Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PADA PERUMAHAN MENENGAH ATAS Syamdermawan, Wega; Surjono, Surjono; Kurniawan, Eddi Basuki
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 35, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.442 KB) | DOI: 10.17977/tk.v35i1.3709

Abstract

The effect of green open space to the quality of environment of upper-middle residence. This research attemps to identify the effect of green open space to the quality of environment upper-middle residential in Malang. The tool to collect data in this reaserch is the indoor environment quality type multinorm MI6201. Data was analyzed by using a correlation analysis and regresion. The results of this research show that (1) open space area (X1)has a positve effect to the environment quality (Y), and (2) green open space spread (X2) and kind of vegetation (X3) have negative effect to the envi­ron­ment quality (Y). The effects of X1, X2, and X3 to noise (Y1) can be expressed by the equation of Y1 = 55.361 + 0.007 X1 ? 37.816  X2 ? 1.731 X3, and the effects of  X1, X2, and X3 to quality of CO (Y2) can be expressed by the equation of Y2  = 5.687 + 0.003  X1 - 0.361 X2 ? 0.635 X3.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersediaan ruang terbuka hijau terhadap kualitas lingkungan pada kawasan perumahan menengah­atas di Kota Malang. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah indor envi­ron­ment quality type multinorm MI6201 dan dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh positif  luas ruang terbuka (X1) terhadap kualitas lingkungan (Y), dan (2) ada pengaruh negatif sebaran ruang terbuka hijau (X2) dan jenis vegetasi (X3) terhadap kualitas lingkungan (Y). Pengaruh X1, X2, dan X3 terhadap tingkat kebisingan  (Y1) terlihat pada persamaan Y1 = 55,361 + 0,007 X1 - 37,816 X2 - 1,731 X3, sedang pengaruh X1, X2, dan X3 terhadap kadar CO (Y2) terlihat pada persamaan Y2  = 5,687 + 0,003 X1 - 0,361 X2 - 0,635 X3.
Pola Pengelompokkan Masyarakat Miskin Berdasarkan Kemiripan Karakteristik Akses Spasial di Kelurahan Sukoharjo Kota Malang Ulimaz, Mega; Ari, Ismu Rini Dwi; Surjono, Surjono
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.573 KB)

Abstract

Permasalahan kemiskinan di Kota Malang ditandai dengan tingkat kemiskinan mencapai 30% dan didominasi oleh keberadaan kaum migran. Isu kemiskinan tersebut tidak terlepas oleh ketimpangan distribusi pembangunan perkotaan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat miskin. Pola spasial memiliki peran kunci dalam menentukan pilihan tindakan yang diambil oleh masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuaan untuk merumuskan karakteristik  spasial dalam pengelompokkan masyarakat miskin di Kelurahan Sukoharjo Kota Malang. Penelitian merupakan kajian kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik Multidimensional Scalling (MDS). Jenis MDS adalah metrik dengan penggunakan data rasio jarak terhadap pelayanan infrastruktur pendidikan, kesehatan, perdagangan, transportasi, dan air bersih. Pendekatan MDS dalam pengelompokkan masyarakat miskin menunjukkan kesesuaian dan kecocokan dalam pembuatan penskalaan 2 dimensi.  Hasil analisis menunjukkan pembentukan  2 kelompok besar yang memusat dengan membentuk karakteristik mendekati atribut jarak dan menjauhi atribut. Kelompok masyarakat miskin yang cenderung memiliki karakter jarak dekat dengan sarana tertentu dapat diberikan pendekatan program melalui wadah terdekat yang diakses, antara lain sarana pendidikan dan balai kesehatan. Aspek spasial kemiskinan dapat menggambarkan kondisi penghidupan masyarakat miskin Kelurahan Sukoharjo terkait penataan permukiman di daerah tengah kota dan berpotensi untuk tidak melepaskan diri bersama sesama kelompok terdekat yang sama. Dengan demikan, diperlukan pengintegrasian ekonomi yang tepat pada kelompok yang telah terbentuk dimana kelompok yang telah unggul pada jangkauan pelayanan dapat didekati lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Kata kunci: pengelompokkan, akses spasial, MDS
Bentuk Pengelolaan Sumberdaya Hutan di Desa Kololio Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah Ariani, Ariani; Surjono, Surjono; Ari, Ismu Rini Dwi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.771 KB)

Abstract

Hutan merupakan salah satu kawasan yang menyediakan sumberdaya alam dalam jumlah yang melimpah berfungsi sebagai penyangga ekosistem tempat tumbuh berbagai macam flora dan fauna serta menyediakan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan dan papan sehingga untuk melindungi dan kontrol terhadap sumberdaya hutan ditetapkan dalam fungsi kawasan yang diatur dalam undang-undang akan tetapi pengaturan tersebut belum terbentuk dengan baik belum jelasnya pengelolaan berdasarkan fungsi yang ditetapkan ketidak sepakatan tentang siapa yang seharusnya mengontrol dan mengelola hutan dan tersingkirnya masyarakat adat atapun lokal atas kawasan hutan yang menjadi sumber penghidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengelolaan sumberdaya alam hutan oleh masyarakat Desa Kololio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif mencakup analisis karakteristik sumberdaya hutan, karakteristik komunitas, dinamika aturan pengelolaan. Hasil analisis bahwa pengelolaan sumberdaya hutan di wilayah penelitian terdapat 3 bentuk yaitu pengelolaan oleh pemerintah (state property) dan didalamnya masing-masing terdapat pengelolaan secara bersama oleh masyarakat Desa Kololio disebut (common pool resources CPRs) dan terbuka untuk masyarakat yang berasal dari desa lain (open access). Kata kunci: Bentuk pengelolaan, Fungsi kawasan, Masyarakat lokal, Sumberdaya hutan
THE ROLES OF INSTITUTIONS IN FIGHTING AGAINST POVERTY Surjono, Surjono
TATALOKA Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.96 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.17.3.124-129

Abstract

Decentralization and reformation in Indonesia have entered an uncertainty stage of people’s welfare in the near future. Uncertainty of political stability and fluctuative oil prices also led to uncertainty of other dimensions of development. This paper aims to elaborate the roles of institution in reducing poverty and identify indicators to evaluate the performance of pro-poor development, particularly in Indonesian context. The method was literature reviews and specific case study. Sustainable development indicators were employed to evaluate an appropriate strategies by comparing with best practices in several local governments in Indonesia. This paper promotes steps in reducing poverty and provides indicators of pro-poor governance. The result of analysis shows that development planning at local government should have balanced strategies with focus on indicators to accelerate poverty reduction in the regions.
Penilaian E-Audit Readiness dengan Pendekatan Framework STOPE pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten Latif, Abdul; Wahyu, Wing; Surjono, Surjono
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.862 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v1i2.12

Abstract

E-audit is an integral part of the Implementation of e-government in the audit board of Republic of Indenesia (BPK RI). Implementation of e-audit carried out in stages based on the grand design and road map starting from 2010 to 2014. Its success parameter largely determined by the extent of BPK RI readiness, organization and human resources towards the implementation of e-audit.The aims of this study were to measure the readiness of BPK RI Banten Province Representative to the implementation of e-audit. E-audit readiness assessment in this study using STOPE Framework by evaluating the 5 domains, 14 sub-domain (issues), and 60 sub-sub-domains (factors).The results of data analysis showed that the BPK RI Banten Province representative is on ranked 3 (ready) to implement the e-audit. On four domains (Strategy, Technology, People, and Environment), BPK RI Banten Province Representative is ranked 3 (ready) to implement the e-audit. Nonetheless, in term of Domain Organization, BPK RI Banten Province Representative is ranked 2nd (almost ready) to implement the e-audit.E-audit merupakan bagian integral dari impelementasi e-government di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. impelementasi e-audit dilakukan secara bertahap berpatokan pada grand design dan peta jalan dimulai dari 2010 hingga 2014. Keberhasilanya sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan (readiness) BPK RI, organisasi maupun SDM, terhadap penerapan e-audit tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan BPK RI Perwakilan Provinsi Banten terhadap impelementasi e-audit. Penilaian e-audit readiness pada penelitian ini menggunakan Framework STOPE dengan mengevaluasi 5 domain, 14 sub-domain (isu), dan 60 sub-sub-domain (faktor).Hasil analisis data menunjukkan bahwa BPK RI Perwakilan Provinsi Banten berada pada peringkat 3 (siap) dari skala 4 untuk mengimplementasikan e-audit. Dari sisi Domain Strategy, Domain Technology, Domain People dan Domain Environment, BPK RI Perwakilan Provinsi Banten berada pada peringkat 3 (siap) pada skala 4 untuk mengimplementasikan e-audit. Namun dari sisi Domain Organization, BPK RI Perwakilan Provinsi Banten berada pada peringkat 2 (cukup siap) pada skala 4 untuk mengimplementasikan e-audit.
Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Fisik Kampung Kota Kecamatan Klojen, Kota Malang dengan Pendekatan Fuzzy Logic Ridhoni, Miftahul; Surjono, Surjono; Wijaya, I Nyoman Suluh
The Indonesian Green Technology Journal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.179 KB)

Abstract

Ruang dan kehidupan perkotaan saat ini menampung dan menyatukan semua aspek yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan. Proses penilaian keberlanjutan selama ini tidak menjawab mengapa nilai keberlanjutan antar kampung sangat beragam, hal ini terutama disebabkan karena hubungan antar teori dan praktek penilaian keberlanjutan kampung belum terbentuk secara utuh. Penelitian berfokus pada identifikasi faktor-faktor keberlanjutan fisik pada kampung Arab, Kampung Pecinan, dan Kampung Kebalen di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kemudian, dilakukan evaluasi menggunakan metode Fuzzy Logic untuk mengetahui tingkat keberlanjutan kampung-kampung kota tersebut. Wilayah studi secara umum memiliki ciri-ciri bukan merupakan wilayah kumuh, bukan merupakan permukiman formal, memiliki fasilitas pendukung minimal, dan memiliki nilai-nilai kelokalan. Nilai faktor-faktor keberlanjutan fisik Kampung Arab yaitu: compactness: 0,73 (Baik); connectivity: 0,63 (Sedang); density: 0,63 (Sedang); mix land use: 0,76 (Baik). Nilai faktor-faktor keberlanjutan fisik Kampung Pecinan yaitu: compactness: 0,63; connectivity: 0,34 (Sedang); density: 0,58 (Sedang); mix land use: 0,17 (Buruk). Nilai faktor-faktor keberlanjutan Kampung Kebalen yaitu: compactness: 0,58; connectivity: 0,36 (Sedang); density: 0,1 (Buruk); mix land use: 0,26 (Buruk). Tingkat keberlanjutan Kampung Arab (Medium-High) lebih tinggi daripada tingkat keberlanjutan Kampung Pecinan (Medium) dan Kampung Kebalen (Medium-Low).Kata kunci: kampung, faktor keberlanjutan, tingkat keberlanjutan, fuzzy logic
Tinjauan Interdisipliner dalam Mengkaji Aspek Kosmologi dalam Arsitektur Titisari, Ema Yunita; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi; Surjono, Surjono
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.612 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2017.015.01.6

Abstract

This paper is a review of the importance of interdisciplinary reviews in assessing the cosmological aspects of architecture. Architecture is a discipline that focuses on the study of the human environment. Environment and humans are very complex objects. Studies of people and architecture need to involve other disciplines. Involving other disciplines will help the understanding of people and architecture as a cultural product. Cosmology is the key to understanding architecture, especially the architecture of pre-modern society. By analysing the substance of some theories and architectural research on cosmology obtained the conclusion that in reviewing cosmological aspects in architecture is required interdisciplinary studies because architecture is an object that needs to be viewed from many perspectives. This is due to the complexity of human beings who create and create architecture as a place of residence.Keywords: interdisciplinary, architecture, cosmology
Policy Support On Walkability In Malang City Winansiha, Erna; Antariksa, Antariksa; Surjono, Surjono; Setyoleksono, Amin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.662 KB)

Abstract

Walkability refers to how the pedestrians are facilitated and regarded as the users of the street (mode of transportation due to the public transportation walkability strategy). Malang plays a significant role as the second largest city in East Java Province. The Malang city shows some street problems recently. One of them is the lack of infrastructures for pedestrians. The congestion seems to be greater every year and lead to jaywalking pedestrians. The street activities show the motorized vehicles a lot. It seems that the pedestrians are being neglected. One of the components of walkability is the policy support to guarantee the pedestrians rights as the users of the street corridor.The study is aimed to analyze the walkability policy support. The existences of the policies and how they are implemented is the matter of the study. The component shows the degree of policy supports in order to respect the pedestrians. The collected data about the policies from national to local levels are evaluated using content analysis method. Among some policies, there are the presences of the related policies in national and local level. The number 79 of Government Regulation in 2013 about Traffic Network and Road Transport regulates the facilitation of the pedestrians in extension of the number 22 of Traffic Network and Road Tranport Act in 2009. At local level the pedestrians consideration is regulated by Local Regulation, number 4, in 2011 about the Malang City Master Plan 2010-2030. The quality of the policy support is still poor due to the pedestrians needs compared with the motorized ones. The presence of the number 03/PRT/M/2014 of Ministry of Public Work Regulation about The Guidance of Pedestrians Network Infrastructure Planning, Providing and Using in Urban Areas is specially designed in order to fulfill the pedestrians needs. This regulation respects the walking activity and facilitate pedestrians in a manner of convenience, safety and security. Because of the recently existence as the regulation so that the implementation has not done yet. But learning from some cases about street-traffic that had happened recently in Malang city, it can reflect the ignorance of the walking activities as the mode of transportation in accordance with improved public transportation. It recommends to revise City Master Plan of Malang which has the better planning of pedestrian facilities as an integration of transport network planning. There is an interesting finding about how much the act and regulation pay attention to the pedestrian needs. It shows an extreme leap that need to be examined on other next research.Keywords: walkability, pedestrian rights, policy support
Pengaruh Perubahan Guna Lahan Terhadap Penyediaan Jaringan Jalan Di Kota Kepanjen Pandika, Eddu; Djakfar, Ludfi; Surjono, Surjono
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.158 KB)

Abstract

Interaksi guna lahan dan transportasi perlu diketahui untuk memahami bagaimana sistem kegiatan (land use) mempengaruhi perubahan arus lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Malang menuju Kecamatan Kepanjen terhadap rencana penyediaan jaringan jalan. Prediksi kondisi yang akan datang dilakukan dengan metode pemodelan empat tahap (Four Step Modelling) menggunakan alat bantu software Contram 5,09 untuk proses pembebanan jaringan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jaringan jalan utama di Kota Kepanjen pada tahun 2019 menurun menjadi E, terdapat tambahan pergerakan menuju lokasi pusat perkantoran Jl. Trunojoyo dan Jl. Panji sebanyak 363 kendaraan/jam pada periode puncak. Ke depan, perlu dilakukan kajian pembangunan jalan lingkar untuk mendistribusikan beban lalu lintas yang ada dan mengalihkan lintas angkutan barang sekaligus mengurangi mix traffic di kawasan perkotaan sehingga dapat meningkatkan kinerja jalan dan factor keselamatan berkendara. 
The Assessment of Happiness Rate of Arab Kampung Community in Malang City Nopianti, Putri; Ikawati, Ratih; Surjono, Surjono
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 20, No 3 (2017)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.439 KB)

Abstract

The complexity of problems in the kampung-kota are reasonably wide from a pragmatic and practical to a more conceptual, thus the sustainable development concept of kampung-kota needs to be reviewed.  One of the method for assessing kampung-kota in adapting sustainable development concept is by measuring public welfare using happiness index. On that basis, the happiness index of Kampung Arab in Malang is measured using the approach of Indonesian Central Body of Statistic (BPS) with its 10 aspects of life and the approach based on fuzzy logic. The research aims to assess the happiness index and to recommend development which may improve community’s happiness. The rating results of each aspects shows the rates of health condition at 98,71%, education and skills aspect at 72,55%, profession aspect at 75,57%, household income at 65,50%, security aspect at 69,35%, social relationship aspect at 91,36%, leisure time availability aspect at 91,65%, house condition aspect at 80,44%, the state of environment at 65,86% and the harmonious family aspect at 99,54%. One of the recommendations  is that the strength in social relationships aspect in Kampung Arab can be used as the basic in the increase of other aspects trough empowering community groups and established organization.