETRI KIRI-KANAN Ferdiyan, Akmal; Abdullatif, Farzand
Jurnal Teras Fisika Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teras Fisika
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.847 KB) | DOI: 10.20884/1.jtf.2019.2.2.2010

Abstract

Model simetri kiri-kanan sebagai perluasan (ekstensi) dari model standar fisika partikel telah lama dikenal di kalangan fisikawan. Hingga saat ini telah terdapat banyak variasi dari model simetri kiri-kanan. Salah satu ciri khas dari model ini adalah adanya partikel baru yang tidak terdapat dalam model standar yaitu boson tera netral Z? atau ZR . Partikel Z? memberikan aspek fenomenologis yang dapat diuji dalam eksperimen yang ada saat ini. Parameter yang menjadi kunci adalah massa Z?, terkait dengan peluruhannya menjadi partikel dalam model standar. Dalam artikel ini akan dilakukan tinjauan mengenai massa Z? di dalam berbagai varian model simetri kiri-kanan. Massa Z? untuk masing-masing model bergantung pada pendekatan terkait perbandingan harga harap vakum Higgs sektor kiri (vL ) dan kanan (vR ).
ANALISIS PENGGARUH KONSTENTRASI LARUTAN GULA DAN RESIN TERHADAP TRANSIMATANSI LASER hartono, hartono hartono; Abdullatif, Farzand; Sugito, Sugito
Jurnal Teras Fisika Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teras Fisika
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.105 KB) | DOI: 10.20884/1.jtf.2019.2.2.2008

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengkarakterisasi bahan yang dapat digunakan sebagai pemandu cahaya. Pemandu cahaya dalam penelitian ini dibuat menggunakan selang plastik yang di dalamnya dibiarkan berisi udara sebagai kondisi referensi. Sampel lain dibuat menggunakan selang yang sama tetapi diisi aquades, larutan gula dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% serta diisi juga dengan resin cair bening. Sampel sebagai bahan uji dibuat dengan panjang masing-masing 25 cm dan 50 cm dan diameter bagian dalam selang ¼ inch. Pengujian sampel dilakukan dengan menembakkan laser ke dalam ujung selang dan mengukur intensitas laser yang keluar dari ujung selang yang lain. Pengukuran intensitas sinar laser menggunakan sensor LDR yang selanjutnya diakuisisi menjadi intensitas transmitansi. Hasil pengujian terhadap semua sampel menunjukkan bahwa transmitansi cahaya dipengaruhi oleh indeks bias bahan dan kepekatan partikel dalam fluida sampel. Sampel dengan konsentrasi lebih besar dari 30% dan panjang selang 50 cm menghasilkan transmitansi kurang dari 50%.Hal serupa juga terjadi pada sampel dari bahan resin cair bening, dimana pada selang dengan panjang 25 cm hanya menghasilkan transmitansi sebesar 43,27%, sementara pada selang 50 cm hanya 26,38%. Berdasarkan analisis, penurunan tingkat transmitansi dikarenakan oleh perbedaan indeks bias antara selang dan fluida pengisi selang. Seharusnya, indeks bias kulit selang jauh lebih kecil dari pada indeks bias bahan pengisi selang, sehingga peristiwa pemantulan internal sempurna dapat terjadi dengan baik.